
Selesai sarapan, Nabila dan juga Mama Maya berangkat menuju Mall untuk menemui WO yang mengurus resepsi pernikahan mereka.
Sampai di Mall, Mama Maya mengajak Nabila menuju restaurant untuk menemui pihak WO yang ternyata sudah menunggu mereka di sana.
" Hallo putri, maaf kami lama"
" Gak kok Tante, saya juga baru sampai" ucap Putri seorang WO yang dulu juga pernah mengurus pernikahan Salsa dan Jason.
" Kenalin Put, ini menantu saya namanya Nabila"
" Saya Putri Mba, wah Mba nya cantik sekali ya, gak salah kalau Pak Aditya memilih Mba jadi istrinya"
" Kamu bisa aja Putri" ucap Nabila dengan wajah yang sedikit memerah malu mendengar ucapan Putri.
Putri pun mulai menunjukkan bermacam-macam model undangan ke Nabila dan Mama Maya, dan pilihan Nabila tertuju kepada undangan yang menurut Nabila unik, simpel dan juga berwarna hijau seperti warna kesukaannya.
" Kamu gak mau makan dulu put"
" Gak Tante,Putri langsung mau pulang Tan soalnya habis ini mau ketemu klien lagi" ucap Putri kemudian berpamitan kepada Nabila dan juga Mama Maya.
" Nabila, waktu kita kan masih lama, gimana kalau kita shopping dulu"
" Iya Ma terserah Mama aja" ucap Nabila.
Mereka berdua pun langsung menuju ke sebuah tempat yang terdapat berbagai tas dan juga sandal.
" Ih.. Nabila, tas nya bagus, coba deh cocok buat kamu" ucap Mama Maya menyodorkan sebuah Tas selempang cantik berwarna hitam.
Nabila terperangah melihat harga yang tertera di tas itu sebesar sepuluh juta, dan kemudian mengembalikan kembali tas itu ke tempatnya.
" Kenapa di kembalikan Nak"
" I.. tu.. harganya mahal sekali Ma"
" Haha.. haha.. Mama Maya tertawa melihat tingkah polos menantunya itu"
Mama Maya mengambil tas yang tadi di kembalikan oleh Nabila, kemudian berjalan lagi mengambil beberapa tas lagi yang menurutnya cocok untuk Nabila kemudian memberikannya kepada Nabila.
Mama Mama juga memilihkan beberapa sepatu dan juga sendal untuk Nabila, dan setelah itu mereka pergi ke kasir untuk membayar semuanya.
Nabila kembali terperangah ketika penjaga kasir mengatakan total belanjaan mereka sebesar 150 juta, Nabila menelan ludah mendengarnya.
Mama Maya mengeluarkan sebuah black card kepada penjaga kasir, dan dengan sekali gesekan semua belanjaan mereka sudah lunas terbayar.
Melihat black card nya Mama Maya, Nabila jadi teringat jika ia juga punya satu seperti itu, dan sampai ini belum pernah ia gunakan.
__ADS_1
" Kamu kenapa melamun sayang"
" HaH...itu gak pa-pa Ma, Nabila cuma ingat kalau waktu itu Mas Aditya pernah kasih black card seperti yang Mama punya ke Nabila Ma, cuma belum pernah Nabila gunakan Ma"
" Haha.. Haha.. Mama Maya kembali tertawa melihat betapa polosnya menantunya ini, dan juga merasa bahagia karena Nabila sepertinya bukan wanita yang suka menghambur-hamburkan uang, padahal ia tau jika kekayaan Aditya tidak ada habisnya"
" Sayang, semua belanjaan ini Mama beliin buat kamu, mulai sekarang kamu harus terbiasa dengan barang mewah dan juga mahal ya karena kamu adalah istri seorang Aditya Wijaya Prakasa, tapi jujur Mama juga senang karena kamu bukan tipe wanita yang suka menghambur-hamburkan uang"
" Sesekali kamu harus coba black card itu ya, untuk membeli semua barang yang kamu mau, kamu tau kalau suami mu itu orang terkaya nomor dua di dunia ini, makanya Mama juga senang tu menghabiskan uang yang udah Aditya kasih ke Mama..hahahaha..." ucap Mama Maya sembari tertawa.
Nabila terkejut mendengar ucapan Mertuanya yang mengatakan jika suaminya adalah orang nomor dua terkaya di dunia, selama ini ia tau jika Aditya memang orang kaya, namun tidak mencapai rekor seperti itu.
" Ya sudah, ayo kita sekarang beli baju lagi untuk kamu Nak" ucap Mama Maya menggandeng Nabila menuju butik yang tidak jauh dari tempat mereka membeli tas dan sepatu.
Sesampai di butik, Mama Maya dan Nabila tak sengaja berpapasan dengan Nana dan juga Tante Dinda yang baru saja ingin keluar dari tempat itu.
" Jeng Maya"
" Jeng Dinda"
Nana menatap tajam ke arah Nabila, dan Nabila juga tak kalah tajam menatap Nana, karena ia ingat jika dulu jika Nana pernah mengancamnya untuk menjauh dari Aditya.
" Dia siapa jeng? " tanya Tante Dinda yang begitu memperhatikan penampilan Nabila dari atas sampai bawah.
" Oh ya, kenalkan dia Nabila menantu saya "
" Saya gak salah dengar kan Jeng, maksud Jeng istrinya Aditya gitu, tapi gak mungkin kan Jeng, Aditya kan calon suaminya Nana"
Mama Maya menghela nafas panjang mendengar Tante Dinda yang masih saja mengira jika Aditya itu calon suami anaknya, padahal sudah sejak lama Mama Maya mengatakan jika perjodohan Aditya dan Nana di batalkan.
" Kamu Nabila kan, Janda ganjen yang suka menggoda Aditya" ucap Nana mengingat akan Nabila.
" Jaga ucapan kamu Nana" ucap Mama Maya kesal mendengar ucapan Nana.
" Maksud kamu apa Nana, jangan bilang kalau wanita ini yang waktu itu pernah kamu ceritakan sama Mama"
" Iya benar Ma, dia wanita yang pernah jalan sama Aditya, entah cara apa yang dia buat untuk menggoda Aditya, atau mungkin dia sudah memberi tubuhnya kepada Aditya"
" NANA...!!! jaga ucapan mu itu, jangan menghina menantu saya seperti itu" ucap Mama Maya kini amarahnya sudah sampai ke ubun-ubun.
" Ck.. gak di sangka, selera mu serendah itu Jeng, mau - maunya punya menantu Janda, bekas orang lain lagi,lebih baik Nana, masih gadis juga jauh lebih cantik dari menantu mu itu, mungkin Aditya sudah buta sehingga tidak bisa memilih yang mana lebih baik dan tidak"
" Cukup Tante!! "
" Tante boleh menghina ku, tapi jangan menghina Mama mertua ku dan juga suami ku, aku memang punya kekurangan,bekas orang,bukan gadis,atau seperti apalah yang tante kira, tapi setidaknya aku lebih baik untuk Mas Aditya dari pada anak Tante yang lebih suka berganti - ganti pasangan di luar sana dengan status yang belum menikah "
__ADS_1
" Apa maksud mu Hah!! berani sekali kau menyebut anak ku yang bukan-bukan"
" Coba tanyakan saja ke anak mu, apa yang sudah selama ini ia sembunyikan di belakang mu Nyonya "
" Ayo Ma kita pergi " ucap Nabila kemudian menggandeng lengan Mama Maya masuk kedalam butik meninggalkan Tante Dinda dan juga Nana.
Nana hanya diam mendengar ucapan Nabila, entah Nabila bisa tau dari mana dengan kelakuannya selama ini, yang suka bergonta-ganti pasangan di luar sana, bahkan dengan berani melakukan hubungan intim bersama laki-laki yang ia sukai, sebenarnya itu sudah sering ia lakukan sejak bersama pacarnya di luar negeri, dan setelah putus Nana menjadi ketagihan melakukannya.
" Nana!!! jelaskan apa yang di ucapkan Nabila"
" Apa benar yang Nabila katakan itu, cepat jawab Nana" ucap Tante Dinda berusaha membendung air matanya, sedangkan Nana hanya diam tidak menjawab pertanyaan Mama nya itu.
" Mama kecewa sama kamu Nana, dengan diam mu ini berarti menjawab semua pertanyaan Mama" ucap Tante Dinda kemudian pergi meninggalkan Nana.
" Semua ini gara-gara kamu Nabila!!! " ucap Nana sembari mengepalkan kedua tangannya.
" Nabila, apa maksud mu tadi Nak? " ucap Mama Maya penasaran.
Flashback on
Waktu itu Nana masih belum tau jika Nabila bekerja di restaurant Bima, jauh sebelum ia mendapati Nabila makan bersama Bima kemudian mengirim foto itu kepada Aditya.
Nana sering ke restaurant Bima dengan laki-laki hidung belang, dan tidak segan-segan memperlihatkan kemesraan mereka di depan umum.
" Itu kan wanita yang pernah ke kantor dan mengancam ku,bukannya dia bilang kalau dia calon istri Pak Aditya, kenapa sekarang ia bermesraan dengan laki-laki lain" batin Nabila melihat Nana dengan laki-laki yang lebih tua darinya.
Saat itu Nabila berada di dapur, sehingga Nana tidak melihat Nabila, dan Nabila pun sengaja tidak memperlihatkan dirinya sampai Nana pulang.
Nabila juga pernah melihat Nana sedang bercumbu mesra di dalam mobil di parkiran restaurant, saat itu hari sudah malam, Nabila sudah selesai dengan tugasnya dan ingin segera pulang.
Yang membuat Nabila terkejut, laki-laki yang sedang bercumbu dengan Nana bukanlah laki-laki yang sama dengan yang pernah bersama Nana waktu itu didalam restaurant.
Nabila hanya meng geleng-geleng kan kepalanya melihat kelakuan Nana, dan kemudian berlalu meninggalkan Nana yang sedang asyik bercumbu.
Flashback off
Setelah mendengar penjelasan Nabila, Mama Maya menarik nafas panjang, ia bersyukur karena tidak jadi menikahkan Aditya dengan Nana, karena ternyata Tuhan memang telah memberikan jalan terbaik untuk anaknya itu.
" Mama tidak menyangka jika Nana seperti itu Nak, tapi Mama juga senang karena kamu mau membela Mama di depan mereka, dan bahkan berani melawan mereka"
" Mulai sekarang kamu harus menguatkan diri ya Nak, karena sekarang kamu istri seorang Aditya Wijaya Prakasa, mungkin nanti kamu akan lebih banyak berhadapan dengan orang-orang yang tidak suka dengan hubungan kalian, terutama dengan Aditya, karena saingan bisnis atau wanita-wanita yang menyukai Aditya itu banyak di luar sana Nak"
" Iya Ma, Nabila mengerti" ucap Nabila kemudian memeluk hangat Mama mertuanya itu.
***Bersambung..
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini 😘😘***