Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 46


__ADS_3

Hari ini Aditya sedikit terlambat datang ke kantor, sedangkan Nabila bahkan sudah duluan datang ke kantor dari pada Lula.


Semenjak kejadian kemarin, Nabila berniat untuk mencari pekerjaan paruh waktu agar dapat segera melunasi hutang kepada Bang Jono walaupun sebenarnya juga uang nya tidak akan terkumpul banyak dalam waktu sebulan namun setidaknya Nabila mencoba berusaha dan untuk sisanya ia juga akan mencoba mencari pinjaman uang kepada teman - teman nya.


Karena itu Nabila memilih untuk berangkat lebih pagi agar bisa berkeliling mencari pekerjaan sebelum menuju ke kantor Aditya.


" Nabila... " teriak Lula sembari memeluk Nabila.


" Mba Lula, jadi kangen sama Mba padahal baru beberapa hari gak ketemu "


" Mba juga kangen sama kamu, kamu gimana kabarnya udah sehat"


" Alhamdulillah Mba"


" Syukur deh kalau gitu, maafin Mba ya waktu itu ninggalin kamu sendirian kerja "


" Sudah Mba gak pa- pa gak perlu minta maaf"


" Oh ya Bila, Pak Haris sudah cerita semua sama Mba mengenai kecelakaan kamu di lokasi proyek termasuk Pak Aditya yang semalaman nemenin kamu di Rumah sakit, ciee.. ciee Nabila.. Mba seneng banget tau dengarnya, kayaknya fix Pak Aditya itu suka dan sayang banget sama kamu Bila "


Nabila melamun sejenak, memikirkan ucapan Lula barusan.


" Apa benar Pak Aditya menyukai ku " batin Nabila.


" Nabila.. kok melamun sih "


" Hah.. maaf Mba, sudah ah Mba aku mau buatin Pak Aditya kopi " ucap Nabila kemudian bergegas menuju pantry.


" Iss Nabila gak asyik.. Bila.. Mba titip satu ya kopinya... he.. he" ucap Lula terkekeh dan dibalas anggukan oleh Nabila.


Selesai membuat kopi, Nabila memberikan secangkir kopi kepada Lula kemudian masuk keruangan Aditya untuk menaruh kopi di atas meja kerja Aditya.


" Selamat Pagi Pak " sapa Lula melihat kedatangan Aditya dan Haris.


Aditya melirik sejenak ke kursi tempat biasa Nabila duduk, tidak ada Nabila disana hanya ada Lula.


" Nabila belum datang " tanya Aditya.


" Sudah Pak, Nabila ada di dalam lagi antar kopi buat Bapak "


Tanpa membalas ucapan Lula, Aditya langsung masuk ke dalam ruangannya, ia ingin segera bertemu Nabila. Sedangkan Haris tidak ikut masuk kedalam malahan langsung menyeruput secangkir kopi yang ada di hadapan Lula.


" Pak kenapa gak ikut masuk " tanya Lula.


" Nanti saja, biarkan mereka berduaan dulu di dalam" ucap Haris.


" Ih..Pak Haris.. kok di minum itu kan kopi punya ku" ucap Lula sembari memanyunkan bibirnya.


" ini buatan Nabila ya " tanya Haris.


" Iya.. emang kenapa enak ya "


" Enak, pantes aja Pak Aditya suka" ucap Haris masih meminum kopi punya Lula.


" Pak Haris jangan di habisin dong" ucap Lula sembari memukul ringan lengan Haris.


Sedangkan di dalam, Nabila baru saja ingin keluar dari ruangan Aditya, namun secara bersamaan Aditya juga ingin masuk dan tidak sengaja pintu yang dibuka oleh Aditya membentur kepala Nabila dan mengenai dahinya.


" Aduh " pekik Nabila sembari mengelus - elus dahi nya dan melihat ke depan ternyata Aditya yang membuka pintu.


" Pak Aditya.. eh.. Mas Adit, kenapa gak bilang sih kalau mau buka pintu, sakit tau " ucap Nabila.


" Kamu gak pa- pa kan, mana yang sakit " ucap Aditya khawatir kemudian meraih wajah Nabila dengan kedua tangannya membuat Nabila sedikit mendongakkan kepalanya dan Aditya mengelus lembut dahi Nabila yang sedikit memerah.


Melihat perlakuan Aditya, Nabila terdiam sejenak melihat wajah Aditya yang tampak khawatir padanya.


" Astagfirullahalazim " batin Nabila tersadar kemudian mundur selangkah dan menghindari Aditya.


" Gak pa-pa Mas, ya sudah aku keluar dulu ya "

__ADS_1


" Kamu gak boleh keluar dulu, sini ikut aku " ucap Aditya meraih tangan Nabila menuntun nya menuju sofa.


" Tunggu disini " ucap Aditya kemudian bangkit menuju kamar pribadinya dan mengambil sebuah kotak p3k dan kembali lagi ke sofa untuk mengobati memar di dahi Nabila.


Aditya mengeluarkan sedikit cream anti memar ke jari telunjuk nya dan mengoles lembut cream itu di dahi Nabila.


Jantung Nabila berdegup dengan kencang,begitupun dengan Aditya, belum selesai Aditya mengoles cream itu, Nabila langsung bangkit dari duduknya dan berlari keluar ruangan.


" Sudah Mas, aku mau keluar dulu " ucap Nabila ingin segera keluar dari ruangan dan mencoba menenangkan degup jantungnya yang sudah berdetak tidak menentu.


Haris dan Lula menatap heran melihat Nabila berlari lari melewati mereka begitu saja menuju toilet.


" Oke kalau gitu aku masuk dulu ya ni kopinya" ucap Haris kemudian memberikan secangkir kopi kepada Lula yang sudah habis ia minum "


" Pak Haris.. nyebelin.. " teriak Lula kesal karena Haris meminum habis kopi miliknya dan hanya di balas senyuman oleh Haris, ia senang sudah membuat Lula kesal.


Di tempat lain, Nampak seorang laki-laki tampan bertubuh tinggi, putih, hidung mancung dan juga terlihat memiliki tubuh atletis yang ditutupi oleh baju kaos putih berbalut jas yang berwarna cream sedang menunggu seseorang di deretan kursi tunggu penumpang bandara yang baru saja tiba dari Belanda.


" Maaf Tuan Bima , sudah lama menunggu, kita harus segera pergi karena Tuan Brata sudah menunggu anda"


Lelaki itu pun bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju mobil yang sudah menunggunya diiringi oleh beberapa orang yang berpakaian serba hitam di belakangnya.


Dan tak butuh lama, lelaki itu sampai di depan kantor perusahaan Mega group milik ayahnya yang juga tidak kalah besar dengan kantor perusahaan Prakasa Jaya milik Aditya.


" Papa " ucap Bima sembari memeluk Brata ayah nya.


" Bima, Papa sudah sangat menunggu kedatangan mu, Mama di rumah pasti juga sudah menunggu mu" ucap Papa Brata merasa bahagia akhirnya sekian lama ia bisa bertemu lagi dengan anaknya karena Bima saat itu sedang melanjutkan kuliah S3 nya di Belanda.


" Iya Pa, Bima juga kangen banget sama Mama "


" Bagaimana Bima, apa kau sudah siap untuk memimpin perusahaan Papa" tanya Papa Brata.


" Siap Pa "


" Bagus, lebih baik kita pulang sekarang, Papa akan memperkenalkan mu dengan semua karyawan besok sekalian ingin mengakhiri jabatan Papa disini "


Sesampai di kediaman Papa Brata, Bima di sambut dengan hangat oleh beberapa pelayan di rumahnya dan juga disambut dengan bahagia oleh Mama nya.


" Bima juga begitu Ma"


" Ayo duduk, kita makan,Mama udah masak yang enak buat kamu"


" Wah.. sudah lama sekali Bima gak makan masakan Mama" ucap Bima kemudian langsung menyambar piring di depannya dan memasukkan berbagai lauk pauk di atas piring.


Mama Santi dan Papa Brata hanya menggeleng -geleng kan kepala mereka melihat tingkah anaknya.


" Oh ya Pa, nanti siang Bima mau ke restaurant milik Bima ya, Bima selama ini hanya mengontrol nya dari jauh, dan sekarang sepertinya Bima juga akan fokus terhadap restaurant itu Pa"


" Iya terserah kamu Bima "


Setelah makan Bima langsung menuju restaurant yang dulu ia bangun sendiri ketika masih S2,ia sempat pulang ke Indonesia untuk membangun restaurant itu, namun karena ingin melanjutkan S3 nya ia terpaksa meninggalkan restaurant itu dan mempercayakan kepada sahabatnya untuk mengelola nya tetapi masih di bawah pengawasan Bima.


Sesampai di restaurant miliknya, Bima di sambut hangat oleh sahabatnya yang bernama Sasa. Sasa adalah sahabat Bima sejak kecil sampai di bangku SMA, ia begitu senang melihat kedatangan Bima karena memang inilah yang ia tunggu selama ini, sebenarnya Sasa sudah lama menaruh hati kepada Bima.


" Bima.. kamu kenapa gak bilang dulu kalau mau datang ke sini" ucap Sasa sembari memeluk Bima.


" Aku mau kasih kejutan sama kamu Sa"


" Kamu bisa aja Bim"


" Oh ya kamu mau makan, tau mau minum" tanya Sasa.


" Gak ah Sa, aku baru aja makan tadi di rumah"


" Hmm.. kalau gitu aku ajak kamu keliling restaurant aja, kan kamu udah lama gak kesini " ucap Sasa dan di balas anggukan oleh Bima.


Bima mengikuti langkah Sasa dan mendengarkan penjelasan Sasa mengenai berbagai perubahan yang sudah ia lakukan terhadap restaurant miliknya.


Dan tidak sengaja, Bima melihat seorang lelaki yang sepertinya ia kenal sedang makan dengan seorang wanita.

__ADS_1


" Itu.. seperti Aditya.. ya Aditya, sedang bersama siapa dia "batin Bima kemudian berniat menemui Aditya.


Flashback on


Ting.. suara pesan masuk di ponsel Nabila.


" siap - siap aku akan ajak kamu makan siang di luar "


" bekal yang aku udah bawa gimana Mas"


" Di bawa aja"


" Siap"


"Mba, aku ntar makan siang di luar Mba gak pa-pa kan, Mba ntar makan siang sama Risa aja ya di kantin "


" Lo emangnya kamu mau makan siang sama siapa diluar"


Belum sempat Nabila menjawab pertanyaan Lula, Aditya tiba-tiba saja datang dan menyela pembicaraan mereka.


" Dia pergi makan siang bersama ku " jawab Aditya.


" I.. i.. ya pak, silahkan" ucap Lula.


" Kamu makan siang aja sama Haris sana di dalam " ucap Aditya cuek.


" Ayo Nabila " ucap Aditya dan di balas anggukan oleh Nabila.


Aditya dan Nabila pun masuk ke lift bersama - sama, ketika sampai di bawah, semua karyawan menatap heran dan tidak sedikit dari mereka saling berbisik satu sama lain seperti menggosip.


Aditya tidak menghiraukan sekelilingnya, sedangkan Nabila hanya menunduk saja karena ia sudah yakin jika karyawan - karyawan di sana pasti menggosip kan nya, terlebih mengingat kejadian waktu itu ketika Cindy mengatakan jika ia menggoda Aditya, pasti sekarang mereka semua mempercayai perkataan Cindy.


" Ck.. mau kemana dia bersama Pak Aditya, sialan.. sudah keterlaluan kamu Nabila " batin Cindy yang kesal melihat Aditya dan Nabila berdua masuk kedalam mobil milik Aditya.


Dan tak butuh waktu lama, Nabila dan Aditya sudah sampai di sebuah restaurant yang lumayan besar, Aditya sengaja mengajak Nabila ke tempat itu karena tempatnya cukup terkenal dengan suasana romantis nya.


Flashback off


Aditya mencoba menoleh kebelakang mendengar seseorang yang menyapa dan menepuk bahu nya dari belakang, dan betapa terkejutnya Aditya ketika melihat orang yang menyapanya itu adalah musuh bebuyutan nya sejak ia duduk di bangku SMA ya itu Bima.


" Hei Bung, kau bukannya Aditya kan si tuku buku itu" ucap Bima.


" Hmm" jawab Aditya malas.


" Ternyata kau sudah banyak berubah sekarang" ucap Bima yang memang tidak terlalu banyak tau mengenai kehidupan Aditya sekarang, terlebih setelah lulus SMA ia langsung melanjutkan sekolahnya di luar negeri.


" Oh ya, siapa wanita ini " tanya Bima penasaran melihat sosok Nabila yang menurutnya sangat cantik.


" Kenalkan aku Bima" ucap Bima sembari mengalurkan tangannya kepada Nabila.


" Dia calon istriku " ucap Aditya kemudian menyingkirkan tangan Bima dihadapan Nabila, Nabila hanya tercengang mendengar penuturan Aditya.


" Oke.. kalau begitu maaf menggangu, silahkan di lanjutkan " ucap Bima kemudian meninggalkan Aditya dan Nabila.


" itu bukannya Aditya ya Bim" ucap Sasa yang memang sudah tau mengenai Aditya.


" Iya, ternyata dia banyak berubah sekarang " ucap Bima.


" Sudahlah, ayo ikut aku ke atas " ucap Sasa.


Bima mengikuti langkah Sasa namun tatapan nya masih tidak berhenti menatap ke arah Aditya dan Nabila, terutama Nabila.


" Sepertinya aku menyukai wanita itu " batin Bima.


***Bersambung...


Sepertinya Aditya ada saingan lagi ni gaes.. harus sing sabar ya Mas Adit..jangan menyerah.. 😍😍


jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya para readers ku..

__ADS_1


salam sayang untuk kalian semua.. ☺☺***


__ADS_2