
Sudah tengah malam, Nabila belum bisa tidur, karena memikirkan Aditya, Nabila gelisah, Nabila membalikkan tubuhnya, dan menghadap suaminya, Nabila terus menatap wajah tampan suaminya itu, dan timbul rasa bersalah karena sudah mendiamkan suaminya sejak sore tadi.
" Mas Aditya pasti capek udah kerja seharian, terus aku cuekin lagi " batin Nabila, lalu ia membelai lembut pucuk kepala Aditya.
" Mas Adit " ucap Nabila begitu Aditya memegang tangannya, dan Aditya membuka kedua matanya.
Nabila berusaha melepas tangan nya yang masih di genggam Aditya, namun Aditya tidak melepaskan tangan Nabila begitu saja, kemudian Aditya membawa Nabila dalam pelukannya,membenamkan wajah Nabila di dadanya, Nabila terus saja memberontak, hingga akhirnya Nabila mulai tenang dan menangis di dalam pelukan suaminya.
" Hiks.. Hiks.. Hiks.. " tangisan yang sudah di tahan sejak tadi sore akhirnya tumpah.
Setelah Nabila tenang, Aditya membelai wajah Nabila, membawa Nabila agar menatap nya. Aditya menyeka air mata yang membasahi pipi istrinya, sebenarnya sejak tadi ia belum tidur, ia tidak bisa tidur karena sejak sore Nabila terlihat cuek kepadanya.
" Kenapa sayang? kenapa menangis? apa ada yang sakit? Apa ada yang menyakitimu ? atau ada yang salah dari Mas,yang membuat hatimu sakit? " Aditya bertanya sembari menciumi wajah Nabila.
Nabila kembali menangis, begitulah Nabila, semenjak hamil ia sangat sensitif, biasanya ia selalu bisa tenang jika ada yang salah dengan Aditya dan berbicara baik - baik kepada suaminya. Namun kali ini berbeda, ia begitu sensitif dan terkadang lebih duluan marah dan berpikir yang aneh - aneh, dan lebih memilih diam, dan setelah mendengar penjelasan dari suaminya, barulah Nabila tersadar dan kadang malu dengan tingkah nya sendiri.
" Maaf Mas, Maaf ya, seharusnya aku tanya dan dengar dulu penjelasan dari Mas, bukan nya cuekin Mas kayak gini.. Hiks.. Hiks.. " Nabila berbicara dengan terus menangis.
" Emangnya ada apa sayang? cerita sama Mas? "
" Hmm.. tadi waktu Mas pulang kerja, aku cium wangi parfum yang berbeda di jas yang Mas pake, bukan seperti bau parfum Mas Aditya, tapi lebih ke parfum wanita.. Hiks.. Hiks.. Hiks.. " Nabila kembali mewek di depan Aditya.
Aditya berpikir sejenak, ia coba mengingat apa saja yang ia lakukan hari ini di kantor, dan Aditya tersenyum setelah mengingatnya.
" Jadi karena hal itu kamu cuekin Mas? "
Nabila hanya manggut - manggut, dan masih saja menangis, dan Aditya malah tertawa melihat istrinya.
"Apa kamu cemburu? kamu takut kalau Mas sedang bersama wanita lain di luar sana? "
" Mas kok malah ketawa dan senyum - senyum gitu, aku lagi sedih ni Mas, kesel sama Mas Aditya "
" Mas senang, karena istri Mas ini sangat sayang dan cinta dengan Mas "
Nabila tidak mengerti yang di katakan Aditya, bukannya menjelaskan mengenai wangi parfum wanita itu, malah senyum-senyum.
" Mas sedang ada proyek dan bekerja sama dengan perusahaan parfum ternama, rencana nya sebentar lagi kami akan launching produk parfum terbaru, dan parfum ini lebih memusat kepada parfum wanita, dan tadi Mas sedang ada rapat dan mencoba parfum yang mereka bawa, makanya pulang - pulang pakaian yang Mas pakai baunya parfum wanita "
" Yang bener Mas? " tanya Nabila dan kini ia sudah berhenti menangis.
" Mas gak bohong sayang, kalau gak percaya tanya aja Haris, Haris juga coba parfumnya tadi "
Kedua pipi Nabila memerah, ia mencoba menahan malu karena dugaan nya salah, Nabila kembali menangis sembari memeluk Aditya.
" Kenapa menangis lagi? " ucap Aditya.
__ADS_1
" Hiks.. Hiks.. Hiks.. maafin aku Mas, aku udah cuekin Mas tadi, aku udah mikir yang gak - gak tentang Mas "
" Sudah sayang, jangan menangis, Mas sudah pernah bilang kan, kamu gak salah, maaf juga sebelumnya Mas gak ngejelasin sama kamu " ucap Aditya sembari mengelus - elus kepala Nabila.
Aditya sangat mengerti Nabila, karena ini juga bukan pertama kalinya, semenjak hamil Nabila memang lebih sensitif, lebih suka memendam sendiri amarahnya, berpikir yang tidak - tidak, lalu kemudain akhirnya menangis sendiri di pelukan Aditya seperti ini.
" Mas sangat mencintaimu, hanya mencintaimu sayang, Mas gak akan berpaling dari kamu, kamu begitu berharga buat Mas "
Hati Nabila tersentuh mendengar ucapan Aditya, Nabila mendongakkan kepalanya lalu menatap wajah Aditya.
" Aku juga mencintai mu Mas " ucap Nabila lalu mengecup lembut bibir Aditya, hanya sebentar saja, lalu melepas ciumannya dan kembali menatap suaminya.
Aditya menarik tengkuk leher Nabila, dan kembali mencium bibir Nabila, Nabila juga ikut membalas ciuman dari suaminya, ciuman mereka semakin lama semakin panas dan menuntut.
" Mas aku lapar " ucap Nabila setelah Aditya melepas kan ciuman nya dan memberi ruang untuk Nabila bernafas.
" Kamu lapar? baiklah ayo kita cari makan " ucap Aditya lalu beranjak dari tempat tidur, padahal nafsu Aditya sudah tinggi, ia ingin sekali memakan istrinya itu, namun ia juga tidak ingin egois, dan baby twins nya sekarang juga pasti sedang lapar.
Aditya dan Nabila keluar untuk membeli makanan, padahal sudah larut malam, tapi seperti inilah kebiasaan Nabila, Aditya sudah menyuruh Nabila untuk tinggal dan menunggu nya saja di rumah, tapi Nabila keras kepala ingin ikut bersama Aditya.
" Kamu mau makan apa sayang? " tanya Aditya.
" Hmm.. bingung Mas "
Padahal sebelum jalan, di rumah Nabila sudah membayangkan akan makan nasi padang, namun setelah di jalan, Nabila jadi bingung mau makan apa, apalagi begitu banyaknya pedagang kaki lima yang berjejer di jalanan yang menjual berbagai makanan dari yang berat hingga yang ringan.
" Kenapa gak makan nasi aja sayang, katanya laper, kalau cuma makan roti bakar kamu gak akan kenyang "
" Hmmm.. sama nasi goreng seafood juga deh Mas, roti bakar, sama martabak manis juga " ucap Nabila.
Aditya tersenyum mendengar penuturan istrinya, Nabila kalau sudah makan memang seperti ini, selalu banyak macam nya, dan Nabila juga selalu habis memakan semua itu.
Setelah semua makanan mereka beli, mereka berdua kembali ke rumah, dan di rumah ternyata Mama Maya belum tidur, dan kebetulan sedang berada di dapur.
" Mama " ucap Nabila.
" Nabila, Aditya, kalian dari mana? Mama kirain ada di kamar tadi, ini kan sudah larut malam "
" Biasa Ma, Nabila kalau jam segini tu pasti laper, dan maunya jalan buat cari makan, nih Ma liat banyak banget maunya istri Aditya nih " ucap Aditya lalu menaruh kantong plastik yang berisi makanan yang mereka beli tadi di atas meja.
" Nama nya juga lagi hamil Dit, apalagi yang di kandung Nabila kan bukan cuma satu, tapi ada dua, anak mu ada dua di dalam sini Dit, harus extra banyak makan nya " ucap Mama Maya sembari mengelus perut Nabila, dan Nabila mengulum senyum.
" Iya Ma, ayok sayang sini duduk makan " ucap Aditya membantu Nabila untuk duduk.
" Mama, ayok makan bareng sama kita "
__ADS_1
" Mama nyantap aja sayang, Mama lagi diet, gak mau ah makan malam, ntar Mama gendut " ucap Mama Maya.
" Biar aja kali gendut Ma, takut banget " ucap Aditya.
" Ntar gak ada yang mau sama Mama Dit "
Glek.. Aditya menatap tajam ke Mama nya.
" Memangnya Mama mau nikah lagi? "
" Ya kalau ada yang mau, emangnya kamu aja yang mau mesra - mesraan sama Nabila, Mama kan juga pengen "
" Ma, gak usah aneh - aneh, Aditya gak akan setuju kalau Mama nikah lagi " ucap Aditya.
" Hehehehe.. terserah Mama dong " ucap Mama Maya kemudian kembali ke kamarnya.
Sebenarnya Mama Maya tidak sungguh - sungguh dengan ucapannya, ia hanya ingin mengerjai Aditya. Di hatinya hanya ada suaminya, setelah Papa Aditya meninggal, tidak pernah terbesit sama sekali di hati nya untuk menikah lagi, ia hanya ingin fokus terhadap anak, menantu dan cucunya.
" Mama bikin kesal saja " ucap Aditya.
" Mama cuma bercanda aja tu Mas " ucap Nabila.
" Sini aku suapin.. Aaaa.. "
" Enak kan Mas "
Aditya hanya manggut - manggut sembari mengunyah nasi goreng yang ada di dalam mulutnya.
" Sayang, aku perhatiin badan kamu kok gak gendut, padahal kan mau makannya banyak, biasanya kan kalau wanita hamil itu berat badannya ikut naik? "
" Ya bagus dong Mas kalau berat aku gak naik, ntar kalau aku gendut, Mas gak cinta lagi sama aku "
" Kamu tu sembarang aja kalau ngomong, Mas khawatir sayang, besok kita periksa kan ya sama dokter Rossa "
" Gak usah Mas, kan masih ada seminggu lagi jadwal cek up nya Mas, gak pa - pa Mas kalau berat badan aku gak naik, yang penting berat badan anak kita naik terus setiap bulan nya, mereka juga sehat " ucap Nabila.
" Tapi sayang, Mas tetap aja khawatir, apalagi kamu masih aja mual dan muntah terus "
" Gak pa - pa Mas, aku baik - baik aja, Mas gak usah khawatir ya"
" Pokonya besok kita periksa " ucap Aditya memaksa.
Nabila akhirnya mengalah, jika sudah memaksa seperti ini, ia tidak akan mengelak permintaan suaminya.
**Bersambung...
__ADS_1
jangan lupa kritik dan sarannya ya teman - teman.. 😘**