
Keesokan Harinya...
Aditya dan Nabila bangun subuh untuk mandi dan kemudian melaksanakan sholat subuh bersama.
Nabila merasa bersyukur sekali karena ia memiliki seorang suami yang sholeh dan taat akan agama.
Dalam doa nya, Nabila tidak henti - hentinya mengucap syukur kepada Nya karena telah memberikan begitu banyak kebahagiaan.
Ia begitu bersyukur bisa memiliki seorang suami yang begitu sangat mencintainya dan kedua anaknya, sebelumnya Nabila sempat berpikir jika ia mungkin akan selamanya hidup menjanda, karena ia merasa tidak akan laki -laki yang akan menerimanya, apalagi ia memiliki dua orang anak, terlebih lagi masih ada sedikit trauma di hati Nabila tentang Mantan suaminya dulu, ia takut jika laki-laki lain akan memiliki sifat sama seperti mantan suaminya.
Namun ternyata Tuhan berkendak lain, ia sudah memberikan yang terbaik buat Nabila, hikmah dan balasan dari segala rasa sakit yang pernah di berikan Fajar dulu, dan kini Nabila juga begitu mencintai Aditya, dan akan berusaha selalu menjadi istri yang terbaik untuk suaminya itu.
*****
Nana sedang duduk di sofa dengan Tante Dinda di ruang keluarga mereka, mereka berdua sedang menonton televisi.
Nana merasa sangat bosan sekali di rumah, karena Mama dan Papa nya melarang untuk keluar rumah.
Kalaupun keluar Rumah, harus di temani oleh Tante Dinda.
Ini semua hukuman yang harus Nana Terima akibat kelakuannya sendiri.
" Nana.. kenapa chanelnya di pindah - pindah terus "
" Gak ada yang menarik Ma acaranya "
Tante Dinda meraih remot kontrol yang ada di tangan Nana, sedangkan Nana beralih memainkan ponselnya.
Mata Nana terbelalak begitu melihat berita mengenai pernikahan Aditya dan Nabila yang tersebar di media sosial.
Mulai dari media sosial Facebook, instagram, dan juga grub WA sahabat - sahabatnya pun sibuk membicarakan mengenai pernikahan Aditya seorang CEO kaya raya dan juga tampan.
" Mama.. coba liat ini Ma " ucap Nana menunjukkan foto pernikahan Aditya dan Nabila.
" Oh, itu Mama sudah tau Na " ucap Tante Dinda santai.
" Sudah tau Ma, kenapa tidak memberi tahu Nana" ucap Nana yang memang baru saja membuka ponselnya, sejak kemarin ia sengaja mematikan ponsel nya karena pusing melihat chat teman-temannya yang ingin mengajaknya jalan- jalan.
Karena di larang keluar Rumah, Nana lebih memilih untuk mematikan ponselnya agar tidak perlu pusing menjawab semua chat atau panggilan dari teman - temannya.
" Tidak penting juga buat Kamu "
" Gak penting apanya Ma, ini ni berita penting Ma, kenapa Mama gak berusaha mencegah Ma, biasanya kan Mama selalu mendukung Nana, dan berusaha agar Aditya bisa menjadi suami Nana"
" Itu dulu Na, sebelum Mama tau kelakuan jelek kamu, Mama malu sama kekakuan kamu Na, malu juga sama keluarga Aditya, terutama Jeng Maya" ucap Tante Dinda mencoba menahan tangisannya.
Nana terdiam mendengar ucapan Mamanya karena memang ia juga salah dan sudah mempermalukan kedua orangtuanya.
" Maafkan Nana ya Ma, maaf Nana sudah membuat malu Papa dan Mama, Nana janji gak akan berbuat begitu lagi Ma" ucap Nana memeluk Tante Dinda.
__ADS_1
" Mama sudah memaafkan mu Nak, mulai sekarang lupakan lah Aditya, Aditya sekarang sudah bahagia dengan keluarganya,dan menurut Mama istri Aditya itu juga orangnya baik, mulai hidup baru mu ya nak, jauhkan semua hal buruk yang pernah kamu lakukan selama ini"
Menyebut istri Aditya, Nana jadi teringat akan kelakuannya waktu itu, ia kini menyesali perbuatannya karena pernah menampar dan menyakiti Nabila.
" Iya Ma, Nana janji akan jadi anak baik Ma"
" Assalamu'alaikum " sapa Papa Nana.
" Waalaikumsalam " jawab Nana dan Tante Dinda bersamaan.
Papa Nana duduk di sofa dengan wajah yang terlihat sedih dan juga frustasi.
" Papa kenapa,kenapa sedih gitu Pa " tanya Tante Dinda.
" Kita terancam Bangkrut Ma "
" APA!!! " teriak Tante Dinda terkejut.
" maksud Papa bangkrut gimana Pa, tolong jelasin sama Mama"
" Perusahaan Aditya mengambil alih semua sahamnya dari kita Ma, dan mereka membeli dan mengajak beberapa investor yang sudah bekerja sama dengan perusahaan kita untuk kembali bekerja sama dengan perusahaan miliknya"
" Papa tidak bisa berbuat apa-apa Ma, Aditya memiliki kekuasaan lebih tinggi dari pada Papa"
Tante Dinda dan juga Nana termenung mendengar ucapan Papa Nana.
" Apa semua ini ada sangkut pautnya dengan hinaan ku waktu itu kepada Jeng Maya dan Aditya, oh Tuhan.. apa yang sudah aku lakukan " batin Tante Dinda.
" Tadi Papa sudah ke kantor Aditya, rencananya Papa akan membahas mengenai hal ini kepada Aditya, tapi Aditya tidak ada, dia sedang berbulan madu dengan istrinya "
" Kapan Aditya pulang Pa? " tanya Tante Dinda dan Nana bersamaan.
" Asistennya bilang kemungkinan 3 hari lagi Ma"
" Aku harus menemui Aditya dan juga Jeng Maya " batin Tante Dinda.
" Aku harus menemui Nabila " batin Nana.
Mereka berdua kompak untuk tidak menceritakan kepada Papa Nana kelakuan buruk mereka waktu itu kepada Aditya dan keluarga, mereka berusaha masing-masing agar dapat bertemu keluarga Aditya dan meminta maaf kepada mereka.
*****
Hari ini rencananya Nabila dan Aditya akan berkeliling pulau Maratua, di mulai dengan menyisiri tepi pantai Pulau Maratua yang tak kalah indah.
Nabila tampak asyik bermain air di tepi pantai, Nabila tampak cantik dengan balutan dress berwarna putih, hijab pasmhina coklat,lengkap dengan topi dan juga tas selempang lucunya yang berbentuk seperti ice cream.
Sedangkan Aditya juga memakai kaos berwarna putih sama dengan warna dress yang Nabila pakai, di tambah dengan celana jeans panjang, Aditya tak kalah tampan.
Beberapa orang yang berada di pantai menatap kagum kepada pasangan suami istri yang terlihat sangat serasi dan romantis ini.
__ADS_1
Aditya tidak melepas genggaman tangannya kepada Nabila, mereka selalu bergandengan tangan sembari menyusuri tepi pantai.
Pulau Maratua merupakan destinasi wisata bahari dengan pesona alam memukau di Kalimantan Timur. Wisatawan menyebutkan bahwa pulau ini merupakan serpihan surga yang di berikan Tuhan sang Pencipta kepada Kalimantan.
Karena Maratua menghadirkan destinasi wisata dan hamparan pasir putih dengan pesona lautnya yang menakjubkan.
Tempat ini juga terkenal sebagai surga bawah laut bagi perenang, yang menjadikan tempat ini menjadi tujuan penggemar selam seluruh Indonesia.
" Mas, kita naik itu yuk " ucap Nabila menunjuk salah tahu perahu yang terletak di dermaga jembatan dekat dengan Villa yang mereka tempati.
" Baiklah sayang, apapun mau mu "
Aditya dan Nabila naik ke perahu tersebut, biasanya wisatawan akan menggunakan perahu itu untuk berkeliling sekitar villa sembari menikmati hamparan laut tenang dan pesona bawah lautnya yang begitu tampak jelas.
Terumbu karang dan juga ikan-ikan kecil dapat terlihat jelas dari atas perahu yang di tumpangi Nabila dan Aditya.
Nabila tidak hentinya menyebar senyuman melihat keindahan yang di pancarkan oleh Maratua.
Dengan perlahan Aditya mengayuh perahu kecil itu, membawa Nabila berkeliling di sekitar Villa.
" Mas.. coba liat.. ada penyu Mas "
" Dimana sayang "
" Itu Mas " tunjuk Nabila ke bawah perahu mereka, kebetulan ada seekor penyu besar yang melintas di bawah perahu mereka, karena kejernihan air lautnya, membuat apapun yang ada di bawah terlihat sangat jelas.
" Iya sayang, besar ya, sebelumnya Mas tidak pernah melihatnya secara langsung "
" Sama Mas, aku juga baru pertama ini "
Pandangan Nabila tidak hentinya melihat ke bawah laut, sedangkan Aditya juga menikmati keindahan bawah laut dengan sesekali melihat ke sekeliling mereka, ia juga mengagumi keindahan yang di berikan Maratua.
" Ternyata pilihan mu tidak salah sayang, tempat ini memang menakjubkan " batin Aditya sembari tersenyum menatap istrinya yang masih asyik melihat-lihat ke bawah, melihat keindahan bawah lautnya Maratua.
Setelah puas naik perahu, sore harinya Nabila dan Aditya habiskan dengan menikmati indah dan sejuknya suasana senja di tepi pantai pulau Maratua.
Bersantai di bibir pantai dengan menikmati es kelapa muda yang memang wajib untuk di coba semua wisatawan yang berkunjung di sana.
**Bersambung..
Masih bercerita mengenai keindahan dan suasana bulan madu Aditya dan Nabila ya gaes... ☺
__ADS_1
Tetap stay tune, Terima kasih atas doa dan semangat yang kalian berikan untuk akuhh... 😘😘**