Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 44


__ADS_3

Pertemuan pertama Aditya dan kedua anak nya Nabila akhirnya berakhir saat Haris datang menemui Aditya mengatakan jika mereka harus segera pulang di karenakan hari sudah menjelang siang dan juga sore ini ada beberapa jadwal pertemuan dengan berbagai klien di perusahaan Aditya.


Setelah saling bersalaman, Aditya akhirnya pergi dari kediaman Nabila bersama Alex dan juga Haris. Hanya meninggalkan kepulan asap mobil yang sedikit terlihat namun sedikit demi sedikit menghilang diringi mobil Aditya yang juga perlahan sudah tak tampak lagi dari kejauhan.


" Dadah Om.. Dadah Om.. " ucap kedua anak Nabila walaupun ada sedikit rasa kecewa di hati mereka berdua karena masih ingin berlama - lama bersama Aditya.


" Ya sudah kita masuk ya anak - anak, Bunda mau istirahat dulu sebentar " ucap Nabila.


Di perjalanan kembali ke kota, Aditya nampak senyum - senyum sendiri di kursi belakang mobil sembari pandangan nya melihat ke jendela mobil melihat pemandangan luar yang hanya ada beberapa mobil dan motor berlalu lalang dan begitu banyak pohon - pohon yang berdiri tegak di samping kiri dan kanan jalan.


Haris menyenggol lengan Alex, dengan cepat Alex menoleh ke arah Haris dan di balas Haris dengan gerakan isyarat untuk segera melihat Aditya yang saat ini senyum - senyum sendiri di kursi belakang mobil.


Melihat tingkah Bosnya, Alex dan Haris saling menatap sembari tersenyum menandakan jika mereka juga senang melihat Aditya yang sepertinya sedang bahagia.


Alex pun kembali ke lamunan nya mengingat Sumi sedangkan Haris fokus menyetir mobil nya.


Di Mansion mewah milik Aditya...


" Selamat datang Nyonya "


" Selamat datang Mba Salsa " sapa Pak Nanang.


" Pak Nanang, lama gak ketemu "


" Iya Nyonya, saya juga lama gak ketemu Nyonya sama Mba Salsa juga "


" Pak Nanang, Aditya ada di dalam "


" Tuan Aditya dari kemarin belum ada pulang ke Rumah Nyonya"


" Belum Pulang, kemana saja anak itu "


" Kata Bi Inah, Tuan semalam sedang berada di Rumah sakit Nyonya menemani temannya yang sedang sakit "


" Teman, siapa ya segitu perhatian nya Aditya sampai harus semalam menemani nya "


" Mungkin yang di maksud Tuan, teman perempuan Tuan yang waktu itu pernah kerumah Nyonya "


" Perempuan "


" Iya Nyonya, minggu lalu teman Tuan itu datang ke Rumah, cuma kerjaan nya bersih - bersih Nyonya di Rumah ini, nyapu, ngepel, tapi yang buat saya heran kalau memang cuma untuk bersih - bersih Rumah, kan ada Bi Inah kenapa harus ada pembantu lagi, yang lebih heran ni Nyonya, Tuan juga sempat mengajak perempuan itu keluar berdua naik mobil Nyonya "


Mama Maya dan juga Salsa di buat semakin penasaran dengan penuturan Pak Nanang.


" Ya sudah kami masuk dulu ya Pak, Terima kasih informasi nya"


" Ia Nyonya sama - sama "


Mama Maya, Salsa dan Aldo berjalan masuk kedalam kediaman Aditya, mereka di sambut hangat dengan beberapa pelayan yang sudah menunggu di depan pintu.


Sampai di Ruang tamu, Mama Maya mencoba menghubungi Aditya namun panggilan nya beberapa kali terputus karena memang Aditya sekarang sedang di perjalanan menuju kota, dan sinyal ponsel Aditya beberapa kali hilang.


" Kakak kamu mana sih kok gak bisa di hubungi "


" Nanti aja di coba lagi Ma "


" Selamat datang Nyonya Maya, Mba Salsa, lama sekali saya tidak bertemu dengan Nyonya "


" Iya Bi Inah, Bibi gimana kabarnya "


" Baik Nyonya "


" Oh ya Bi, apa selama Aditya di sini ia sering membawa perempuan ke Rumah "

__ADS_1


" Setahu saya tidak pernah Nyonya, cuman Tuan sekarang menyuruh saya dan pembantu lain untuk libur bekerja setiap hari minggu kecuali Pak Nanang, Surya dan juga Dodi Nyonya "


" Awalnya saya juga bingung kenapa Nyonya, tapi kata Pak Nanang waktu Hari minggu itu ada seorang perempuan yang datang ke Rumah ini untuk bersih - bersih Rumah Nyonya "


" Aneh sekali anak itu " ucap Mama Maya masih di landa penasaran.


" Bibi kedalam dulu ya Nyonya mau buatin minuman "


" Iya.. iya Bi silahkan "


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, pukul dua siang Aditya sudah sampai di kantornya dan saat ini sudah berada di ruangan nya.


" Pak Haris " panggil Lula yang kebetulan sudah turun kerja hari ini, sebenarnya Lula masih ingin mengambil ijin sehari lagi tapi karena Haris menelepon dan menceritakan semua, Lula mengurungkan niat nya dan bergegas kembali agar keesokan harinya bisa kembali turun bekerja.


" Iya ada apa "


" Bagaimana keadaan Nabila "


" Nabila baik - baik saja Lula "


" Alhamdulillah, saya jadi lega dengar nya Pak "


" Oh ya Pak, apa benar Pak Aditya semalaman menemani Nabila di Rumah sakit "


" Hmm "


" Wah.. so sweet banget ya " ucap Lula semringah.


" Sudah, kembali bekerja " ucap Haris sembari menepuk ringan kepala Lula dengan sebuah Map tipis yang baru saja ia baca.


" Ihh Pak Haris nyebelin " ucap Lula dan di balas senyuman oleh Haris.


" Siap - siap bentar lagi kita ada meeting " ucap Haris kemudian meninggalkan Lula masuk kedalam ruangan Aditya.


author kasih visual nya Lula ya gaes.. kesayangan Haris juga..



Setelah beristirahat, Aditya, Haris dan Lula bergegas menuju ruangan meeting dan meeting itu berlangsung kurang lebih 3 jam.


Karena sudah terlalu lelah, Aditya memutuskan untuk segera pulang ke Rumah nya dan tidak di sadari Aditya jika Mama dan Adiknya itu sudah sejak lama menunggu.


Tit.. Tit.. suara klakson mobil Aditya mengisyaratkan untuk Pak Nanang segera membuka pintu pagar.


" Ma.. suara mobil tu, kayaknya Kakak dah pulang "


" Kita tunggu dia di sini Sal "


Aditya turun dari mobilnya,dengan merenggangkan sedikit dasinya ia segera melangkah menuju ke dalam Rumah, dan membuat Aditya terkejut melihat kedua Wanita yang sedang duduk di sofa memasang wajah dan tatapan horor kepada nya.


" Kenapa gak kabarin Aditya kalau Mama dan Salsa disini " ucap Aditya mendudukkan bokong nya di atas sofa dan melepas dasi yang terikat di lehernya.


" Mama yang seharusnya nanya, kamu kemana aja kenapa ponsel kamu susah di hubungi " ucap Mama Maya kesal.


" Aditya sibuk Ma "


" Kak Adit mah alasan nya sibuk terus " ucap Salsa.


" Dit, cepat jelaskan sama Mama dan juga Salsa "


" Jelaskan apa Ma "


" Siapa perempuan itu "

__ADS_1


Aditya yang semula mengabaikan pertanyaan Mama nya kini beralih menatap Mama dan Adiknya mendengar ucapan Mama Maya yang mengatakan seorang perempuan.


" Perempuan mana sih Ma, Mama ni ada - ada aja "


" Gak usah berkelit Kak, ayo cepat ngaku " ucap Salsa kesal melihat tingkah kakak nya itu.


" Kamu kira Mama gak tau, Mama sudah tau semua Dit, Tante Dinda bilang kalau Nana pernah liat kamu jalan sama perempuan, terus Pak Nanang bilang kamu juga pernah bawa perempuan ke Rumah ini "


" Dia bukan siapa - siapa Adit Ma, cuma anak teman aja " ucap Aditya menjelaskan kepada Mama nya karena memang sudah tidak bisa mengelak lagi.


" Gak.. Mama yakin itu bukan sekedar teman, cepat kamu kenalin dia sama Mama dan Salsa "


" Nanti Ma, kalau waktu nya sudah tepat " ucap Aditya kemudian pergi meninggalkan Adik dan Mama nya itu menuju kamar nya untuk membersihkan diri, Aditya yakin setelah jawaban nya ini pasti Mama dan Adiknya itu akan semakin menginterogasi nya.


" Eh Adit.. kamu mau kemana, Mama sama Salsa masih ada pertanyaan buat kamu " ucap Mama yang sebenarnya sangat senang mendengar jawaban terakhir dari Aditya tadi.


" Salsa.. kamu dengar gak tadi jawaban Kakak kamu "


" Dengar Ma, kayaknya bener deh Ma Kak Adit udah move on Ma "


" Mama senang banget dengar nya Sal, gak sabar ketemu sama calon mantu.. hehe.. hehe.. " ucap Mama Maya semringah.


Didalam kamar Mandi, Aditya berdiri di bawah shower yang sudah sejak tadi mengalir turun membasahi kepala dan tubuhnya.


Cukup lama Aditya mematung dan berdiri di bawah kucuran air itu dan pikirannya tidak lepas dari Nabila.


" Aditya masih belum siap Ma, Aditya ingin menyakinkan perasaan Aditya dulu begitupun juga perasaan Nabila kepada Aditya Ma, Aditya yakin Mama juga pasti tidak akan mempermasalahkan status Nabila sekarang, toh Aditya juga sama seperti Nabila, dulu sama - sama pernah menjalin pernikahan namun kandas "


" jika waktu nya sudah pas, Aditya janji membawa nya kepada Mama dan segera menikahi nya, Aditya tidak ingin terburu - buru karena Aditya tidak ingin masa lalu terulang lagi Ma, Aditya ingin Nabila menjadi satu - satunya dan terakhir buat Aditya dan begitupun Nabila pasti ingin seperti itu Ma "


Begitu lah ungkapan hati seorang Aditya yang tidak bisa ia katakan sekarang kepada Mama dan juga adiknya.


" Mama.. Mama.. ayo kita pulang " ucap Aldo yang baru saja bangun dari tidurnya.


" Ntar ya sayang, kita tunggu Paman Aditya dulu "


" Adit ni mana lagi kok lama banget " ucap Mama Maya.


" Hiks.. hiks.. pulang sekarang ya Ma, Aldo mau main sama robot Aldo, nanti aja lagi ke Rumah Paman Ma "


" Ma.. gimana ni "


" Ya sudah kita pulang aja, nanti kapan - kapan kita kesini lagi kalau gak ntar kita suruh Kakak kamu aja kerumah "


" Bi Inah.. Bi Inah.. "


" Iya Nyonya "


" Kami mau pulang dulu, kalau Aditya nyariin bilang aja Aldo nangis mau cepat pulang "


" Baik Nyonya "


" Ayo kita pulang Sal " ucap Mama.


Walapun masih di landa penasaran, Mama Maya dan Salsa terpaksa mengikuti keinginan Aldo dan melangkah pergi menuju ke kediaman mereka.


Be***rsambung..


Bang Adit jangan kelamaan mastiin nya ya.. ntar Nabila keburu di ambil orang.. 😍😍


Tetap stay tune ya, dan jangan lupa like, vote dan singgah ke kolom komentar


Selamat menjelang pagi, selamat beraktivitas untuk kalian semua readers setia akuhh 😘😘***

__ADS_1


__ADS_2