Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 118


__ADS_3

Nabila melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 8 malam, Aditya belum juga pulang, semenjak Haris dan Lula cuti, Aditya jadi sering pulang malam.


" Ditelpon gak di angkat, mungkin Mas Adit lagi di jalan " ucap Nabila lalu beranjak keluar kamar berniat menunggu suaminya di teras rumah.


" Mba " sapa Sumi lalu ikut duduk di samping Nabila.


" Sumi, sepi ya mi gak ada anak - anak " ucap Nabila, kebetulan Zahira dan Hafidz tidur di rumah Mama maya.


" Iya Mba, kayaknya mereka betah banget sama Tante Maya, udah dua hari gak pulang "


" Iya Mi, Mba bersyukur sekali walaupun bukan cucu kandung Mama, tapi Mama begitu menyanyangi Zahira dan Hafidz "


" Hmm.. Mba ada yang mau aku omongin "


" Ada apa Mi?


" Hmmm.. Hmm.. " Sumi bingung harus berbicara bagaimana dengan Nabila, ia takut Nabila akan marah.


"Mba, Mas Alex ngajakin aku jalan besok "


" Terus? "


" Menurut Mba gimana? "


" Kok tanya Mba, kan kamu yang mau jalan? "


" Gak pa- pa kah Mba kalau aku jalan sama Mas Alex, kalau gak boleh gak pa - pa Mba "


" Ya ampun Mi, Mba gak ngelarang, silahkan aja, asalkan pulang nya jangan larut malam "


" Makasih ya Mba, Sumi takut kalau Mba marah " ucap Sumi, sebenarnya Alex sudah sering mengajak Sumi untuk jalan - jalan, namun Sumi menolak karena takut jika Nabila marah kepadanya.


" Dulu Mba memang pernah marah sama kamu, itu karena kamu jalan gak ijin sama Mba, terus habis itu pulang nya larut malam lagi, Mba sayang sama kamu Sumi, kamu itu adiknya Mba, Mba gak mau kamu kenapa - kenapa "


" Makasih ya Mba " ucap Sumi lalu memeluk Nabila.


" Umur kamu juga sudah cukup dewasa, kamu udah berhak untuk memilih pasangan, kamu juga pasti bosen kan di rumah terus, lagian Alex juga orang nya baik, Mba gak ngelarang kamu buat berhubungan dengan Alex, Mba yakin kamu bisa jaga kepercayaan Mba "


" Iya Mba, sebenarnya Mas Alex sudah sering ngajak aku jalan, tapi aku nya gak mau Mba "


" Kasian banget si Alex, kamu ni Mi, aneh banget, oh ya Mi, ntar kalau Mba sudah selesai kuliah, rencana nya Mba sama Mas Adit mau biayai kamu kuliah, gimana? "


Sumi melepas pelukannya, lalu menatap Nabila dengan kedua mata yang berkaca - kaca, ia bahagia sekali mendengar jika Nabila dan Aditya ingin membiayai nya lanjut kuliah.

__ADS_1


" Sumi senang banget Mba, Sumi mau Mba, makasih Mba " ucap Sumi dan kembali memeluk Nabila, Nabila mengulum senyum dan juga kedua mata nya ikut berkaca - kaca melihat kegembiraan Sumi.


" Almarhum Bapak sama ibu pasti senang Mba, kalau tau Sumi bisa kuliah, Sumi juga pengen kuliah, ntar Sumi bisa kerja, bisa sukses kayak orang Mba "


" Makasih ya Mba, ponakan Mba beruntung banget punya Bunda yang baik hati, dan semoga ponakan Mba juga punya hati yang mulia seperti Bunda kalian ya " ucap Sumi masih memeluk Nabila sembari mengelus - ngelus perut Nabila.


" Ehem.. ehem.. " Aditya berdehem dan mengejutkan Sumi dan juga Nabila.


" Mas Adit " ucap Nabila lalu beranjak dari duduknya, menghampiri Aditya dan mencium punggung tangan Aditya.


" Sumi masuk kedalam dulu ya Mba, Mas Aditya " ucap Sumi pamit dan kembali masuk kedalam rumah dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


Aditya dan juga Nabila masuk kedalam dan langsung menuju kamar mereka.


" Lagi bahas apa sih sama Sumi, sampe gak sadar kalau Mas sudah pulang "


" Hehehe.. maaf ya Mas, itu Sumi mau minta ijin katanya besok mau jalan sama Alex " ucap Nabila sembari membantu Aditya melepas dasi nya.


" Oh.. tapi kenapa pake peluk - pelukan segala "


" Itu Mas, aku bilang kalau kita punya rencana buat biayai Sumi kuliah, Sumi nya senang banget Mas, makanya dia peluk aku segala, Sumi tu Mas aslinya manja banget Mas kalau sama aku, emangnya kenapa sih Mas? "


" Mas cemburu "


" Kalau laki - laki lain yang meluk kamu, bukan marah lagi, udah Mas habisin dia "


Nabila hanya terkekeh melihat tingkah suaminya, hanya karena di peluk Sumi, Aditya jadi cemburu.


" Mandi sana Mas, ntar air nya keburu dingin, aku sudah siapin air hangat buat Mas mandi "


Sekitar 20 menit, Aditya keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang melilit di pinggang nya.


Nabila saat ini sedang berada di walk in closed, sedang mencarikan pakaian tidur untuk Aditya, namun Nabila di kejutkan dengan kehadiran Aditya yang memeluk nya dari belakang.


" Mas, sudah selesai mandinya? "


" Sudah, Mas lelah sayang, biarkan seperti ini " ucap Aditya memeluk Nabila dari belakang, menaruh dagunya di bahu Nabila dan memejamkan kedua matanya, lelah Aditya rasanya menghilang begitu memeluk Nabila.


" Makan dulu ya Mas, pasti sudah lapar kan? "


" Mas gak mau, mau nya makan kamu sekarang " goda Aditya.


" Tapi Mas.. " ucapan Nabila terhenti begitu Aditya membalikkan tubuhnya dan membungkam mulut Nabila dengan ciuman hangat yang di berikan Aditya.

__ADS_1


" Hmmpp.. Mas " de sah Nabila.


Ciuman Aditya semakin ganas, lalu ia melepaskan baju Nabila, dan membuka Bra yang menutup buah dada Nabila yang terlihat sesak, Aditya semakin bernafsu begitu melihat buah dada Nabila yang terlihat menantang dan juga terlihat semakin membesar.


Aditya kembali melu mat bibir istrinya, lalu ciu man nya terus turun ke ceruk leher Nabila, menaruh tanda kepemilikannya di sana, kemudian ciuman itu terus turun menuju buah dada Nabila yang sudah menantang.


Aditya menyusu di sebelah kanan dan kiri buah dada Nabila, Aditya tidak lupa juga meninggalkan bekas kepemilikannya di sana, Nabila meremat rambut Aditya, memberi tanda agar Aditya semakin memperdalam ******* nya.


Sembari menyusu, tangan Aditya tidak tinggal diam, tangannya terus turun kebawah, melepas kain segitiga yang menutup mahkota istrinya, dan setelah terlepas, jemari Aditya mulai naik turun di sana, membuat Nabila semakin mende sah.


" Kenapa ini terlihat semakin membesar sayang " ucap Aditya menunjuk buah dada Nabila.


" Dan ini juga sayang, terlihat lebih tembem " ucap Aditya dan terus menerus menaik turunkan jemarinya di bawah sana.


" Tapi Mas menyukainya " ucap Aditya lalu ciuman nya semakin turun dan kini sudah berada di bawah sana, yang terlihat semakin tembem menurut Aditya.


Aditya mengangkat sebelah kaki Nabila dan menaruh di atas bahunya, lalu Aditya mulai mencium area bawah sana, mengecup, dan menarik turunkan lidahnya di bawah sana.


Nabila kembali di buat mabuk kepayang oleh suaminya itu.


Setelah puas menjelajahi setiap inci tubuh istrinya, Aditya menggendong Nabila dan membawanya ke atas ranjang.


Aditya melepas handuk yang meilit di pinggangnya, dan terlihat lah kepemilikan Aditya yang sudah terlihat sangat menegang yang siap menerkam Nabila.


Nabila menelan ludah melihat kepemilikan suaminya yang sudah sangat menegang, Aditya memiringkan tubuh istrinya, mengecup punggung Nabila, lalu mengangkat kaki sebelah Nabila dan ia sandarkan di kakinya.


Dan perlahan Aditya mulai memasukkan kepemilikannya di kepemilikan istrinya, perlahan sekali karena Aditya tidak ingin menyakit buah hatinya yang ada di dalam.


Jleb.. kepemilikan Aditya berhasil masuk kedalam, Aditya membiarkan nya sejenak, merasakan denyutan dan hisapan dari kepemilikan istrinya.


Aditya kembali menciumi punggung mulus dan putih Nabila, dan perlahan mulai menghentakkan miliknya, Nabila dan Aditya saling mende sah, merasakan kenikmatan yang luar biasa, Aditya terus menghentakkan kepemilikannya,dengan sebelah tangannya meremas buah dada istrinya, dan terakhir terdengar de sahan kuat dari keduanya, menandakan mereka berdua telah berhasil mencapai kenikmatan mereka.


" Terima kasih sayang " bisik Aditya di telinga Nabila, lalu mengecup perut Nabila.


Aditya lalu membawa Nabila ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu kembali ke atas ranjang, saling bercanda gurau, dan akhirnya sama - sama tertidur.


Seperti yang di katakan Aditya, cukup menikmati tubuh istrinya saja, sudah membuat nya kenyang, dan ia melewatkan makan malamnya.


**Bersambung...


Selamat pagi readers ku sayang, sudah lama gak kasih yang panas - panas ya... 😆


jangan lupa like, vote, dan singgah di kolom komentar 😘**

__ADS_1


__ADS_2