Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 121


__ADS_3

Dua Minggu telah berlalu, sikap Rona kepada Risa benar - benar berubah, Rona tidak pernah lagi mengantar dan menjemput Risa, Rona berdalih jika ia sedang banyak pasien dan tidak bisa lagi mengantar dan menjemput Risa.


Berbalas chat setiap hari pun tidak pernah di lakukan, hanya sesekali saja, itu pun jika Risa yang memulai karena menanyakan kabar Rona.


Apakah Risa merasakan kehilangan? ya benar, Risa sangat merasakan kehilangan sosok Rona, dan merindukan sikap manis dan perhatian yang Rona berikan kepada nya, begitu pula dengan candaan dan tawa yang selalu ada di antara mereka.


" Hmm.. apa cuman segini kemampuan Masgal untuk meluluhkan hatiku, hanya karena aku bilang dia bukan pacar, Masgal menyerah? "


" Atau Masgal mau kembali mengerjai ku sekarang? "


Banyak sekali pertanyaan yang timbul di benak Risa, saat benih cinta mulai tumbuh di hatinya untuk Rona, tapi Rona sudah menyerah begitu saja, Risa jadi berpikir jika Rona memang tidak serius terhadapnya.


" Huss... bengong terus " sapa Nabila yang datang mengejutkan Risa dan duduk di hadapan Risa.


" lagi mikirin siapa sih Sa? "


" Lagi mikirin Masgal, sudah dua minggu ini sikap nya berubah sama aku Bil " ucap Risa dengan raut wajah yang terlihat sedih.


" Kok bisa, apa kalian berantem? "


" Jadi gini Bil.... " Risa mulai menceritakan nya kepada Nabila, sebenarnya sudah lama Risa ingin bercerita, namun menurutnya sekarang hal yang tepat, terlebih sudah dua minggu Rona bersikap dingin kepadanya dan berusaha menjauhinya.


" Semenjak itu Masgal jadi dingin sama aku Bil, terus juga kayaknya menjauh dari aku, memangnya aku salah ya ngomong kayak gitu sama Mba Sarah dan di depannya Masgal? kan memang bener aku gak punya hubungan apa - apa sama Masgal "


" Kamu gak salah Sa, cuma mungkin perkataan kamu sedikit menyakiti perasaan Kak Rona, karena yang kita tau kalau Kak Rona suka sama kamu, dan sepertinya dia juga mencintai kamu, apalagi dengan semua perhatian yang dia berikan sama kamu "


" Iya bener Bil, tapi apa dia harus kayak gini sama aku? lagian dia juga sih Bil gak pernah serius sama aku, sering sih bilang suka dan cinta, bahkan pernah bilang dan ngajak aku nikah, tapi ya sambil bercandaan Bil, ya aku jadinya gak nganggap serius, udah tau aku sama Masgal memang sering bercanda "


" Sekarang aku tanya sama kamu ya? apa kamu juga perasaan yang sama kayak Kak Rona? apa kamu udah mulai mencintai nya? "


" Kalau suka iya Bil, kalau mencintai, aku masih belum yakin dengan perasaan ku sendiri, tapi semenjak sikap Kak Rona yang berubah, hati aku rasa nya sakit Bil, rasanya aku rindu banget sama dia, rindu sama perhatian dan kasih sayang dia sama aku, apa itu artinya aku udah mulai cinta ya sama dia? "

__ADS_1


" Itu artinya kamu sudah mulai mencintai nya Sa, sikap dan sifat laki - laki gak semua sama Sa, terutama dalam hal percintaan, ada yang dengan mudah mengatakan cinta, ada juga yang gak, dan laki - laki biasanya punya cara nya sendiri untuk mengatakan cinta kepada orang yang dia cintai, dan mungkin saja menurut kamu Kak Rona yang sering mengatakan cinta namun sambil bercanda itu sebenarnya adalah hal serius baginya "


" Tapi Bil, tetap aja kan, kita sebagai wanita juga pengen kepastian, masak aku yang harus tanya duluan sama dia "


" Benar Sa kita sebagai wanita juga perlu kepastian, tapi kalau di giniin, emangnya kamu mau diam terus, berusaha diam dan pura - pura gak ada apa - apa, padahal hati kamu sedang galau kan sekarang? "


" Ho oh, kamu tau aja Bil " ucap Risa lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


" Kalau gitu lebih baik kamu tanya sama dia, ajak dia bicara serius, mungkin saja saat ini Kak Rona juga sedang menguji perasaan kamu sama dia "


Risa hanya diam, kembali bengong sembari memikirkan nasihat yang di berikan oleh Nabila.


" sudah jangan bengong lagi, balik yuk kelas kita bentar lagi di mulai " ucap Nabila, lalu menggandeng Risa yang tampak malas untuk kembali ke kelas.


*****


Sesampai di Rumah, Risa langsung ke kamarnya, membaringkan tubuhnya ke atas ranjang, dan kembali memikikan nasihat dari Nabila.


Tok..


Tok..


Tok..


" Masuk aja Ma "


Mama Risa masuk ke dalam, dan duduk di samping Risa yang masih terbaring dengan posisi terlentang.


" Sa, Mama mau ngomong sesuatu "


" Ngomong aja Ma " ucap Risa lalu bangkit dan duduk sejajar menghadap Mama nya.

__ADS_1


" Sa, pernikahan kamu sama anak sahabat Papa hanya menunggu dua minggu lagi, Mama mohon kamu jangan menolak ya nak, anggap ini permintaan terakhir dari Mama sama Papa, Mama sama Papa sudah tua Sa, kamu anak satu - satunya Papa dan Mama, Mama dan Papa ingin segera melihat kamu menikah dan kami juga ingin segera menimang cucu dari kamu "


" Jika suatu saat nanti Papa dan Mama meninggal, setidaknya kami tidak merasa khawatir lagi, karena kamu sudah ada yang ngejaga Nak, dan kami juga bisa pergi tenang karena kami melihat kamu menikah "


Mama Risa berbicara dengan mata yang berkaca - kaca, dan hal itu membuat Risa jadi tidak bisa memberontak dan marah seperti hal nya waktu itu ketika Papa nya memaksa untuk segera menikah.


" Mama jangan ngomong gitu dong Ma, jangan nangis juga, Risa kan jadi ikut nangis kalau liat Mama kayak gitu " ucap Risa memeluk Mama nya dan juga kedua matanya mulai berkaca - kaca.


Risa berada di ambang kebingungan saat ini, ia sedih sekali mendengar ucapan Mama nya, dan juga sedih jika mengingat Rona.


" Hiks.. Hiks.. Hiks.. " Akhirnya Mama Risa menangis di pelukan anaknya.


" Jangan nangis lagi ya Ma, Risa akan menikah dengan anak sahabat Papa itu, Mama dan Papa persiapkan saja semuanya, Risa mau kok Ma " ucap Risa dan sontak membuat tangis Mama Risa langsung berhenti.


" Beneran Sa, kamu mau menerimanya? "


" Ya Ma " ucap Risa dengan senyum terpaksa.


" Makasih ya Nak, Risa tidak perlu khawatir, Mama yakin jika pilihan Papa dan Mama ini tepat sayang, dan calon suami kamu itu pasti bisa membahagiakan kamu, karena dia juga sangat mencintai kamu Nak, kalau begitu Mama mau beritahu Papa dulu "


Mama Risa beranjak dan meninggalkan Risa, setelah menutup pintu kamar, Mama Risa baru teringat jika ia sedikit keceplosan mengatakan jika calon suami Risa sangat mencintai Risa, padahal kalau di pikir, bagaimana itu bisa terjadi, sedangkan calon suami nya itu saja tidak pernah bertemu dengannya.


" Aduh, aku jadi keceplosan tadi, mudahan aja Risa gak terlalu menghiraukan ucapan ku , tak apalah yang penting rencana aku berhasil, dan Risa mau menikah dengan Rona " ucap Mama Risa semringah dan bergegas menemui suaminya.


" Ya Allah, semoga saja pilihan aku ini tepat, aku juga tidak ingin membuat Mama dan Papa sedih, mereka segala nya buat ku, dan Masgal... " ucapan Risa tiba - tiba berhenti, dan air mata nya tiba - tiba saja turun membasahi kedua pipinya begitu ia mengingat Rona.


" Hiks.. Hiks.. Hiks.. aku harus bertemu Masgal, seperti yang di katakan Nabila, aku harus berbicara serius dengan Masgal "


Risa bergegas keluar kamar, dan ingin segera menemui Rona, Risa hanya ingin tau perasaan Rona yang sebenarnya kepada nya, dan Risa juga ingin mengutarakan perasaan cinta nya kepada Rona, setidaknya sebelum pernikahan itu berlangsung, urusan nya dengan Rona sudah usai.


Apapun yang terjadi nanti, dan jika Rona juga benar mencintai Risa, maka Risa akan coba ikhlas, mungkin ia dan Rona tidak berjodoh, dan setidaknya ia merasa lega karena sudah tau tentang perasaan Rona yang sebenarnya kepadanya, dan juga ia bisa bernafas lega karena juga bisa mengutarakan secara langsung perasaan cinta nya kepada Rona, walaupun pada akhirnya mereka tidak bisa bersama.

__ADS_1


**Bersambung..


Tetap stay tune Readers... 😘**


__ADS_2