Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 144


__ADS_3

Aditya terus saja menangis di pelukan Mama nya, hingga tiba - tiba pintu terbuka dan Dokter Rossa beserta perawat lain sedang membawa Nabila keluar dari ruangan itu.


" Bagaimana keadaan istri saya dok? " tanya Aditya.


" Bu Nabila banyak sekali mengeluarkan darah Pak, Bu Nabila kritis, kami akan membawa nya ke ruang ICU " Dokter Rossa dan perawat lain nya bergegas membawa Nabila, Aditya juga ikut mengiringi mereka. Sedangkan Mama Maya kembali masuk kedalam untuk menemani kedua cucu nya.


" Maaf Pak, silahkan tunggu di luar " ucap salah satu perawat di sana dan segera menutup pintu ICU.


Aditya duduk di kursi tunggu, ia menyadarkan kepala nya di dinding, Aditya kembali menangis, Aditya tidak bisa menahan air mata nya, dan ia tidak bisa tenang sekarang. Hati nya benar - benar hancur, ia tidak sanggup melihat istrinya seperti ini.


" Ya Allah, sembuhkan isteriku " batin Aditya.


Mendengar kabar mengenai Nabila, Risa dan Rona bergegas kembali ke rumah sakit. Begitu pula dengan Sumi, Zahira, dan juga Hafidz.


" Sumi, kalian mau kemana? " tanya Fajar, yang kebetulan kerumah Aditya karena ingin menjenguk Hafidz dan Zahira.


" Kami mau ke rumah sakit Mas, Mba Nabila sudah melahirkan, tapi kondisi Mba Nabila sekarang kritis " jelas Sumi.


Fajar juga terkejut mendengar penjelasan Sumi, dan mereka bersama - sama menuju rumah sakit.


" Tante, dimana Nabila? " tanya Rona yang baru saja tiba.


" Nabila di bawa keruang ICU Ron, Aditya menunggu di sana "


" Kamu tunggu di sini saja sayang " ucap Rona kepada Risa, Risa mengangguk dan Rona segera menemui Aditya.


Risa memeluk Mama Maya, Risa juga sangat sedih mendengar kabar Nabila yang saat ini sedang kritis.


" Semoga aja Nabila cepat sadar ya Tan, Nabila bisa melewati masa kritis nya.. hiks.. hiks.. hiks.. "


" Iya Risa, Mama yakin Nabila pasti segera sadar "


Risa memandangi kedua anak Nabila dan Aditya, sangat cantik dan tampan, Risa mengelus - ngelus pipi lembut baby girls Nabila. Rasanya Risa juga sudah tidak sabar ingin bertemu buah hati nya.


Rona melihat Aditya yang sedang duduk di kursi tunggu, Rona segera menghampiri Aditya dan duduk di sebelah Aditya, Rona menepuk - nepuk pundak Aditya dan mencoba menguatkan Aditya.


Aditya membuka kedua mata nya, begitu melihat Rona, Aditya langsung memeluk Rona. Dan kembali menangis, Rona paham sekali jika Aditya pasti sangat sedih melihat keadaan Nabila.


" Sabar ya Sobat, aku yakin Nabila pasti baik - baik saja " ucap Rona sembari mengelus - elus belakang Aditya.


" Terima kasih Ron "


Tak lama Dokter Rossa keluar, Aditya dan Rona bergegas berdiri dan menemui dokter Rossa.


" Bagaimana keadaan istri saya Dok? "


" Alhamdulillah, Bu Nabila sudah melewati masa kritis nya Pak, pendarahan nya juga sudah berhenti, kita berdoa saja semoga Bu Nabila cepat sadarkan diri "


Aditya bisa bernafas lega mendengar jika Nabila sudah melewati masa kritisnya, dan juga berharap istrinya segera sadarkan diri.

__ADS_1


" Apa saya bisa menemui istri saya Dok? "


" Silahkan Pak, tapi untuk sementara ini hanya satu orang saja yang bisa menjenguk ya "


" Terima kasih dok "


" Sama - sama Pak "


Aditya bergegas masuk kedalam, sedangkan Rona kembali ke ruang rawat Nabila yang sebelumnya.


Aditya duduk di samping Nabila, Aditya meraih jemari tangan istrinya, lalu menciumi tangan Nabila. dan Aditya kembali menangis.


" Cepat sadar ya sayang,Mas sangat takut, Mas tidak bisa melihat kamu seperti ini " ucap Aditya.


*****


Sudah dua hari, Nabila juga belum sadarkan diri, hal itu membuat keluarga semakin sedih, terutama Aditya. selama dua hari pula Aditya selalu menemani Nabila.


" Sayang, kenapa kamu belum juga sadar, Mas mohon sayang, jangan seperti ini, anak kita sudah menunggu, kita bahkan belum memberi mereka nama " Aditya selalu saja mengajak Nabila berbicara, berharap Nabila mendengar pembicaraan nya, dan segera sadarkan diri.


Aditya kembali menangis, dan ia terus menciumi tangan istrinya.


" Sayang, Mas mohon, sadarlah, sadarlah sayang " Aditya menundukkan kepalanya, ia menangis sembari menggenggam jemari tangan Nabila.


Tiba - tiba saja Aditya merasakan jemari tangan Nabila bergerak, Aditya berhenti menangis dan bergegas berdiri dan menatap ke arah Nabila.


Perlahan Nabila mulai membuka kedua matanya, lalu ia menoleh ke arah Aditya, dan Nabila tersenyum kepada Aditya.


" Tunggu sebentar, Mas panggil dokter dulu " Aditya bergegas memanggil dokter.


Dokter segera memeriksa keadaan Nabila, dan alhamdulillah dokter mengatakan jika Nabila baik - baik saja dan akan di pindahkan ke ruangan rawat Nabila yang sebelumnya.


" Nabila " Mama Maya beranjak dari duduknya begitu melihat menantu nya yang sudah sadarkan diri.


" Sayang, syukurlah kamu sudah sadar, Mama takut sekali nak " ucap Mama Maya sembari memeluk Nabila.


" Maafkan Nabila ya Ma "


Owek.. owek.. owek... Kedua baby twins Nabila dan Aditya menangis, seperti nya mereka tau kalau ibu nya sudah sadarkan diri dan ingin bersama Nabila.


Aditya membawa baby nya dan membaringkan mereka di samping Nabila.


" Maafkan Bunda ya Nak " batin Nabila lalu menghujani wajah baby nya dengan ciuman.


Setelah kedua baby mereka tertidur, Mama Maya pamit pulang sebentar ke rumah, ia ingin mengambil beberapa pakaian nya. Dan hanya Nabila, Aditya dan kedua baby twins mereka di sana.


Aditya terus menatap wajah Nabila, kemudian ia menciumi wajah Nabila.


" Mas? "

__ADS_1


" Iya sayang? "


" Aku lapar Mas "


Karena terlalu bahagia, Aditya lupa kalau Nabila sudah dua hari ini tidak makan dan minum, dan tentu saja Nabila pasti sangat kelaparan.


Tok.. Tok.. Tok...


Kebetulan sekali pramusaji datang membawa kan makanan dan minuman untuk Nabila.


Aditya segera menyuapi Nabila, dan tidak butuh waktu lama, Makanan habis tak tersisa, Nabila benar - benar kelaparan.


" Mau tambah sayang? "


" Gak Mas, aku cuma pengen mandi Mas, gerah "


" Hmm tunggu Mama datang ya, nanti kalau Mas mandiin kamu, gak ada yang jaga baby kita "


" Mas antar aja aku ke kamar mandi Mas, aku bisa mandi sendiri Mas "


" Gak sayang, Mas gak mau terjadi apa - apa sama kamu "


Dan setelah Mama Maya datang, Aditya segera menggendong Nabila, berniat membawa Nabila ke kamar mandi.


" Mas, Mas mau ngapain? "


" Mau gendong kamu, katanya mau mandi "


" Tapi Mas, malu di liat Mama "


" Ngapain malu, ayo cepat "


Aditya langsung saja menggendong istrinya kedalam kamar mandi, Mama Maya tersenyum melihat anaknya yang begitu sangat perhatian kepada Nabila.


Di kamar mandi, Nabila hanya duduk dan tidak di perbolehkan oleh Aditya bergerak sedikit pun, mulai dari melepas baju Nabila, memandikan Nabila. Aditya tidak perduli dengan darah yang masih keluar dan menempel di cel ana dalam istrinya, dengan telaten Aditya membersihkan itu semua.


Nabila meringis begitu merasakan sakit di kepemilikannya saat ia ingin buang air kecil, dan ia menggenggam lengan Aditya kuat, maklum saja karena setelah melahirkan kemarin, Nabila harus mendapat lima jahitan di kepemilikannya.


" Apa masih sakit sayang? " tanya Aditya, Kedua mata Aditya berkaca - kaca, sungguh besar sekali pengorbanan istrinya, bahkan setelah melahirkan pun ia harus merasakan sakit.


" Sudah Mas, nanti juga seminggu udah gak sakit lagi "


Aditya kembali memakaikan baju ke Nabila, dan setelah selesai Aditya menangkup wajah Nabila, dan memberi ciuman mesra di bibir istrinya.


" Makasih ya sayang, makasih udah berjuang untuk melahirkan anak - anak kita " ucap Aditya.


**Bersambung...


Jangan lupa kritik dan saran nya ya gaes..

__ADS_1


Maaf baru up, soalnya akuuh lagi di landa demam, batuk, dan filek,🤧🤒 tapi walaupun begitu, aku bakalan usahain up buat kalian.. 😊


Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Nya, dan selalu di beri kesehatan 😇😘**


__ADS_2