Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 36


__ADS_3

Keesokan harinya...


Nabila dan Risa telah sampai di depan lobi kantor, Nabila menghentikan langkahnya sejenak, menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


" Bismillah.. kuatkan aku ya Allah " doa Nabila dalam hati.


Dan benar saja, apa yang ada di pikiran Nabila, sepanjang jalan menuju lift, beberapa karyawan menatap aneh pada Risa dan Nabila,dan ada beberapa pula yang menatap mereka sambil berbisik - bisik kepada teman lainnya seperti sedang menggosip.


" Bila.. mereka kenapa ya ngeliatin kita kayak gitu " ucap Risa berbisik.


" Mereka pasti lagi ngegosipin aku Sa, pasti gara - gara omongan Mbak Cindy kemarin " ucap Nabila.


" Ihh.. kesal banget tau gak aku sama Mbak Cindy tu La, kalau bukan di kantor, udah ku jambak - jambak tu Mbak Cindy kemarin " ucap Risa.


" Udah ah Sa biarin aja, yuk kita masuk " ucap Nabila kemudian mereka berdua masuk ke dalam lift.


Lift berhenti di lantai 10,Risa segera keluar dari lift dan meninggalkan Nabila karena Nabila harus naik lagi ke lantai paling atas untuk menuju ruangan kerja nya.


Didalam hanya ada Nabila dan tiga orang karyawan wanita yang kebetulan masuk ke lift pada saat Risa keluar.


" Rita.. Rita.. itu bukan sih cewek yang di kantin itu " ucap salah satu karyawan wanita di sana yang berbisik kepada temannya.


" Kayaknya iya bener deh Lin, masih muda ya, sayang banget udah jadi janda "


" Iya bener Ta, berani banget lagi godain Pak Aditya, kita aja mah gak berani "


" Hus.. sudah.. gak usah ngegosip belum tentu juga bener apa yang di katakan Cindy " ucap salah satu dari tiga karyawan wanita tadi.


Di dalam Lift, posisi Nabila ada di depan sedangkan ketiga karyawan wanita tadi ada di belakang, walaupun mereka bertiga berbisik, namun suara itu sangat jelas terdengar di telinga Nabila.


Nabila mencoba menahan amarahnya, ingin rasa nya ia marah dan menjelaskan semua kepada mereka bahwa apa yang mereka pikirkan itu tidak benar, namun Nabila mencoba menahan diri.


Tak lama Lift terbuka, ketiga wanita tadi akhirnya keluar lebih dahulu dari pada Nabila.


" Huh... Astagfirullah.. sabar.. sabar " ucap Nabila sembari menepuk - nepuk dadanya.


Sesampai di lantai atas, Nabila tidak melihat Lula, biasanya Lula sudah sibuk berhadapan dengan komputernya.


" Mbak Lula kemana ya, tumben dia telat " ucap Nabila.


" Astagfirullah.. banyak banget panggilan tak terjawab dari Mbak Lula " ucap Nabila terkejut, karena ia baru saja membuka ponsel nya, kemudian Nabila mencoba menghubungi Lula kembali.


" Kok gak di angkat - angkat ya, mudahan Mbak Lula baik - baik aja " ucap Nabila cemas.


" Assalamu'alaikum Nabila " ucap Lula yang akhirnya menjawab telepon dari Nabila.

__ADS_1


" Waalaikumsalam Mbak, Mbak ada apa telepon, Mbak baik - baik aja kan " tanya Nabila cemas.


" Mbak baik - baik aja Bila, cuma Mbak gak bisa turun kerja karena ada keluarga Mbak yang meninggal " ucap Lula menjelaskan.


" Innalillahiwainnailaihirojiun.. turut berduka cita ya Mbak "


" Iya Nabila, oh ya udah baca chat Mbak belum "


" Belum Mbak "


" Ntar di baca ya, Mbak udah kirim beberapa tugas dan jadwal Pak Aditya hari ini, Mbak minta tolong kamu gantikan Mbak hari ini aja ya Bila "


" Tapi Mbak, kalau Bila gak bisa gimana "


" Pasti bisa, Mbak percaya sama kami Bila " ucap Lula yang memang sudah yakin jika Nabila pasti bisa mengerjakan dengan baik semua tugas yang sudah kami ia titipkan untuk Nabila.


" I.. i.. ya Mbak, InsyaAllah nanti Nabila coba Mbak "


" Oke kalau gitu udah dulu ya Bila, Assalamu'alaikum " ucap Lula kemudian mengakhiri sambungan teleponnya.


" Waalaikumsalam "


Sebelum mengerjakan tugas yang di titipkan Lula, seperti biasa Nabila menyiapkan terlebih dahulu secangkir kopi untuk Aditya.


Tok.. Tok..


" Lo gak ada orang "


" Pada kemana " ucap Nabila sembari melihat ke sisi ruangan yang tidak tampak ada Aditya maupun Haris.


Nabila meletakkan kopi yang ia buat tadi di atas meja, kemudian keluar dari ruangan tersebut.


Nabila kini menggeser duduknya ke samping dimana Lula biasa duduk, Nabila menyalakan komputer di depannya dan mulai perlahan mengerjakan satu persatu tugas yang di berikan oleh Lula.


Nana baru saja sampai di kantor Aditya, kini ia sedang di dalam lift menuju tempat Aditya bekerja, ia tahu bahwa di sanalah ia dapat menemukan Nabila.


" Dimana wanita itu " ucap Lula ketika melihat meja kerja Nabila dan Lula terlihat kosong, lalu Lula mencoba masuk ke dalam ruangan Aditya namun ruangan itu juga kosong.


" Maaf Mbak sedang menunggu siapa" tanya Nabila yang kebetulan baru saja keluar dari toilet.


Nana mendongak, melihat asal suara dan betapa terkejutnya ketika melihat orang yang di depannya ini adalah wanita yang ia cari - cari.


" Ini dia, akhirnya ketemu juga "


" Ini kan Mbak yang waktu itu" batin Nabila mengingat Nana yang waktu itu Nabila lihat sedang berpelukan dengan Aditya.

__ADS_1


" Aku ke sini mau to the point aja, tolong kamu jauhin Aditya "


" Jauhin Pak Aditya " batin Nabila.


" Memangnya ada apa ya Mbak, kenapa saya harus menjauh dari Pak Aditya, saya gak punya hubungan apa - apa sama Pak Aditya, hanya sebatas kawan kerja Mbak "


" Kamu dengar ya, Aditya itu calon suami aku, jadi kamu gak usah cari perhatian atau dekat - dekat sama dia, awas aja kalau sampai kamu berani, ngerti kamu " ucap Nana agak meninggikan suara nya.


" Iya Mbak " hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Nabila.


" Huh.. bagus lah kalau kamu ngerti, dasar kampungan " ucap Nana sembari memperhatikan penampilan Nabila dari atas sampai bawah kemudian pergi meninggalkan Nabila.


Nabila kembali ke tempat duduknya, Nabila melamun sejenak mencoba mencerna perkataan Nana.


" Jadi benar, Pak Aditya memang punya hubungan dengan wanita itu, bahkan sebentar lagi mau menikah "


" Ya Allah kok perasaan ku jadi gak karuan gini ya, perasaan ku kok gak senang dengar kalau Pak Aditya udah punya calon istri, apa aku udah mulai ada perasaan sama Pak Aditya "


" Aduh Bila.. jangan.. jangan.. sadar diri Bila... sadar.. " ucap Nabila sembari menundukkan kepalanya yang bertumpu di kedua tangannya di atas meja.


" Siapa yang kamu suruh sadar diri " ucap Aditya tiba - tiba datang.


Nabila mendongakkan kepalanya, dan terkejut melihat wajah tampan Aditya yang berada di depannya dengan jarak yang begitu dekat.


" Hah... Pak Aditya kenapa datang tiba - tiba gitu, bikin kaget " ucap Nabila.


" Kamu tu yang kenapa "ucap Aditya.


" Maaf Pak, saya gak kenapa - kenapa kok, oh iya Pak Aditya dan juga Pak Haris dari mana " tanya Nabila.


" Kami baru saja dari ruang meeting " ucap Haris menjawab pertanyaan Nabila.


" Lula kemana " tanya Aditya karena tidak melihat Lula.


" Maaf Tuan, Lula hari ini ijin tidak hadir karena ada keluarga yang meninggal, maaf saya baru memberitahukan karena tadi kita buru - buru untuk meeting Tuan "


" Jadi begitu, selesai ini jadwal ku apa " tanya Aditya.


" Pukul 10 ada proyek pembangunan ampartemen baru yang harus bapak kunjungi " ucap Nabila menjawab sebelum Haris menjelaskan kepada Aditya.


" Baik, kalau begitu siapkan semua yang dibutuhkan dan Nabila kamu ikut dengan kami " ucap Aditya kemudian masuk kedalam ruangannya.


" Baik Pak " ucap Nabila.


***Bersambung...

__ADS_1


kayaknya Nabila udah mulai baper nih readers..


tetap stay tune ya.. jangan lupa mampir di kolom komentar dulu terus like dan vote 😍😍***


__ADS_2