Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 48


__ADS_3

Setelah semua pekerjaan selesai, tepat pukul 3 sore Nabila keluar dari kantor Aditya, ia ingin pulang tepat waktu karena ingin mampir dulu di restaurant yang tadi siang ia datangi.


" Sa, sebelum pulang temenin aku sebentar ya! "


" Emang kita mau kemana Bila? "


" Ada deh " ucap Nabila kemudian melajukan sepeda motornya menuju restaurant itu.


Setelah sampai, Nabila menyuruh Risa untuk menunggu saja di luar karena Nabila ingin bertemu dengan pimpinan restaurant.


" Wah Bila, kamu mau ngajak aku makan di sini, romantis banget sih kamu Bila" ucap Risa yang masih belum tau tujuan Nabila ke restaurant itu.


" Kepedean banget sih kamu Sa, siapa juga yang mau ajak kamu makan di sini.. HaHaha.. "


" Terus kita ngapain di sini? "


" Kamu tunggu di sini aja ya, aku masuk sebentar, ingat jangan tinggalin aku " ucap Nabila kemudian berlalu meninggalkan Risa.


" Eh.. eh.. Nabila kok aku di tinggal " ucap Risa namun Nabila tidak menghiraukan nya.


" Isshh.. Nabila menyebelin "


Di dalam restaurant, Nabila mencoba bertanya kepada pelayan di sana dan mencoba bertemu dengan seseorang yang bernama Sasa.


" Permisi Mba"


" Iya Ada apa ya? "


" Mba, bisa saya ketemu sama Mba Sasa? "


" Oh ada perlu apa ya Mba kalau boleh tau? "


" Hmm.. begini saya mau tanya tentang lowongan pekerjaan? "


" Begitu, ayo ikut saya Mba" ucap pelayan itu dan Nabila pun mengekor di belakang nya mengikuti langkah pelayan yang membawa nya bertemu dengan pimpinan restaurant.


Ada sedikit perasaan tegang yang Nabila alami, karena baru kali ini ia melamar pekerjaan, Nabila tidak lupa membawa Map yang berisi surat lamaran yang sudah di buatnya dari Rumah.


Tok.. Tok.. Tok.


" Permisi Mba Sasa, Eh.. maaf Pak Bima, Mba Sasa dimana ya?? " tanya pelayan itu.


" Sasa sudah pulang duluan, ada apa? " tanya Bima.


" Ini Pak, ada seseorang yang ingin bertemu sepertinya ingin melamar pekerjaan "


" Kalau begitu suruh dia masuk " ucap Bima dan di balas anggukan oleh pelayan itu.


" Ayo silahkan masuk "


" Bismillahirrahmanirrahim " batin Nabila kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan itu.


" Permisi Pak, perkenalkan nama saya Nabila, saya ingin melamar pekerjaan di sini " ucap Nabila kepada seseorang yang sedang duduk di kursi kerjanya namun tubuh orang itu mengarah ke kebelakang sehingga membelakangi Nabila.


Dan ketika ia berbalik arah, betapa terkejut nya mereka berdua karena yang ada di depan Nabila sekarang adalah Bima, temannya Aditya yang baru siang tadi ia bertemu dengannya.


Begitu pula Bima yang terkejut melihat Nabila, wanita yang sudah ia sukai mulai pertemuan pertamanya tadi siang di restaurant miliknya ini.


" Anda " ucap Nabila.


" Kamu, bukannya kamu yang tadi siang bersama Aditya kan, calon istrinya Aditya" ucap Bima.


Kedua pipi Nabila memerah mendengar Bima menyebutnya sebagai calon istri Aditya.


" Jadi lupa, ayo silahkan duduk, perkenalkan nama saya Bima "


" Iya Pak nama saya Nabila,maaf tujuan saya ke sini ingin melamar pekerjaan di restaurant ini Pak, tapi saya cuma bisa bekerja dari jam setengah 4 sampai jam 9 Pak" ucap Nabila.


Dahi Bima mengerinyit ke atas, ia bingung dengan yang di ucapkan Nabila saat ini.

__ADS_1


" Bukannya dia calon istri si Kutu buku itu, tapi kenapa dia harus susah - susah cari kerja, aneh sekali " batin Bima.


" Baik kamu saya terima bekerja disini " ucap Bima langsung tanpa berpikir panjang lagi.


" Hmm maaf Pak, sebelumnya boleh saya tau gajih saya berapa? ucap Nabila bertanya, ia ingin memastikan gajih nya karena ia tidak ingin sia - sia bekerja di sini jika ternyata gajinya tidak terlalu tinggi.


" Menarik, kenapa dia langsung bertanya akan hal itu, sepertinya dia sekarang sedang butuh banyak uang " batin Bima.


" Saya akan menggajih kamu 10 juta perbulan, itu belum termasuk uang makan dan lembur "


Mata Nabila terbelalak mendengar kata 10 juta, itu sungguh di luar ekspetasi nya, semula ia hanya berpikir jika gajihnya hanya di bawah 5 juta, karena setelah di pikir - pikir tidak mungkin juga gajih Nabila bisa tinggi jika dia hanya bekerja paruh waktu dengan waktu 6 jam saja dalam sehari.


" Bagaimana?? tanya Bima membangunkan Nabila dari lamunan nya.


Tanpa berpikir panjang, Nabila langsung menerima tawaran yang di ajukan Bima.


" Saya mau Pak" ucap Nabila.


" Baik kalau begitu kamu bisa bekerja mulai besok "


" Terima kasih Pak " ucap Nabila mengalurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Bima dan di balas hangat oleh Bima.


" Kalau begitu saya permisi ya Pak " ucap Nabila kemudian pergi meninggalkan Bima.


Senyum bahagia terukir di wajah Bima, ia senang bertemu dua kali hari ini dengan Nabila, dan seterusnya ia mungkin akan terus bertemu Nabila.


Bima mencoba membuka surat lamaran yang di bawa Nabila, betapa terkejut Bima ketika melihat status cerai hidup yang tertera di KTP Nabila.


" Hmm.. jadi dia janda, menarik sekali, aku akan mencoba mendekati mu, dan aku yakin sepertinya kamu bukanlah calon istri Aditya, Ck.. itu hanya akalan dia saja" ucap Bima.


" Nabila lama banget sih, digigitin nyamuk kelamaan nunggu " ucap Risa.


Tit.. Tit.. Tit.. suara klakson mobil berbunyi.


" Apaan sih ni mobil, klaksok klakson gak jelas" ucap Risa yang tidak menyadari jika sepeda motor nya menghalangi jalan mobil di depannya, kebetulan tadi Nabila memarkir nya sembarang arah karena ingin buru - buru masuk kedalam"


Tit.. Tit.. Tit..


" Hei.. kamu budeg ya, gak dengar aku klakson dari tadi " ucap Rona kesal.


" Hah.. iih gak usah teriak - teriak kali.. situ yang salah klakson - klakson gak jelas "


" Sadar dong.. coba kamu liat sekeliling, aku atau kamu yang salah"


Risa mencoba melihat sekeliling nya, ia terkejut melihat jika hanya motornya saja yang posisi nya saat ini menghalangi mobil Rona, wajah Risa tiba - tiba memerah mencoba menahan malu.


" Hehe. hehe.. Vis.. sory aku baru sadar" ucap Risa terkekeh dengan mengacungkan dua jari berbentuk V ke arah Rona dan kemudian ia segera mendorong motor Nabila mundur agar mobil Rona bisa keluar.


" Dasar, udah salah belagu lagi " ucap Rona kemudian masuk kembali ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan Risa.


" Huu... ganteng sih tapi sayang udah kayak macan " ucap Risa.


" Siapa yang kayak macan Sa" tanya Nabila yang baru saja datang.


" Eh itu.. gak pa- pa Bila lupain aja, oh ya udah selesai, ngapain kamu ke dalam Bila" tanya Risa penasaran.


" Gak pa-pa, sudah ayo kita pulang, tapi kamu yang bawa ya " ucap Nabila dan di balas anggukan oleh Risa.


Sepanjang jalan Nabila hanya melamun, larut sendiri dengan pikiran yang beragam ada di otaknya.


" Ya Allah, rasanya gak mungkin banget gajih aku bisa sebesar itu, tapi keliatan nya teman Aditya yang bernama Bima itu orang nya baik, mudahan aja dia gak berniat jahat sama aku"


" Sebenarnya, gajih itu masih belum cukup, ntar aku coba cari ide lagi deh dapat uang dari mana, jualan apa kah gitu" batin Nabila.


" Bila.. Bila.. " teriak Risa membangunkan Nabila dari lamunannya.


" gak usah teriak-teriak Sa, sakit tau telinga aku"


" Habisnya kamu tu melamun terus dari tadi, kita udah sampe ni"

__ADS_1


" Hehehe.. maaf ya Sa, ya udah aku langsung balik ya"


" Kamu gak mampir dulu"


" Gak lain kali aja, titip salam aja sama Mama dan Papa kamu ya" ucap Nabila kemudian perlahan melakukan sepeda motornya menuju arah pulang.


Sementara di kantor, Aditya tampak gusar karena sejak tadi ia mencoba menghubungi Nabila, namun tidak ada jawaban dari Nabila.


Haris hanya menggeleng - gelengkan kepalanya melihat Tuannya yang sudah seperti cacing kepanasan, ia sudah bisa mengira jika Tuannya sekarang sedang memikirkan Nabila.


" Haris, ayo kita pulang saja" ucap Aditya dan kemudian Haris mengantar Aditya kembali ke rumah.


Setalah sampai di rumah, Nabila bergegas membersihkan tubuhnya, memberi makan Hafidz, mengajak mereka bercerita kemudian setelah itu ia ingin merebahkan dirinya ke atas ranjang, ia sudah sangat lelah dengan aktivitasnya hari.


Nabila berbaring di atas ranjang nya, selesai dengan semua pekerjaan, Nabila mencoba meraih ponselnya yang sejak datang belum sama sekali ia menyentuhnya.


Nabila langsung bangkit dari tidurnya karena melihat banyak pesan dan juga panggilan tak terjawab dari Aditya dan Nabila pun segera menghubungi kembali Aditya.


Aditya saat ini sedang berada di ruang kerjanya, memutar - mutar ponsel yang sejak tadi ia pegang, ia sedang menunggu panggilan telepon dari Nabila dan benar saja, sekian lama di tunggu akhirnya orang yang di cintai nya itu menelponnya.


" Assalamu'alaikum "


" Waalaikumsalam "


"Kamu kemana saja, kenapa susah di hubungi" cecar Aditya.


" Maaf Mas, aku tadi langsung pulang, terus sampai rumah langsung ngurusin Zahira sama Hafidz, gak ngurus HP lagi Mas, sudah selesai baru deh ngurusin HP, baru liat kalau Mas ada nelpon"


Aditya menarik nafas panjang, ia bersyukur Nabila sudah berada di Rumah, ia juga senang jika Nabila ternyata begitu penyayang kepada kedua anaknya, dan lebih mementingkan keluarga nya dari pada mengurusi ponsel setiap harinya, walaupun masih ada sedikit perasaan kesal kepada Nabila karena Nabila susah untuk di hubungi.


" Mulai sekarang, sebelum kemana-mana kamu harus ijin dulu sama aku " ucap Aditya mulai posesif.


" Tapi Mas "


" Gak usah ngebantah, itu semua biar aku gak terlalu khawatir begini sama kamu Nabila, biar aku tau kamu sedang apa dan dimana"


Deg... jantung Nabila rasanya ingin copot mendengar penuturan Aditya, entah mengapa setelah kepulangan Aditya dari Rumahnya waktu itu, Aditya mulai perhatian dan sedikit posesif kepadanya, namun sebenarnya ada sedikit perasaan bahagia melihat tingkah Aditya.


" Hmm boleh aku VC kamu?? " tanya Aditya.


" Iya Mas" jawab Nabila dan buru - buru menyambar jilbab nya yang ia gantung di dinding kamar.


Setelah memakai jilbab dan merapikan dirinya, Nabila segera mengangkat panggilan VC dari Aditya, dan tampaklah wajah cantik Nabila di depan Aditya sekarang.


" Kamu sudah makan?" tanya Aditya.


" Sudah Mas tadi bareng anak - anak "


" Kalau Mas gimana, sudah makan belum "


" Belum"


" Iih bohong, paling juga udah makan"


" Aku kan udah bilang, aku gak mau makan kalau kamu gak nemenin aku makan"


" apaan sih Mas, udah ah Mas ngegombal terus" ucap Nabila.


Begitulah percakapan antara keduanya dan berakhir setelah Nabila tertidur karena kelelahan, Nabila saja sampai lupa mematikan VC nya yang masih terhubung kepada Aditya.


Aditya hanya tersenyum ketika mendengar sedikit suara dengkuran dari ponsel yang menandakan jika Nabila sedang tertidur.


" Ternyata dia tertidur, baiklah selamat malam sayang " ucap Aditya dengan berani karena Nabila tidak mendengarnya, mungkin kalau Nabila masih tersadar, Aditya pasti gengsi untuk bilang sayang kepada Nabila.


Setelah mematikan sambungan telepon, Aditya pun juga ikut larut dalam mimpi indahnya...


***Bersambung..


sesuai janji, author udah up ni yah.. pagi - pagi.. Alhamdulillah gak kesiangan.. 😅😅

__ADS_1


jangan lupa like dan vote yang banyak..


Selamat pagi buat kalian readers setia akuhh... 😘😘***


__ADS_2