
Enam bulan kemudian...
Kebahagiaan keluarga Aditya dan Nabila semakin bertambah semenjak kelahiran baby Adnan dan Alenna. Rumah semakin terlihat ramai, dan Nabila pun juga semakin sibuk. Terlebih Sumi dan Alex sudah menikah dua bulan yang lalu, Sumi harus ikut tinggal bersama suaminya dan Karena itulah tidak ada lagi yang biasa membantu Nabila. Nabila mengurus ke empat anaknya sendiri, dan terkadang di bantu oleh Bu Inah.
Kalau Aditya sudah pulang kerja, barulah Aditya yang bergantian menjaga si kembar. Aditya sudah mengatakan kepada istrinya akan mencarikan baby sitter, namun Nabila menolak karena ia memang tidak mau. Ia ingin mengurus sendiri ke empat anaknya, ia tidak pernah merasa kesusahan. Dan ada Bi Inah saja sudah cukup untuk Nabila.
Sudah pukul 7 malam, Aditya tidak kunjung pulang kerumah. Biasanya jam 5 sore suaminya itu sudah pulang bekerja. Kalaupun lembur paling lambat jam 6 sudah pulang, tapi kali ini tidak.
Nabila terlihat mondar - mandir di depan rumah, ia sedang menunggu kedatangan suaminya. Nabila mencoba menghubungi Aditya, namun ponsel Aditya tidak aktif. Nabila khawatir, dan kekhawatiran nya semakin bertambah saat Haris bilang kalau Aditya sudah pulang kerja sejak jam 6 sore tadi. Sekarang Haris tidak lagi mengantar jemput Aditya bekerja, karena Aditya sendiri yang menginginkan untuk membawa kendaraan sendiri.
Terlihat ada sebuah mobil yang datang, dan Pak Nanang segera membuka kan pagar. Seketika senyum terukir di wajah Nabila. Begitu mobil itu masuk ke perkarangan rumah, ternyata mobil yang datang bukan mobil Aditya. Melainkan Mama mertua Nabila.
" Assalamu'alaikum sayang "
" Waalaikumsalam Ma "
Mama Maya datang dan langsung memeluk menantu kesayangan nya itu.
" Kamu terlihat khawatir sekali, kenapa sayang? terus ngapain kamu di sini? "
" Nabila lagi nunggu Mas Adit pulang Ma, kata Pak Haris sudah dari jam 6 sore tadi Mas Adit pulang kerja, seharusnya kan sudah sampai sekarang Ma "
" Oh.. mungkin saja macet sayang, tunggu saja lagi ya "
Nabila hanya manggut - manggut dan tersenyum kepada Mama Mertua nya, dan mereka bersama masuk kedalam rumah.
Ting.. sebuah pesan masuk di ponsel Nabila, pesan dari sebuah nomor yang tidak di kenal.
" Nomornya tidak di kenal, buka gak ya pesan nya. Aku jadi takut " batin Nabila. Nabila jadi teringat kejadian Aditya dan Amel waktu itu di sebuah hotel, persis seperti saat ini. Saat Nabila sedang menunggu kabar Aditya, saat itu juga ada sebuah pesan dari seseorang yang tidak di kenal.
Aditya saat ini sedang bersama seorang wanita cantik, mereka sedang makan malam di restaurant yang bernama xxxx.
Kalau tidak percaya, silahkan datang saja.
Nabila mematung, ia terkejut melihat isi pesan dari orang yang tidak di kenal itu. Ternyata yang ada di pikiran nya benar, kejadian waktu itu terulang lagi, dan kali di tempat yang berbeda.
__ADS_1
" Tidak.. tidak.. mungkin cuma orang iseng. Tidak mungkin Mas Aditya bersama wanita lain " batin Nabila, ia mencoba menenangkan pikiran nya.
Nabila berusaha tenang, dan menyusul Mama Maya ke dalam kamar menemui si kembar, Zahira dan juga Hafidz. Nabila tidak memberitahukan isi pesan tadi ke Mama Maya. Ia takut jika mertua nya itu akan shock jika melihat isi pesan tadi yang belum tentu benar ada nya.
Nabila kembali menghubungi Aditya, namun ponsel Aditya masih saja tidak aktif. Nabila akhirnya mempercayai isi pesan tadi dan pergi ke restauran itu. Nabila meminta ijin kepada Mama mertua nya untuk keluar sebentar, dan menitipkan ke empat anaknya. Untung saja ASI Nabila melimpah, sehingga stok ASI si kembar masih banyak di kulkas, dan Nabila bisa meninggalkan Alenna dan Adnan.
" Hallo, Nabila sudah menuju kesana " ucap Mama Maya kepada seseorang lewat sambungan telepon, setelah beberapa saat Nabila pergi.
Di sepanjang jalan menuju restaurant itu, Nabila tidak henti nya berdoa. Ia berharap tidak terjadi apa - apa dengan suaminya, dan juga berharap Aditya tidak benar - benar dengan wanita lain.
Sekitar setengah jam, Nabila sampai di tempat tujuan. Nabila melihat restaurant tampak sepi, hanya ada satu lampu yang menyala di restaurant itu. Dan begitu melihat sekeliling, parkiran juga terlihat sepi.
" Apa.. apa aku kembali di kerjai, sepertinya aku hanya di tipu. Tapi.. dimana Mas Adit, ya Allah.. dimana Mas Adit? "
Kedua mata Nabila mulai berkaca - kaca, dan ia berniat untuk kembali ke rumah. Namun langkah Nabila terhenti begitu melihat sebuah mobil yang tidak asing baginya terparkir rapi di sebelah kanan agak jauh dari restaurant. Mobil Aditya terparkir sendiri tanpa ada mobil lain di samping kiri dan kanan nya.
" Ini seperti mobil Mas Adit, ya.. benar ini mobil suami ku " Nabila celingak celinguk mencari keberadaan Aditya di sekitar sana, tapi tidak ada.
Nabila berlari ke arah restaurant, dan memberanikan diri untuk masuk kedalam. Terlihat resaturant cukup gelap, namun anehnya restaurant itu tidak di kunci. Nabila menyalakan lampu senter di ponsel nya, dan perlahan Nabila menyenteri semua ruangan mencari keberadaan suaminya namun tidak ada.
" Mas Adit, Mas Adit dimana? " Nabila mulai gugup, ia takut karena restaurant gelap sekali.
Merasa di bawah tidak ada apa - apa, Nabila mencoba naik ke lantai atas. Restaurant tersebut terdiri dari dua lantai, lantai atas suasana nya lebih terbuka. Begitu sampai di lantai atas, samar - samar Nabila bisa melihat ada seseorang lelaki yang berdiri di dekat meja, dan di meja itu terlihat ada dua buah lilin yang menyala.Nabila mencoba mendekati lelaki itu. Namun tiba - tiba saja lampu menyala.
Nabila tertunduk sejenak, mata nya tampak kesilauan karena lampu yang baru saja menyala. Dan begitu menoleh kedapan, seseorang lelaki tampan, tampan tersenyum kepada Nabila.
Lelaki itu tampak gagah dengan setelan kemeja hitam celana panjang, dan di balut jas berwarna hitam pula. Tak lupa dasi kupu - kupu yang menancap di lehernya, membuat lelaki itu terlihat gagah dan berkharisma.
" Mas Adit " Lelaki itu adalah Aditya, sesorang yang di cari - cari oleh Nabila sejak tadi.
Perlahan, Nabila melangkah maju mendekati suaminya dan langsung memeluk Aditya.
" Mas, Mas kemana aja? Aku khawatir Mas " Nabila memeluk dan menciumi dada suaminya, dan Aditya juga semakin mempererat pelukannya.
" Happy birthday sayang, maaf sudah membuat mu khawatir "
__ADS_1
Nabila melepas pelukannya, ia menatap dalam wajah Aditya. Lalu setelah itu ia melihat sekeliling nya, ia baru sadar ternyata resaturant nya terlihat cantik sekali, begitu banyak hiasan bunga dan lampu, ada juga beberapa balon yang berbentuk hati berwarna putih dan juga merah mudah. Dan tepat di depannya sudah ada meja cantik, ada buah lilin, kue, dan juga banyak sekali taburan bunga mawar di atas meja itu. Hembusan angin malam dan cahaya bulan yang terlihat terang membuat suasana di sana kian romantis.
" Happy Birthday " ucap Aditya sekali lagi kepada Nabila.
" Terima kasih Mas, jadi semua ini Mas yang membuat nya? dan pesan itu? "
" Iya sayang, maaf sudah membuat khawatir"
" Tidak masalah Mas, Mas ingat ulang tahun ku? aku saja lupa Mas" karena sibuk mengurus anak dan suami. Nabila lupa dengan hari lahirnya sendiri.
" Mas selalu ingat sayang, apa kau bahagia? "
" Bahagia Mas, bahagia sekali " Nabila kembali memeluk suaminya.
Aditya mengeluarkan sebuah kalung dari saku celananya, sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati, dan ia memakai kan kalung itu di leher istrinya.
" Kamu terlihat semakin cantik " ucap Aditya, Aditya menangkup wajah Nabila lalu mencium lembut bibir Nabila.
" Mas, nanti ada yang liat "
" Tidak sayang, hanya ada kita di sini. semua pramusaji ada di bawah "
Nabila tersenyum, lalu ia melingkarkan kedua tangannya di leher Aditya. Aditya kembali mencium bibir istrinya.
" Terima kasih atas segalanya, Terima kasih dengan semua cinta yang kau beri kepadaku, Terima kasih atas semua pengorbanan mu, Terima kasih sudah hadir di dalam hidupku " ucap Aditya di sela - sela ciuman mereka.
" Aku juga berterima kasih Mas, Terima kasih sudah mencintai dan menerima segala kekuarangan ku, Terima kasih selalu ada untuk ku "
" Aku mencintai mu Nabila "
" Aku juga mencintaimu Aditya "
Mereka saling mengutarakan rasa cinta dan Terima kasih mereka dengan saling berciuman mesra dan sesekali mengumbar senyum. Dan setelah puas mengutarakan isi hati, acara mereka lanjutkan dengan menikmati hidangan makan malam, sebelum akhirnya kembali ke rumah.
... **TAMAT...
__ADS_1
Kisah cinta Nabila dan Aditya sudah berakhir ya readers, maaf saya tidak menceritakan detail lagi mengenai pernikahan alex dan Sumi, dan juga kehamilan Risa hingga kelahiran nya. Karena author mau fokus dengan novel kedua. jangan lupa untuk baca novel kedua aku yang judulnya **Ketika rasa itu mulai hilang.
Terima kasih untuk semua like, vote, hadiah dan juga kritik dan saran yang kalian berikan 😘