
Setelah sadar dari pingsannya, Mama dan Papa Bima bergegas menuju rumah sakit, mulai dari perjalanan menuju ke rumah sakit bahkan saat sudah sampai di sana, Mama Bima tidak henti - hentinya menangis.
" Pak polisi, bagaimana keadaan anak saya " tanya Papa Bima kepada polisi yang ada di sana, dan sudah menunggu kehadiran mereka.
" Maaf Pak, Pak Bima tidak selamat dalam kecelakaan itu "
" A..a..paa..Pak,maksud anda anak saya meninggal?" tanya Papa Bima dan hanya di balas anggukan oleh polisi tersebut, Papa Bima merasakan sesak di dadanya, ia mulai oleng dan mencoba meraba - rabu kursi tunggu yang ada di dekatnya kemudian duduk menenangkan diri di sana.
" Bimaa.... hiks.. hiks.. hiks.. gak mungkin Pa, gak mungkin " ucap Mama Bima yang menangis di pelukan suaminya.
" Bima.." batin Papa Bima kemudian ikut menangis.
Di tempat lain, Sasha juga ikut shock mendengar kecelakaan yang menimpa Bima, sesorang yang sangat ia cintai.
" Sasha " teriak Kedua orang tua Sasha dari balik pintu kamar.
" Mama, Papa, Bima... Hiks.. hiks.. hiks.. " Sasha menangis di pelukan Papa nya.
" Kamu sudah tau beritanya sayang, kalau begitu kita ke rumah sakit sekarang, kita lihat kondisi Bima " ucap Mama Sasha.
Sasha hanya menganggukan kepalanya, dan mereka bertiga bergegas menuju rumah sakit.
" Om, Tante " ucap Sasha yang melihat kedua orang tua Bima sedang duduk berpelukan di kursi tunggu.
Papa dan Mama Bima beranjak dari duduk mereka dan menyapa Sasha dan juga kedua orang tuanya.
" Sasha.. hiks.. hiks.. hiks.. " ucap Mama Bima sembari memeluk Sasha.
"Bagaiman kabar Bima tante? "
" Hiks.. Hiks.. Hiks.. Bima.. Bima sudah tiada Sa "
GLEKKK...
Hati Sasha hancur berkeping - keping, air matanya kembali turun dan menangis tersedu - tersedu sama seperti Mama Bima, ia tidak menduga jika Bima secepat itu meninggalkannya, bahkan ia belum sempat memberitahu isi hatinya kepada Bima.
" Yang sabar ya jeng " ucap Mama Sasha kepada Mamanya Bima.
Papa Sasha juga tak lupa memberi semangat kepada Papa nya Bima.
" Kalau begitu aku akan membantu mengurus pemakaman Bima, kalian tunggu saja di sini sampai jenazah Bima bisa di bawa pulang " ucap Papa Sasha.
" Baiklah, Terima kasih kawan "
" Sabar ya Sasha, Mama tau ini berat banget buat kamu " ucap Mama Sasha mencoba menenangkan anaknya, ia tau sekali bagaimana perasaaan Sasha saat ini.
" Terima kasih Ma " ucap Sasha lalu memeluk Mama nya.
__ADS_1
*******
Hoek.. Hoek....Hoek.. Nabila kembali mengalami morning sicknes, padahal usia kandungan sudah mulai menjalani empat bulan dan juga sudah mulai membesar, namun mual dan muntah Nabila masih terus saja melanda, dan seperti biasa Aditya selalu berada di samping Nabila setiap pagi jika Nabila mengalami mual - muntah nya.
Hoek.. Hoek.. Hoek..
Nabila menarik nafas panjang, Nabila tampak lemah setelah banyak cairan kuning yang ia keluarkan.
" Masih ingin muntah sayang? " tanya Aditya yang tampak khawatir dengan keadaan istrinya, walaupun Nabila sering berkata tidak pa - pa dan ini hal biasa, Aditya tetap saja khawatir, ia kasihan melihat Nabila yang terlihat lemah ketika habis muntah.
" Sudah Mas " ucap Nabila.
Aditya dengan telaten membasuh mulut Nabila, kemudian membersihkan mulut Nabila yang masih basah dengan tisu.
" Makasih ya Mas " ucap Nabila sembari tersenyum.
" Iya sayang, sini Mas gendong " ucap Aditya lalu menggendong istrinya keluar dari kamar dan membawanya di atas ranjang.
Nabila bersandar di sandaran ranjang, dan Aditya merebahkan kepalanya di paha Nabila, lalu mengarahkan wajahnya ke perut Nabila dan menciumi perut Nabila.
" Baby Twins ayah, selamat pagi " ucap Aditya sembari mengelus - elus perut Nabila.
" Perut mu sudah mulai membesar sayang, anak kita sudah semakin besar " ucap Aditya.
" Ya Mas, rasanya aku sudah tidak sabar menunggu mereka lahir " ucap Nabila sembari mengelus - elus kepala Aditya.
" Mas maunya laki - laki atau perempuan? " tanya Nabila.
" Mas terserah aja sayang, menerima apapun yang di beri sama yang di atas, lagian Mas juga udah punya anak cowo dan cewe, jadi apapun jenis kelamin baby twins kita ini mau laki - laki atau perempuan itu tidak jadi masalah "
Nabila hanya mengulum senyum mendengar ucapan Suaminya.
" Oh ya Sayang, bukannya besok jadwal kamu kontrol? " ucap Aditya.
" Iya Mas, kita kontrol ke Rumah sakitnya malam aja ya Mas "
" Iya sayang, Mas akan menemani mu, sekalian ajak Zahira dan juga Hafidz, sudah lama juga kita tidak mengajak mereka jalan malam " ucap Aditya.
" Kalau begitu aku mau keluar dulu ya Mas, mau siapin sarapan, mau bangunin anak - anak sekalian mandiin mereka "
" Apa kau tidak lelah sayang, apa Mas perlu menyewa baby sitter untuk mengasuh Zahira dan Hafidz, Mas tidak tega melihat mu kelelahan, apalagi saat ini kau sedang mengandung " ucap Aditya.
" Tidak perlu Mas, aku bahagia melakukan ini, aku tidak merasa lelah Mas,aku tidak mau kalau menyewa baby sitter, nanti yang ada mereka akan lebih dekat dengan pengasuhnya dari pada aku Mas, Mas tau kalau aku ini wanita kuat, dulu sewaktu Hafidz masih bayi dan Zahira masih kecil, aku masih bisa mengasuh mereka seorang diri tanpa bantuan siapapun Mas, waktu itu kan aku juga sudah bercerai Mas, sembari mengasuh Zahira dan Hafidz, aku juga sembari berjualan Mas, harus bangun pagi - pagi buat bikin kue terus di titipin di warung deh " jelas Nabila dan bercerita panjang kepada Aditya.
" Mas tau sayang, istri Mas ini memang hebat, bahkan lebih hebat dari siapa pun, makanya Mas sangat mencintai istri Mas ini " ucap Aditya bangkit dari pangkuan Nabila lalu mencium sekilas bibir istrinya.
" Aku juga mencintai Mas Aditya " ucap Nabila lalu memeluk Aditya.
__ADS_1
" Aku tau kau wanita hebat sayang, aku memang tidak salah memilih dan mencintaimu, aku tau hidupmu dulu sangat menderita, mantan suami mu pasti sangat menyesal sekarang karena telah menyia-nyiakan wanita sebaik dan sehebat mu sayang, dan sekarang aku tidak akan membiarkan mu terluka dan menjalani beban berat lagi, Mas berjanji akan selalu membahagiakan mu " batin Aditya sembari mengelus - elus pucuk kepala Nabila dan sesekali mengecupnya.
" Mas udah yuk, Mas siap - siap, pakaian kerja Mas udah aku siapin, Mama pasti juga udah bangun ni Mas "
Kebetulan Mama Maya semalam tidak pulang ke Rumahnya, ia bermalam di rumah Aditya karena sudah rindu tidur bersama kedua cucunya.
" Tapi Mas mager, maunya gini aja " ucap Aditya terus memeluk Nabila.
" sayang, olahraga pagi yuk " goda Aditya.
" olahraga, Mas mau ajakin aku lari pagi gitu, masa aku hamil gini di ajakin lari pagi sih Mas " ucap Nabila masih belum mengerti.
" bukan gitu sayang, maksudnya olahraga pagi di sini, di kamar ini " ucap Aditya lagi mencoba menggoda Nabila.
" Mas ih mulai mesumnya " ucap Nabila.
" Mas pengen sayang, semalam gak cukup " ucap Aditya.
Tanpa menunggu jawaban dari Nabila, Aditya langsung menyambar bibir Nabila, Aditya memang tidak pernah puas jika bersama istrinya, Nabila selalu membuatnya candu.
" Cup "
" Cup "
Ci u man mereka semakin dalam, dan ciuman Aditya beralih ke leher jenjang istrinya.
" aahh Mas " de sah Nabila.
" Cup "
" cup "
Aditya kembali menciumi bibir candu Nabila, terus ciuman nya turun.. terus turun...
" Aditya.... Nabila..." teriak Mama di balik pintu kamar.
Aditya dan Nabila menghentikan aktifitas mereka, Nabila bergegas merapikan kancing bajunya yang sudah sedikit terbuka karena ulah Aditya.
" Issshhh Mama mengganggu saja " ucap Aditya kesal.
Nabila terkekeh melihat suaminya, lalu ia beranjak pergi dan membukakan pintu untuk Mama mertuanya itu.
**Bersambung...
Sedikit kisah manis dari Babang Aditya dan Nabila..
tetap stay tune.. selamat pagi semua..,☺
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini... 😘😘**