
Sepanjang perjalanan menuju rumah Risa, Bara tidak henti mencecar Risa dengan berbagai pertanyaan mengenai Aditya.
Risa kewalahan menjawab semua pertanyaan yang di ajukan Bara.
" Oke sudah sampai, makasih udah antarin aku ya Bar"
Risa membuka helm yang melekat di kepala nya kemudian memberikan nya kepada Bara, tetapi Bara mencoba menahan Risa untuk tidak kembali ke Rumah nya dulu karena masih ada hal yang ingin Bara tanyakan padanya.
" Risa.. tunggu dulu dong.. aku masih ada pertanyaan lagi "
" Sudah ah Bar, kamu tu tanya terus gak berhenti kayak mak - mak rempong tau gak " cibir Risa mulai kesal kemudian meninggalkan Bara.
" Risa.. Risa.. ahhh sial.. " umpat Bara sembari menepuk helm nya karena Risa meninggalkannya.
" Lebih baik aku pulang, nanti aku coba hubungi Nabila lagi, kalau dia belum pulang dari Rumah sakit, aku akan ke sana menemani nya, gak sudi aku kalau Nabila bersama lelaki itu "
Bara pun melajukan sepeda motor nya pulang menuju Rumah nya yang tidak jauh dari kediaman Risa.
Setelah selesai membeli makanan untuk Nabila, Aditya berhenti sejenak di sebuah toko mewah yang menjual berbagai macam pakaian wanita.
" Permisi Tuan, ada yang bisa saya bantu " ucap Pelayan toko.
" Saya perlu 2 pasang baju wanita yang satu baju tidur lengan panjang dan satunya lagi dress lengkap dengan hijab nya.
" Sebentar saya carikan ya Tuan "
Sembari menunggu Pelayan tadi, mata Aditya tertuju kepada perlengkapan ****** ***** dan juga Bra yang juga tersedia lengkap di toko itu.
" Sepertinya itu perlu juga " batin Aditya.
" Ini sudah Tuan, bagaimana apa Tuan suka " ucap pelayan sembari menunjukkan sepasang baju tidur lengan panjang lengkap dengan celana nya yang berwarna pink polos dan satunya lagi dress lengan panjang berwarna hitam dengan corak bunga berwarna merah, simpel namun tetap elegan di lihat, tidak lupa juga dengan hijab yang warna nya senada dengan baju yang sudah di pilih oleh pelayan tadi.
" Iya aku ambil itu, dan satu lagi dua pasang ****** ***** dan juga Bra tolong carikan " ucap Aditya yang sebenarnya mencoba menahan malu.
" Baik Tuan, oh ya untuk Bra nya ukuran Cup nya berapa ya Tuan "
Mendengar itu, wajah Aditya memerah seperti kepiting rebus karena malu dan juga bingung tidak tau ukuran Bra yang cocok untuk Nabila.
" Melihat nya saja aku tidak pernah gimana tau ukurannya " batin Aditya dimana pikiran nya mulai traveling kemana - mana.
" Tuan.. Tuan.. " ucap Pelayan membangunkan Aditya dari lamunan nya.
" Hah.. iya..ukurannya ada apa saja "
" Banyak Tuan, ada yang.. "
" Sudah stop, carikan saja untuk wanita yang berat badannya kurang lebih 50 kiloan.
" Baik Tuan, kalau di ukur dari berat badan bisa, saya carikan dulu ya "
__ADS_1
" Hmm "
Tak butuh waktu lama, pelayan toko tadi sudah selesai mencari ****** ***** dan Bra pesanan Aditya.
" Sudah semua Tuan, ada lagi "
" Sudah, bungkus saja "
" Baik "
Pelayan toko tadi memasukkan semua pesanan Aditya kedalam sebuah totebag, dan Aditya pun memberikan kartu sakti nya kepada pelayan untuk membayar semua tagihan.
" Istri Tuan pasti sangat beruntung, karena mempunyai Suami yang sangat perhatian seperti Tuan " ucap pelayan tadi.
Aditya tidak bergeming, padahal di dalam hatinya merasa senang mendengar penuturan pelayan tadi.
" Ini Tuan, Terima kasih sudah berbelanja di toko kami "
" Sama - sama " balas Aditya kemudian pergi meninggalkan toko itu.
Di rumah sakit, tampak Rona baru saja tiba ingin memeriksa data - data pasien VVIP, kebetulan Rumah sakit yang merawat Nabila adalah Rumah sakit tempat Rona bekerja,yang sebenarnya milik Aditya.
Dari deretan Nama yang tertera, ada satu nama yang menarik perhatian Rona, yaitu tertera nama Nabila Sanjaya. Rona kala itu langsung mengingat akan Nabila.
" Pasien yang bernama Nabila ini apa pasien baru "
" Iya dokter, baru saja tadi siang masuk dan langsung di pindahkan ke VVIP "
Mobil Aditya telah terparkir rapi di parkiran Rumah sakit, kemudian ia bergegas menuju ruangan Nabila di rawat dengan membawa sebuah totebag dan sebungkus makanan yang sudah ia beli.
Sesampai di kamar rawat Nabila, ternyata Nabila sudah tertidur sangat pulas, Aditya menaruh barang belanjaan nya tadi di atas meja, setelah itu mendekat ke arah Nabila.
Aditya menatap lama wajah cantik Nabila yang masih terlihat pucat, Aditya mengelus lembut kepala Nabila, masih tetap melihat wajah cantik Nabila mulai dari mata, hidung, dan berhenti di bibir Nabila yang rasanya ingin sekali Aditya mengecup nya.
Namun Aditya segera mengalihkan pandangan dan pikiran nya itu dengan mengecup lembut pucuk kepala Nabila.
" Hmm.. Hmm..Hmm.. " ucap Rona yang sudah berdiri lama di depan pintu.
Aditya terkejut mendengar suara itu dan langsung memutar badannya, dan ternyata yang ada di hadapannya sekarang berdiri seorang lelaki yang juga tampan, putih, tinggi dan tidak lupa memakai jas putih nya yang menandakan ia adalah seorang dokter.
" Cieh... cari kesempatan dalam kesempitan lo Dit " ucap Rona mengejek Aditya.
" Ketuk dulu pintu kalau masuk, gak sopan " ucap Aditya mencoba menahan rasa malu nya karena kepergok Rona diam - diam mencium Nabila.
Aditya mendudukan bokong nya ke sofa, begitu pula dengan Rona yang datang menyusulnya.
" Ngapain disini "
" Kamu lupa kalau aku dokter Dit, dan ini tempat kerja ku, aku mau periksa pasien ku lah "
__ADS_1
" Oh ya Dit, ada apa dengan Nabila "
Aditya pun mulai menceritakan semua yang terjadi di proyek sampai Nabila terbaring di ranjang Rumah sakit ini kepada Rona.
" Jadi gitu, udah coba cari tau kenapa kayu papan itu bisa jatuh Dit "
" Sudah, kata Haris tidak ada yang mencurigakan dan aku langsung suruh dia pecat orang yang sudah lalai bekerja sampai terjadi hal ini "
" Kejam banget kamu Dit, kan semua gak di sengaja, langsung pecat - pecat aja "
" Itu memang ganjaran yang harus di dapat Ron, dia harus bertanggung jawab, biar karyawan lain disana kerjanya juga hati - hati. Untung saja tidak ada cedera parah yang di alami Nabila"
" Kalau bukan Nabila, mungkin aku yang terbaring di sana Ron " ucap Aditya sembari melihat ke arah Nabila yang sedang tertidur.
" Itu tandanya dia sayang sama kamu Dit, kamu juga sayang sama dia kan, aku yakin Nabila itu terbaik untuk kamu Dit, mulai hidup baru okey "
Aditya hanya diam mendengar perkataan Rona, dan matanya masih mengarah ke Nabila, Aditya memang terkenal cuek, namun ia juga tidak sungkan bercerita sesuatu kepada sahabatnya Rona.
" Sudah.. bawa aja dia kepelaminan habis ini " ucap Rona masih mengejek Aditya.
Nabila mulai membuka kedua mata nya, ia terbangun mendengar sayu - sayup suara perbincangan antara Aditya dan juga Rona.
" Pak Aditya "
Pandangan Aditya dan Rona langsung mengarah ke Nabila dan mereka berdua bangkit dari duduknya berjalan ke arah Nabila.
" Kak Rona, Kakak kerja di sini "
" Yaps.. aku mau periksa kamu Bila "
" Apa perasaan kamu dah baikan sekarang "
" Sudah kak "
" Baguslah kalau begitu, berarti besok kamu udah boleh pulang"
" Bener Kak, alhamdulillah "
" Ya sudah kalau begitu aku mau periksa pasien lain dulu ya, besok aku kembali, oh ya mending kamu suruh pulang aja tu Adit Bil, nanti dia bisa makan kamu kalau dia lama - lama di sini " ucap Rona di balas dengan tatapan horor oleh Aditya.
Nabila hanya membalas perkataan Rona dengan senyumnya, sembari mencerna apa yang Rona katakan.
" Dit, aku pergi dulu, jangan lupa saran aku tadi oke " ucap Rona sembari keluar dari ruangan itu.
***Bersambung..
Ciehh.. Aditya beh bener - bener cari kesempatan dalam kesempitan yah..
Rona juga senang banget kayaknya ngerjain Aditya..
__ADS_1
Kalau author mah di kasih like sama vote dari kalian juga seneng banget... 😍😍***