
" Ron.. Rona bangun.. buka mata kamu, kamu kenapa sih Nak "
" Itu si Budeg Ma, budeg " ucap Rona masih memejamkan kedua matanya.
" Budeg.. siapa sih yang kamu bilang Budeg "
"Rona, buka mata kamu bicara baik - baik sama Mama " ucap Tante Zulfa sembari mencubit paha Rona.
" Aduh.. aduh sakit Ma "
" Maka nya buka mata kamu, bicara baik - baik sama Mama ada apa sih sebenarnya, kamu kayak shock gitu? "
" Ini Ma, ini si Budeg " ucap Rona menunjukkan foto Risa yang ada di ponsel Mama nya "
" Maksud kamu Risa, jadi kamu udah kenal sama Risa? "
" Iya Ma "
" Ya Allah, jadi selama ini kamu sudah kenal sama dia, alhamdulillah, berarti kalian memang berjodoh Ron " ucap Tante Zulfa girang.
Rona hanya diam saja mendengar ucapan Mama nya, ia masih bingung dengan perasaannya sendiri saat ini.
" Berarti Mama dan Papa gak usah repot - repot dong kenalin kamu sama Risa, toh kamu nya udah kenal, tapi Risa nya udah tau belum ya Ron kalau kamu sebenarnya lelaki yang bakal di jodohin sama dia? "
" Belum Ma "
" Gak masalah kalau gitu, ntar juga ketemu, kamu kenal sama dia di mana Ron, bisa kenal gitu gimana ceritanya, cerita dong sama Mama? "
" Panjang ceritanya Ma, Risa itu sahabatnya Nabila "
" Sahabatnya Nabila, kebetulan banget ya Ron, jadi gimana Ron, Risa orangnya gimana, baik kan anaknya, kamu pasti suka kan sama dia? "
" Baik sih Ma orangnya, tapi si budeg itu cerewet, bawel Ma, suka ngerjain aku lagi "
" Hahaaha... sama persis kayak kamu Ron "
" Mama kok malah ketawa "
" Ya kan sama kayak kamu, kamu juga cerewet, oh ya Ron jangan panggil Risa dengan sebutan budeg dong nak, enak banget kamu tu manggil anak gadis orang dengan sebutan budeg "
" Memang dia budeg Ma "
" Ngawur aja kamu Ron, gadis cantik kayak gitu di bilang budeg"
" Gak tau ah Ma, kalau gitu aku mau keluar bentar Ma " ucap Rona beranjak dari duduknya.
" Mau kemana Ron, Mama kan belum selesai dengar cerita kamu, lagian katanya kamu libur hari ini? "
" Rona mau menemui Aditya dulu Ma "
" Ya sudah, hati - hati di jalan, ntar pulang ke rumah aja ya gak usah ke apartemen kamu, Mama masih mau dengar cerita kamu tentang Risa "
__ADS_1
Rona tidak menjawab perkataan Mama nya, ia berlalu begitu saja dan tancap gas menuju kantor Aditya, saat ini ia perlu mendengarkan nasihat dari sahabat nya itu.
" Alhamdulillah ya Allah, akhirnya engkau sudah pertemukan terlebih dahulu anak ku dengan calonnya itu, semoga saja mereka memang berjodoh " doa Tante Zulfa, saat ini ia sangat senang karena Rona sudah mengenal Risa.
********
" Tuan " ucap Haris sembari memberikan sebuah kartu undangan kepada Aditya.
Aditya melihat undangan itu, dan di situ bertuliskan nama Lula dan Haris.
" Kau akan menikah, kenapa tidak memberitahu ku sebelumnya, aku kan bisa membantu mu menyiapkan semua nya Ris, bagaimana dengan WO dan lain sebagainya, apa sudah siap? " tanya Aditya.
" Sudah semua Tuan, maaf baru memberitahu sekarang, rencana nya kami akan menikah bulan lalu Tuan, namun karena Tuan sedang tertimpa masalah, jadi saya mengurungkan niat, saya ingin membantu Tuan menyelesaikan masalah keluarga Tuan terlebih dahulu dan setelah itu baru saya akan memberi tahu Tuan mengenai pernikahan saya dan Lula "
Hati Aditya begitu tersentuh mendengar penjelasan dari Haris, Haris memang asisten terbaik nya, Haris sudah lama sekali bekerja untuknya, semua hal selalu ia percayakan kepada Haris dan Haris selalu terlebih dahulu menyelesaikan kepentingan pribadi Aditya.
Haris juga selalu sabar meladeni Aditya, bahkan Haris tidak sungkan untuk selalu memberi nasihat kepada Aditya, apalagi di saat terpuruk nya Aditya ketika bercerai dari Ameliya dulu.
" Terima kasih banyak Ris, Terima kasih sudah selalu setia di samping ku selama ini, kau memang asisten pribadi terbaik ku "
" Sama - sama Tuan, Tuan sudah seperti keluarga saya sendiri, selama ini Tuan juga sudah memberikan saya banyak hal, dan membantu keluarga saya "
" Sama - sama Ria, itu juga sudah menjadi tanggung jawab saya " ucap Aditya lalu mereka saling berpelukan.
" Hmm.. Hmm " Rona tiba - tiba saja datang mengagetkan Aditya dan juga Haris.
Aditya dan Haris melepas pelukan mereka dan menatap Rona yang sedang berdiri di pintu.
" Aku tidak menyangka, jadi begini kelakukan kalian di kantor, Adit.. adit sudah punya istri juga, apa masih kurang, dan kamu Haris, bukannya sebentar lagi mau menikah, kenapa kalian saling berpelukan begini, aku tidak menyangka kalau kalian ternyata... ahahahahaha " tawa Rona menggema seiri ruangan.
" Saya permisi keluar Tuan " ucap Haris.
" Permisi Pak " ucap Haris lalu meninggalkan Aditya dan Rona saja di dalam.
" Hahahaha... Haris pasti salah tingkah sekarang, cuma bercanda doang Ris " ucap Rona masih tertawa.
" Berhenti tertawa nya, mau apa kau kesini? " tanya Aditya.
" Santai Dit " ucap Rona lalu menghampiri Aditya yang duduk di sofa.
" Dit, aku mau cerita sesuatu "
" cerita apa? "
" Dit, aku pernah cerita mengenai perjodohan ku waktu itu kan, apa kau tau wanita yang di jodohkan dengan ku itu siapa? "
" Ya mana ku tau "
" orangnya itu ternyata sahabat istri mu Dit "
" Maksud kamu Risa? "
__ADS_1
" Ya benar Dit, aku shock mendengarnya Dit, aku tidak menduga semua ini "
" Terus? "
" Nah itu Dit, apa yang harus aku lakukan sekarang?"
" Ya Terima saja, bukannya kau sudah kenal dengan Risa kan? "
" Tapi Dit, aku tidak mencintai nya "
" Bukan tidak tapi belum " ucap Aditya.
" Kau pasti sudah menyukai Risa kan, bukannya kau selalu suka dengan wanita mana pun "
" Gak gitu juga kali Dit " ucap Rona sembari memikirkan ucapan Aditya, mungkin saat ini ia memang belum mencintai Risa, tapi di dalam hatinya ada rasa suka kepada Risa, terlebih hanya Risa wanita yang selama ini bisa membuat jantungnya tidak karuan jika saat bersama, tidak seperti wanita lain yang banyak Rona kenal.
" Jangan kebanyakan bengong, jalani saja dulu, cinta akan datang jika terus bersama " ucap Aditya.
" Tapi Dit, menurut mu apa Risa tidak terlalu muda untukku, secara umurku sudah 30 lebih sama seperti mu, usia ku terpaut 10 tahun dengan nya Dit "
" Apa kau lupa, usiaku dengan istriku juga sama seperti mu dan Risa, terpaut jauh, tapi itu tidak menjadi ukuran Ron, buktinya istri ku jauh lebih dewasa dariku "
" Hmm.. kau membuat ku bimbang Dit "
" Kenapa jadi aku yang buat kamu bingung, aneh "
" Terima saja Ron, aku yakin Risa itu jodohmu, dia itu sahabat istirku, pasti dia juga baik sama seperti istriku, buka hatimu untuknya dan buat dia jatuh cinta padamu, percaya padaku Ron"
Rona hanya diam mendengar nasihat dari Aditya, Rona mencoba merenungkan apa yang di ucapkan sahabatnya itu.
" Kalau kau sudah memantapkan hati mu untuk Risa, jangan lupa putusin dulu tu wanita - wanita kamu yang banyak di luar sana "
" Wanita mana maksud mu Dit? "
" Ya wanita dekat kamu, emangnya aku gak tau? "
Rona hanya cengar cengir mendengar ucapan Aditya, selama ini teman wanita Rona memang banyak, tapi hanya sebatas teman jalan saja, tidak sampai ke hubungan yang serius atau sampai ke ranjang, Rona juga bukan laki - laki yang sembarangan.
" Sudah pergi sana, aku masih sibuk " ucap Aditya.
" Ngusir terus " ucap Rona lalu beranjak dari duduknya.
" Kalau gitu aku balik Dit, makasih sarannya "
" Hmm " jawab Aditya.
Rona pun kembali pulang ke apartemennya, ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang, memejamkan kedua matanya lalu mulai memikirkan nasihat dari Aditya dan juga beberapa nasihat yang Mama nya berikan.
**Bersambung..
Rona lagi galau ni readers.. 😅
__ADS_1
Menurut kalian Rona bakalan mantapkan hatinya buat Risa gak ya.. 😊
jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini 😘**