Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 78


__ADS_3

Pagi harinya Aditya dan Nabila kembali menjelajahi pulau Maratua, mulai dari bersepeda bersama, menikmati makanan dan jajanan khas pulau Maratua, dan juga melakukan aktivitas berenang dan menyelam.


Nabila dan Aditya sangat menikmati aktivitas menyelam mereka, pulau Maratua memang memiliki surga yang terletak di bawah laut, pemandangan yang indah juga tak kalah takjub di bawah sana.


Dan keesokan harinya Aditya dan Nabila harus kembali ke Jakarta, di Maratua Nabila menyempatkan membeli begitu banyak cinderamata, dan sampai begitu sampai di Balikpapan, Nabila juga menyempatkan diri untuk singgah di toko yang menjual oleh-oleh Khas Balikpapan.


Oleh-oleh yang di beli oleh Nabila dan Aditya begitu banyak, karena ini permintaan dari Nabila sendiri, ia ingin membagikan oleh-oleh ini ke para tetangga, keluarga, beberapa karyawan Aditya di kantor dan juga pembantu-pembantu mereka di Rumah.


Aditya dan Nabila sampai di Jakarta malam hari, mereka memutuskan untuk menginap di Rumah mereka dahulu, dan kemudian esok harinya pergi ke Rumah Mama Maya untuk menjemput Sumi, Zahira, dan juga Hafidz.


" Mas, hari ini sudah langsung masuk kantor, emangnya Mas gak cape " ujar Nabila begitu melihat Aditya yang datang menghampiri nya di ruang makan.


" InsyaAllah gak cape lagi sayang, Mas kasian sama Haris, pasti kerjaan numpuk sekarang di kantor"


" Ntar sore baru kita ke jemput anak-anak ya "


" Biar anak-anak aku aja yang jemput Mas, Mas kerja aja sekalian ntar mau bawain Mama oleh-oleh "


" Assalamu'alaikum " sapa Mama Maya dan Sumi bersamaan.


" Bunda.. Ayah.. " teriak Zahira dan Hafid begitu melihat Nabila dan Aditya, mereka langsung memeluk ayah dan bundanya itu.


" Anak bunda, bunda kangen " ucap Nabila menyambut hangat pelukan Zahira dan Hafidz.


Hafidz dan Zahira bergantian memeluk Nabila dan juga Aditya.


" Anak ganteng dan cantik Ayah, ayah kangen sama kalian " ucap Aditya sembar membalas pelukan dari kedua anaknya.


" kami juga kangen Yah, ayah sama bunda lama betul ninggalin kami " ucap Zahira.


" Iya, Hafidz tangen tau sama Ayah " ucap Hafidz yang masih belum fasih berbicara.


Semua yang ada di sana tertawa melihat Hafidz berbicara, Hafidz memang selalu memberi hal - hal kecil yang bisa membuat semua orang tertawa.


" Apa kabar mu sayang, apa kalian Happy? " tanya Mama Maya bergantian memeluk Nabila dan juga Aditya, di susul Sumi yang juga memeluk Nabila.


" Alhamdulillah Ma, Terima kasih banyak ya Ma, Mama udah hadiahin bulan madu yang indah buat Nabila sama Mas Aditya "


" Terima kasih kembali sayang, Mama juga senang liat kalian bahagia "


" Oh ya Ma, padahal rencananya Nabila baru aja mau jemput anak-anak, eh ternyata udah datang duluan "


" Hehehehe.. Mama telpon Bi Inah semalam, katanya kalian udah di Rumah, makanya Pagi ini Mama langsung kerumah"


" Maaf ya Ma, Aditya sama Nabila gak langsung ke Rumah Mama, soalnya kami kelelahan Ma, jadi mau istirahat dulu di Rumah terus rencananya baru hari ini jemput anak -anak " ucap Aditya.


" Its okey Dit, oh ya kamu langsung mau kerja " ucap Mama Maya melihat Aditya yang sudah tampak keren dengan kemeja putih dan jas hitamnya.


" Kamu ni Dit, baru juga nyampe udah mau kerja aja"


" Kerjaan Aditya udah numpuk Ma, kasian Haris, ya udah Aditya berangkat ya "


" Biar aku antar ke depan Mas "

__ADS_1


" Gak usah sayang " ucap Aditya kemudian mencium pucuk kepala Nabila, Nabila menyambut tangan Aditya dan mencium punggung tangan Suaminya itu.


Mama Maya begitu tersentuh melihat betapa Nabila sangat hormat kepada Aditya.


" Anak - anak kesayangan Ayah, Ayah berangkat kerja dulu ya " ucap Aditya sembari mencium pucuk kepala Zahira dan Hafidz secara bergantian.


" Adit berangkat ya Ma" ucap Aditya mencium punggung tangan Mama nya.


" Iya sayang hati - hati "


Aditya berangkat kerja bersama dengan Haris yang sudah siap menunggu nya di Teras Rumah.


" Bagaimana bulan madu mu sayang, apa menyenangkan? " tanya Mama Maya.


" Apa Aditya terus saja memakan mu? "


" Mama iih.. Nabila jadi malu Ma dengarnya " ucap Nabila dengan wajah yang merona.


" Hahahaha... Mama bercanda sayang "


" Oh ya Ma, tunggu sebentar ya, Nabila bawa oleh-oleh buat Mama" ucap Nabila kemudian berlari menuju dapur untuk mengambil oleh-oleh yang sudah ia siapkan untuk Mama Maya.


" Ini Ma, yang ini buat Mama, yang satunya ini buat Salsa "


" Terus yang satu lagi ini buat siapa Nak " ucap Mama Maya melihat satu bungkusan lagi.


" Oh yang ini Mama bawa aja, ntar buat Mama bagikan ke pembantu Mama di rumah, atau buat tetangga Mama juga boleh, sengaja Nabila lebihkan Ma"


" Aduh Nabila, kamu ini memang baik banget, selain sayang keluarga, kamu juga peduli sekali sama orang lain Nak "


Di kantor, Aditya langsung di sibukkan dengan begitu banyak berkas yang harus ia tanda tangani. Sedangkan Haris juga sibuk berkutat dengan laptopnya.


" Tuan, beberapa hari yang lalu Pak Anton datang ke kantor mencari Tuan "


" Pak Anton, bukannya itu Papa nya Nana, wanita penjahat itu " ucap Aditya.


" Benar Tuan, sepertinya ia sekarang mengalami kebangkrutan setelah semua investor kepercayaannya sudah kita ambil alih untuk bekerja sama dengan perusahaan kita Tuan"


" Berarti rencana kita berhasil Ris "


" Benar Tuan, dan sepertinya ia ingin membahas akan hal itu "


" Biarkan saja, itu memang pantas mereka dapatkan "


Tok.. Tok.. Tok..


" Permisi Pak, ada Pak Anton yang ingin bertemu dengan Bapak " ucap Lula.


" Baru saja di bicarakan " batin Aditya.


" Suruh dia masuk "


" Silahkan masuk Pak " ucap Lula kepada Pak Anton.

__ADS_1


Pak Anton atau Papa nya Nana, masuk kedalam dengan wajah yang terlihat emosi, sedangkan Aditya hanya memasang wajah datarnya begitu melihat kedatangan Papa nya Nana.


" Aditya, apa maksud mu merebut semua investor kepercayaan ku, selama ini aku tidak pernah membuat kesalahan apapun padamu, meski perjodohan mu dengan Nana kau tolak sebelumnya,aku tidak pernah marah kepadamu,tapi kenapa kau melakukan ini semua,dan sekarang aku hampir mengalami kebangkrutan karena ulah mu " ucap Papa Nana meluapkan semua isi hatinya.


" Anda ingin tau kenapa saya melakukan ini "


" Ini semua karena ulah Anak ANDA " teriak Aditya sembari mengepalkan kedua tangannya di atas meja, dan alhasil membuat Papa Nana dan Haris terkejut melihat Aditya yang sedang marah.


Aditya tidak dapat menahan emosinya, apalagi mengingat jika Nana menyakit istrinya yang sangat ia cintai.


" Anak ku, mak...mak.. sud kamu Nana " ucap Pak Anton.


" Apa salah dia Dit "


" Anak mu sudah menyakiti istriku, dia sudah berani menampar wajah istriku, bahkan menendangnya, dan mendorongnya hingga terjatuh ke lantai "


" APAAA!! "


" Ti.. ti.. dak mungkin Dit, Nana tidak mungkin melakukan hal itu"


" Haris, tunjukkan video itu kepada nya "


Haris mencari video rekaman CCTV yang berisi rekaman Lula sedang bermesraan dengan laki-laki yang berbeda dan juga di tempat berbeda, bahkan ada juga adegan yang sedikit tidak senonoh Nana dengan laki - laki,yang terlihat jelas di video itu.


Haris langsung menunjukkan nya kepada Pak Anton.


Tubuh Pak Anton terasa di sambar petir, hati nya hancur melihat kelakuan Nana, dan tanpa di sadari air matanya turun begitu saja melihat rekaman CCTV itu.


" Apa kau sudah lihat kelakuan anakmu "


" aku bisa saja menyebarkan video ini ke semua orang, agar semua orang tau jika Pak Anton, seorang pengusaha ternama mempunyai seorang anak yang memilki kelakuan yang tidak terpuji seperti itu"


Papa Nana hanya terdiam mendengar penjelasan Aditya, ia tidak bisa berkata-kata lagi.


" Tapi itu tidak aku lakukan, karena menurut ku dengan mengambil semua investor kepercayaanmu saja sudah cukup untuk menghukum kalian semua"


" Aku minta maaf Aditya, sungguh aku tidak tau semua ini, aku mohon maafkan kelakuan Nana "


" Pulanglah, sudah terlambat untuk itu semua "


" Sekali lagi aku minta maaf atas kelakuan Nana " ucap Pak Anton kemudian pergi dari ruangan Aditya.


Pak Anton sudah tidak tau harus berbuat apa, ia juga merasa malu jika harus memohon kembali perusahaan nya dan meminta kembali investor-investor kepercayaannya kepada Aditya, ia begitu malu akan kelakuan anak kesayangannya itu


" Ck... membuat emosi saja mereka " batin Aditya.


Pak Anton pun kembali ke Rumahnya, berniat untuk menemui Nana dan meminta Nana untuk segera meminta maaf kepada Aditya dan juga Nabila.


**Bersambung...


Bulan Madu Nana dan Nabila udah usai ya gaes..


Saatnya hukuman untuk Nana... ☺☺

__ADS_1


tetap stay tune.. jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini.. 😘**


__ADS_2