
Alex mengajak Sumi jalan hanya sekitaran kampung saja, awalnya Sumi agak sedikit canggung bersama Alex, namun lama - kelamaan Sumi merasa nyaman dan nyambung jika berbincang dengan Alex.
Setelah sampai di Rumah dan juga membersihkan diri, Nabila meljhat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 malam.
Sebelum Tante Yuni pamit pulang, Tante Yuni sudah memberitahukan kepada Nabila jika Sumi sedang keluar bersama Alex dan kebetulan juga Nabila pulang kerja hari ini lebih cepat dari biasanya.
" Sudah jam 10,Sumi kenapa belum pulang ya, udah ponselnya gak di bawa, mau telpon Alex juga gak punya nomor teleponnya" ucap Nabila yang mengkhawatirkan Sumi.
Nabila nampak mondar - mandir di depan pintu Rumahnya, sedangkan Hafidz dan Zahira sudah tertidur pulas di dalam kamar.
Karena khawatir Nabila mencoba menghubungi Aditya, namun Aditya tak kunjung mengangkat telepon darinya karena saat ini Aditya berada di ruang kerjanya bersama Haris di Rumah, membahas sesuatu hal yang penting.
" Mas Adit juga kemana lagi, udah tidur apa ya jam segini" ucap Nabila.
Saat ini Sumi dan Alex sedang berjalan kaki berdua menuju kediaman Nabila, sepanjang perjalanan itu di isi oleh perbincangan - perbincangan hangat di antara mereka.
Sumi sangat antusias bercerita mengenai kehidupan nya mulai dari ia ditinggal meninggal oleh kedua orang tua nya sampai akhirnya Nabila mengajak nya untuk tinggal bersama.
" Mas Alex tau gak, Mba Nabila itu pokoknya orangnya kuat banget Mas, pekerja keras dan juga penyayang, Mba Nabila itu udah anggap aku kayak adeknya sendiri Mas, dan aku juga sebaliknya udah anggap Mba Nabila itu kayak kakak kandung aku sendiri"
" Sebenarnya aku punya kakak Mas, tapi kata ibu sama Bapak udah meninggal sejak aku masih kecil"
" Kakak.. apa jangan-jangan yang di maksud Sumi itu Kanya, tapi kayaknya gak mungkin, mungkin saja cuma kebetulan sama " batin Alex.
" Hmmm terus Mba Nabila sekarang dimana Mi, kayaknya sejak aku datang, aku gak ada ngeliat Mba Nabila"
" Oh.. itu karena Mba Nabila sekarang lagi kerja Mas, sekarang Mba Nabila lagi kerja sampingan Mas"
" Kerja Sampingan, kira - kira Tuan Aditya tau gak masalah ini" batin Alex.
" Emangnya Mba Nabila kerja dimana Sumi "
" Oh itu kerja di Restaurant Mas, nama Restaurant nya itu.. "
Tiba - tiba ucapan Sumi berhenti ketika mereka sudah sampai di Rumah dan melihat Nabila sedang menunggunya.
" Mba Nabila, ayo Mas cepatan jalannya" ucap Sumi melajukan langkahnya menuju Rumah.
" Assalamu'alaikum Mba"
" Wa'alaikumussalam, Mba nungguin kalian dari tadi"
__ADS_1
" Maaf Mba kami baru datang, soalnya tadi saya sudah suruh Sumi untuk naik motor aja keliling kampung, tapi Sumi nya mau jalan kaki, makanya lama baru sampai Rumah" ucap Alex menjelaskan.
" Iya gak pa-pa Lex, Mba cuma khwatir aja karena sudah malam, lain kali kalau mau ajak Sumi jalan agak sorean jadi pulangnya gak terlalu larut malam" ucap Nabila.
" Maunya saya begitu Mba, tapi nunggu kedai tutup baru saya ajak Sumi keluar Mba"
" Kalau sekali-kali gak pa-pa kok Mi, tutup aja dulu kedainya"
" Iya Mba, tapi ini yang terakhir kok Mba, Sumi gak akan jalan lagi, soalnya tadi Mas Alex yang maksa, kalau Sumi nya sih gak mau Mba"
" Haha.. haha.. benar itu Lex?? "
" Iya benar Mba, dan kemungkinan saya akan sering mengunjungi dan mengajak Sumi jalan, bahkan mungkin sebentar lagi akan mengajak dia ke pelaminan " ucap Alex berterus terang.
Kedua pipi Sumi memerah mendengar ucapan Alex yang blak - blakan dan tidak malu mengatakan itu di depan Nabila.
" Ha.. ha.. Ha.. tu Mi dengar, udah ada yang siap tu untuk ngajak kamu ke pelaminan" ucap Nabila meledek Sumi.
" Mba iih kok malah ngeledek " ucap Sumi.
" Kalau begitu saya pamit ya Sumi, Mba Nabila, Assalamu'alaikum "
" Waalaikumsalam " ucap Sumi dan Nabila berbarengan.
Nabila masih saja tertawa melihat tingkah Sumi, dan saat itu ponsel Nabila berbunyi karena Aditya menghubungi nya kembali.
" Assalamu'alaikum Mas"
" Waalaikumsalam, ada apa menelpon Bila, maaf Mas tadi sedang di Ruang kerja, ponsel Mas tinggal di kamar"
" Ya sudah gak pa-pa Mas, tadi aku cuma minta tolong Mas untuk menghubungi Alex, Mas tau gak kalau Alex tadi ke Rumah aku ngajakin Sumi jalan Mas"
" Oh itu, Mas tau kok"
" Mas sudah tau, tau dari mana?? "
" Alex sudah minta ijin sama Mas kalau dia mau ke Rumah kamu"
" Hmm.. jadi gitu.. oh ya Mas, kayaknya Alex suka deh sama Sumi, malah tadi bilang mau ngajak ke pelaminan, Alex tu orangnya terus terang banget ya Mas, gak pake lama pokoknya.. hahaha.. "ucap Nabila tertawa.
" oh ya Mas, Alex itu orangnya gimana, baik kan, penyayang juga kan Mas, aku sih setuju aja kalau Sumi sama Alex Mas, yang penting Alex bener - bener serius dan gak main-main sama Sumi"
__ADS_1
" Kamu tenang aja, Alex itu sudah Mas anggap kayak adek Mas sendiri, dia pasti bisa membahagikan Sumi"
" Ya syukurlah Mas, aku senang dengarnya"
"Kalau kamu Mas ajak ke pelaminan mau??"
" Hah.. apa Mas.. ulangi lagi " tanya Nabila pura-pura tidak mendengar.
" Emang siaran TV bisa di ulang, ya sudah tidur sana udah malam ni" ucap Aditya.
" Mas ni nyebelin.. ya sudah aku tidur dulu.. selamat malam Mas"
" Hmm selamat malam" ucap Aditya mengakhiri sambungan teleponnya.
" Belum saatnya ya Nabila, sebentar lagi, aku akan langsung membawa mu ke pelaminan " batin Aditya.
Setelah menelpon Nabila, Aditya kembali lagi ke Ruang kerjanya dimana Haris masih setia menunggunya di sana.
" Tuan, apa Tuan sudah yakin akan bekerja sama dengan perusahaan Mega Group, dan sekarang perusahaan itu sudah di pimpin oleh Pak Bima anak dari Pak Brata sendiri Tuan"
" Aku yakin Ris, ini aku lakukan agar kita bisa mengetahui dalang dari semua ini, aku yakin cabang perusahaan di Jepang yang sekarang mulai goyah ada sangkut paut dari perusahaan mereka"
" Maksud Tuan?? "
" Aku rasa ada seseorang yang sengaja ingin menjatuhkan perusahaan kita, terutama di Jepang, dan pasti ada mata-mata yang mereka kirim di perusahaan kita"
" Siapkan penerbangan ke Jepang Ris, dua hari lagi kita kesana untuk langsung terjun menangani dan mencari mata - mata itu"
" Baik Tuan" ucap Haris kemudian pergi dari Rumah Aditya.
Sesampai di Rumah, Alex melemparkan jaket miliknya ke sembarang arah kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Alex sangat bahagia karena bisa bertemu lagi dengan Sumi bahkan dengan jarak dekat walaupun dengan waktu yang tidak lama.
" Astaga aku lupa " ucap Alex kemudian beranjak mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
" Hallo Nyonya, saya sudah mendapat informasi tentang Nabila seperti yang Nyonya pinta"
" Bagus, kalau begitu besok kamu segera ke Rumah "
" Baik Nyonya" ucap Alex mengakhiri sambungan telpon ya kemudian beranjak ke Kamar Mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
***Bersambung..
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini ya teman - teman 😍***