Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 74


__ADS_3

Haris datang membawa dua lembar tiket pesawat dan memberikannya kepada Aditya. Aditya meng geleng-geleng kan kepalanya melihat tiket pesawat yang bertuliskan tujuan menuju balikpapan kalimantan Timur.


" Mama akan membawa kami kemana Ris"


" Nyonya ingin Tuan berbulan madu di pulau Maratua, dari jakarta Tuan menuju ke Balikpapan, setelah itu transit menuju Bandara kalimarau Berau Tuan "


" Apa perjalanan ke sana jauh Ris? "


Haris mencoba berpikir, ia bingung harus menjawab apa kepada Aditya, karena ia belum pernah ke sana sama seperti Aditya.


" Hmm.. maaf Tuan saya juga kurang tau "


Aditya menghela nafas panjang mendengar ucapan Haris, ia tidak mengerti mengapa Mama nya memilih tempat itu menjadi bulan madu mereka, Aditya saja tidak pernah kesana.


" Baiklah Ris, kau tunggu saja di bawah "


"Baik Tuan "


Aditya duduk di sofa, ia merogoh ponselnya dan mencoba mencari tau mengenai pulau Maratua.


" Menarik juga tempatnya " ucap Aditya.


" Tapi perjalanannya lumayan jauh dan di pelosok " batin Aditya.


Aditya mencari kontak Mama nya di ponsel, mencoba untuk menghubungi Mama nya itu.


" Assalamu'alaikum Ma"


" Waalaikumsalam Nak, ada apa sayang? "


" Mama, tidak bisa kah mencari tempat lain untuk bulan Madu kami Ma, tempatnya sangat jauh dan juga harus naik beberepa kali kendaraan untuk menuju ke sana Ma"


" Masih banyak tempat kan Ma, bahkan kami bisa berbulan madu ke luar negeri kalau perlu, walaupun jauh, tapi tidak terlalu di pelosok gini Ma " cecar Aditya kepada Mamanya.


" Adit, Mama juga tau tempat itu jauh nak, tapi tempat itu adalah salah satu tempat yang ingin sekali Nabila kunjungi Nak, Mama waktu itu tanya sama Sumi, kata Sumi itu adalah tempat yang sangat diimpikan oleh Nabila"


" Jadi menurut Mama, tidak ada salahnya kan kalau kamu mewujudkan impian Nabila"


Mendengar tempat bulan madu mereka itu adalah impian istrinya, Aditya tidak jadi marah kepada Mamanya.


" Jadi begitu Ma, baiklah Ma, Aditya akan mewujudkan impian Nabila"


" Gitu dong, itu baru anaknya Mama" ucap Mama Maya semringah.


" Tempat itu memang cukup jauh Nak, tapi setahu Mama tempat itu juga menjadi pusat wisatawan terutama untuk pasangan yang baru menikah"


" bersusah - susah dahulu, bersenang-senang kemudian, oke Nak"


" Oke Ma "


" Baiklah, hati - hati di jalan ya sayang" ucap Mama Maya mengakhiri teleponnya.

__ADS_1


" Dari siapa Mas? " tanya Nabila begitu keluar dari kamar mandi dan duduk di samping Aditya.


" Dari Mama, sayang "


Nabila melirik tiket yang berada di atas meja sofa dan meraihnya. Wajah Nabila tersenyum melihat tiket yang tujuannya ke Balikpapan kalimantan Timur itu. Ia teringat jika di sana ada pulau Maratua yang selama ini ingin ia kunjungi.


" ini tiket dari Mama ya Mas,kita bakalan ke kalimantan Mas? " tanya Nabila semringah.


" Iya "


" Hmm... apa kita akan ke suatu tempat Mas, ke sebuah pulau terpencil gitu, kan banyak di sana Mas, terutama.. "


" Kita gak akan jauh - jauh kesana, kita hanya berbulan madu di balikpapan, mengeksplore pantai - pantai indah di sana" ucap Aditya memotong pembicaraan Nabila.


Nabila cemberut mendengar ucapan Aditya, bayangan mengenai pulau Maratua pun hilang, apa yang ia kira ternyata salah.


"Kenapa cemberut, kamu gak suka ke sana, ini permintaan Mama lo sayang " ucap Aditya menahan tawanya melihat wajah Nabila yang cemberut, ia sengaja tidak memberitahukan tujuan utama mereka kesana, ia ingin memberi kejutan kepada Nabila.


" Ehh.. gak kok Mas, aku senang kok kesana " ucap Nabila sembari tersenyum.


" aku mau pakai baju dulu ya Mas " ucap Nabila beranjak dari sofa.


" Mas Aditya... " teriak Nabila begitu Aditya menariknya duduk di pangkuan suaminya itu.


Nabila merangkulkan kedua tangannya di leher Nabila, Aditya menghirup dalam aroma wangi dari tubuh istrinya itu.


" Ada apa lagi Mas, apa tadi belum cukup " ucap Nabila manja kepada suaminya.


" Emmhhh... Sshhtt... " desah keduanya.


Tok... Tok... Tok.. pintu kamar tiba-tiba di ketuk oleh Haris dari luar, dan alhasil membuat Nabila dan Aditya menghentikan aktivitas mereka.


" Siapa? " tanya Aditya.


" Maaf Tuan, saya hanya mengingatkan bahwa kita harus segera ke bandara "


" Hmmm " ucap Aditya.


" Dasar Haris mengganggu saja " ucap Aditya.


Nabila tersenyum kemudian kembali mencium bibir Suaminya itu, tidak lama kemudian beranjak dari pangkuan Aditya.


" Sayang mau kemana, kan belum selesai "


" Mau pake baju Mas, Mas gak denger Haris bilang apa tadi, ntar kita terlambat Mas"


" Akkkh sial.. " umpat Aditya dalam hati.


" Oh ya Mas, baju kita kan banyak di rumah, kita mau bawa apa ke sana Mas, atau kita pulang sebentar Mas ke rumah? "


Aditya melirik jam di pergelangan tangannya, masih ada waktu sekitar 1 jam lagi, tapi mereka tidak akan tepat waktu ke bandara kalau harus kembali ke Rumah dulu.

__ADS_1


" Waktu kita mepet sayang,gak sempat kalau harus pulang, nanti kita singgah aja dulu ke toko, beli baju buat kamu sama Mas juga "


" Nanti sampai di balikpapan kita juga bisa beli di sana "


" Gak sempat sayang, soalnya kita langsung transit " ucap Aditya hampir keceplosan.


" apa Mas, transit "


" Eh.. itu.. bukan.. maksud Mas, cari di sini aja biar di sana gak repot lagi "


" Ohh.. oke "


Setelah bersiap dan juga menyempatkan sarapan sebentar, Aditya dan Nabila turun ke bawah untuk menemui Haris.


Di perjalanan menuju bandara, mereka menyempatkan untuk singgah ke toko baju untuk membeli perlengkapan mereka di sana nanti.


Begitu sampai di bandara, Nabila tampak gugup, karena ini penerbangan pertamanya, ia tidak pernah naik pesawat sebelumnya.


" Kamu kenapa sayang " ucap Aditya melihat wajah Nabila tampak berkeringat dan sedikit pucat.


" Hmm.. aku takut Mas, soalnya ini penerbangan pertama ku " bisik Nabila di telinga Aditya.


Aditya tersenyum mendengar ucapan Nabila, ia tidak menyangka jika istrinya ini tidak pernah naik pesawat sebelumnya.


" Tenang ya sayang, gak seburuk yang kamu bayangkan " ucap Aditya sembari menggenggam jemari tangan Nabila.


" Iya Mas "


Begitu panggilan terdengar, Nabila dan Aditya beranjak dari duduk mereka menuju area pemeriksaan dan siap naik ke pesawat.


Mereka terus bergandengan tangan sepanjang jalan menuju pesawat hingga masuk ke dalamnya, Aditya sengaja menyuruh Nabila untuk duduk dekat jendela, agar Nabila bisa melihat pemandangan luar pesawat.


Nabila memejamkan kedua matanya dan menggenggam erat jemari tangan Aditya, tidak lupa ia mengucapkan doa begitu pesawat lepas landas.


Setelah pesawat lepas landas dan seimbang, perlahan Nabila membuka kedua matanya, melihat ke arah Aditya yang melempar senyuman manis kepadanya.


Kemudian Nabila beralih ke arah jendela pesawat dan melihat pemandangan luar yang menawan, terlihat rumah-rumah yang tampak kecil dari kejauhan, dan Nabila bisa melihat awan - awan putih dan besar yang terlihat terang di sinari panas matahari yang begitu terik.


" Benar kan sayang, tidak seburuk yang kamu pikirkan " bisik Aditya di telinga Nabila kemudian mencium pipi Nabila.


" Iya Mas, pemandangan nya indah " ucap Nabila masih mengagumi pemandangan luar pesawat dari balik jendela.


Perjalanan yang cukup lama membuat Nabila mengantuk, belum lagi semalam ia hanya tidur sebentar saja karena harus melayani suaminya.


Nabila bersandar di bahu suaminya, Aditya mengelus lembut pipi Nabila hingga membuat istrinya itu tertidur.


" Tidurlah sayang, perjalanan kita masih panjang, dan masih banyak hal yang akan membuat mu takjub dan bahagia setelah ini " ucap Aditya sembari mengecup lembut pucuk kepala Nabila dan tak lama ia pun ikut tertidur dengan jemari tangannya yang tak lepas menggenggam jemari tangan istrinya.


***Bersambung...


Tetap stay tune ya teman-teman.. 🤗

__ADS_1


jangan lupa like, vote, dan singgah di kolom komentar... 😍😍***


__ADS_2