
Selesai makan, Aditya dan Nabila kembali ke kamar mereka, namun sebelum itu Aditya dan Nabila menyempatkan untuk melihat keadaan Zahira dan Hafidz yang sudah tertidur pulas di ranjang mereka masing - masing.
Zahira tidur dengan posisi rapi, sedangkan Hafidz posisi tidurnya sudah miring kesana kemari dengan dot yang masih terpasang di mulutnya, melihat itu membuat Aditya dan Nabila sedikit tertawa dengan tingkah hafidz.
Sesampai di kamar, Aditya memilih untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu, karena gerah dengan keringat yang menempel di badannya.
Sedangkan Nabila, sudah siap dengan pakaian dinasnya, sebuah lingerie berwarna merah yang sangat transparan dengan bagian dada yang terbuka sehingga tampak jelas menonjolkan kedua bukit kembarnya itu.
Begitu keluar dari kamar Mandi, Aditya di suguhkan dengan pemandangan indah yang berada di depan matanya sekarang, dimana nampak Nabila sedang berdiri di tepi ranjang dengan lingerie sexy, dan rambut yang tergerai indah, semakin membuat Nabila terlihat sexy dan juga cantik.
Aditya menelan ludah melihat kemolekan tubuh istrinya itu, dan segera menghampiri dan memeluk Nabila.
" Kamu sengaja menggoda ku ya" ucap Aditya.
" Menurut Mas" ucap Nabila sembari tersenyum manja kepada Suaminya.
" Jangan salahkan Mas kalau kamu gak bisa tidur malam ini" ucap Aditya kemudian mulai mencium lembut bibir Nabila.
Aditya mulai mencium lembut bibir Nabila, perlahan - lahan, dan semakin dalam, Nabila pun juga dengan lincah nya membalas ciuman Aditya, lama - kelamaan Ciuman mereka semakin panas dan br**tal, Aditya mel*mat habis bibir Nabila, memasukkan lidahnya kedalam rongga mulut Nabila dan mengabsen semua yang ada didalamnya.
Nabila pun tak tinggal diam, ia juga membalas ciuman Aditya dengan rakusnya dan lidah mereka pun saling bertautan.
Aditya beralih ke leher jenjang istrinya, memberi sedikit gigitan kecil dan tanda kepemilikannya di sana sembari tangan Aditya yang tak hentinya bergerilya di bawah sana.
Semakin turun, kini ciuman Aditya beralih ke bukit kembar Nabila, tinggal menyingkirkan tali lingerie yang masih menyangkut di bahu istrinya itu membuat lingerie Nabila melorot kebawah dan kini Nabila tidak memakai sehelai kain pun dan juga tampaklah bukit kembar Nabila yang indah dan menjenjang kencang.
Aditya mulai melahap rakus bukit kembar Nabila yang terlihat mengencang itu, mulai dari yang sebelah kanan, kemudian beralih ke sebalah kiri, dan tak lupa Aditya meninggalkan jejak kepemilikannya di sana.
Nabila seakan di buat melayang oleh Aditya, Nabila tidak berhenti mendesah ketika Aditya kini mengalihkan ciumannya semakin kebawah ke area sensitifnya, kini mereka masih dalam posisi berdiri, Nabila meramat kepala Aditya seakan memberi tanda agar Aditya semakin memperdalam ciumannya.
Aditya kembali berdiri kemudian membaringkan istrinya di atas ranjang, Nabila masih setengah sadar karena kecupan yang di beri Aditya di bawah sana.
__ADS_1
Aditya kembali melanjutkan aksinya, mencium di bawah sana dengan kedua tangan yang berada di bukit kembar istrinya.
" Mas.. akuu sudah gak tahan Mas.. "
Melihat istrinya yang sudah mencapai kl"maks, Aditya melepas handuk yang menutupi juniornya, Nabila terperangah melihat kejantanan Suami nya yang sudah terlihat menegang dan wajahnya memerah melihat tubuh polos dan juga kekar suaminya.
Aditya kembali mencium bibir Nabila dengan rakusnya, dan Nabila pun tak kalah rakus membalas ciuman suaminya, dan perlahan Aditya mencoba memasukkan juniornya kedalam lembah lembab milik Nabila, Nabila terpekik merasakan sakit ketika Aditya mencoba memasukkan juniornya itu.
Aditya tampak kesusahan memasukkan juniornya karena punya Nabila sangat sempit, walaupun ini bukan yang pertama buat Nabila, Nabila selalu rajin menjaga tubuhnya, perawatan tubuh pun tak pernah absen Nabila lakukan, dan juga mungkin karena sudah terlalu lama, sehingga kepemilikan Nabila masih sangat terasa sempit seperti masih perawan.
Dengan tiga kali hentakan, akhirnya Aditya berhasil memasukkan juniornya kedalam lembah lembab Nabila, Nabila terpekik dan meremat sprei dengan kedua tangannya, melihat Nabila yang tampak kesakitan, Aditya segera membungkam bibir Nabila seraya meringankan sedikit rasa sakit yang di alami Nabila ketika juniornya Aditya berhasil masuk di bawah sana.
Setelah Nabila merasa tenang, Aditya memulai memompa perlahan miliknya kemudian semakin lama semakin cepat, membuat Nabila semakin mendesah kuat.
" Akhh... Mas.. aku..akhh... "
Deru nafas keduanya semakin cepat, keringat mulai turun membasahi tubuh keduanya, Aditya semakin cepat memompa tubuh Nabila, entah sudah keberapa kalinya Nabila mencapai kl*maksnya, namun Aditya masih belum juga mencapai kl"maksnya dan belum berhenti mengguncang tubuh istrinya itu dengan berbagai macam gaya, sekitar 4 jam lamanya mereka saling bermadu kasih hingga akhirnya Aditya menggeram dan mendesah kuat.
Akhirnya Aditya mencapai kenikmatan nya, menyemburkan cairan hangat kedalam rahim Nabila, dan kemudian ambruk di samping tubuh Nabila.
" Terima kasih sayang, aku mencintaimu" ucap Aditya sembari mengecup lembut pipi Nabila.
" aku juga mencintai mu Mas" ucap Nabila melihat wajah puas dari suaminya, ia merasa senang bisa membuat Aditya merasa puas dengannya.
Sebenarnya Aditya masih ingin melakukan percintaannya, namun ia urungkan karena Nabila terlihat kelelahan, dan akhirnya memeluk Nabila dari belakang dan mereka pun tertidur.
Pukul 5 subuh jam alarm di ponsel Aditya terus berdering membuat Nabila terbangun dari tidurnya, perlahan Nabila membuka kedua matanya, dan tersenyum ketika melihat wajah tampan suaminya yang sekarang berada di depannya, ia mencoba mengingat kejadian semalam dan merasa begitu sangat bahagia karena bisa menjadi seutuhnya istri dari Aditya Prakasa Jaya.
Nabila perlahan mencoba melepas pelukan suaminya, dan ingin segera ke kamar mandi, Nabila sedikit meringis karena sakit di **** *************, Nabila kembali teringat betapa Aditya begitu ganas menghujam dirinya.
Nabila berjalan pelan, ia tidak sadar jika Aditya terbangun dan langsung menggendongnya masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
wajah Nabila memerah melihat Aditya menggendongnya tanpa memakai sehelai kain pun begitu juga dengannya.
" Mas.. ih.. kok gak pakai baju dulu, malu tau Mas"
" Emangnya kamu sekarang pake baju, lagian buat apa malu, kamu kan udah liat semua tubuh Mas, Mas juga sudah ngeliat semua tubuh kamu"
" Hehe.. iya.. iya Mas, ya sudah aku mau mandi dulu Mas habis itu kita sholat subuh sama-sama ya"
Aditya tidak menghiraukan ucapan Nabila, ia tidak keluar namun malah ikut masuk ke kamar mandi bersama Nabila.
"Eh..eh Mas.. Mas mau ngapain? "
" Mau mandi juga, Mandi bareng ya"
" Gak ah, ntar nantinya gak jadi Mandi Mas, pasti jadinya.. "
Aditya mel*mat kembali bibir Nabila yang sudah di buat candu olehnya, Aditya menghentikan ucapan Nabila yang belum selesai, Nabila seakan sudah mengerti maksud suaminya itu, dan Nabila kembali terbuai oleh sentuhan yang di berikan suaminya.
Suara lenguhan dan ******* bergema di dalam kamar mandi, Nabila dan Aditya begitu menikmati penyatuan mereka, dan terus melakukan berulang, karena mereka juga berdua sudah lama tidak merasakan akan surga dunia.
Dan mereka pun kembali melakukan aktivitas pagi mereka di kamar mandi, hanya sebentar karena mereka ingin segera melakukan sholat subuh berjamaah.
***Bersambung..
Tuntas sudah MP nya ya teman-teman...
Terima kasih sudah bersedia menghalu bersama ku😂
Selamat tahun baru 😀🎉🎉😀🎉🎉
Semoga kita selalu di berikan kesehatan dan aku doakan untuk teman-teman readers semoga cita - cita dan keinginan yang belum tercapai di tahun lalu, akan tercapai di tahun ini.. aamiin..
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini.. 😍😍***