Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 59


__ADS_3

Sehabis sholat berjamaah dan juga makan malam bersama, Aditya dan Nabila memilih untuk duduk bersantai di depan Rumah, sedangkan kedua anak mereka sedang asyik menonton TV bersama Sumi.


Nabila merapatkan duduknya, menjatuhkan kepalanya di dada Aditya,tangan kanannya memeluk hangat pinggang suaminya, dengan satu tangan nya lagi memegang erat tangan Aditya.


Aditya pun juga menggenggam erat tangan Nabila, kedua jemari mereka saling bersatu, dan sesekali Aditya mencium lembut pucuk kepala istrinya itu.


" Mas, aku minta maaf ya, waktu itu aku tidak berpelukan dengan Pak Bima, seperti yang Mas lihat, tapi Pak Bima lah yang tiba-tiba memeluk ku Mas" ucap Nabila mencoba menjelaskan lagi kejadian yang membuat Aditya marah kepadanya.


" Dasar licik, jahat sekali kamu Bima" batin Aditya.


" Sudah gak perlu di bahas lagi ya, kamu gak salah, Mas yang salah karena gak mau mendengarkan penjelasan kamu, Mas sudah terlanjur emosi"


" Mas kan sudah pernah bilang waktu itu kalau Bima itu bukan orang yang baik, dan Mas gak mau kamu berhubungan lagi dengannya" ucap Aditya dan di balas anggukan oleh Nabila.


" Besok kita pulang ke Rumah Mas ya, sama anak-anak juga, Mama sama Salsa pasti sibuk ngurusin acara resepsi kita"


" Iya Mas, tapi.. Sumi boleh gak ikut kita Mas, aku gak tega tinggalin Sumi sendirian di sini Mas, Tante Yuni juga katanya mau pulang ke Sumatera Mas, mertuanya sakit dan harus pulang Mas, walaupun Om Yahya sudah gak ada lagi, tapi Tante Yuni sangat menyayangi mertuanya itu Mas"


" Sumi kan adek kamu, berarti adeknya Mas juga, nanti Mas akan cari beberapa orang kepercayaan Mas untuk melanjutkan usaha kamu disini, sekalian jaga rumah kamu"


" Makasih ya Mas " ucap Nabila


" Apapun bakal Mas lakuin buat kamu"ucap Aditya kemudian mencium lembut pucuk kepala Nabila.


Drit.. Drit.. Dritt.. ponsel Nabila berbunyi dan bertuliskan nama Risa yang sedang melakukan video call.


" Assalamu'alaikum Sa"


" Waalaikumsalam Bila.. Hiks.. Hiks.. " ucap Risa sembari menangis.


" Kamu kenapa Sa?"


" Aku kepikiran sama kamu Bil, Besok kan batas terakhir Bila, kan kamu harus bayar hutang sama Kakek genit itu Bil, maaf ya Bila, aku gak bisa bantu apa-apa.. Pak Aditya juga kemana lagi ya Bil, serius gak sih dia tu cinta sama kamu, kenapa gak ad di saat kamu butuh begini Bil " cecar Risa.


Mendengar ocehan Risa, Aditya merebut ponsel Nabila kemudian mengarahkan kehadapan nya.


" Maksud kamu aku" ucap aditya dan setelah itu memberikan kembali ponselnya kepada Nabila


Risa terkejut melihat Aditya yang tiba-tiba muncul di layar ponselnya.


" Pak Aditya, gak salah ni" batin Risa kemudian mengucek- ngucek kedua matanya.


" Nabila, kenapa Pak Aditya bisa ada di situ, gak salah liat kan aku Bil"


" Gak Sa, kamu gak salah liat, Mas Aditya sudah nyelamatin aku dan sekarang udah jadi suami aku" ucap Nabila sembari menunjukkan cincin pernikahannya kepada Risa.


" Hah... yang bener Bil, tapi gimana ceritanya Bil, kamu kok tega gak kasih kabar sama aku Bil, mata ku udah bengkak gini Bil, nangisin kamu dari tadi, rasanya mau mati aja Bil, gak rela aku kalau kamu sampai nikah sama kakak genit itu"

__ADS_1


" Iya.. Iya.. makasih ya Risa, kamu tu emang sahabat terbaik aku, nanti aku cerita semuanya sama kamu ya, besok juga aku mulai tinggal di Rumah Mas Adit, jadi bisa sering ketemu kamu"


" Janji ya Bila, ya udah Bye Nabila, selamat ya atas pernikahan kalian" ucap Nabila mengakhiri sambungan teleponnya.


" Teman kamu itu kalau ngomong emang suka ceplas ceplos gitu ya? " tanya Aditya.


" Iya Mas, dia emang gitu orangnya, rame banget pokoknya Mas, tapi dia itu orangnya baik banget Mas, dia juga sering beliin anak-anak makanan atau mainan Mas"


" Berarti orangnya persis seperti Rona ya, cocok tu kalau mereka jadi pasangan, pasti rame.. Haha. haha.. " ucap Aditya tertawa.


" Kak Rona, ia benar Mas memang cocok" ucap Nabila ikut tertawa juga.


Selesai menelpon Nabila, Risa bergegas ke ruang keluarga untuk menemui kedua orang tua nya, menceritakan hutang Nabila yang sudah terlunasi dan sudah menikah dengan Aditya.


" Ma.. Pa, Risa ada kabar gembira"


" Ada apa sayang?" tanya Mama Celin ibunya Risa.


" Hutang Nabila udah lunas Ma, di lunasi sama Pak Aditya Ma, malah sudah nikah sekarang"


" Oh ya, Aditya itu CEO di perusahaan tempat kamu magang kan, syukurlah kalau begitu Nak" ucap Papa Bagas ayahnya Risa.


" Ya Pa, Risa senang banget dengarnya"


" Hmm.. kalau gitu kamu kapan nikahnya " celetuk Mama Celin.


" Kan bisa sambil kuliah, sebentar lagi juga kuliah kamu selesai kan, Mama sama Papa udah pengen punya cucu Sa, kamu tu anak Mama sama Papa satu - satunya "


" Nanti aja ya Ma, Pa, lagian calonnya aja belum ada Ma, gimana mau nikah"


" Kalau calon sih, Mama sama Papa dah punya buat kamu"


" Tu kan Mama, Papa, mulai mau main jodoh jodohan ni pasti"


" Papa mau jodohin kamu sama anaknya teman Papa, mau ya nak, coba ketemuan aja dulu, sapa tau naksir.. haha.. haha.. " ucap Papa Bagas tertawa.


" umurnya berapa Pa? "


" Kalau gak salah sekitar 35 tahun,tapi ganteng Sa" ucap Mama menjawab pertanyaan Risa.


" Tua banget sih Pa, gak ada yang mudaan gitu dikit.. hahaha.. " ucap Risa tertawa.


" Kamu tu gak boleh cerewet,tua atau muda sama aja, mau ya Nak, ketemu aja dulu" ucap Mama Celin.


" Iya.. iya.. Risa mau deh demi Mama sama Papa, tapi jangan paksa Risa ya kalau Risa gak mau"


" siap sayang" jawab Papa sembari memeluk Risa.

__ADS_1


Risa adalah anak tunggal dari pasangan Mama Celin dan Papa Bayu kedua orang tua Risa orangnya sangat baik dan juga friendly, wajar saja jika Risa memiliki sifat yang sama seperti mereka.


" Hiks.. Hiks... Hiks.. " suara Hafidz menangis.


" Mas, itu suara Hafidz, ayo masuk ke dalam Mas"


" Kamu duluan aja ya sayang, Mas masih mau di sini"


" Ya sudah Mas, tapi jangan lama-lama ya udah larut malam" ucap Nabila dan di balas anggukan saja oleh Aditya.


" Hallo Ris ada apa? " tanya Aditya kepada Haris yang baru saja meneleponnya.


" Begini Tuan, Pak Surya meninggal"


" Apa!!! meninggal? " ucap Aditya terkejut.


" Iya Tuan, ia di bunuh di apartemennya, sepertinya dia sengaja di bunuh agar kita tidak bisa mengetahui siapa dalang dari semua ini Tuan"


" Sial, ini semua pasti ulah Bima" ucap Aditya kesal.


" Sepertinya begitu Tuan, tapi dengan meninggalnya Pak Surya, kita tidak punya bukti yang kuat untuk menyalahkan Pak Bima atas semua ini Tuan"


"Baik, besok saja kita urus kembali masalah ini Ris, besok aku kembali ke Rumah, jemput aku besok"


" Baik Tuan"


" Aku yakin, semua ini ada kaitannya dengan mu Bima" ucap Aditya.


Pak Surya adalah orang suruhan Rama yang tak lain adalah anak buah Pak Brata juga untuk memata-matai perusahaan Aditya di Jepang, sekaligus memanipulasi dan menjatuhkan perusahaan Aditya. Wajar saja jika Pak Surya tidak mengetahui jika Bos nya sebenarnya adalah Pak Brata.


Jadi ketika langkahnya tercium dan tertangkap oleh Aditya dan Haris, ia hanya mengatakan jika ia di suruh oleh Rama dan di beri imbalan besar, Aditya dan Haris tidak percaya begitu saja, sebagai gantinya Aditya menyuruh Pak Surya untuk mencari informasi mengenai atasan nya Rama, namun belum lagi Pak Surya memulai tugasnya, ia sudah terlebih dahulu di bunuh.


Setelah mendapat kabar buruk dari Haris, Aditya memilih untuk kembali ke dalam Rumah dan menemui Nabila, entah mengapa jika melihat Nabila, perasaan Aditya akan sedikit tenang.


Ketika masuk kamar, ternyata Nabila sudah tertidur di samping Hafidz, sedangkan Zahira tidur bersama Sumi di kamar sebelah.


Aditya merangkak perlahan mendekati Nabila dan tidur di samping Nabila, ia mencium bibir Nabila sekilas kemudian membawa Nabila kepelukannya.


" Selamat tidur sayang, aku tau kau sangat lelah hari ini "batin Aditya kemudian perlahan menutup kedua matanya.


***Bersambung..


Kira - kira Risa di jodohin sama siapa ya readers..


Gak jadi lagi nih MP babang Aditya, Nabila keburu tidur.. 😂😂


Di tunggu ya readers, InsyaAllah ntar malam author update Bab selanjutnya spesial untuk malam tahun baru.. 😅

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini.. 😍😍***


__ADS_2