Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 42


__ADS_3

Alarm ponsel berbunyi nyaring dan terus menerus mengulang, suara itu membuat Nabila terbangun dari tidur lelap nya, dengan pelan Nabila mencoba membuka kedua mata nya dan tersenyum melihat sosok laki - laki tampan tepat di depan wajahnya dan kemudian kembali memejamkan kedua mata nya


karena merasa ia masih berada di alam mimpi.


Namun seketika kedua mata Nabila kembali terbuka, mengingat jika ia tidak sedang bermimpi, berulang kali ia membuka dan menutup kedua mata nya, ia kembali teringat jika semalam Aditya sedang tertidur di sampingnya dan ini bukan mimpi.


Nabila berusaha bangkit dari tidurnya, namun tubuhnya berasa berat karena tangan dan kaki Aditya berada di atas badan Nabila, sangat erat memeluk tubuhnya.


Karena tidak ingin membangunkan Aditya, dengan pelan Nabila memindahkan tangan dan kaki Aditya yang sudah menindihnya.


Kemudian Nabila meraih ponsel melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 5 subuh.


" Sudah subuh, aku mau sholat dulu " ucap Nabila berusaha bangkit menuju kamar mandi.


Aditya menggeser tubuhnya, dan dengan pelan Aditya mencoba membuka kedua mata nya namun nampak terkejut karena Nabila sudah tidak ada di samping nya.


Suara riuk air terdengar di dalam kamar mandi, membuat rasa panik Aditya hilang karena tau tau jika di dalam pasti Nabila.


Aditya duduk di tepi ranjang, kedua tangannya ia angkat ke atas seraya merenggangkan tubuhnya setelah bangun tidur.


Aditya senyum - senyum sendiri mengingat betapa dirinya merasa nyaman bisa tidur di samping Nabila walaupun dengan ranjang rawat yang tidak terlalu besar.


Aditya kemudian bangun dan keluar dari kamar untuk menunaikan sholat subuh di mushola rumah sakit.


Selesai sholat, Aditya kembali ke kamar rawat Nabila dan di suguhkan dengan pemandangan yang sangat menyentuh hati Aditya.


Dimana Nabila sekarang sedang duduk di atas ranjang rawat terlihat cantik dengan balutan mukena berwarna putih dengan renda - renda berbentuk bunga yang ada di sisi - sisi bawah mukena yang ia pakai, Nabila sedang khusyuk menunaikan sholat subuh.


Aditya menurunkan niatnya untuk masuk keruangan itu, dan ketika Nabila sudah selesai sholat, barulah Aditya masuk ke dalam.


" Bapak dari mana " ucap Nabila sembari membuka mukena yang ia pakai.


" Dari mushola dekat sini "


" oh ya Pak, kalau bapak mau pulang, pulang aja gak pa- pa Pak, lagian ini sudah pagi, kerjaan bapak pasti banyak di kantor " ucap Nabila merasa kasian dengan Aditya yang sudah semalaman menemani nya di Rumah Sakit.


" Aku akan tetap di sini sampai kamu pulang "


Nabila hanya diam mendengar ucapan Aditya dan tak lama terdengar suara pintu kamar di ketuk dari luar oleh seorang perawat laki - laki yang datang untuk memeriksa tekanan darah dan mencabut jarum infus yang masih menancap di tangan Nabila.


" Permisi Pak, Buk, saya mau periksa tekanan darah ibu dulu ya"


Aditya menatap tajam wajah perawat laki - laki itu, dan alhasil membuat perawat itu sedikit gugup melihat tatapan nya.


Aditya tidak senang karena yang memeriksa Nabila seorang perawat laki - laki bukan seorang perempuan.


Perawat itu mulai memeriksa tekanan darah Nabila, kemudian dengan pelan ia memegang tangan Nabila dan mencabut jarum infus yang tertancap di tangan Nabila dan terakhir menutup nya dengan plaster dan kapas.


Hati Aditya mulai panas melihat perawat laki - laki itu memegang lembut tangan Nabila.


" Hei.. apa tidak ada perawat wanita di sini "


" Aa.. ada Pak, cuma malam ini saya yang bertugas Pak " ucap perawat itu terbata - bata menjawab pertanyaan yang di lontarkan Aditya.


" Sudah cepat sana kembali " ucap Aditya kesal.


" I.. iiya Pak.. saya sudah selesai, saya permisi Buk.. Pak.. " ucap perawat itu kemudian bergegas keluar.

__ADS_1


" Gak usah galak - galak Pak, kasian kayaknya dia ketakuan gitu ngeliat wajah bapak yang udah kayak macan..aum..aum..He.. he.. he.. " ucap Nabila terkekeh.


" Aku gak rela kamu di sentuh sama laki - laki lain Nabila " batin Aditya.


" Kamu mau kemana " tanya Aditya.


" Saya mau mandi Pak, hari ini kan saya sudah boleh pulang jadi mau siap - siap "


" Hmm " jawab Aditya tidak lagi menggendong Nabila menuju kamar mandi karena menurutnya Nabila sudah membaik.


Aditya merogoh ponselnya dan menelpon Haris asistennya untuk segera menuju ke Rumah sakit.


" Iya ada apa Tuan " ucap Haris masih setengah sadar.


" Bangun sudah siang, cepat ke Rumah sakit sekarang, dan juga suruh Alex untuk mengambil motor Nabila di kantor, suruh dia bawa ke Rumah sakit " perintah Aditya.


" Baik Tuan " ucap Haris menutup teleponnya dan kemudian berjalan lunglai menuju kamar mandi.


" Tuan.. Tuan.. masih subuh gini di bilang udah pagi, menggangu saja " cibir Haris.


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, Nabila sedang asyik memainkan ponselnya, membalas chat Risa yang masuk, sedangkan Aditya hanya diam memperhatikan Nabila yang sekarang duduk di sampingnya di atas bangku sofa.


Tok.. Tok..


" Hei Nabila.. apa kabar " sapa Rona yang baru saja datang.


" Ehh Kak Rona, aku udah baikan Kak "


" Dari mana aja, kenapa baru datang "


" Ini baru jam 8 Dit, jam visit memang jam segini " ucap Rona.


" Ia kak, Terima kasih "


" Oh ya gimana semalam, kamu baik - baik aja kan gak dimakan sama Aditya, kayaknya nih orang semalaman ya nungguin kamu di sini " ucap Rona sembari melirik ke arah Aditya dan di balas dengan tatapan horor oleh Aditya.


" Oh.. gak.. gak Kak.. cuma di jitak aja.. Ha.. ha.. Ha.. " ucap Nabila terkekeh dan di balas canda tawa juga oleh Rona.


" Syukurlah kalau gitu, kamu tambah cantik dengan baju itu Bila " ucap Rona menggoda.


Aditya kembali memberikan tatapan horor nya kepada Rona namun hanya di balas tawa oleh Rona karena senang melihat sahabatnya itu kesal.


" Sudah.. ayo kita pulang " ucap Aditya menarik lengan Nabila dan membawa Nabila keluar dari ruangan itu.


" Aditya.. Aditya.. kamu sudah mulai kembali seperti dulu, aku senang Dit " ucap Rona.


Di depan lobi Rumah sakit, mobil mewah yang di kendarai Haris telah siap menunggu kedatangan Nabila dan Aditya di susul Alex yang juga ada di belakang mobil membawa sepeda motor Nabila.


Nabila dan Aditya berjalan menuju mobil, jemari tangan Aditya dan Nabila saling bersatu, Aditya mengenggam erat tangan Nabila sampai menuju ke dalam mobil.


Dengan perlahan Haris melajukan mobilnya menuju kediaman Nabila, di susul Alex yang melaju terlebih dahulu mendahului mereka karena Alex sengaja di suruh Aditya untuk lebih dulu sampai di kediaman Nabila.


Sekitar dua jam, Alex akhirnya sampai di sebuah perkampungan yang tidak terlalu besar namun cukup ramai dan juga sudah sedikit modern, sepeda motor Alex berhenti tepat di depan sebuah Rumah yang di depannya terdapat sebuah kedai kecil namun terlihat kesan modern didalamnya.


Alex mencoba melihat lokasi yang tertera di ponselnya, ia yakin jika di depannya sekarang adalah rumah Nabila, karena dari lokasi dan ciri - ciri nya benar seperti yang di ceritakan oleh Haris.


Di dalam Rumah, Sumi nampak sibuk menyiapkan beberapa wadah yang ia sudah bersihkan untuk di bawa kedepan, sampai di depan rumah, Sumi melihat gelagat aneh dari seorang laki - laki yang sejak tadi berdiri di depan rumah nya dan seperti memperhatikan rumah mereka, dan lebih mengejutkan lagi laki - laki itu membawa sepeda motor yang mirip sekali dengan sepeda motor milik Nabila.

__ADS_1


" Siapa laki - laki itu, gelagatnya mencurigakan, jangan - jangan perampok, itu..itu..seperti motor Mba Nabila, gak bisa liat lagi dari sini nomor plat motornya " batin Sumi.


Sumi berniat untuk lebih mendekat ke arah laki - laki itu untuk melihat apakah motor yang ia bawa benar motor Nabila atau bukan.


Berbekal sapu yang sudah ia pegang erat - erat, Sumi mengendap - endap tanpa suara mencoba mendekat ke arah Alex yang kebetulan membelakangi Sumi sembari menelpon menelpon Haris.


" Bener.. itu motor Mba Nabila, pasti orang ini sudah curi motor Mba Bila "


Plak.. Plak.. Plak.. suara pukulan sapu Sumi yang sudah melayang ke arah Alex.


" Aduh.. stop.. stop.. " ucap Alex berusaha menghindar.


" Kamu siapa, ini.. ini motor Mba ku.. kenapa bisa sama kamu.. kamu mencuri ya " ucap Sumi masih memukuli Alex.


" Bukan.. saya bukan pencuri.. sudah berhenti " ucap Alex kemudian meraih sapu di tangan Sumi.


Alex terpaku sejenak melihat wajah Sumi, ia jadi teringat akan seseorang yang dulu sangat di cintai nya.


" Bengong lagi.. sini sapu nya.. dasar pencuri " ucap Sumi memukuli Alex dengan kedua tangannya.


Tit.. Tit.. Tit.. suara klakson mobil Aditya berbunyi, menghentikan perkelahian Sumi kepada Alex.


Sumi menatap heran kepada mobil yang baru saja berhenti di depannya, dan kemudian tersenyum lebar melihat Nabila yang turun dari mobil itu.


" Mba Nabila.. Mba.. " ucap Sumi menghambur pelukan kepada Nabila kemudian meninggalkan Alex yang kesakitan karena ulah nya.


" Mba.. Mba baik - baik aja kan " ucap Sumi.


" Iya Mba baik - baik aja, oh ya ini kenalin Pak Aditya bos nya Mba di tempat Mba magang " ucap Nabila memperkenalkan Aditya kepada Sumi.


" Saya Sumi " ucap Sumi mengulurkan tangannya dan di balas hangat oleh Aditya.


" Aditya "


" Oh ya Mba, itu ada pencuri yang sudah ambil motor mba " ucap Sumi mengarahkan pandangannya ke Alex.


Semua orang disana menatap heran dan kemudian tertawa melihat Sumi yang menyebut Alex pencuri.


" Dia bukan pencuri, dia Alex bodyguard saya " ucap Aditya.


" Iya Sumi, dia di suruh sama Pak Aditya untuk membawa motor mba ke rumah " ucap Nabila menjelaskan.


" Aduh.. mati aku " batin Sumi.


" Berarti Sumi salah sangka dong Mba " ucap Sumi kemudian menunduk malu tidak mau menatap Alex.


" Ya sudah.. ayo kita masuk " ucap Nabila.


Aditya ikut masuk kedalam Rumah Nabila dan di susul Sumi yang menyempatkan sekilas menatap ke arah Alex namun di balas tatapan horor oleh Alex.


***Bersambung..


Rona suka banget ya godain Nabila dan bikin Aditya kesal..


Cieh.. bakal ketemu jodoh ni kayaknya Alex.. 😄


jangan lupa like, vote dan singgah ke kolom komentar ya man teman..

__ADS_1


Terima kasih untuk teman - teman yang sudah dengan baik hati memberi komentar dan saran di setiap Bab, jadi mengingatkan author karena ada beberapa kata yang salah tulis dan Insyallah Sudah di perbaiki.. sekali lagi Terima kasih🙏🙏***


__ADS_2