
Nabila memandang sejenak Rumah nya, sebelum akhirnya meninggalkan satu-satunya peninggalan dari kedua orang tua nya itu dan juga kedai nya yang sudah ia rintis sendiri dari nol.
Sumi juga merasakan hal yang sama dengan Nabila, begitu banyak juga kenangan yang ia lalui bersama Nabila dan kedua anaknya di Rumah itu, dan kini ia harus mengikuti Nabila tinggal di kediaman baru mereka.
" Ayo sayang, kita berangkat" ucap Aditya sembari menautkan jemarinya dengan jemari tangan Nabila, menuntun Nabila agar masuk kedalam mobil.
Haris dan juga Alex tengah menunggu mereka, Haris dan Alex membawa masing - masing kendaraan, Aditya, Nabila beserta anaknya ikut di mobil yang di bawa Haris, sedangkan Sumi semobil dengan Alex.
Aditya sengaja menyuruh mereka membawa dua mobil,karena mobil yang satunya akan membawa sebagian barang-barang Nabila,Sumi dan juga Zahira dan Hafidz. Alex tentu sangat senang semobil dengan Sumi, karena ia punya kesempatan untuk mendekati Sumi dan berusaha terus meluluhkan hati Sumi.
Setelah berpamitan dengan Tante Yuni, akhirnya mobil mereka melaju menuju ke kediaman Aditya, dan sekitar 2 jam mereka telah sampai di depan Rumah Aditya.
Seluruh pelayan di Rumah Aditya sudah mengetahui kedatangan mereka, sehingga dari depan pintu masuk saja, mereka sudah berdiri dan berususun rapi menyambut kedatangan Tuan dan Nyonya baru mereka.
" Selamat datang Tuan dan Nyonya Aditya " ucap seluruh pelayan di Rumah itu dengan membungkukkan sedikit badan mereka.
Sumi, Zahira, dan juga Hafidz menatap kagum melihat betapa besar dan mewahnya Rumah Aditya yang kini menjadi Rumah mereka juga.
" Bi Inah, ajak Sumi dan juga anak-anak untuk melihat kamar mereka" ucap Aditya.
Sumi, Zahira dan juga Hafidz si tuntun oleh Bi Inah ke kamar mereka masing-masing, di mulai dari kamar Zahira dan juga Hafidz, mereka tampak kegirangan melihat kamar mereka yang begitu luas dan juga begitu banyak mainan yang terdapat di dalamnya, setelah itu menuju ke kamar Sumi yang terletak di depan kamar Zahira dan Hafidz.
Sumi pun di buat tak berkedip melihat seisi kamar nya, Sumi selama ini tidak pernah membayangkan bisa mempunyai kamar yang begitu luas, dan jika di lihat kamarnya yang sekarang besarnya sama jika kamar nya yang dulu di gabung dengan kamar Nabila di tambah lagi dengan ruang tamu.
Sumi langsung membaringkan tubuhnya di ranjang, dengan mengepak - ngepakkan kedua tangannya ke atas dan kebawah merasakan begitu lembutnya ranjang yang ia miliki sekarang.
Aditya dan juga Nabila memilih langsung naik ke kamar mereka, Nabila membuka isi koper nya yang sudah di bawakan oleh Pak Nanang berniat untuk menyusun semua pakaiannya.
Sebelumnya hanya terdapat satu walk in closed yang isinya pakaian Aditya semua, kini tempat itu sudah di perbesar agar pakaian Nabila juga muat di taruh di sana.
Semua sudah Aditya siapkan, lebih tepatnya anak buah Aditya lah yang sudah merombak kamar nya semalam, begitu juga dengan kamar Sumi, Zahira dan Hafidz.
Sewaktu Haris menelponnya Semalam, ia juga sempat memberi tahu Haris agar merombak kamar- kamar mereka dan harus selesai dalam semalam. Begitulah Aditya, apapun yang ia inginkan, harus segera terpenuhi, apalagi untuk orang yang ia sayangi.
Begitu membuka lemari, Nabila terpaku sejenak, ternyata di dalam lemari sudah terdapat begitu banyak pakaian untukya, mulai dari pakaian santai, dress dan juga terdapat beberapa lingerie yang juga tergantung di lemari itu, dan membuat wajah Nabila sedikit memerah melihat nya.
" Wajah kamu kenapa? " tanya Aditya yang baru saja keluar dari kamar mandi.
" Hah.. itu.. gak pa-pa Mas, oh ya ini semua Mas Aditya yang siapkan? "
__ADS_1
" Iya "
" Sejak kapan Mas? "
" Semalam, Mas sudah suruh orang untuk membelikan kamu beberapa pakaian, dan juga merombak sedikit kamar ini, begitu juga dengan kamar anak-anak"
Nabila terharu mendengar penjelasan Aditya, ia tidak menyangka jika Aditya segitu perhatian kepada nya dan juga anak-anaknya.
" Makasih ya Mas " ucap Nabila sembari memasukkan pakaian yang ada di kopernya tadi ke dalam lemari.
Aditya mendekat ke arah Nabila, dan memeluknya dari belakang, kemudian mencium tengkuk leher Nabila dan mencium aroma khas parfum dari tubuh Nabila.
"Mas, kayak apa aku mau susun pakaian nih kalau Mas kayak gini"
Aditya membalikkan tubuh Nabila, kemudian mengecup lembut bibir Nabila, mengecupnya lagi, dan lagi, Nabila mulai terbuai dengan ciuman yang di beri Aditya, namun Aditya segera melepas ciumannya, dan alhasil membuat Nabila cemberut.
" Mas"
" Hmm, kenapa cemberut, mau lagi? " ucap Aditya masih memeluk Nabila kemudian mengecup lagi bibir Nabila sebentar.
" Mas mau ke kantor sebentar ya, ada yang mau Mas urus" ucap Aditya kemudian melepas pelukannya.
" Gak sayang, kalaupun sampai malam, kamu gak perlu tunggu Mas, nanti tidur aja duluan ya" ucap Aditya kemudian keluar dari kamar.
Sebenarnya berat hati Aditya meninggalkan Nabila, karena ia ingin berlama - lama bersamanya, namun Aditya harus membahas hal penting mengenai kematian Pak Surya, jadi ia terpaksa meninggalkan Nabila sebentar.
Selesai membereskan pakaian nya, Nabila keluar dari kamar ingin melihat kamar Zahira, Hafidz dan juga Sumi.
Nabila juga di buat takjub melihat betapa bagusnya kamar mereka, dan kembali terharu akan perhatian Aditya kepada mereka.
"Bunda, Hafidz nanti boboknya di kamar ini aja ya, banyak mainan Bunda" ucap Hafidz yang biasanya selalu ingin tidur dengan Nabila, kini beralih tidak mau karena senang dengan kamar barunya.
" Iya sayang, terserah Hafidz aja"
Selesai dari kamar Zahira dan Hafidz, Nabila beranjak ke kamar Sumi, Sumi saat ini sedang membereskan juga semua pakaian yang ia bawa dari Rumah sebelumnya.
" Sumi, gimana kamu senang kan?"
" Eh Mba Nabila, Sumi senang banget Mba, ini kamar luas banget, makasih ya Mba" ucap Sumi semringah kemudian memeluk Nabila.
__ADS_1
" Terima kasihnya sama Mas Aditya ya, bukan sama Mba, karena Mas Aditya yang sudah siapkan semua buat kalian"
" Iya Mba, Sumi senang banget akhirnya Mba bisa nikah lagi dan punya Suami yang baik dan juga penyayang"
" Doakan aja terus kebaikan untuk keluarga kita ya Mi"
" Iya Mba"
" Ya sudah, Mba mau ke bawah dulu masak, bentar lagi udah malam, ntar kamu ajak anak - anak mandi terus kebawah makan ya Mi" ucap Nabila dan di balas anggukan oleh Sumi.
Sesampai di dapur, Nabila dengan cekatan memasak untuk makan malam, Bi Inah menaruh kagum kepada Nyonya barunya itu, karena sebelumnya ketika masih Amelia yang menjadi istri Aditya, Amelia tidak pernah memasak, jangan kan memasak, menyentuh dapur pun tak pernah, semua di urus oleh Bi Inah.
" Sudah selesai Bi, nanti Bibi susun di meja makan ya, aku mau mandi dulu"
" Baik Nonya"
Selesai mandi, mereka semua turun ke bawah untuk makan, Nabila dengan telaten menyuapi Hafidz makan, ia sengaja tidak ikut makan karena ingin menunggu Aditya dan makan bersama.
Sehabis makan, anak-anak dan juga Sumi memilih untuk kembali ke kamar mereka masing-masing, sepertinya mereka masih ingin menikmati kamar baru mereka.
Karena sudah larut malam dan terlalu lama menunggu kedatangan Aditya, Nabila tertidur di Ruang keluarga dan tidak sadar jika Aditya sudah pulang ke Rumah.
Perlahan, Aditya menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Nabila, dan memandang lama wajah cantik istrinya itu, kemudian mengecup lembut bibir Nabila.
Nabila tersadar akan tidurnya, dan terkejut melihat Aditya yang sudah ada didepan matanya.
" Mas "
" Kamu kenapa tidur di sini? "
" Aku nungguin Mas dari tadi, eh malah ketiduran " ucap Nabila sembari terkekeh.
" Mas sudah makan, pasti belum kan, ayo kita makan dulu Mas,aku juga belum makan soalnya nungguin Mas" ajak Nabila dan merangkul lengan Aditya mengajaknya kedapur.
Dengan telaten,Nabila menyiapkan makanan untuk Aditya, Aditya menatap kagum dengan istrinya itu, ia sangat bersyukur bisa menikah dengan Nabila yang begitu menyanyangi dan memperhatikannya, mulai dari rela tidak makan demi menunggu nya, hingga melayaninya dengan baik di meja makan. Itu semua tidak ia dapatkan dari mantan istrinya yang dulu.
***Bersambung..
jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini ya... 😍😍***
__ADS_1