Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 58


__ADS_3

Setelah penghulu selesai membaca doa, Aditya memasukkan cincin ke jari manis Nabila, begitu juga sebaliknya. Dan setelah itu Nabila mencium punggung tanggan Aditya dan di balas Aditya dengan mencium kening Nabila.


" Alhamdulilah, romantis banget Mba Nabila sama Mas Adit, aku jadi pengen segera nikah" ucap Sumi yang di dengar oleh Alex.


" Hmm.. aku siap jadi calonnya" ucap Alex berbisik di telinga Sumi.


" Ngarep.. " ucap Sumi kemudian beranjak dari duduknya meninggalkan Alex, Sumi tidak ingin Alex melihat wajahnya yang mulai memerah karena malu atas ucapan Alex.


Setelah acara pernikahan selesai, mereka semua kembali ke kediaman Nabila, Zahira dan Hafidz tampak bahagia karena Aditya atau biasa mereka panggil Om baik kini telah menjadi ayah mereka.


" Nabila, Mama sama yang lain mau pulang dulu ya, Mama mau ngurus resepsi kalian nanti " ucap Mama Maya semringah.


" Mama,Mas Adit,gak usah pakai resepsi ya,Nabila gak enak Ma, lagian ini bukan yang pertama juga buat Nabila dan Mas Adit kan"


" No.. No.. jangan bilang gitu ya sayang, buat Mama dan Aditya, kamu adalah yang pertama, dan kamu itu sekarang bagian dari keluarga kami, semua orang harus tau kalau kamu adalah istri seorang Aditya Wijaya Prakasa"


" Jangan menolak ya sayang " ucap Mama Maya kemudian memeluk Nabila.


Nabila begitu bahagia melihat mertuanya yang begitu sayang padanya, dan mau menerima nya apa adanya tanpa melihat status Nabila yang terdahulu.


" Baiklah Ma "


" Oke kalau gitu Mama pulang dulu ya, Zahira dan Hafidz, aduh sayang, mulai sekarang panggil Oma ya, sekarang Oma adalah nenek kalian" ucap Mama Maya kepada Zahira dan Hafidz kemudian memeluk keduanya.


" Ciap Oma" jawab Hafidz.


" Ya Allah, beruntung sekali aku sekarang udah punya menantu cantik, baik,dan sekalian bonus cucu dua orang yang gemesin...ckckckck" ucap Mama Maya terkekeh.


" Ya sudah aku sama Mama pulang ya Kak Nabila Kak Adit"


" Oh ya Kak Bila, Hati-hati sama Kak Adit ya Kak, udah lama gak di sentuh tu bisa-bisa Kak Bila habis malam ini di terkam sama Kak Adit.. haha.. haha.. " ucap Salsa berbisik di telinga Nabila namun masih bisa di dengar oleh Aditya yang berada di samping Nabila.


Mendengar ucapan Salsa, Aditya menjewer telinga Salsa dan membuat Salsa meringis.


" Aduh.. aduh.. Kak.. udah sakit tau Kak"


" sayang, tolongin aku" ucap Salsa meminta tolong kepada Suaminya, sedangkan suami nya hanya tertawa saja melihat kelakuan Aditya dan Salsa begitu juga semua orang di sana.


" Makanya jangan jahil " ucap Aditya kemudian melepas jewer annya kepada Salsa.


" Sudah ah dit, Salsa, kalian tu berantem aja kerjaannya kalau ketemu"


" Kak Adit tu Ma"


" Sudah - sudah ayo kita pulang" ajak Mama Maya dan mereka semua kembali ke mobil di antar oleh Haris dan juga Alex.


" Sumi"

__ADS_1


" Hmm"


" Aku pulang dulu ya, ntar aku balik lagi bawa sesuatu"


" Bawa apa "


" Bawa penghulu, biar cepat nikahin kamu sama aku" ucap Alex kemudian pergi meninggalkan Sumi dengan tertawa karena berhasil membuat wajah Sumi kembali memerah karena ucapannya.


" Dasar nyebelin" ucap Sumi.


Setelah mobil rombongan keluarga Aditya sudah tidak tampak, mereka semua masuk kedalam Rumah, Nabila masuk kedalam kamar, sedangkan Aditya tidak bisa mengikuti Nabila ke kamar karena Zahira dan Hafidz ingin bermain bersama nya.


Dan setelah bermain dengan Zahira dan Hafidz, Aditya diam - diam masuk kedalam kamar Nabila, bahkan membuka pintu kamar dengan sangat pelan, ingin mengejutkan Nabila.


Aditya menatap seluruh isi kamar Nabila, semua di dominasi dengan warna hijau, karena warna itu adalah kesukaan Nabila.


Tidak terlalu banyak barang, hanya ada lemari baju, dan lemari kecil yang terletak di samping tempat tidur Nabila.


Dari belakang, Aditya langsung memeluk Nabila yang sudah berganti baju dengan baju andalan emak-emak yaitu daster.


Nabila terkejut dan langsung memutar tubuhnya.


" Ihh Mas Adit,bikin kaget aja, kok gak ada suara nya sih masuk ke kamar Mas, Mas udah dari tadi ya di sini "


" Gak baru aja" ucap Aditya sembari menciumi leher jenjang Nabila, kecupan demi kecupan ia berikan.


Perlahan Aditya mencium lembut bibir Nabila, Nabila pun mulai membalas ciuman Aditya, dengan sedikit gigitan di bibir Nabila, Aditya sukses membuat Nabila mendesah dan membuka sedikit mulut nya membuat Aditya lebih leluasa memasukkan lidahnya dan me**mat habis bibir Nabila.


" Aku mencintaimu Nabila"


" Aku juga mencintai mu Mas"


ucap kedua insan berdua itu ketika sesekali melepas ciuman mereka, memberikan sedikit ruang untuk Nabila bernafas.


Setelah puas dengan bibir Nabila, bibir Aditya mulai turun ke leher Nabila, turun lagi mendekati gunung kembar Nabila, mereka berdua masih dalam posisi berdiri.


" Tok.. Tok.. Tok.. "


" Hiks.. Hiks.. Hiks.. Bunda.. " teriak Hafidz di luar kamar sembari menangis.


Mendengar tangisan Hafidz, Aditya segera menghentikan aksinya, dan membantu Nabila mengancingkan kembali bajunya yang sedikit di buka oleh Aditya.


" Mas, aku keluar dulu ya"


" iya sayang " ucap Aditya sembari menghela nafas panjang karena aksinya tadi harus terhenti.


Nabila membuka pintu kamar, dan melihat Hafidz yang sedang menangis sembari memeluk bantal kesayangannya.

__ADS_1


" Hafidz, kenapa Nak? "


" Hiks.. Hiks.. Hafidz mau bobok ciang Bunda, Hafidz ngantuk"


" Hafidz, udah ngantuk ya, tidur siangnya di kamar Mba Sumi aja ya, ntar Mba Sumi temenin, soalnya Mba juga udah ngantuk" ucap Sumi berusaha membujuk Hafidz karena Sumi mengerti jika saat ini Nabila dan Aditya pasti ingin berdua saja di kamar.


" Gak.. Hafidz mau tidur cama Bunda, cama Ayah"


" Sudah biar aja Mi, ayo Hafidz kita masuk"


" Mas, Hafidz katanya ngantuk mau tidur siang di sini"


Aditya tersenyum melihat kedatangan Hafidz, lalu menggendong Hafidz dan menidurkan nya di atas ranjang.


" Ayo tidur sama Ayah ya, Ayah juga sudah ngantuk, Hoaamm.. " ucap Aditya kemudian berbaring di samping Hafidz.


" Bunda buatin Hafidz susu dulu ya " ucap Nabila kemudian keluar dari kamar.


" Sayang.. tunggu dulu " ucap Aditya.


" Kenapa Mas, Mas mau di bikinin Susu juga"


" Mauu.. tapi susu itu.." ucap Aditya melirik gunung kembar Nabila.


" Ihh Mas ni mesum" ucap Nabila tersadar akan maksud suaminya kemudian keluar dari kamar.


" Hahahaha.. " Aditya tertawa senang sudah mengerjai Nabila.


" Nabila " ucap Tante Yuni kemudian memeluk Nabila.


" Tante senang kamu gak jadi menikah sama Bang Jono Bila, maafkan Tante ya nak, semua ini karena ulah om kamu" ucap Tante sembari menangis.


" Jangan menangis lagi ya Tan, ini bukan salah Tante, dan semua sudah berakhir Tan"


" Terima kasih ya Nabila, Tante selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu dan juga keluarga baru sekarang"


" Iya tante, Terima kasih" ucap Nabila kembali memeluk Tante Yuni.


Setelah selesai membuatkan susu untuk Hafidz, Nabila bergegas ke kamar dan ternyata Hafidz sudah tertidur, begitu pula dengan Aditya, Aditya tidur sembari memeluk Hafidz, begitu pun sebaliknya.


" Ya Allah, Terima kasih atas semuanya, Terima kasih sudah mempertemukan ku dengan Mas Aditya, Mas Aditya begitu menyayangi ku dan juga kedua anakku, semoga Mas Aditya menjadi yang terakhir untukku, Aamiin yarobal alamin" doa Nabila yang ia panjatkan di dalam hatinya karena begitu bahagia melihat kebersamaan Aditya dengan Hafidz.


***Bersambung..


Babang Adit kayaknya udah gak tahan tu ya gaes.. 😂😂


Sabar dulu ya Babang Adit, buat readers di tahan dulu ni ya MP nya, Author masih memikirkan kira-kira harus detail atau gak ya nanti.. 😂😂

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini.. 😍😍***


__ADS_2