
" Nana... Nana...!!! " teriak Pak Anton.
" Ada apa sih Pa, kenapa datang - datang gak ucap salam dulu, teriak-teriak gitu " ucap Tante Dinda.
" Dimana Nana"
" Nana ada di kamarnya Pa, ada apa sih Pa "
Papa Nana tidak menghiraukan istrinya itu, ia naik ke atas untuk menemui Nana, di susul Tante Dinda yang juga ikut mengekor di belakang suaminya itu.
BRAKK... pintu kamar di banting keras oleh Papa nya Nana.
Nana yang sedang berbaring mendengarkan musik dan memakai alat yang menutupi kedua telinganya itu terkejut mendengar suara bantingan pintu kamarnya yang begitu keras, dan segera bangkit dari tidurnya.
" Ada apa Pa"
" Katakan yang sebenarnya kepada Papa, apa benar kamu telah berani menyakiti istrinya Aditya"
Deg
Deg
Nana mematung mendengar ucapan Papanya, sebelumnya ia berniat akan memberitahukan ini kepada kedua orang tuanya setelah ia meminta maaf sendiri kepada Nabila, namun kini sudah terlambat, Papanya sudah terlebih dahulu tahu tentang hal ini.
" Apa benar itu Nana " tanya Tante Dinda.
" Nana JAWAB !!! " bentak Papa Nana.
" Hah... i.. i... ya.. benar Pa, Nana mohon maafkan Nana Pa " ucap Nana sembari berlutut di kaki Papa nya.
" Ya Ampun Nana, apa yang sudah kamu lakukan Nak"
" Apa karena hal ini, Aditya jadinya marah dan berimbas ke perusahaan Papa "
" Benar Ma, semua ulah Nana, Papa tidak habis pikir dengan pikiran mu Na, Mama dan Papa tidak pernah mengajarkan hal ini kepada mu, apalagi berbuat kasar kepada orang lain"
Mendengar ucapan Suaminya, Tante Dinda ikut menangis dan meratapi kesalahannya sendiri, ia sadar jika selama ini selalu memanjakan Nana, sehingga Nana akhirnya menjadi seperti ini.
" Hiks.. Hiks.. Hiks.."
" Maafkan Mama ya Pa, semua ini juga sebenarnya salah Mama, Mama yang sudah terlalu memanjakan Nana, sehingga Nana menjadi seperti ini "
" Hiks.. Hiks.. Hiks.. "
" Sudah Ma, ini bukan salah Mama, ini memang kesalahan Nana" ucap Nana
" Papa kecewa dengan kalian berdua, bahkan Aditya memperlihatkan video kamu Nana dengan begitu banyak lelaki yang berbeda sedang bermesraan di luar sana, Papa sungguh malu dengan kelakuan mu itu "
" Hiks.. Hiks.. Hiks.. "
" Nana mohon Pa, maafkan Nana"
Papa Nana begitu kecewa dengan anak dan istrinya,ia tidak menjawab permohonan maaf anak dan istrinya itu, dan kemudian ia pergi ke kamarnya, meninggalkan Nana dan juga Tante Dinda.
" Papa.. Papa please... Hiks.. hiks.. Hiks.. " ucap Nana menangisi Papanya yang pergi begitu saja meninggalkannya.
" Sudah Nak.. sudah.. biarkan saja, biarkan Papa menenangkan dirinya dulu "
" Mama.. maafkan Nana ya Ma " ucap Nana sembari memeluk Tante Dinda.
" Mama sudah maafin kamu Nak, semua ini juga salah Mama, sudah jangan menangis ya "
" Lebih baik kita sekarang ke kantor Aditya, kita minta maaf kepadanya sekarang, dan setelah itu kita pergi menemui Nabila"
" Iya Ma, Mama benar, ayo kita kesana sekarang "
******
" Nanang, ni ambil, ini oleh-oleh dari Tuan dan Nyonya " ucap Bi Inah sembari memberikan sebuah totebag berisi cinderamata dan juga beberapa cemilan khas kota Balikpapan.
" Wah.. wah.. Nyonya baik sekali ya Nah, baru kali ini kita dapat bingkisan kayak gini, kalau dengan mantan istri Tuan yang dulu mah gak pernah, padahal mantan istri Tuan dulu sering jalan - jalan sendiri, bahkan ke luar negeri, tapi gak pernah kasih kita apa-apa"
" Iya bener Nang, bahkan ni ya, sekarang aku tu jarang masak Nang, semua masakan udah di ambil alih sama Nyonya, paling aku bantu dikit- dikit aja "
" Behh... memang gak salah pilihan Tuan"
" Apa nya yang gak salah Pak Nanang, Bi Inah " tanya Nabila yang kebetulan datang bersama kedua anaknya.
" Ehh.. Nyonya, gak ada apa-apa kok Non " ucap Pak Nanang.
"Yang bener gak ada apa-apa, nih Pak Nanang sama Bi inah ngapain di sini, pacaran ya.. hayoo.."
" Gak.. gak.. Nyonya, aduh amit-amit Non kalau sampai Bibi naksir Pak Nanang " ucap Bi inah terbata-bata.
__ADS_1
" Apaan si Bi inah, gak usah kayak gitu juga ngomongnya " balas Pak Nanang.
" Hahaha... santai.. santai.. Pak Nanang, Bi Inah, saya cuma bercanda kok "
" Hahahaha " tawa Bi Inah dan Pak Nanang bersamaan.
" Cieh.. ketawanya juga bareng, jodoh ni berarti " ucap Nabila kembali menggoda Pak Nanang dan juga Bi Inah.
" Aamiin Nyonya " jawab Pak Nanang keceplosan.
" Nanang... " ucap Bi Inah sembari menepuk lengan Pak Nanang.
" Hahaha... Bi inah sama Pak Nanang lucu deh"
" Ya sudah, saya sama anak-anak mau ke kantor nya Mas Aditya dulu ya Bi, Pak "
" Siap Nyonya " ucap Nabila kemudian masuk ke dalam mobil bersama kedua anaknya.
" Dadah Pak Nanang, Bibi " ucap Zahira dan Hafidz sembari melambaikan tangan mereka.
" Daadaah.. nonya dan Tuan kecil " jawab Bi inah dan juga Pak Nanang bersamaan.
" Iih Nang, apaan sih ngikutin terus aku ngomong, ngeselin " ucap Bi Inah kemudain meninggalkan Pak Nanang.
" Ehh Inah.. mau kemana " teriak Pak Nanang.
" Dasar pengambekan " ucap Pak Nanang sembari menggaruk -garuk kepalanya.
*******
Nana dan juga Tante Dinda sudah sampai di kantor Aditya, mereka meminta ijin kepada Lula untuk bertemu Aditya.
" Pak, ada bu Nana dan juga Bu Dinda ingin bertemu dengan anda Pak "
" Tadi papanya, sekarang anak sama Mamanya, mau apa lagi mereka" batin Aditya.
" Baik, suruh mereka masuk " ucap Aditya mengakhiri panggilannya.
" Bu, anda di perbolehkan masuk "
Nana dan Tante Dinda masuk kedalam ruangan Aditya, di sana Aditya sudah menunggu dengan wajah datarnya.
" Mau apa kalian ke sini " ucap Aditya.
" Minta maaf untuk apa"
" Aku mau minta maaf atas kelakuanku kepada Nabila Dit, aku mohon maafkan aku, dan aku mohon jangan libatkan Papa dalam hal ini Dit, aku yang salah " ucap Nana sembari menangis, ia sudah tidak dapat menahan air matanya.
" Tante juga minta maaf Dit, karena waktu itu Tante sempat menghina mu dan juga Mama mu di depan Nabila "
Wajah Aditya memerah menahan amarahnya, ia baru tau jika Tante Dinda juga sempat menghina Mama nya.
"Ck..Ternyata ibu dan anak sama saja"
" Kalian seharusnya tidak meminta maaf kepadaku, tapi kepada istri dan juga mamaku "
" Kami mengerti Dit, rencana nya setelah dari sini kami akan menemui Nabila dan juga Mama mu"
" Bagus kalau begitu pergilah "
" Tapi Dit "
" Apalagi "
" Bagaimana dengan perusahaan ayahku, aku mohon kembalikan perusahaan Ayah ku Dit " ucap Nana berlutut di depan Aditya sembari menangis.
" Aku tidak akan merubah keputusanku, lebih baik kalian pergi sekarang "
"Hiks.. Hiks.. Mama.. bagaimanan ini "
" Sudah sayang, ayo kita pergi nak "
Begitu ingin keluar, tiba-tiba Nabila datang bersama kedua anaknya, dan bertemu dengan Nana dan juga Tante Dinda.
" Assalamu'alaikum Mas.. "
Nabila termenung sejenak begitu melihat Nana dan juga Tante Dinda dengan wajah yang sedih dengan air mata yang terus mengalir di pipi keduanya.
" Nabila.... Hiks.. hiks.. Maafkan aku Nabila " ucap Nana berlari ke arah Nabila dan memeluknya.
" Ck.. berani sekali dia memeluk istriku, setelah apa yang sudah dia lakukan " batin Aditya.
Nabila melepas pelukan Nana, kemudian menyuruh Haris untuk membawa Zahira dan Hafidz keluar.
__ADS_1
" Nabila, maafkan atas kelakuanku waktu itu "
" Maafkan Tante juga ya Bila, Tante waktu itu sempat menghina mu Nak "
Aditya berjalan ke arah Nabila, dan memeluk pinggang Nabila dengan sebelah tangannya.
" Aku sudah memaafkan mu Na, dan juga Tante Dinda "
Nana dan Tante Dinda berhenti menangis begitu mendengar Nabila yang sudah memaafkan mereka.
" Benarkah Nabila, Terima kasih Bila" ucap Nana semringah.
" Terima kasih Nak" ucap Tante dina kemudian.
" Kalian sudah mendapat maaf dari Nabila, silahkan pergi sekarang " ucap Aditya yang masih kesal.
" Hmm.. bagaimana dengan perusahaan Papa ku Dit, apa kau mau mengembalikannya seperti semula "
" Perusahaan apa Mas " tanya Nabila yang memang tidak mengetahui akan hal ini.
" Mas sudah mengambil alih semua perusahaaan Papa Nana, dan juga merebut semua investor - investor kepercayaannya, Mas melakukan itu agar mereka mendapat pelajaran atas perbuatan mereka "
" Tante mohon ya Nabila, kami harus bagaimana kalau perusahaan Papa Nana bangkrut "
Nabila menghela nafas panjang, ia kasihan melihat Mama dan juga Papa nya Nana.
" Mas, kembalikan saja perusahaan Papa nya Nana Mas, kasihan mereka, aku juga sudah memaafkan mereka Mas"
Aditya menoleh ke istrinya, Aditya sudah menduga jika Nabila pasti akan meminta untuk mengembalikan perusahaan milik orang tua Nana.
" Kalian lihat, setelah kalian menyakiti dan menghina istriku, ia masih mau memaafkan kalian dan merasa kasihan kepada kalian, terutama untuk kamu Nana"
" Baiklah, aku akan mengembalikan semua nya kepada kalian, ini semua aku lakukan atas permintaan istriku, tapi kalian harus ingat, jangan pernah berani untuk menyakiti istri dan keluarga ku
" Kami mengerti Dit, Terima kasih ya Dit, Nabila Terima kasih" ucap Nana.
" Kalau begitu pergilah, sebelum aku berubah pikiran "
" Kami permisi Nabila, Terima kasih " ucap Tante Dinda.
Tante Dinda dan Nana keluar ruangan dengan perasaan bahagia, mereka sudah di maafkan oleh Nabila dan juga mereka tidak terancam bangkrut.
Aditya merapatkan pelukannya kepada istrinya, ia begitu kagum dengan sikap baik istrinya itu.
" Kenapa mengulanginya lagi sayang, kenapa kau selalu berbuat baik kepada semua orang, padahal mereka sudah menyakitimu"
" Aku kira Mas tidak tau mengenai hal ini Mas " ucap Nabila.
" Kamu tidak bisa menyembunyikan sesuatu dari Mas, Mas sudah tau ada yang tidak beres dari kamu waktu kita fitting baju pengantin hari itu "
" Maafkan aku tidak jujur ya Mas, aku hanya tidak ingin membuat Mas khawatir"
" Terima kasih juga sudah melakukan hal tadi hanya untuk memberi pelajaran kepada Nana dan keluarganya Mas, aku minta maaf harus meminta Mas untuk mengembalikan lagi perusahaan Papa nya Nana, aku tidak tega Mas, dan kurasa mereka juga sudah menyadari semua kesalahan mereka"
Begitulah Nabila, ia memang orang yang tegas, namun ia juga wanita yang baik hati.
" kamu memang yang terbaik sayang, Mas jadi tambah jatuh cinta sama kamu, dengan sikap mu ini "
" Mas gombal "
Aditya menangkup wajah istrinya dan mel*mat bibir istrinya itu, yang selalu membuatnya ketagihan.
" Ayah... Bunda.. " teriak Hafidz dan juga Zahira dari luar yang langsung membuka pintu.
Aditya melepas ciumannya, dan melempar wajahnya ke sembarang arah begitu mendengar teriakan Hafidz dan juga Zahira. Sedangkan Nabila terkekeh melihat tingkat suaminya itu.
" Ayah.. Bunda.. "
" sayang, apa mereka melihat kita tadi " bisik Aditya.
" Tidak Mas,hahahaha.. " ucap Nabila tertawa melihat Aditya yang terlihat malu.
" Syukurlah, aku merasa seperti orang yang tengah melakukan mesum dan di pergoki oleh orang sekampung, Hahaha.. " batin Aditya tertawa.
Bersambung...
Author revisi bagian ini ya readers..
Dan fix Nana dan keluarganya tidak jadi mendapat hukuman karena Nabila sudah memaafkan mereka..
Dan Babang Aditya, makanya jangan suka nyosor terus, dikit lagi kepergok kan 😂😂😂
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini...😘😘**
__ADS_1