Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 80


__ADS_3

Enam Bulan Kemudian...


Kehidupan keluarga Aditya dan Nabila kian harmonis, Nabila sudah sejak beberapa bulan lalu sudah kembali ke aktivitas perkuliahan nya, seperti biasa pagi-pagi sekali Nabila sudah harus bangun, menyiapkan sarapan pagi, dan menyiapkan semua kebutuhan Suami dan juga anak-anaknya.


Zahira dan Hafidz kini juga di sibukkan dengan sekolah baru mereka, sejak beberapa bulan yang lalu juga Aditya dan Nabila mendaftarkan mereka ke sebuah sekolah ternama di jakarta, Aditya ingin Zahira dan Hafidz mendapatkan ilmu sejak dini.


Dan Sumi kini sudah seperti pengasuh Zahira dan Hafidz, yang selalu menemani mereka kemanapun, membantu Nabila untuk menjaga Hafidz dan Zahira ketika Nabila sedang sibuk dengan perkuliahannya.


Setiap hari pula, Aditya dan Nabila selalu menyempatkan diri untuk mengantar Zahira dan Hafidz ke sekolah, di iringi Sumi dan juga Alex yang membawa mobil berbeda, karena tugas mereka nanti untuk menjaga dan menemani Zahira dan Hafidz.


Setelah mengantar Zahira dan Hafidz, Aditya akan mengantar Nabila ke kampusnya, di kampus Nabila juga di kawal dengan salah satu bodyguard kepercayaan Aditya.


Nabila sebenarnya sangat risih karena harus selalu di dampingi oleh bodyguard mereka, namun ia tidak bisa membantah keinginan suaminya, Nabila sudah lelah untuk berdebat dengan Aditya masalah ini dan memilih untuk mengalah.


Aditya begitu menyayangi keluarganya, ia tidak ingin sesuatu apapun terjadi kepada keluarganya, dan ingin keluarganya selalu terlindungi.


" Sayang, kenapa wajahmu terlihat pucat, apa kau sakit sayang,apa kita harus ke dokter " ucap Aditya yang melihat wajah Nabila yang tampak memucat.


" Aku hanya sedikit pusing Mas, sejak tadi pagi begitu bangun dari tidur, tapi aku baik-baik aja kok Mas"


" Mungkin penyakit lambung ku kambuh, kadang suka lari ke kepala, ntar juga hilang Mas"


" Kamu yakin? "


" Sepulang dari kampus, kamu ke kantor Mas ya, kita pulang ke Rumah sama-sama tapi sebelumnya mampir dulu ke Rumah sakit untuk bawa kamu berobat, dan tidak ada penolakan "


" aku baik-baik aja Mas, Mas selalu aja memaksa " ucap Nabila sembari cemberut.


" Aku berangkat dulu Mas " ucap Nabila sembari meraih tangan Aditya dan mencium punggung tangan suaminya itu.


" Sayang, tunggu jangan langsung pergi "


" Ada apa lagi sih Mas"


" jangan marah dong sayang " ucap Aditya meraih lengan Nabila dan membawanya ke pelukannya.


" Sudah ah Mas, Mas tu nyebelin tau, suka maksa" ucap Nabila kemudian berlalu meninggalkan Aditya.


" Ehh... sayang tunggu... " teriak Aditya yang tidak lagi di hiraukan Nabila.


Aditya kembali masuk kedalam mobil dengan wajah gusar, ia bingung dengan sikap Nabila yang beberapa minggu ini berubah, Nabila menjadi orang lebih sensitif, manja dan juga mudah sekali marah.


" Apa ini efek dari sakit kepalanya, aku akan memeriksakan nya nanti " batin Aditya.

__ADS_1


*******


Nabila dan Risa sedang berada di kantin, Bara yang melihat Nabila langsung menghampiri mereka dan duduk di sebelah Risa, berhadapan dengan Nabila.


" Bara, ngapain kamu di sini " ucap Risa ketus.


" Mau makan lah, emangnya mau mandi "


" Isshhh... alasan "


" Hei Nabila, apa kabar "


" Kabar baik Bar "


" Hmm.. kamu tampak pucat Bil, apa kau sakit? "


" Iya Bil, bener di katakan Bara, wajah kamu pucat banget, kamu sakit ya, mending pulang sekarang " ucap Risa begitu perhatian kepada sahabatnya itu.


" Aku baik-baik saja kok, cuma pusing aja "


" Sejak kapan pusing Bil " tanya Risa.


" Sejak tadi pagi Sa, mungkin penyakit lambung ku yang kambuh, kadang suka lari ke kepala "


" Jangan... jangan... kamu hamil lagi Sa " ucap Risa.


" Wah.. kalau kamu hamil, berarti aku punya keponakan lagi dong..bener kan Bar " ucap Risa sembari menoleh ke arah Bara.


" Hmm.. ia bener Sa, ehh ya udah aku mau balik duluan ya " ucap Bara kemudian meninggalkan Risa dan Nabila begitu saja,


" Maafkan aku Bil, aku lebih baik menghindar, bukan karena aku tidak suka mendengar jika kau hamil, tapi berusaha untuk move on dari kamu " Batin Bara melihat Nabila dari kejauhan kemudian keluar dari kantin.


" Dasar Bara, baru aja duduk, udah main pergi-pergi aja" ucap Risa.


" Oh ya kamu udah periksa belum Bil, siapa tau bener kamu Hamil"


" Belum Sa "


" Kalau begitu, sehabis pulang dari kampus, cepat periksa, tapi jangan lupa kabarin aku habis itu ya, aku mau dengar kabar bahagia dari kamu Bil " ucap Risa antusias.


" Iya Sa "


Risa melanjutkan makannya, sedangkan Nabila hanya mengobok-ngobok semangkuk mi yang ada didepannya.

__ADS_1


Nabila merasa sangat tidak enak badan, bahkan makan pun ia malas.


" Apa benar aku hamil, Mas Aditya pasti senang kalau tau aku hamil, aku memang sudah terlambat datang bulan sebulan ini,tapi kenapa aku tidak menyadari nya ya "


" Hufff... padahal aku sudah punya 2 anak, kenapa tidak sadar dengan perubahan yang terjadi dengan tubuh ku, aku akan memeriksa nya nanti bersama Mas Aditya "batin Nabila.


*****


Sebuah taxi berhenti di depan lobi kantor Aditya, tampak seorang wanita cantik dan seorang anak laki-laki turun dari taxi tersebut.


Semua karyawan di sana memperhatikan wanita dan anak itu, dan beberapa karyawan di sana mengenali sosok wanita dan anak itu.


" Eh.. ehh.. bukannya itu bu Ameliya ya, mantan istrinya bos kita " ucap salah satu dari karyawan kantor yang berbisik kepada salah satu temannya.


" Benar, ngapain dia kesini, bawa anak kecil lagi, anak siapa ya itu "


Semua karyawan di sana saling bergunjing melihat kedatangan Ameliya yang datang dengan seorang anak laki-laki.


Wanita dan anak itu berjalan ke arah resepsionis dan mengatakan ingin bertemu dengan Aditya.


" Maaf Bu, Pak Aditya belum datang "


" Baik akan ku tunggu " ucap Ameliya kemudian beranjak duduk di kursi tunggu yang berada dekat dengan meja resepsionis.


" Semoga saja rencana ku berhasil "


" Kamu akan hidup enak sayang, kita akan hidup sejahtera setelah ini, dan aku bisa mendapatkan Aditya kembali " batin Ameliya sembari melihat putranya itu.


Sekitar setengah jam menunggu, akhirnya Aditya tiba di lobi kantor dan masuk kedalam.


" Mama... itu om Hebat Ma " ucap Aditya.


Secepat kilat Ameliya mengarahkan pandangannya ke arah Aditya yang sedang di depan lift bersama Haris.


" Sayang ayo ikut Mama " ucap Ameliya menggandeng tangan putranya.


Ting... pintu lift terbuka.


Aditya dan Haris masuk kedalam Lift, dan mereka dibuat terkejut begitu melihat Ameliya dan seorang anak ikut menyusul mereka masuk ke dalam lift.


" Ameliya.. apa.. yang kau lakukan di sini " ucap Aditya.


**Bersambung....

__ADS_1


Konflik di mulai...


tetap stay tune ya teman-teman... jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini... 😍😍**


__ADS_2