Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 94


__ADS_3

Dritt.. Dritt... Dritt...


Suara dering ponsel Ameliya membangunkannya, ia mencoba meraba - raba ponselnya dengan mata yang masih tertutup.


Begitu mendapatkan ponselnya, perlahan Ameliya mencoba membuka kedua matanya, samar - samar Ameliya melihat Nama Bima yang tertulis di layar kaca ponselnya,


Ameliya beranjak dari tidurnya dan duduk, ia berusaha mengumpulkan nyawanya dulu, baru kemudian mengangkat telpon dari Bima.


" Hallo " ucap Ameliya.


" Kau kemana saja, kenapa beberapa minggu ini tidak mengangkat telpon ku " bentak Bima.


" Maaf, aku sedang sibuk " ucap Ameliya asal.


" Aku ingin bertemu dengan mu, aku akan kirim alamatnya, jangan terlambat "


" Baiklah " ucap Ameliya dan sambungan telpon mereka terputus.


" Kenapa aku jadi malas bertemu dengannya " batin Ameliya.


Sebelum keluar kamar, Ameliya menyempatkan mencium kening Aditya, ia menarik selimut Aditya untuk menutupi tubuh anaknya yang masih tertidur pulas.


Selesai mandi, Ameliya bersiap untuk membangunkan Aditya, ia akan bertemu Bima, dan akan kembali menitipkan anaknya itu kepada Bu Siti.


Tok.. Tok.. Tok..


" Siapa lagi itu " ucap Ameliya dan beranjak membukakan pintu.


" Selamat pagi sayang " ucap Kevin sembari tersenyum kepada Ameliya.


Ameliya memasang wajah datar, ia berusaha menyembunyikan perasaan senangnya begitu melihat kevin, timbul rasa rindu di hatinya, setelah tragedi ciuman mereka malam itu, esok paginya kevin kembali ke rumahnya, mengatakan jika ia akan kembali dulu ke Surabaya karena ada hal penting mengenai pekerjaan yang harus ia kerjakan, dan mengatakan akan kembali secepatnya.


Flashback on


Esok harinya Kevin kembali lagi ke Rumah Ameliya.


" Aku sudah bilang jangan kembali lagi " ucap Ameliya mencoba menutup kembali pintu rumahnya.


" Ameliya please, aku ingin berbicara dengan mu " mohon kevin mencoba menahan pintu yang ingin di tutup oleh Ameliya.


" Baik masuklah " ucap Ameliya yang luluh melihat kevin yang begitu memohon kepadanya.


" cepat bicara " ucap Ameliya sembari duduk di sofa.


Kevin menghampiri Ameliya, dan ia duduk di samping Ameliya, ia mencoba meraih kedua tangan Ameliya, namun Ameliya menepis nya.


" Aku bilang cepat bicara, tidak usah menyentuh ku "


" Aku mencintaimu Mel, kau juga masih mencintaiku kan? " tanya Kevin.


" Tidak usah menghayal vin, itu dulu sebelum kau pergi meninggalkan ku dan menyakiti hatiku, kau tidak tau bagaimana rasanya aku melahirkan sendiri tanpa dampingan suami atau orang tua, dan setelah itu aku harus berjuang untuk menghidupi Aditya dan juga diriku sendiri, bahkan aku harus terlilit hutang yang banyak kepada rentenir hanya untuk mencari uang untuk berobat Aditya ketika dia sakit "


Hiks.. Hiks.. Hiks..


Ameliya tidak bisa lagi menahan bendungan air matanya, ia menangis sejadi - jadinya.


Kevin menghela nafas panjang mendengar ucapan Amelya,dan ia pun jika ikut menangis karena memang ia sudah sangat menyakiti hati Ameliya, dan juga menelantarkan anaknya.


" Aku minta maaf Mel, aku mohon ijinkan aku mengembalikan semuanya, ijinkan aku untuk membahagiakan mu dan juga anak kita, ijinkan aku untuk menebus semua kesalahan - kesalahan ku " ucap Kevin membawa Ameliya kedalam pelukannya.


" Terlambat Vin, seharusnya kau tidak meninggalkan ku, kau tau jika dulu aku sangat mencintaimu, bahkan aku harus kehilangan Aditya, Aditya yang dulu begitu tulus mencintaiku, dan sekarang aku ingin kembali kepadanya " ucap Ameliya dan melepas pelukan Kevin darinya.


Kevin yang awalnya sedih, kini beralih emosi begitu mendegar Ameliya yang ingin kembali kepada Aditya.


" Apa maksud mu Mel, maksud mu kembali kepada Aditya dengan cara mu yang mengatakan jika Anak ku adalah anak Aditya, seperti yang di beritakan akhir - akhir ini "


" Apa menurutmu Aditya percaya begitu saja kepadamu, tidak semudah itu Mel, Aditya juga kini sudah punya istri, ia sudah bahagia bersama keluarga barunya, itu sama saja kau ingin menghancurkan kehidupan keluarga mereka, apa kau sadar itu "


Ameliya hanya diam mendengar penjelasan Kevin, ia termenung dan memikirkan apa yang di ucapkan oleh Kevin.


" Dan menurutmu, jika mantan suami mu itu menerima Aditya, apa kau bahagia, apa kau juga bisa menjamin jika Anak kita akan bahagia, kau sudah menghancurkan kehidupan baru Aditya, kau menyakiti hati istrinya, kemudian kau akan selalu hidup dalam kebohongan karena membohongi mantan suami mu itu, dan juga anak kita, menyebut jika mantan suami mu itu adalah ayah dari Aditya, sedangkan dengan jelas jika aku ayah nya, Aditya itu anak dari hasil buah cinta kita Mel "

__ADS_1


" Aku mohon sadarlah Mel "


Ameliya hanya diam, tidak menjawab pertanyaan dari Kevin, ia terus saja menangis.


Kevin menyeka air mata nya yang juga ikut turun membasahi kedua pipinya itu.


" Aku ada urusan penting mengenai pekerjaan ku di Surabaya, aku akan kembali secepatnya, aku mohon pikirkan kembali ucapan ku Mel, pikirkan kebahagian anak kita "


" Dan setelah aku kembali, aku akan membawa kalian kembali ke Surabaya " ucap Kevin kemudian beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Ameliya.


Flashback off


Semenjak saat itu, setiap malam Ameliya selalu saja memikirkan ucapan Kevin, panggilan telpon dari Bima saja tidak ia gubris, pikiran Ameliya selalu saja di selimuti oleh ucapan Kevin, dan rasa awalnya yang begitu menggebu - gebu ingin memiliki Aditya kini mulai hilang, yang di katakan Kevin menurutnya benar.


" Dimana Aditya? " tanya Kevin.


" Masih tidur "


" kau terlihat cantik sekali " ucap Kevin begitu memperhatikan Ameliya.


" Aku mau keluar sebentar, mumpung kau disini, jaga Aditya, dan jangan keluar dari Rumah,kalian cukup di dalam saja " ucap Ameliya ingin pergi meninggalkan Kevin


" Ameliya tunggu " ucap Kevin menahan Ameliya dengan memegang lengannya.


" Bagaimana, apa kau siap, kita akan kembali ke Surabaya " ucap Kevin penuh harap.


Ameliya hanya memasang wajah datar, dan perlahan melepaskan tangan Kevin yang memegang lengan tangannya.


" Aku pergi dulu " ucap Ameliya.


" Apa dia masih belum bisa menerima ku "


" Aku harus lebih extra lagi membujuknya " batin Kevin.


********


Ameliya menunggu Bima di tempat yang sudah di tentukan oleh Bima sendiri, ia yaitu di sebuah taman yang cukup luas, taman itu di tumbuhi oleh pepohonan rindang dan juga begitu banyak bunga dan aneka tanaman di sana, Ameliya menunggu Bima di sebuah kursi yang terletak di bagian tengah taman, yang di kelilingi oleh tanaman yang cukup tinggi.


Karena masih pagi, taman itu masih tampak sepi, hanya beberapa orang saja yang berkunjung di sana.


" Rencana kita yang ini gagal " ucap Bima.


" Aku ingin rencana selanjutnya "


" Hmm.. Bima.. se..se..benarnya aku " ucap Ameliya tergagap, rencana Ameliya akan memutuskan kerja sama yang telah mereka buat, setelah merenungkan diri dan menyadari diri atas apa yang di jelaskan oleh Kevin, Ameliya berniat untk kembali mendirikan bahtera rumah tangga nya dengan Kevin.


" Aku ingin kali ini kau menjebak Aditya, buat dia seolah - olah tidur dengan mu di sebuah hotel "


" Ta.. ta... pi " ucap.


" Tapi Apa, cepat katakan, aku ingin segera pergi, aku tidak ingin orang banyak yang melihat kita "


" A.. aa... ku ingin kerja sama kita cukup sampai di sini saja, aku tidak ingin menyakiti Aditya lagi "


" APA!!! " ucap Bima terkejut.


" Benar Bima, aku ingin mengakhiri kerja sama ini, apa yang sudah kita perbuat ini salah Bima, aku ingin kau juga menyadarinya, dan keputusan ku ini sudah bulat "


" Aku akan membayar hutang - hutang ku nanti, aku berjanji, Terima kasih sebelumnya karena sudah membantu membayar semua hutang ku " ucap Ameliya kemudian pergi meninggalkan Bima.


" aakhhh Sial " umpat Bima sembari kakinya menendang ke sembarang arah.


"Berani sekali wanita itu, tunggu saja kau akan merasakan akibatnya " umpat Bima kembali kesal, dan setelah itu ia beranjak dan kembali ke mobilnya.


" Yak.. yakk. yakk.. mau kemana dia " ucap Risa yang diam - diam melihat pertemuan Bima dan Amelia di taman ia tidak sengaja melihat mereka.


Awalnya Risa berniat untuk jalan santai di taman yang tidak jauh dari Rumahnya, namun langkah nya terhenti begitu melihat Bima dan Ameliya.


Risa mencoba mengingat wanita yang sedang duduk di taman itu, dan akhirnya ia ingat jika wanita itu adalah Ameliya, mantan suami Aditya yang beritanya viral beberapa minggu ini.


Risa mengikuti Bima yang berjalan keluar taman, karena a terlalu fokus melihat Bima, Risa tidak menyadari jika ada batu di depannya, dan ia tersandung, batu itu cukup besar, membuat Risa terjatuh dan kakinya terkilir.

__ADS_1


" Awww sakit " Pekik Risa.


" Aku harus nyusul dia, aku harus tau laki - laki itu siapa" ucap Risa yang berusaha bangkit, namun ia tidak bisa bangkit karena kakinya masih sakit, dan merelakan Bima yang sudah hilang dari pandangannya.


" Aku harus memberitshu Nabila tentang ini " ucap Risa merogoh ponsel di dalam tasnya.


" Eh.. jangan.. jangan.. kalau Nabila kepikiran ntar gimana,terus dia stress.. jangan.. " ucap Risa sembari menggeleng - geleng kan kepalanya.


" Aku telpon Pak Aditya saja "


" Duh, kok gak aktif sih, terus aku telpon siapa " ucap Risa sembari berpikir dengan posisi masih duduk, ia tidak bisa bangkit karena kakinya yang terkilir.


" Ahaaa... Mas galak.. ya benar Mas galak, ehh.. tapi kan aku gak punya nomonya, hmm aku coba tanya Nabila 'ucap Risa.


" Hallo Nabila, coba kirimi aku nomor Mas galak dong " ucap Risa begitu sambungan telponnya terhubung ke Nabila.


" Mas galak, siapa Mas galak Sa " ucap Nabila bingung.


" Eh.. maksud ku Rona.. ya Rona " ucap Risa.


" Oh, emangnya ada apa Sa, ada sesuatu, tumben banget minta nomor ponsel Kak Rona "


" Gak pa-pa Bil, ada yang mau aku tanyakan aja sama dia "


" Hmm.. ya udah ntar aku kirim WA ya "


" Oke segera " ucap Risa mengakhiri sambungan telponnya.


Ting.. chat dari Nabila sudah masuk, dan Risa langsung menghubungi Rona.


" Nomor tidak di kenal, siapa lagi menggangu tidur ku saja " ucap Rona.


Rona mengabaikan telpon dari Risa, namun Risa kembali menghubungi nya lagi.


" Hallo, tidak punya kerjaan ya, ganggu tidur orang aja, masih pagi ni " bentak Rona di telpon.


" Galak amat sih, udah siang gini masih di bilang pagi " batin Risa.


" Coba keluar, ini sudah siang, bukannya masih pagi " ucap Risa.


" Aku kenal suaranya, ini budeg " batin Rona.


" Ini Budeg kan.. dari mana kamu tau nomor telpon ku " ucap Rona.


" Gak penting, sekarang aku butuh bantuan, jemput aku di taman yang ada di dekat rumah ku, sekarang "


" Kenapa jadi merintah gitu, ngapain juga aku harus kesana " ucap Rona.


" Nih orang.. aku kerjain aja kali ya " batin Risa.


" Hiks.. Hiks.. Hiks.. Mas galak, tolong cepat kesini, aku tadi di gangguin sama orang jahat, mereka mau jahatin aku Mas, Hiks.. Hiks.. "


Rona yang mendengar tangisan Risa jadi panik, ia langsung beranjak dari tidurnya.


" Budeg.. jangan Bohong.. "


" Hiks.. Hiks.. Hiks.. tega bener sih Mas, buat apa aku bohong "


" Terus orang - orang jahat itu dimana, apa kamu baik - baik saja "


" Aku sudah sempat menghindar Mas, aku lari terus aku jatuh, dan sekarang kaki aku terkilir, aku gak bisa jalan, aku takut nanti orang - orang itu balik ngejar aku lagi Mas, di sini masih sepi,orang - orang gak ada, tolongin aku Mas galak... Hiks.. Hiks... "


" Ee... ee.. ka.. kamu tunggu di situ ya, jangan matikan sambungan telponnya, aku segera kesana " ucap Rona yang buru - buru membasuh wajahnya ke dalam kamar mandi, dan langsung meraih kunci mobil di atas nakas dan berangkat menemui Risa.


" Rasain,, emang enak ku kerjain " batin Risa sembari terkekeh tanpa suara.


**Bersambung...


Amelia udah sadar gaes.. tenang ya gak akan ada pelakor lagi ☺


Hmmm Risa cari kesempatan aja buat ngerjain Rona.. 😅😅

__ADS_1


cerita pembinor dan pelakor kita selingi dengan kisah cinta dari 2R ya.. tetap stay tune, Terima kasih udah selalu like, vote, dan kasih hadiah buat aku..


jangan lupa singgah di kolom komentar juga ya, karena komentar kalian jadi penyemangat aku.. 😘😘**


__ADS_2