
Mendengar berita kedatangan Nabila ke Rumah Aditya, Mama Maya berniat pergi untuk berkunjung sekalian membahas masalah resepsi pernikahan Aditya yang akan di laksanakan seminggu lagi.
Mama Maya sudah mengurus semuanya dengan baik, ia begitu antusias merencanakan acara resepsi ini, jauh berbeda dengan pernikahan Aditya dulu, karena dulu sejak pertama mengenal Amelia, Mama Maya memang sudah tidak menaruh hati kepadanya.
Ia merasa Amelia orang yang tidak baik, hanya ingin memanfaatkan anaknya saja, dan ternyata apa yang ia pikirkan betul, semua terungkap ketika Amelia kepergok selingkuh oleh Aditya.
Nabila sudah mulai di sibukkan dengan aktifitas paginya di dapur, seperti biasa Nabila akan membuat sarapan pagi untuk keluarga nya, dan tidak butuh waktu lama, nasi goreng seafood, telur dadar, dan ayam goreng sudah tertata rapi di atas meja.
" Anak-anak Bunda, sudah mandi ya? " tanya Nabila melihat kedua anaknya yang tengah siap berpakaian di bantu oleh Sumi.
" Cudah Bunda" jawab Hafidz.
" Habis ini turun sarapan ya Nak, Bunda mau panggil ayah dulu, Sumi juga turun ya sarapan "
" Ia Mba"
Di kamar, Aditya tampak senyum -senyum sendiri di depan kaca sembari merapikan jasnya, ia begitu bahagia apalagi setelah kenikmatan semalam dan pagi hari ini yang ia rasakan bersama istrinya, dan juga begitu banyak perhatian yang Nabila berikan kepadanya yang sudah lama tidak ia rasakan.
Nabila terkekeh melihat Suaminya yang senyum -senyum sendiri di depan kaca, kemudian Nabila bergegas mengambil dasi yang masih terletak di atas ranjang dan memakai kan nya kepada Aditya.
" Mas, kenapa senyum - senyum sendiri " ucap Nabila sembari menuntun suaminya agar duduk di tepi ranjang karena ia ingin memasangkan dasi kepada Aditya.
" Kamu bisa pasang dasi? " tanya Aditya.
" Bisa dong, Mas meragukan kehebatan ku ya? "
" Gak sayang, Mas kirain kamu gak bisa pasang dasi"
" Selesai " ucap Nabila sembari merapikan dasi yang sudah terpasang rapi di leher Aditya.
" Ayo turun Mas kita sarapan, bentar lagi kan Mas mau berangkat kerja, anak-anak juga udah nunggu" ucap Nabila.
Langkah Nabila terhenti ketika Aditya menarik lengannya dan membawanya duduk di atas pangkuan suaminya itu.
" Mas malas mau kerja, maunya sama kamu aja di sini" ucap Aditya sembari memeluk Nabila.
" Mas kok jadi malas sih, ntar terlambat masuk kerjanya Mas, malu sama anak buah, masak Mas datang nya telat, kan biasanya Mas selalu tepat waktu, terus marah-marah tu sama anak buah Mas kalau datang terlambat Hehehe.. " ucap Nabila terkekeh.
Aditya langsung menarik wajah Nabila, dan membungkam mulut Nabila yang tidak hentinya berbicara, Aditya kembali mencium bibir candu istrinya itu sehingga Nabila hampir kehabisan nafas.
" Mas ihh.. aku hampir kehabisan nafas Mas" ucap Nabila dengan wajah cemberutnya.
Aditya hanya tersenyum melihat tingkah istrinya, mengelus lembut pucuk kepala Nabila dan kemudian menurunkan Nabila dari pangkuan nya.
" Bibir kamu bikin Mas ketagihan sih"
__ADS_1
" Ya sudah ayo kita turun " ucap Aditya sembari menggandeng tangan istrinya.
Sesampai di bawah, kedua anak mereka dan juga Sumi sudah siap untuk sarapan dan menunggu kedatangan Aditya dan Nabila.
" Sudah lama ya nunggu nya anak - anak ayah " ucap Aditya sembari mengecup lembut pucuk kepala kedua anaknya.
Mereka memulai sarapan pagi mereka, Nabila menuangkan nasi dan ayam ke piring Aditya dan juga Zahira, sedangkan Hafidz makannya di suapi Nabila.
Selesai menyuapi Hafidz, Nabila juga bersiap untuk makan, namun ia heran melihat Aditya yang berhenti makan padahal makanan Aditya masih banyak.
" Lo Mas, kenapa berhenti makan, sudah kenyang? "
" Aku mau nya di suapin juga sama kamu" ucap Aditya manja.
" Mas ni apaan sih, gak malu tu sama Sumi juga anak-anak"ucap Nabila melihat ke arah Sumi dan kedua anaknya.
" Biarin, mereka juga pasti senang liat kamu suapin Mas makan, benar kan? " ucap Aditya sembari melihat ke arah Sumi dan kedua anaknya.
" Ia Bunda, kasian Ayah pasti mau juga di suapin kayak Hafidz" ucap Zahira.
Aditya tersenyum penuh kemenangan ketika Zahira membela nya, dan Nabila pun menuruti kemauan suaminya itu.
" Mas ni kayak anak kecil aja " ucap Nabila sembari menyuapi Aditya makan dan sesekali ia juga ikut menyuap makanan ke mulutnya.
Sumi, Zahira dan Hafidz hanya terkekeh melihat tingkah keduanya, apalagi Aditya yang seperti kekanak - kanakan.
Tanpa di sadari air matanya keluar begitu saja, ia begitu terharu melihat betapa bahagianya Aditya, senyum yang tak pernah Mama Maya lihat dari sosok anaknya, kini telah kembali lagi.
" Terima kasih Nabila, kamu telah memberikan warna baru untuk Aditya, Terima kasih sudah mengembalikan anak ku seperti dulu" batin Mama Maya.
Setelah menyeka air mata nya, Mama Maya masuk kedalam dan menemui mereka.
" Assalamu'alaikum "
" Waalaikumsalam" ucap mereka serempak sembari melihat ke arah Mama Maya.
Nabila langsung berdiri menghampiri mertuanya itu dan mencium punggung tangan mertuanya, Aditya tersenyum melihat Nabila yang begitu sopan kepada Mamanya.
" Anak-anak ayo salim sama Nenek"
Zahira dan Hafidz bergegas turun dari kursi dan menyalimi Mama Maya, begitu pula dengan Sumi.
" Ma, ayo duduk sarapan dulu Ma" ucap Nabila kemudian menaruh piring di atas meja tempat Mama Maya duduk dan dengan telaten menuangkan nasi dan juga ayam di piring Mama Maya.
" Aduh Nabila, gak usah repot - repot "
__ADS_1
" Gak repot Ma, ayo makan"
Mama Maya mulai menyuap nasi goreng ke mulutnya, senyuman terukir di wajahnya ketika merasakan nasi goreng yang enak sekali baginya.
" Ini enak banget, kamu yang masak Bila? "
" Iya Ma, semua Nabila yang masak" ucap Aditya.
" Enak banget tau nak, nanti kapan-kapan kita masak bareng ya Nabila"
" Iya Ma"
" Sayang, ayo suapin lagi" ucap Aditya.
" Sudah ah Mas, malu tu di liatin Mama"
" Makan sendiri aja kenapa sih Dit, udah besar gitu" ucap Mama Maya sembari terkekeh melihat kelucuan tingkah Nabila dan Aditya.
Dengan wajah cemberut, Aditya kembali menghabiskan sarapannya tanpa di suapi Nabila.
" Oh ya, kedatangan Mama ke sini mau ngajak Nabila buat cari undangan pernikahan sekalian fitting baju pengantin"
" Kenapa gak sama Salsa aja Ma, kan bisa juga "
" Emang yang mau nikah Salsa, lagian kalau fitting baju pengantin kan harus ada kamu sama Nabila Dit"
" Mama sama Salsa sudah urus semua Dit, mulai dari makanan, tempat, WO dan lain-lain, cuma untuk ini kalian harus pilih sendiri Dit"
" Habis ini kita langsung berangkat ya Nak" ucap Mama Maya kepada Nabila dan di balas anggukan oleh Nabila.
" Ntar siang kamu nyusul ya Dit, di butik Mama nya Rona"
" Iya Ma, ya udah Aditya mau berangkat kerja dulu" ucap Aditya sembari mencium punggung tangan Mama nya dan pergi keluar di iringi Nabila.
Sesampai di luar rumah, Nabila mencium lembut punggung tangan Suaminya.
" Tutup mata kalian semua" ucap Aditya kepada para bodyguard dan juga Haris yang sudah menunggu nya di mobil.
Mereka pun dengan sigap mengikuti perintah Aditya, dan setelah itu Aditya langsung menyambar bibir Nabila dengan lembut namun hanya sekejap.
" Baik-baik di Rumah ya sayang, ntar siang kita ketemu lagi" ucap Aditya kemudian meninggalkan Nabila yang masih mematung karena Aditya yang tiba-tiba saja menciumnya.
" Hah.. iya.. iya Mas, Hati-hati di jalan" ucap Nabila dengan wajah yang memerah seperti tomat, walaupun para bodyguard dan juga Haris tidak melihat adegan tadi, tapi ia masih saja merasa malu dan langsung berlari masuk kembali ke dalam Rumah.
***Bersambung..
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini ya.. 😍😍***