
Haris melajukan kendaraannya ke tempat biasa Bang Jaya berjualan cilok, sesampai di sana, hanya terlihat bangku - bangku panjang yang sudah di susun terbalik di atas meja, gerobak jualan pun tak tampak di sana.
" Sepertinya sudah tutup " ucap Haris dan segera menghubungi Aditya.
" Gimana Mas, kok Pak Haris belum ada kabar " ucap Nabila yang sudah tidak sabar.
" Sabar ya sayang "
Dritt.. Dritt..
" Ini Haris telepon "
" Cepat Mas angkat teleponnya "
Aditya pun bergegas mengangkat telepon dari Haris.
" Bagaimana Ris "
" Tuan, tempatnya sudah kosong, sepertinya sudah tutup "
" Sudah ku duga Ris, baiklah kalau begitu kau pulang saja "
" Saya bisa carikan di tempat lain Tuan "
" Tidak perlu Ris, istriku hanya ingin makan cilok yang di jual di sana "
" Iya Tuan "
Sambungan telepon Haris dan Aditya terputus.
" Gimana Mas? " tanya Nabila antusias.
" Tempat nya sudah tutup sayang, kan Mas sudah bilang sama kamu, Bang Jaya jualan sampe sore aja "
Nabila cemberut mendengar jawaban dari Aditya.
" Tapi aku pengen makan cilok Mas "
" Besok aja ya, sekarang kamu makan yang ini aja " ucap Aditya mengambil kembali makanan yang sudah di sediakan dari rumah sakit yang ia taruh di atas nakas tepat di samping ranjang rawat Nabila.
Tok.. Tok.. Tok..
Aditya dan Nabila bersamaan melihat ke arah sumber suara, dan ternyata kedua anak mereka dan juga Mama Maya datang menjenguk Nabila.
" Bunda... " teriak Hafidz dan juga Zahira bersamaan.
" Zahira, Hafidz, Mama "
Zahira dan Hafidz langsung memeluk Nabila, kemudian Zahira duduk di samping Nabila, sedangkan Hafidz duduk di pangkuan Aditya.
" Are you okey sayang " ucap Mama Maya menatap ke arah Nabila, dan mengelus - elus tangan Nabila.
" Bunda sakit apa, Bunda baik - baik saja kan " tanya Zahira juga.
" Bunda baik - baik saja sayang, jangan khawatir ya " ucap Nabila sembari menggenggam tangan Zahira.
" Zahira, Hafidz,Bunda sekarang lagi hamil,makanya Bunda tadi sempat pingsan karena kelelahan" ucap Aditya.
Zahira, Hafidz dan Juga Mama Maya menatap ke arah Aditya.
" Maksud Ayah,Zahira bakalan punya Adek?" tanya Zahira semringah.
" Iya sayang "
" Hore..hore.. " teriak Zahira.
" Hoye.. hoye.. " teriak Hafidz juga mengikuti Zahira.
" Hafidz, bentar lagi kita punya adek " ucap Zahira.
" Adek " ucap Hafidz bingung, karena ia masih belum mengerti.
" Iya Adek, Hafidz mau gak punya Adek "
" Mau.. mau.. " ucap Hafidz meng anggukkan kepalanya sembari tersenyum.
" Hafidz.. Hafidz.. anak Ayah yang satu ini memang gemesin " ucap Aditya sembari mencium pipi tembem Hafidz.
Nabila, Mama Maya dan juga Zahira tertawa melihat tingkah Hafidz yang begitu menggemaskan.
" Mama senang banget deh dengarnya Dit, Bila, Mama bakalan nambah satu cucu lagi " ucap Mama Maya semringah.
" Bukan satu Ma, tapi dua "
" What!!, maksud kamu.. kembar Dit? " ucap Mama Maya sembari menatap Aditya dan juga Nabila bergantian.
" Benar Nabila? "
" Iya Ma " ucap Nabila sembari tersenyum.
" Ya Allah, alhamdulillah, selama ini Mama sangat mendambakan cucu dari kamu Dit, dan sekarang Allah SWT telah mengabulkan doa Mama, dan juga bahkan memberi Mama cucu dua orang sekaligus "
__ADS_1
" Mama bahagia banget, jaga kesehatan kamu ya Nak" ucap Mama Maya kepada Nabila.
" Oh ya kamu mau makan Bila? " ucap Mama Maya begitu melihat makanan yang ada di atas nakas.
" Biar Mama suapin ya "
" Nabila gak mau makanan itu Ma, dia maunya cilok " umpat Aditya.
" Cilok, kenapa gak di beliin Dit "
" Sudah Ma, tapi tempatnya tutup "
" Ya cari di tempat lain dong, kamu ni gimana sih Dit "
" Nabila gak mau Ma, dia maunya cuma di tempat Bang Jaya, sedangkan Bang Jaya sudah tutup " ucap Aditya mengadu kepada Mama Maya.
" Ya kamu usaha dong Dit, cari dong Bang Jayanya, cari tau alamatnya, datangin ke sana, siapa tau di rumah, stok cilok Bang Jaya banyak "
" Ini sudah malam Ma, lagian Adit gak tau alamat Bang Jaya di mana Ma "
" Aku tau tempatnya Mas " ucap Nabila tersenyum kepada Aditya.
" Tu Nabila tau Adit, orang hamil tu kalau dah ngidam harus di ikutin maunya Dit, kamu mau anak mu nanti ileran gak kesampaian makan cilok "
" ileran " ucap Aditya sembari membayangkan jika nanti kedua anaknya ileran.
" Cepat cari sana, biar Mama yang jagain Nabila di sini, Mama gak mau ntar cucu - cucu Mama ileran " ucap Mama Maya.
Nabila terkekeh melihat Suaminya yang tengah di omelin oleh Mama mertuanya.
" Baik Ma, Aditya ke Rumah Bang Jaya sekarang "
Aditya beranjak dari duduknya kemudian menghampiri Nabila, dan mencium kening Nabila.
" Mas pergi dulu ya, kamu sama Mama dulu di sini, jangan ngerepotin Mama "
" makasih ya Mas, jangan lupa kalau pulang bawa ciloknya " ucap Nabila sembari tersenyum.
" Iya sayang, kalau perlu Bang Jaya sama gerobaknya Mas bawa kesini buat kamu.. Hahahahaha " ucap Aditya tertawa.
" Ayah, ikut " ucap Zahira dan Hafidz bersamaan.
" Mau ikut, okey ayo ikut ayah " ucap Aditya menggandeng tangan Zahira dan Hafidz di sebelah kanan dan kirinya,kemudian mereka keluar dari ruangan itu.
Nabila dan Mama Maya menatap kepergian Aditya, Zahira dan juga Hafidz yang bayangan mereka telah hilang di balik pintu, kemudian setelah itu Mama Maya dan Nabila saling tatap dan tersenyum.
" Nabila, Terima kasih sudah hadir di hidup Aditya ya Nak " ucap Mama Maya dengan air matanya yang mengalir turun membasahi pipinya.
" Mama.. kenapa menangis "
" Mama terharu Nabila, Mama bahagia, setelah bertahun - tahun, akhirnya Mama bisa melihat kembali kebahagiaan Aditya, senyumnya, canda tawanya yang dulu pernah hilang Bila "
" Terima kasih ya sayang, Terima kasih sudah hadir di hidup Aditya, Mama sangat bahagia Nak "
Nabila meraih jemari tangan Mama mertuanya itu, dan Nabila juga ikut menangis di depan Mama Maya.
" Mama, ini semua karena kehendak Allah, Nabila juga sangat bersyukur dan bahagia karena sudah di pertemukan dengan Mas Aditya, yang begitu menyanyangi Nabila dan juga begitu menyanyangi Hafidz dan Zahira "
" Nabila juga berterima kasih sama Mama, karena Mama mau menerima Nabila dan juga kedua anak Nabila, Mama juga begitu sangat menyanyangi Hafidz dan Zahira "
" Iya sayang " ucap Mama Maya kemudian memeluk Nabila.
*******
Sekitar 30 menit, Aditya sampai di alamat yang di beritahu oleh Nabila, Aditya melambatkan laju mobilnya,Aditya berhenti di sebuah gang yang bertuliskan gang Bahagia.
" Bukan ini " ucap Aditya kemudian melajukan kembali mobilnya.
" Bukan ini "
" Bukan ini "
" Bukan ini "
Aditya hampir frustasi karena gang yang bernama Gang Barokah tidak ada di sepanjang Gang yang sudah ia jalani satu persatu.
" Jalannya sudah benar, tidak mungkin kalau Gang itu tidak ada di sini " ucap Aditya.
" Nah.. ini dia " ucap Aditya begitu melihat sebuah gang kecil yang bertuliskan Gang Barokah di depan nya.
Aditya turun dari mobilnya, kemudian menggandeng Zahira dan Hafidz untuk ikut bersamanya masuk kedalam gang itu.
" Permisi Bu " sapa Aditya kepada beberapa ibu - ibu yang sedang asyik ngerumpi di depan rumah.
Ibu - ibu yang sedang asyik ngerumpi itu, di buat takjub begitu melihat Aditya di depan mereka, mereka begini terpana melihat wajah tampan Aditya.
" Iya ganteng.. eh salah, ia ada apa ya Mas "
" Maaf Bu, mau numpang nanya, dimana ya Rumahnya Bang Jaya "
" Jaya, oh.. tukang cilok itu "
__ADS_1
" Di sana Mas, rumahnya yang cat biru itu, yang ada gerobaknya"
Aditya melihat ke arah kanannya, melihat gerobak Bang Jaya yang terlihat dari kejauhan.
" Oke kalau begitu makasih ya Bu " ucap Aditya kemudian meninggalkan ibu - ibu yang sedang membicarakan nya.
sepanjang jalan menuju rumah Bang Jaya, Aditya di buat risih karena beberapa orang yang berada di sekitar gang sedang memperhatikannya, terutama kaum hawa.
" Apa mereka belum pernah melihat lelaki tampan sepertiku ya " batin Aditya sembari tersenyum.
" Assalamu'alaikum " sapa Aditya dari luar rumah Bang Jaya.
" Waalaikumsalam " ucap Bang Jaya.
Bang Jaya memperhatikan Aditya dari atas hingga bawah, ia seperti pernah melihat laki-laki yang ada di depannya ini.
" Masih ingat sama saya Bang " tanya Aditya.
" Hmmm... iya.. iya.. Mas nya ini yang waktu itu pernah beli cilok sama neng Nabila, pacarnya Neng Nabila kan " ucap Bang Jaya semringah begitu mengingat Aditya.
" Benar Bang, dan sekarang saya sudah jadi suaminya Bang "
" Wah... selamat ya Mas "
" Iya Bang Terima kasih, oh ya Bang, kedatangan saya ke sini mau beli ciloknya abang, masih ada gak ya "
" Masih - masih Mas, tapi harus di panasin dulu gak pa-pa ya nunggu, ngomong-ngomong buat siapa Mas "
" Buat istri saya Bang, lagi ngidam pengen makan ciloknya abang, saya mau belikan di tempat lain, istri saya gak mau Bang, maunya tetap ciloknya abang "
" Hahaha.. jad gitu ya Mas, kalau sudah istri ngidam tu memang susah Mas, harus di turutin " ucap Bang Jaya tertawa.
" Iya Bang, gak pa-pa saya tunggu Bang "
" Sebentar ya Mas,duduk aja dulu " ucap Bang Jaya kemudian masuk kembali ke dalam rumahnya.
" Ayah, apa masih lama " tanya Zahira.
" Mungkin sebentar lagi sayang "
" Hafidz ngantuk Yah " sahut Hafidz.
" Iya sayang, sabar ya "
Sekitar 15 menit, akhirnya Bang Jaya keluar dengan membawa kantong plastik putih yang sudah berisi dua porsi cilok.
" Ini Mas, maaf nunggu lama "
Aditya mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribu dari kantongnya kemudian memberikannya kepada Bang Jaya.
" ehh.. ehh gak usah Mas, ini ambil saja saya ikhlas kasih buat Neng Nabila "
" Jangan Bang, saya juga ikhlas,ambil ya " ucap Aditya kembali menyodorkan uang itu kepada Bang Jaya.
" Tapi ini kebanyakan Mas "
" Gak pa-pa Bang, ambil saja "
" Aduh, makasih banyak ya Mas "
" Iya sama - sama, kalau begitu saya pamit ya Bang, anak-anak saya sudah ngantuk " ucap Aditya kemudian pergi dari rumah Bang Jaya.
" Sayang... sayang.. kalau bukan untuk kamu dan calon bayi kita, aku gak bakalan jauh - jauh ke sini " batin Aditya menghela nafas panjang begitu sampai di mobil.
Sesampai di parkiran Rumah sakit, Mama Maya dan Alex sudah menunggu kedatangan Aditya, Zahira dan Hafidz.
Sebelumnya Aditya sengaja menghubungi Mamanya agar menunggunya di parkiran karena Hafidz dan juga Zahira sudah tertidur.
Aditya menggendong Zahira dan memindahkannya ke dalam mobil Mama nya, sedangkan Hafidz di gendong oleh Alex untuk di pindahkan juga ke dalam mobil Mama Maya.
" Mama pulang ya Dit "
" Iya Ma, hati - hati di jalan, InsyaAllah besok kami sudah pulang "
" Iya sayang, jaga Nabila " ucap Mama Maya dan di balas anggukan oleh Aditya.
Aditya kembali ke atas dan menemui Nabila, sesampai di sana ternyata Nabila sudah tertidur.
Aditya menaruh kantong plastik yang berisi cilok di atas nakas, kemudian Aditya menuju ke kamar mandi untuk ber bersih diri.
Setelah itu Aditya menggeser sedikit tubuh istrinya, dan berbaring di samping Nabila.
" Cup " Aditya mencium perut Nabila.
" Cup " kemudian beralih mencium bibir Nabila sekilas.
Aditya kembali teringat akan kejadian tadi pagi, sampai saat ini ia masih belum membicarakan akan hal itu kepada Nabila, karena memang belum ada waktu yang tepat, di saat ingin memberitahu Nabila, Nabila malah tertidur, dan kini juga istrinya itu kembali tertidur.
" Aku mencintaimu sayang, aku tidak mau kehilanganmu, aku takut sekali jika kedatangan Amelia kembali, akan mengganggu rumah tangga kita, dan aku tidak akan membiarkan itu " batin Aditya kemudian memejamkan kedua matanya sembari memeluk Nabila.
***Bersambung...
__ADS_1
Tetap stay tune ya teman - teman..
jangan lupa like, vote, dan jangan lupa singgah di kolom komentar.. 😊😊***