
Nabila bangun pukul 1 dini hari, ia merasakan perutnya sedang lapar, ia bangun lalu bersandar di sandaran ranjang.
" Anak - anak bunda lagi laper ya? " tanya Nabila sembari mengelus perutnya.
Nabila beralih menatap Aditya, biasanya setiap malam Nabila selalu membangunkan suaminya itu jika ia bangun tengah malam dan mengeluh kelaparan, dan Aditya selalu menuruti apapun kemauan istrinya.
" Ayah tidurnya nyenyak banget nak, Bunda jadi gak tega bangunin ayah, lagian besok ayah harus kerja "
" Hmm.. aku jadi pengen makan mie instan terus pedes - pedes gitu " ucap Nabila.
" Kalau gitu aku masak sendiri aja deh " ucap Nabila lalu turun dari ranjang perlahan agar tidak membangunkan suaminya.
Hoek.. Hoek.. Hoek...
Nabila muntah - muntah begitu mencium bau ayam mentah yang ada di dalam kulkas, padahal ayam itu sudah di tutup dengan wadah rapat, namun Nabila masih dapat mencium baunya.
" Sayang.. kamu muntah - muntah lagi "
Aditya datang dan langsung mengelus - elus punggung Nabila, tak lama Nabila bangun dan ke dapur, ternyata Aditya juga bangun, Aditya mendapati Nabila tidak ada di sampingnya, dan Aditya sudah bisa menebak jika Nabila saat ini berada di dapur, karena seperti biasa Nabila pasti terbangun tengah malam karena kelaparan.
" Sudah, ayo duduk dulu "
" Kenapa gak bangunin Mas? "
" Mas tidurnya enak banget Mas, aku gak tega bangunin Mas Adit "
" pokoknya lain kali kalau bangun tengah malam harus bangunin Mas ya "
" Aku laper Mas,terus aku ke dapur dan tadi aku buka kulkas Mas, terus cium bau ayam mentah, aku gak tahan Mas terus muntah deh, padahal ayamnya udah di wadah tertutup, tapi kok masih ke ciuman ya baunya sama aku Mas "
" Makanya lain kali bangunin Mas kalau kamu laper, Mas kan suami siaga, jadi harus terus ada buat istri Mas tercinta yang sedang mengandung anak Mas ini " ucap Aditya sembari tersenyum dan mengelus perut Nabila.
" Mas ih gombal " ucap Nabila.
" Itu bukan gombal sayang, oh ya emangnya kamu mau makan apa? "
" Hmm..aku pengen makan Mie instan Mas "
" Mie instan lagi, No.. Mas gak mau "
" Mas ih, kan aku yang mau bukannya Mas "
" Hampir setiap malam kamu makan mie instan terus sayang,gak bagus buat pertumbuhan bayi kita, Mas gak mau pokonya "
" Tapi Mas, kali ini aja ya.. yang pedes - pedes gitu, enak tu Mas"
" Gak.. pokoknya gak boleh "
" Ya udah deh, kalau gitu aku mau makan nasi goreng aja Mas " ucap Nabila.
" Nah kalau itu boleh, ayo " ucap Aditya menarik lengan Nabila berniat membawa Nabila keluar untuk membeli Nasi goreng di pinggir jalan, seperti biasa kebiasaan Nabila kalau mau makan Nasi goreng.
" Mas mau kemana? "
__ADS_1
" Ya ajak kamu beli nasi goreng, di tempat biasa kita beli kan? "
" Bukan Mas, aku maunya Mas yang masakin aku "
" Masak, tapi Mas gak bisa masak sayang "
" Tapi aku maunya masakan Mas Adit? "
Aditya menggaruk - garuk kepalanya, ia benar-benar tidak bisa memasak, tapi demi istri dan buah hatinya mau tidak mau ia mengiyakan kemauan istrinya dan memasak nasi goreng buat Nabila.
" Ya sudah Mas bikinin kamu nasi goreng, tapi kasih tau Mas caranya ya, bahan - bahannya apa aja "
" Siap Mas "
Aditya pun mulai memasak, ia memasak sembari mendengarkan perintah Nabila, mulai dari menyuruhnya mengupas beberapa bawang putih, memotong sayur, sosis dan lain lain-lain.
" Mas, aku mau ke toilet bentar ya "
" sebentar sayang, habis ini diapain? " tanya Aditya.
" Tinggal di kasih garam aja Mas, habis itu udah deh "
" Ta.. tapi. garamnya seapa sayang, kasih dulu garamnya ni baru ke toilet "
" Kira - kira aja Mas, aduh aku udah kebelet ni Mas " ucap Nabila lalu pergi meninggalkan Aditya.
" kira - kira seapa ya, aku tambahin dikit dulu deh " ucap Aditya.
" Nah, udah selesai, aku cobain dulu " ucap Aditya lalu mengambil sendok dan mulai menyuap nasi goreng ke dalam mulutnya.
" Asin sekali " ucap Aditya dan langsung memuntahkan nasi goreng tadi.
" astaga baigamana ini, ternyata aku memasukkan terlalu banyak garam " ucap Aditya.
Aditya berniat membuang nasi goreng itu dan ingin kembali membuatnya, namun Nabila segera datang dan menahan Aditya.
" Lo Mas, mau di apain Nasi gorengnya "
" Nasi goreng nya gak enak sayang, terlalu asin, Mas mau buat baru aja " ucap Aditya.
" Sini coba aku rasain "
" Gak usah "
" Dikit aja Mas "
" Ni cobain "
" Hmm.. enak Mas, gak asin kok "
Aditya mengerutkan dahinya, nasi goreng buatannya benar-benar asin menurutnya, tapi kenapa istrinya bilang tidak.
" Sini Mas, gak boleh di buang mubazir Mas, lagian enak gini " ucap Nabila meraih Nasgor yang masih di wajan itu lalu menangnya di piring dan ia mulai melahap nasi goreng itu.
__ADS_1
" Kamu gak ke asinan sayang? " tanya Aditya sembari menelan ludah melihat istrinya yang makan dengan begitu lahap.
" Gak Mas, enak malahan, Mas mau? "
" Gak.. gak.. kamu aja "
" Ya udah "
" Begini memang ya kalau ibu hamil, aneh - aneh aja " batin Aditya.
" Sudah Mas.. alhamdulillah " ucap Nabila setelah selesai menghabiskan nasi goreng buatan suaminya itu.
" Ya ampun Nasi gorengnya benar - benar habis " batin Aditya.
" Sudah kenyang, kalau gitu kembali ke kamar yuk " ucap Aditya.
" Yuk Mas, tapi gendong " rengek Nabila manja.
" Iya Mas gendong, tapi nanti Mas minta upah nya ya "
" Upah? "
" Ya upah, kan Mas udah masakin kamu, terus harus gendong kamu lagi ke kamar "
" Emangnya Mas mau upah apa? "
" Hmm.. mau itu " ucap Aditya sembari matanya melirik ke arah mahkota Nabila yang ada di bawah sana.
" Ihh Mas mesum " ucap Nabila.
" Tapi kamu juga mau kan? " tanya Aditya sembari menggoda Nabila.
Wajah Nabila memerah mendengar ucapan Aditya.
" Mas Aditya nih suka banget godain aku, kalau mau upah tenang aja, ayo cepat gendong aku "
Aditya tersenyum bahagia di mendengar ucapan Nabila, lalu dengan semangat empat lima menggendong istrinya masuk ke kamar.
" Tunggu di sini dulu jangan tidur, Mas mau ke toilet bentar, habus itu Mas mau nagih upah Mas sama kamu " ucap Aditya.
" Iya Mas "
Sekitar 15 menit, akhirnya Aditya selesai dan keluar dari kamar mandi, padahal baru 15 menit, Nabila malah sudah berlayar di pulau kapuk, ia sudah tertidur.
" Sayang.. sayang...gatot deh " batin Aditya sembari menggeleng - geleng kan kepalanya.
Aditya menarik selimut dan menutupi tubuh Nabila, kemudian ia mengecup kening dan perut istrinya itu.
" Tidur yang nyenyak ya Baby twins ayah, sudah kenyang kan, jangan bangunkan Bunda lagi ya, kasian Bunda udah enak banget tu tidurnya " ucap Aditya mengajak berbicara bayinya yang masih di dalam perut Nabila.
**Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini... 😘😘**
__ADS_1