Jangan Lupakan Aku

Jangan Lupakan Aku
99. Foto Masa Lalu


__ADS_3

*Maaf ya Kakak-Kakak semua, Author sedikit gak semangat update. Ini disebabkan gara-gara enntun belum juga berikan hak Author yang harusnya masuk abis lebaran kemarin 😭 ditambah lagi ini karya sepinya kayak kuburan 😭😭😭*


****************


Yuvi mendengar cerita ayahnya dengan seksama penuh kebingungan. Ia melangkah keluar kamar ikut sertanduduk bersama di sana. "A-aku yang membuat rumah ini?" Yuvi mengulangi ucapan laki-laki yang tampak lesu tersebut.


"Setiap bulan, kamu selalu mengirimkan gajimu kepada kami. Namun, uang yang kamu kirimkan selalu kami tabung dan satu tahun menjelang kamu pulang, tabungan itu sudah banyak. Kita sepakat menggunakan uang tersebut untuk merenovasi rumah kita yang dulu, menjadi seperti ini. Apa kamu benar-benar tidak mengingat semua itu?" tanya Ayahnya.


"Ah, Yah ... Aku benar-benar tidak mengingat semuanya."


Ayah menghela napas panjang. "Biar lah ... Nanti kamu pasti akan mengingatnya kembali. Bagi kami, yang paling penting kamu dalam keadaan baik-baik saja. Mbak-mu pasti akan senang mengetahui semua ini. Ayah akan segera mengabarinya."


Ayah terlihat sibuk meraba lemari kecil dan menggenggam benda pipih, yang digunakan sebagai sarana komunikasi. Tak berapa lama kemudian, obrolan pun dimulai.


"April, adikmu ... adikmu udah pulang."


" .... "


"Iya, jika kamu sudah pulang, segera lah mampir bawa keluargamu ke sini."


Panggilan pun usai, dan ayah duduk di samping Yuvi. "Apa kamu ingat memiliki kakak yang kamu panggil dengan Mbak?"


Yuvi merenung sejenak, manik coklat bola matanya melirik kiri kanan secara bergantian. "Entah lah, Yah. Mungkin akan berbeda jika aku melihatnya secara langsung."


Beberapa waktu mereka bercengkrama. Setelah usai, ia berpindah pada ruangan yang masih tertutup rapat. Perlahan, Yuvi membuka pintu dan udara pengap menyambut indera pernapasannya.


"Uhuk ... uhuk ..."


Axel berjalan cepat menarik Yuvi untuk keluar, tetapi tangan Yuvi menggantung menahan suaminya itu.

__ADS_1


Tangannya meraba bagian dinding, dan lampu menyala menampakkan suasana di dalam kamar yang cukup luas ini. Hal yang mengejutkan mereka dapatkan, yaitu foto Axel yang terlihat lebih muda tertempel memuhi kamar ini.


"Loh? Kok? Apa aku salah kamar?" tanya Yuvi.


"Apa kamu lupa? Kamu itu penggemar beratku lho? Semua foto ini kamu bawa dari Hongkong lalu ditempelkan di kamar rumahmu di sini. Kisah kita berdua begitu panjang dan manis meskipun kita jalani dalam bentangan jarak yang sangat panjang." Axel memeluk istrinya dari belakang.


Jelas dalam ingatannya, kala Yuvi masih begitu kekanakan saat ia sempat mengenalnya kala masih duduk di bangku SMA, sebelum terbang menjadi TKW di Hongkong. Dia tak pernah lupa menceritakan apa pun kegiatan yang dilakukan. Namun, kala mereka sempat putus beberapa kali, foto-foto itu langsung dilepas.


Yuvi membuka jendela yang tadinya masih tertutup dengan sangat rapat. Setelah itu, udara segar masuk membuat ia segera menghirup udara dengan sangat dalam.


"Mama Papa bobok di sini?" tanya Aziel tak percaya melihat kondisi kamar yang begitu berdebu.


"Iyah, dulu sebelum kami menikah, mamamu Mama Yuvi tidur di sini. Nggak lama sih, soalnya Papa menikah dengannya lalu membawanya pulang." Axel bergerak melepas foto dirinya yang masih terpasang. Ia merasa malu sendiri melihat sang istri yang sengaja mencetak foto dirinya dengan gaya aneh.


Aziel memanjat ranjang dan turut melihat foto itu satu per satu. "Pa ... ini rambutnya berdiri semua? Mirip dragon ball kalau jadi super seiya." Aziel menunjuk beberapa foto aneh.


Axel segera mencabut foto itu. Ia tidak mau bocah cilik yang sedang kepo menanyakan penampakan aneh lain yang ia buat. Yuvi merangkul lengan Axel, agar suaminya tidak melakukan itu.


"Tapi, ini—"


"Biarkan aja." Yuvi menarik lembaran foto yang dilepaskan suaminya itu. Ia duduk di atas ranjang dan membuka lembar demi lembar foto tersebut.


Bibirnya tak berhenti tersenyum melihat semua gaya aneh yang ada di sana. "Aku tak menyangka kamu dulu narcis begini."


"Aah, bukan mauku. Kamu yang minta aku gaya-gayaan kayak gitu," elak Axel.


"Lalu kamu mau aja?"


"Kamu dulu kan masih ababil. Kalau aku gak ngirim foto itu, kamu ngancam-ngancam akan putus dariku," ucap Axel membela diri.

__ADS_1


Hal ini tentu membuat Yuvi tertawa dengan terbahak, dan cukup lama. Axel menutup mukanya dengan satu tangan menahan rasa malu yang sangat luar biasa.


"Emangnya kamu takut bila kita putus? Bukan kah kala ini kita tak pernah bertemu sama sekali? Bisa aja kan, kamu malah pacaran dengan cewek lain diam-diam?"


"Ah, kamu pikir gampang membangun satu hubungan dengan begitu saja? Meskipun kita tak pernah bertemu, tetapi hari-hari kita selalu saling berkirim pesan. Meskipun hanya sekedar telepon dan SMS."


"Apa kita pernah video-video call kayak saat ini?"


Axel mengusap dagunya. "Setelah kamu bekerja di Hongkong, kamu membeli Android murah di sana. Baru lah saat itu kita saling berjumpa meski lewat maya."


Yuvi merenung sejenak. "Sekarang aku mengerti, kenapa mamamu sangat tidak menyukaiku. Aku hanya lah wanita miskin yang jauh berbeda dengan kalian yang merupakan keluarga kaya raya." Wajahnya terlihat lesu.


Axel duduk di samping sang istri. Tangannya merangkul Yuvi dari belakang dan menariknya masuk ke dalam dekapannya. "Tapi kamu adalah wanita kecintaanku."


Aziel turut duduk di sisi lain Yuvi. Ia merangkul pinggang sang mama menyandarkan diri. "Mama adalah kesayangam Aziel juga kok."


Axel melirik Aziel yang meniru dirinya. "Mama Yuvi ini kecintaan Papa. Jangan ikut-ikutan!"


"Papa yang ikut-ikut aja. Aziel kan paling sayang sama Mama." Aziel mencabikkan bibirnya.


Yugi menyandarkan kepalanya pada pundak Axel dan  merangkul Aziel. "Terima kasih. Terima kasih karena kamu sudah memperjuangkanku selama ini. Aku jadi terharu."


****************


Karya sobat Author juga nih kakak readers yang baik hati. Mampir yuuk, ceritanya nggak kalah seru lho ...


Judul: Jadi Guru Demi Calon Istri


Author: Maula Yiwei

__ADS_1



Jangan lupa disubscribe + like + beri komentar dan rate 5 yaaah.. Makasi 😇


__ADS_2