Jangan Lupakan Aku

Jangan Lupakan Aku
120. Nyonya Hong


__ADS_3

Yuvi tak berkedip ketika membaca isi pesan terakhir oleh pacar jauhnya itu. Ini untuk pertama kali ia mendapat balasan ketus seperti ini.


"Apakah ini artinya kami benar-benar putus?" desis Yuvi tak percaya. Seketika air matanya jatuh begitu saja tanpa memerlukan proses terbendungnya air mata.


Padahal, dia berharap, yang di sana membujuknya dengan lembut seperti biasanya. Ia terlalu nyaman, ketika mendapat perlakuan seperti itu. Hingga ia berharap, jika merajuk seperti barusan, kekasihnya membujuk seperti biasa.


"A-apa yang terjadi padanya? Kenapa dia begini?" desisnya.


"Kamu kenapa?" tanya Feli yang menemani Yuvi untuk pendaftaran menjadi TKI. Ia hanya memberi jawaban dalam bentuk gelengan kepala.


*


*


*


Satu tahun kemudian, Yuvi berjalan beriringan dengan Nyonya Hong, wanita lanjut usia yang menjadi majikannya di Hongkong.


"Yuvi, ni jīntiān xiǎng zuò shénme cài?"


(Yuvi! Hari ini kamu mau masak apa?)

__ADS_1


Yuvi terlihat berpikir sejenak, mengingat majikannya ini adalah wanita lanjut usia yang harus dijaga nutrisinya. "Gam yat ngo soeng woh wai hoeng taai taai zuk sou choi woh yu tong." (Hari ini saya ingin memasakan sayur dan sup ikan untuk Nyonya Hong.)


Wajah Nyonya Hong terlihat sangat senang mendengar penjelasan gadis muda yang kurang lebih satu tahun telah bersamanya. "Aku sungguh tak sabar menunggunya."


Yuvi mengedipkan mata dan mengacungkan jempolnya. Wanita yang hanya berdua hidup dengannya ini sungguh memperlakukannya dengan baik meskipun ia hanya lah seorang ART. Nyonya Hong memperlakukannya layaknya bagai anak sendiri.


Gaji yang ia dapatkan, sebagian besar ia kirim kepada orang tuanya. Ia berharap, uang tersebut bisa digunakan untuk mengobati ibu yang sakit di desa tempat ia berasal. Ia hanya menyisihkan sebagian kecil untuk kebutuhan mendadak.


Suatu hari, temannya bernama Mili, memanggilnya. Mili adalah sesama TKW yang berangkat dengannya ke Hongkonh dulu.


"Yuvi, kita ke Korea yuk? Mumpung bulan depan musin semi di sana," ajaknya.


Yuvi menoleh ke arah belakang melihat sumber suara yang memamerkan brosur festival musim semi di negeri gingseng tersebut.


"Ajak sekalian, siapa tau majikanmu seneng dan mau ikut ke sana juga," bujuk Mili.


"Tunggu, ya? Nanti aku tanya dulu."


Pada malam hari usai makan malam, Yuvi memasang wajah kucingnya merangkul lengan sang majikan.


"Taai taai, ngo dei haa go yuet heui Hon gwok hong haa dim? Ngo hou hou kei gin sik haa go dou gei cheun tin hei sik."

__ADS_1


(Nyonya, bagaimana bulan depan kita jalan-jalan ke Korea? Aku sungguh sangat penasaran melihat suasana musim semi di sana.)


Nyonya Hong menatap panjang pada ART nya ini. Melihat reaksi majikan seperti itu, Yuvi menangkupkan tangannya merasa tidak enak.


"Maafkan aku, Nyonya. Sepertinya Anda tidak suka ya?" (dalam bahasa Kanton)


Nyonya Hong terlihat tertawa. Wanita yang berusia enam puluh tahunan itu menepuk pelan tangan Yuvi. "Sepertinya itu adalah ide yang sangat bagus."


Mendengar sambutan baik oleh sang majikan, membuat Yuvi kembali bersemangat dan memeluk majikannya layaknya memeluk orang tuanya sendiri.


"Xièxiè fūrén." (terima kasih, Nyonya) "Wǒ zhēn de hěn ài nǐ." (aku sayang sekali padamu) ucap Yuvi.


"Wǒ yě ài nǐ." (Aku juga menyayangimu.)


Yuvi kembali memeluk Nyonya Hong dengan hangat.


"Dàn wǒ xiān zhēngqiúle wǒ háizi de tóngyì, hǎo ma? Rúguǒ tāmen bù ràng wǒ qù, wǒ jiù bùnéng qù." (Tapi aku minta izin pada anak-anakku dulu, ya? Jika mereka tidak izinkan, aku tidak bisa pergi.)


Mendengar itu ekspresi wajah Yuvi berubah lagi menyandarkan diri pada Nyonya Hong. "Aku berharap sekali, semoga mereka mengizinkan. Aku berjanji akan menjaga Anda dengan sebaik mungkin," bujuknya dengan manja.


"Sabar ya, aku akan menghubungi mereka," ucap Nyonya Hong.

__ADS_1


Yuvi mengangguk cepat dan melanjutkan pekerjaannya, memasak dan membersihkan rumah. Usai makan malam dengan perasaan berdebar, Yuvi menunggu majikannya berbicara.


Namun, wajah Nyonya Hong terlihat sangat tegang. "Mereka tidak mengizinkanku pergi," ucapnya.


__ADS_2