Jangan Lupakan Aku

Jangan Lupakan Aku
38. Misi Penyamaran


__ADS_3

Beberapa orang berpakaian lusuh berjalan kaki memasuki area Rumah Sakit Medika Jaya membawa karung. Para gembel yang terdiri dari dua orang itu terlihat memakai baju compang camping yang penuh dengan coretan warna coklat, dan robek di segala bagian.


"Kalian mau apa ke sini?" Security yang bertugas mencegat kedatangan mereka.


"Kami mendapat kabar rumah sakit ini memiliki banyak sampah yang boleh kami bawa, Pak," ucap salah satu dari anggota pemulung itu.


"Haah? Kata siapa? Kalian jangan macam-macam!" bentak security tersebut.


"Baru saja kami melihat teman masuk tanpa dihalangi seperti kami, Pak? Kenapa tidak adil seperti ini? Giliran dia diperbolehkan, tetapi kami malah diusir seperti ini?"


Mendengar penjelasan tersebut sang security terlihat bingung. "Siapa yang masuk? Kami tidak pernah mengizinkan orang-orang seperti kalian masuk! Jangan berbohong!"


Salah satu dari mereka terlihat melambaikan tangan. "Nah, itu orangnya!"


Security itu terlihat kebingungan menunjuk arah yang dilihati oleh orang gembel menjijikkan di hadapan mereka ini. "Mana?" Kepala security itu celingak celinguk kembali menoleh ke arah yang ditunjuk.


"Itu!" Pemulung masih menunjuk asal pada arah belakang. "Itu! Masa nggak lihat sih? Sengaja pura-pura nggak lihat ya, Pak? Jadi dia dibiarin aja dapat duit banyak sendirian, tetapi kami dilarang?"


"Haaah ..." Security itu berlari kecil menuju arah yang ditunjuk oleh salah satu pemulung tadi.


Setelah memastikan tidak ada yang menjaga bagian depan, kedua pemulung itu memberi aba-aba dengan menggerakkan tangan. Beberapa orang dengan pakaian compang camping lain dengan cepat menuju beranda dan masuk ke dalamnya.


"Susteeer ... Susteerr ... tolong Mak sayaaa Suuss?" Suara sumbang keluar dari mulut seseorang tinggi, tetapi memakai daster dan kerudung yang buruk dan lusuh.


Perawat yang mendengar teriakan tersebut, sedikit merasa heran. Matanya menangkap tiga gembel tiba-tiba saja berada di sana. Para perawat saling berbisik dan melirik tiga gembel itu dengan jijik.

__ADS_1


"Uhuk huk huk huk!" Salah satu berwajah tua terbungkuk, menggunakan selendang menutupi kepalannya, terbatuk dengan sangat keras.


"Suuus, tunggu apa lagi? Emak saya membutuhkan pertolongan dengan cepat!" teriak seseorang, dengan suara sumbang, besar, setengah cempreng.


Para perawat itu segera menggunakan masker dan sarung tangan. Ia mendekati tiga orang yang datang di pagi ini berdiri sedikit jauh dari mereka.


"Iya, kenapa?" tanya perawat tersebut, tetapi nadanya terkesan ketus.


"Emak saya sudah sakit semenjak seminggu lalu, Sus. Karena tidak memiliki biaya, kami tidak bisa membawanya ke rumah sakit. Namun, sakit Emak tak kunjung sembuh juga, makanya saya bawa ke sini."


Dua perawat itu saling lirik dengan kerutan di dahinya. "Apa kalian memiliki asuransi kesehatan seperti BPJS? Minimal kelas tiga deh?"


"BPJS, Sus? Jangankan BPJS, untuk makan sekali sehari saja kami sudah bersyukur, Sus."


"Uhuuuk huk huk uhuuuk!" Seseorang dengan kepala tertutup selendang kembali batuk dengan suara yang menggelegar hingga penjuru rumah sakit.


"Tolong dulu, Sus. Setelah ini saya janji akan mencarikan uang untuk perawatan Emak. Kasihan Emak saya?"


Meski terlihat enggan, perawat itu akhirnya menyuruh untuk mengikuti menuju ruang emergency.


"Silakan emaknya disuruh naik sendiri ke sana!" ucap perawat tersebut dengan ketus menunjuk salah satu brangkar yang ada di dalam ruangan ini.


Dua orang yang berada di sisi kiri dan kanan membantu untuk menaikkan sang emak ke atas brangkar. Perawat-perawat itu menjaga jarak supaya tidak terlalu dekat dengan mereka. Karena merasa terganggu dengan penampilan semuanya yang entah kenapa meninggalkan aroma yang tak sedap pada indera penciuman mereka.


"Setelah itu, kalian boleh pergi. Ibu ini akan kami urus, dan dipersilakan untuk mencarikan uang membayar biaya penanganan saat ini," titah perawat tersebut.

__ADS_1


"Waktu tenggat untuk membayarnya hingga pukul berapa, Sus?"


"Sampai kapan pun kalian bisa mendapatkan uang-uang tersebut. Sekarang, silakan pergi! Jangan kembali sebelum mendapat uang yang banyak!"


Kedua orang yang bertugas sebagai pengantar pasien pun keluar dari unit emergency. Mata mereka liar melirik kiri kanan, semua terlihat begitu sibuk dengan tugas masing-masing.


Setelah menganggukkan kepala, kedua orang tinggi itu berjalan menyusuri koridor. Mata mereka masih liar melirik setiap perilaku para pekerja dan pasien di rumah sakit ini.


Beberapa waktu kemudian, mereka sampai pada pintu bertuliskan OB & OG. Sebenarnya, hal ini sudah masuk pada rencana untuk mencari sebuah informasi dan data. Sebelumnya mereka telah melakukan briefing menentukan denah setiap lokasi di rumah sakit tersebut dengan detail.


Dari dalam ruangan OB & Og tadi, muncul dua pria yang menggunakan seragam kebersihan rumah sakit, dilengkapi topi, masker, sapu, penyemprot cermin, dan alat pel. Mereka memegang semua yang bisa mereka dapatkan.


Pada telinga masing-masing, telah melekat headset yang sangat mini tanpa kabel dipasangkan di dekat rongga pendengarannya.


Kedua pria tinggi itu adalah Axel dan Bharada Jun yang sedang melakukan penyamaran. Sementara, yang menjadi pasien di unit gawat darurat adalah salah satu tim penyidik hebat dari kepolisian. Ia seorang wanita yang biasa dipanggil dengan Aiptu Leticya.


Penyamaran ini terpaksa dilakukan untuk menggali informasi lebih banyak lagi. Axel mengangkat ember membawanya ke toilet khusus para OB mengisi air. Sementara itu, Bharada Jun menyemprotkan cairan pembersih kaca lalu mengusapnya dengan cepat.


Axel mengepel lantai terus beringsut ke bagian belakang gedung utama. Kali ini, pada bagian belakang itu terlihat banyak sekali orang-orang berwajah sangar menggunakan pakaian serba hitam.


'Ck, kenapa kali ini mereka begitu ramai?' batin Axel terus mengepel lantai.


Axel memberi kode  Bharada Jun untuk mengikutinya bergerak menuju bagian belakang. Sehingga ia berpindah menyemprot jendela bagian belakang tersebut.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" Seseorang tiba-tiba saja membentak mereka membuat kedua orang itu terkejut.

__ADS_1


__ADS_2