Jangan Lupakan Aku

Jangan Lupakan Aku
95. Aksi Film Mafia


__ADS_3

Aziel buru-buru naik ke atas kendaraan tersebut. Mereka langsung menuju ke bandara.


Sementara itu, pasukan kecoa mulai berdatangan satu per satu memasuki area tempat tinggal Aziel tinggal bersama Axel dan Yuvi. Melihat situasi yang terasa aneh, kaum ibu yang tinggal di sana segera menarik anak mereka masuk ke dalam rumah masing-masing.


"Ini kayak suasana pilem mapia-mapiaan yang emak tonton di tipi, Jang. Masuk gih! Masuk!" Mereka menarik anak yang asik bermain.


Kalau ada anak yang tidak mau dibawa masuk, kaum emak mengangkat anaknya dengan paksa. Mereka segera menghubungi pihak kepolisian.


Kawanan mafia penculik anak menyadari kedatangan sang lawan. Pimpinan penculik anak yang duduk memantau sedari tadi di dalam kendaraan, tersenyum licik. Ia pun keluar berdiri menantang kedatangan para musuh.


Ia mengeluarkan sebuah kotak cerutu menggigit ujung dan meludahi sepahan ujung cerutu tersebut. Gerakan berganti mengembalikan kotak cerutu tersebut ke posisi semula, dengan munculnya pemantik gas. Ketika membuka tutupnya saja, api muncul dan ia langsung membakar ujung cerutu yang telah terjepit di bibir.


Pasukan Arsen menghentikan kendaraan mereka tepat di hadapan sang pimpinan penculik. Pasukan penculik yang telah saling kode, segera berkumpul dan berdiri di sekitar tempat yang sama.


Di dalam rumah, para kaum emak milenial mengeluarkan ponselnya. "Hai, gaes! Ini nih, kita akan nyaksiin siaran langsung pertempuran kawanan aneh melawan mapiong yang terkenal baru nyampai di sini. Jangan lupa like dan komeng ya? Kalau bisa kasih gift juga! Selamat menyaksikan!"


Boss penculik meniupkan asap putih dari mulutnya menunggu kepungan musuh mereka akhir-akhir ini. Dari dalam sebuah jeep wringler hitam yang gagah, keluar sosok pria yang memasang wajah datar, dan dingin.

__ADS_1


Pimpinan penculikan itu menatap Arsen dengan sebelah mata tanpa, melirik bagian pundak Arsen yang pernah ia tembak dulu. "Sepertinya, lu sudah cukup gagah bersiap untuk ngadapi gue."


"Apa yang kau lakukan di sini?" Arsen menatap dingin pada pria yang menghisap cerutu yang terjepit di tangannya.


"Gue rasa lu tahu. Kayak lagu yang pernah gue dengar ... Ku tahu engkau, sebenarnya tahu, tapi kau memilih seolah engkau tak tahu." Telunjuk yang memegang cerutu tadi, meliuk-liuk mengikuti tinggi rendahnya nada.


"Katakan saja! Saya ke sini bukan untuk mendengar suara cempreng milikmu itu." Arsen berjalan mendekat, mengusap pakaian pria itu yang terkena debu dari cerutu yang ia hisap. Setelah itu, Arsen menarik benda yang kembali dihisap sang musuh dengan dalam.


"Saya rasa, kamu sering mendengar merokok bisa merusak kesehatan!" Cerutu itu dilembar ke bawah dan Arsen menginjaknya dengan seringai menantang lawan.


Pimpinan penculik tergidik ngeri dan mendorong Arsen hingga ia mundur beberapa langkah. Arsen bergerak cepat dan menarik kerah pakaian pria itu dan menghentak kan sang musuh pada tubuhnya.


"Kau, mau macam-macam rupanya!"


Para pasukan penculik anak tadi bersiap menyerang Arsen, anak buah Arsen juga bersiap untuk menyerang. Namun, telapak tangan sang pimpinan penculik menggantung. Hal ini membuat anak buahnya mematung lalu berdiri di tempat masing-masing.


Pimpinan penculik menyibak tangan Arsen yang menggenggam kerah pakaiannya itu. Ia mendorong Arsen kembali melirik benda yang diinjak Arsen tadi. Ia memungutnya dan menepis debu yang menempel.

__ADS_1


"Kau tak tahu? Berapa harga satu batang benda ini?" Pria itu bergerak cepat memutar tubuh, lalu tanpa sempat  Arsen menghindar, punggungnya kini telah berada tepat di hadapan Arsen. Ia bergerak cepat menarik tangan Arsen, membungkuk, lalu  membantingnya dengan sangat keras.


"Aaaggh!" Arsen meringis, apalagi tangan yang ditarik adalah bagian bekas tembakan dulu.


****************


Nah, nah ... Kali ini beda lagi nih. Karya sobat Author yang lainnya lagi.


Judul: Berandalan vs Gadis Berhijab


Author: Ocybasoaci



Jangan lupa di-subscribe + like + beri komentar yaaa..


Love you readers

__ADS_1


__ADS_2