
"Aaah, ya? Beneran ga nih? Masa? Ah, masa sih? Canda ya? Canda ya?" ucap gadis seberang menutupi salting yang ia rasakan.
"Mau nggak? Nanti setelah kamu tamat, aku akan langsung menemuimu beserta orang tuamu."
"Kenapa nggak sekarang aja ke sininya?"
"Nanti kamu ketemu, takutnya kamu gak mau lepas dari aku." Axel mengucapkannya setengah terkekeh.
"Cih, ge-er!"
"Kalau aku temui kamu sekarang, kamu malah minta ikut aku terus, gimana? Aku kan belom punya duit buat nikah sama kamu. Paling tidak setelah memiliki tabungan, aku akan langsung menemuimu."
"Tapi aku jelek lho? Yakin nikah sama aku?"
"Jadi, foto profil sosmedmu itu siapa? Bukan kamu?"
"Bukan! Itu foto artis yang aku comot."
"Masa sih?"
"Iye, beneran! Makanya aku nanya, foto profil kamu itu beneran apa kagak? Lupa ya? Soalnya foto aku itu ... palsu." ucapnya lagi.
"Beneran?" Wajah Axel terlihat tak percaya atas apa yang diucapkan gadis ini. Karena, dia sudah duluan melakukan investigasi dan penelusuran siapa Yuvi sebenarnya.
"Iya."
"Cuma nama akun gamers-ku aja yang Snow White. Tapi aku aslinye hitem, kucel, ada totol-totolnya."
__ADS_1
"Kok aku malah mikirin hewan kaki empat ya?" Axel tertawa terbahak.
"Yaaa, kamu masih yakin lanjut meskipun aku modelan kayak gitu?"
"Ya, terserah lah. Kamu dan aku sudah diikat dengan benang merah kisah kita mulai hari ini. Kamu tak akan bisa lari dariku. Meskipun kamu hitam, kucel, jelek, dan ada totol-totolnya."
"Aku gak lari kok, aku pasrah mah. Apalagi kalau nikah sama cogan, seneng banget aku. Tapi nanti kalau kamu gak muncul-muncul, awas aja. Aku akan ajak siapa pun yang banyak uang untuk nikah denganku." Suara di seberang sana terdengar sangat menggebu.
"Eh, enak aja? Kamu udah tekan kontrak meski tidak tertulis denganku."
"Weeek ...."
"Kamu melet-melet nanti aku cium!"
"Iiss ... kamu mesum ternyata?"
"Biarin, mesum sama istriku sendiri!"
"Iiihh ... beluuuum ..."
Seperti yang ia janjikan, Axel mulai lebih serius menggarap skripsinya. Sementara itu, di seberang sana, seseorang mulai lebih serius belajar menghadapi ujian kelulusan SMA.
Ia berharap, nilainya tidak terlalu hancur tertulis di dalam ijazah. Hingga tidak malu-maluin bila dipamerkan pada laki-laki tampan yang ia kenal lewat dunia maya.
April, kakak Yuvi telah bekerja pada sebuah toko kelontong milik juragan kaya raya di desa tempat mereka tinggal. Jadi, karena usaha kerja kerasnya, ia memiliki ponsel yang cukup canggih, dibeli dari gajinya sebagai pelayan toko.
Beberapa bulan berlalu, tibalah pada pengumuman kelulusan sekolah yang dipampang dalam situs sekolahnya. Hal ini memaksa Yuvi kembali ke warnet, setelah sekian lama berhenti mendatangi warnet karena sibuk belajar dan sibuk diomeli dua orang sekaligus. Yakni, Mbak April dan Mamas Axel.
__ADS_1
Yuvi membuka situs sekolahnya. Tak lupa sekalian membuka akun sosial media fesbuknya. Dari akun tersebut, masuk video call dari seseorang.
Yuvi menolak panggilan itu, langsung menulis pesan chat pada orang tersebut.
Y: [ Garcep amat Mas? ]
A: [ Kenapa video call aku di-reject? ]
Y: [ Iiisss ... malu ... ]
A: [ Ih, kenapa malu juga? Ayo angkat ya? Kalau nggak angkat nanti nggak aku isikan pulsanya ]
Y: [ Mulai ngancam-ngancam? ]
Tak lama kemudian, video call kembali masuk pada komputer warnet yang ia kenakan. Yuvi segera memasang headphone yang tersedia di sana.
Ia mengeluarkan buku, menutup wajahnya dengan buku tersebut. Baru lah panggilan itu dijawab.
"Looh? Kenapa wajahnya ditutup?" tanya yang di seberang.
...****************...
Nah, ini promo karya sobat untuk yang terakhir di periode ini. Siapa tau suka kan ... Intip yuuukk..
Judul: My Crazy Household
Author: Nesaric
__ADS_1
Jangan lupa diikuti dan dukung yaaahh ....