
Terang saja ini membuat wanita cantik dalam jas putih itu menghentakkan kakinya beberapa kali karena geram.
"Pantes aja jomlo! Bahkan pernikahan kalian berakhir mengenaskan seperti ini," umpatnya kembali melangkahkan kakinya mencari Arsen.
Pada bagian parkiran, Axel menekan remot mobil yang membuat kunci kendaraan roda empatnya itu terbuka. Tanpa ia sadari dari arah berlawanan pintu mobilnya terbuka lalu menutup kembali. Axel telah siap untuk melajukan kendaraannya.
"Sayaaang, apakah itu kamu? Kenapa kamu tidak mengenalku?" Axel bergumam lalu merangkulkan tangan dalam lingkaran setir dan menyembunyikan wajahnya beberapa saat.
"Tidak mungkin! Dia itu istri orang lain, anaknya pun sudah besar dan mungkin sudah sekolah. Entah kenapa aku selalu berpikir bahwa saat ini Yuvita tengah mengandung anakku. Jika kami bersama, semua pasti akan sangat indah."
Axel mulai melajukan kendaraannya. Tanpa ia sadari, saat ini di kendaraan bagian belakangnya ada yang sedang bersembunyi.
*
*
*
Pada malam hari, dari dalam kendaraan yang sedang terparkir di garasi, terdengar suara kecil yang terus bergemeletuk.
Tuk
Tuk
Tuk
__ADS_1
Tuk
Tuk
Tuk
Wanita paruh baya mendengar suara tersebut merasa sedikit ketakutan. Ia segera memanggil suami dan anak bungsu yang sedang mengerjakan tugas kuliah.
"Hadi, Papah, ayo tolong lihatin, di sana! Ada bunyi-bunyi membuat Mama jadi takut."
"Kenapa, Mah?" tanya Hadi lagi.
"Itu, dari dalam kendaraan Aa-mu kedengeran suara-suara aneh."
Pria paruh baya menghentikan aktivitas membaca koran sembari menggelengkan kepala. "Emangnya suara apa? Ayo kita lihat dulu!"
Tuk
Tuk
Tuk
"Nah, tuh? Ada suaranya kan?" ucap satu-satunya wanita yang berada di antara mereka.
"Ekhem ...." Sang suami berdehem lalu bergerak mendekati mobil itu. "Hah?" Wajahnya terlihat sedikit tegang saat berhasil meneroka makhluk yang terus memukul-mukul kaca jendela mobil. Pria paruh baya itu mencoba menarik gagang pintu kendaraan. Akan tetapi, pintu mobil tak kunjung terbuka.
__ADS_1
"Mana Axel?" tanyanya lagi.
"Nggak tau, Pah. Emangnya itu suara apa?" tanya istrinya lagi.
"Ada anak kecil di dalam sana! Harus segera dibuka! Kalau tidak dia akan lemas terlalu lama di dalam ruang tertutup itu. Beruntung udah malam, jadi udara tidak terlalu panas."
Hady, sang remaja sekolahan itu segera berlari kecil menaiki tangga mencari sang pemilik kendaraan. "Aa? Aa?"
Dari sebuah kamar, muncul pria yang basah dalam handuk yang digantung di pinggangnya. "Ada apa? Berisik!"
"Mana kunci mobil Aa?" tanya Hady dengan wajah bingung.
"Kenapa emang?" tanya Axel.
"Ada orang di dalam mobil Aa!"
"Hah? Kok bisa?"
"Ayo buruan! Nggak ada waktu untuk menjelaskan!" Hady menengadahkan tangannya meminta kunci kendaraan milik sang kakak.
Axel pun segera mengambil kunci menyerahkannya kepada Hady. Hady berlari ke bawah. Axel segera memasang pakaiannya, melangkahkan kaki dengan cepat menuju ke garase di bagian rumah luas itu.
Setelah berada di dekat mobilnya, Axel terperenjat melihat siapa yang sedang memeluk ayahnya dengan wajah pucat.
"Kamu? Jadi kamu yang masuk ke mobilku?" tanya nya kembali.
__ADS_1
"Jangan berteriak gitu, atuh! Nanti dia bisa kaget dan takut! Mana wajahmu itu mode es dingin yang tidak mau mencair lagi?" ucap ayahnya mengingatkan.
"Mamaaaaa ... maaamaaaa ... maaaaamaaaaaa!" Akhirnya tangis bocah tampan itu meledak membuat panik semua yang ada di sana.