Jangan Lupakan Aku

Jangan Lupakan Aku
102. Awal Cinta Virtual


__ADS_3

Axel mengulang kembali panggilan tersebut. Akan tetapi, ia melakukan yang sama, menutup panggilan di saat orang yang di seberang menjawab panggilan. Setelah itu ia merenung dan terkekeh sendiri.


Ia baru menyadari melakukan sesuatu yang konyol karena orang yang dikenal secara virtual ini. Beberapa detik kemudian, panggilan masuk kembali dan Axel memilih untuk membiarkannya.


Tak lama kemudian, masuk SMS, yang sudah sangat jarang diterima selain pesan dari operator seluler.


Yv: [Siapa nih? ] tanya pihak seberang.


Axel mengerutkan keningnya. 'Ni anak malah bertanya lagi. Apa tiba-tiba baru bangun, kesambet apa gitu?'


Ax: [ Bukannya lu yg mc duluan? ]


Yv: [ Wei, tadi ada belasan mc k sini. Dkira ad keperluan, apa. Mlah diajak perang sama nih orang. Mana mc gw diangkat, potongan pulsanya bnyk bgt gilak :'( ]


Axel terkekeh melihat emotikon ala-ala jadul yang dulunya sering dipakai ketika zaman sekolah. 'Ngobrol sama anak ini berasa isekai ke dunia masa lalu.'


Axel mengecek ponselnya dan waktu panggilan keluar. Ternyata, memang ada panggilan keluar dari ponselnya ini.


"Ini pasti ulah Dirga," gumam Axel.


Axel segera melakukan panggilan pada kontak sahabatnya. Tak lama sambungan terpanggil.


"Kenapa?"


"Tadi lu minjem hape gue, ada ngotak atik kontak gue gak?"


Beberapa detik, orang yang di seberang hening. "Kayaknya itu kerjaan Hendri. Dia merasa aneh sama nama apa itu ... oo ... Snow ... Snow apa gitu gue lupa."


"Ternyata emang kerjaan kalian? Orangnya malah marah-marah ke gue."


"Ya, kalo dia cewek, kecengin aja sekalian. Siapa tau bisa gantikan mantan lu kemarin. Semester depan wisuda, kan bisa punya pendampingnya." Dirga menjawab amarah Axel dengan santai.


Namun, Acel menutup panggilan tersebut dengan wajah kesal. "Pantas saja."


Akhirnya Axel mengirim pesan berharap ini adalah pesan yang terakhir.


Ax: [ Kalau begitu, maaf ya. Sepertinya terjadi kesalahan. ]


Setelah itu, Axel meninggalkan ponselnya dan segera melanjutkan pekerjaan menyusun skripsi demi mendapatkan gelar sarjana hukum.


Nada dan getar pada ponselnya itu, sengaja ditiadakan. Namun, baru setengah jam ia menulis skripsi, pikirannya kembali beralih pada notifikasi game yang terus bermunculan.


"Ah, ini benar-benar memusingkan, sepertinya aku butuh refreshing dulu." Tangannya memainkan mouse pada PC dan mengeklik tombol notifikasi.


Snow White menantangmu untuk bermain! Terima atau Tolak?


'Lagi-lagi dia, apa hidupnya cuma habis buat main games aja?'


Axel menekan tombol terima dan jenderal perangnya telah siap mengokang senjata.

__ADS_1


Namun, suara gempuran senjata secara brutal membuat jenderal perang langsung ambruk kehilangan nyawa. Tak lama kemudian, pesan chat dari akun fesbuk masuk.


Yv: [ Hahaha, kenapa Om? Lama amat mikirnya? ]


Ax: [  Gw bukan Om-Om! Masih muda! ]


Yv: [ Tetep aja Om-Om ]


Axel menghela napas panjang. Setelah itu ia menutup akun fesbuk dan mengusap kepala dengan kasar.


"Skripsi! Skripsi! Semester depan udah harus tamat!"


Notifikasi chat kembali masuk. Pikirannya yang memang sudah tidak bisa berkonsentrasi lagi, memilih melihat isi pesan yang baru saja masuk.


Yv: [ Nama lu siapa, Om? Apa yang sesuai akun? ]


Yv: [ Axel Fajra Kusuma itu? ]


Acel tidak membalas lagi. Dia menghembuskan napas secara perlahan. "Oke, anak kecil tidak perlu diladenin."


Yv: [ Itu yang foto profil beneran asli orangnya, Om? Kok ganteng? ]


Ax: [ Apanya? ]


Yv: [ Foto profilnya? ]


Ax: [ Lalu? ]


Balasan hati yang dikirim oleh akun bernama Yuvita Antarina itu membuat Axel mengerutkan keningnya.


Ia menggelengkan kepala dan mendalami foto profil gadis berpakaian sekolah tadi.


Ax: [ Emangnya lu kelas berapa, Neng? ]


Yv: [ Beberapa bulan lagi mau lulusan nih ]


Ax: [ Terus lu kagak ada niat apa, buat belajar? Kan mau lulusan? Gak takut gitu? ]


Yv: [ Enggak ]


Axel terbahak dan menggelengkan kepala.


Ax: [ Jadi lu udah siap untuk mengulang 1 thn lg? ]


Yv: [ Enggak ding, lulus tak lulus gw tetep keluar negeri. ]


Ax: [ Wiisss, gaya? Ngapain? Kuliah? ]


Yv: [ Menikah sama bule kaya ]

__ADS_1


"Hahaha." Tawa Axel meledak begitu saja.


Ax: [ Moga impiannya terwujud ya, Neng. ]


Yv: [ Amiin. ]


Ax: [ Moga ketemu suami bertanggung jawab yak ]


Yv: [ Bagaimana kalau lu aja yg nikahin gw? Kayaknya lu itu tipe gue banget deh? ]


"Hahahahaha ...." Axel tertawa terbahak kembali.


Dari arah luar, seseorang yang merasa heran membuka pintu kamarnya. "Kenapa ketawa kayak gitu? Orang bukannya malu membatalkan pertunangan, ini malah tertawa terbahak hingga kedengaran sampai luar."


Axel menjepit bibirnya. "Aku sedang mengerjakan skripsi, Ma."


Sejenak, sang ibu merenung. Tak lama kemudian ia menempelkan punggung tangannya pada kening sang putra sulung. "Apa kamu stress gara-gara mengerjakan skripsi?"


"Ma, aku sedang mumet. Jadi, apa pun yang Mama dengar, tolong jangan dihiraukan."


Sang ibu menggelengkan kepala. "Buruan tamat, gih! Abis ini kamu bisa kerja bareng papamu."


Axel kembali pada posisi pura-pura berkonsentrasi pada skripsinya. "Ma, aku sibuk. Nanti kalau keluar jangan lupa tutup pintu."


Sang ibu memandang anaknya ini dengan wajah kesal. Setelah itu ia beranjak dan menutup pintu. Axel kembali tertawa beralih pada akun sosial medianya membaca isi pesan yang sudah berturut dikirim oleh lawannya.


Yv: [ Oh ya udah, kalau tak mau ]


Ax: [ Hei, lu kira nikah itu kayak main-main gt aja? Udah kenal, nikah yuk? ]


Ax: [ Tidak seperti itu, Neng! ]


Ax: [ Harus matang dan siap finasial jg ]


Ax: [ Lu tamat SMA mengurus rumah tangga ]


Ax: [ Tapi, gw belom punya penghasilan apa-apa ]


Ax: [ Lu mau dikasih makan tembak-tembakan tiap hari aja gt? ]


Axel menjelaskan panjang lebar hingga ia sendiri lelah menuliskannya. Namun, ada yang aneh. Tak satu pun chat yang ia tulis dibalas oleh seseorang dari seberang.


...****************...


Nah, Author membawa karya cerita kece dari oma-oma yang jago banget menulis. Ayoo, diramaikan kakak semua ...


Judul: Jingga dari Timur


Author: yanktie ino

__ADS_1



jangan lupa diramaikan yaaah...


__ADS_2