
Aziel buru-buru berjongkok mengusap kepala Thifa. "Adeeek, jangan bobok di sana. Nanti digigit ulet lho?"
"Huwaaaaaaaaaa, ga mau main sama kamuu," teriaknya dalam tangisan.
April dengan kesal menarik putrinya yang sudah bergulang-guling di atas lantai teras. Ia melirik Aziel dengan wajah kesal.
"Thifa, kamu kenapa?" Namun, matanya terus melotot kepada Aziel. Bocah bernama Thifa itu tidak menjawab, tetapi terus menangis dengan volume yang tinggi.
"Udah ya, jangan nangis lagi?" ucap suami April menarik Thifa ke dalam gendongannya.
Mata April terus melotot menatap Aziel dengan sangat kesal. Yuvi dan Axel memahami tatapan itu, membuat pria yang dipanggil dengan sebutan papa berjongkok tepat di hadapan Aziel.
"Ayoo, kenapa adeknya bisa nangis?"
"Tadi, adek Thifa manggil Aziel dengan Mas. Terus, Aziel bilang, 'Jangan panggil Mas. Panggil Abang!' Eh, dia langsung nangis bobok di sana." Aziel menunjuk lantai tadi.
Keterangan yang diberi Aziel tadi, membuat Axel tertawa terbahak. April yang tadi salah menduga, kini berubah raut merasa bersalah.
"Ayoo, mau dipanggil Abang apa Mas'?" tanya Axel kembali.
"Aziel juga mau dipanggil Abang." Aziel masih percaya diri dengan setiap ucapannya.
"Tapi orang sini pada tidak mau memanggil begitu, Cah. Atau mau dipanggil Mas?"
Aziel menggeleng cepat. "Panggil Abang."
"Atau mau dipanggil Aziel aja sama Dek Thifa-nya?" tawar Axel kembali.
Aziel menyipitkan mata menggeleng cepat. "Panggil Abang!" Dia masih kukuh dengan pendirian.
"Duh, bocah ... bocah." Axel menggelengkan kepalanya. Ia melirik Thifa yang masih sesegukan dalam gendongan ayahnya.
"Ya udah, pelan-pelan ya? Kalau adeknya nggak mau, nanti iya-in aja apa yang diucap oleh Dek Thifa-nya."
Aziel mencabik dan melirik Thifa. Lalu ia memutar badan masuk ke dalam rumah sederhana itu. "Ya udah kalau nggak mau. Nanti masih ada adek dalam perut Mama Mila," celetuknya berlalu.
Axel hanya tersenyum kikuk. 'Ah, padahal dia bukan anakku. Tapi kenapa merasa ikut bertanggung jawab begini ya?'
"Maaf ya, Mas. Namanya juga anak-anak," ucap Axel kikuk.
"Iya, biasa aja. Namanya juga anak-anak, baru kenal juga." ucap suami April.
*
*
*
__ADS_1
Saat malam, mereka bertiga tidur bersama di atas ranjang yang sama. Meskipun rumah itu cukup megah, tetapi minus dengan pendingin ruangan. Hal ini membuat Aziel gelisah dalam tidurnya. Tidak hanya itu, gigitan nyamuk yang cukup ganas, membuat Axel tidak bisa terlelap.
Ia memandangi setiap foto yang berjejer pada dinding kamar ini, ia kembali jatuh pada masa lalu, di mana ia baru saja mengalami sesuatu yang dinamakan patah hati.
(Kita kembali pada masa lima tahun yang lalu)
Axel yang masih berstatus mahasiswa merasa kecewa berat, karena mata dan kepalanya sendiri menyaksikan perselingkuhan kekasihnya pada masa itu.
Dua keluarga telah setuju atara hubungan Axel dan calon dokter bernama Liani. Namun, sesuatu di luar harapan terjadi karena Axel mendapati bahwa Liani berselingkuh dengan teman sesama kuliah kedokteran.
Axel yang sudah kecewa, mengisi waktunya dengan bermain game online. Rasa kesal luar biasa membuat ia membabi buta melawan dan menghancurkan lawannya dalam permainan.
Namun, suatu ketika ia mendapat lawan yang tak terkalahkan. Sampai penasaran berlebihan dia mencari id name lawannya tersebut. Hingga menelusuri lewat jejaring sosial yang kala itu menggunakan fesbuk.
Beberapa waktu melihat foto profil anak sekolahan yang menurutnya terlalu imut dengan karakter beringas ketika melawannya dalam game online, memaksa dirinya untuk tidak memercayai hal itu.
Bisa jadi, ini hanya lah akun bodong kali ya? Gak mungkin cewek yang muda dan polos begitu, sampai ngalahin gueh, si raja gamers tak terkalahkan.
Hal ini membuat Axel menekan rasa penasarannya. Ia hanya menemui lawan yang menggunakan nick name Snow White itu di dalam pertempuran di dunia maya secara online.
Namun, beberapa waktu, akun yang menjadi musuh bebuyutannya tak lagi muncul. Hari ke hari, hingga ke bulan.
Sedikit ragu ia kembali mencari akun bernama Yuvita Antarina yang pernah ia pantau jauh-jauh hari. Beberapa waktu ia sekedar memberi sapaan kecil.
Ax: [ Hai! ]
Axel merasa cukup jengkel karena tak diacuhkan oleh musuh bebuyutannya ini.
Ax: [ Hai! Lu Snow White di game perang-perangan online itu kan? ]
Beberapa waktu kembali, setelah sekian hari berlalu baru lah pesan tersebut terlihat telah dibaca. Kali ini pesan itu dibalas, tetapi jawabannya membuat Axel jumawa.
Yv: [ Eh, lu siape sih? Kenapa chat gw kayak gt? ]
Yv: [ Gw sleding juga lama-lama lu yah? ]
Acel segera membalas pesan tersebut berharap pesannya itu segera dibaca oleh yang punya akun.
Ax: [ Gue Kaisar Perang ]
Pesannya langsung terbaca dan tampak sedang membalas pesannya.
Yv: [ Oh, si kampret ]
"Anjiiirr, gue dibilang kampret."
Yv: [ Terus ngapain chat2 segala? ] Pesan dari akun itu, masuk kembali.
__ADS_1
Ax: [ Aaah, kenapa ya? Kepo aja ] Jawab Axel sekenanya.
Yv: [ Ow ... sekarang udah gak kepo kan? Gw mau cau dulu, babai! ]
Ax: [ Tunggu! ] balas Axel dengan cepat berharap langsung dibaca. Harapannya pun menjadi nyata, dan datang balasan.
Yv: [ Kenape? Buruan! Nanti bayar warnet gw nunggak! ]
Ax: [ Oh, lu main d warnet? ]
Yv: [ Iye ]
Ax: [ Kalau gitu bagi nomor WA dong? ]
Yv: [ Gak punya, cuma punya hp odong-odong buat SMS-an dan terima telpon doang. Karena sering gak punya pulsa, mkanya gx prnh nlp. ]
Ax: [ Oh, ya udah. Kasih dulu! Nanti gue telpon aja. Kasihan juga fakir mskin dan anak2 terlantar ini ]
Yv: [ Kampreeet! ]
Lalu pesan terakhir masuk dalam bentuk nomor kontak ponsel gadis itu.
Ngapain juga gue minta nomornya dia? Gak penting, batin Axel.
Namun, Axel tetap menyimpan kontak tersebut dalam ponselnya, sampai ia sendiri lupa telah menyimpannya.
Suatu saat, ada panggilan tak terjawab dari kontak yang dia beri nama Snow White Bar2. "Loh? Dari mana dia tau kontak gue? Gue kan gak pernah ngehubungi dia."
Axel hanya membalas misscall ala kadar. Ponselnya berdering kembali dengan nama kontak yang sama. Dengan semangat ia menekan tanda hijau menempelkan ponsel itu pada telinganya.
Tut
Tut
Tut
"Anjir, gue dikerjain."
...****************...
Yuhuuu ... Ada lagi ni yang baru karya sobatnya Author. Mampir yuuuk
Judul: Badboy Suamiku
Author: skyl
__ADS_1
Mari diramaikan yuuukk...