
Axel mengerutkan keningnya semakin merasa heran dengan ucapan Aziel. "Jadi intinya mama Mila ini buka mamamu kan?"
Axel kini telah berada di depan gerbang rumah sakit. Suasana rumah sakit yang panas, membuat security yang bertugas menjaga gerbang mengetuk jendela kendaraan Axel.
"Bagaimana pun, Mama Mila adalah mamaku!" teriak Aziel sambil menangis.
Akan tetapi, perhatian Axel sedang terpecah karena ketukan pada jendela mobil. Axel membuka jendela tersebut dan security yang ada di sana langsung bersorak.
"Tuan Muda kita ada di sini! Lihat! Pria ini lah yang telah membawa Tuan Muda!" sorak security sembari menarik gagang pintu kendaraan tersebut dengan kasar.
Sang security pun menarik Axel bagai pencuri yang baru saja tertangkap basah. Pada bagian pintu lain, security yang lain membuka pintu di mana Aziel sedang duduk terikat oleh sabuk pengaman. Aziel terlihat sedang menangis dan ia langsung menarik putra dari boss mereka memasukkannya ke dalam pelukannya.
"Tuan Muda tidak apa-apa?" Sembari mengusap air mata Aziel lalu melirik Axel yang membisu tanpa membela diri.
"Jadi, kau lah yang menculik Tuan Muda kami, hah?" geram security yang memegangi Axel.
__ADS_1
"Bukan!"
"Lalu, kenapa Tuan Muda Aziel berada bersamamu dalam keadaan menangis?" gertaknya lagi.
"Justru saya ke sini untuk mengantarkannya kembali. Diam-diam dia masuk ke dalam kendaraan saya!" Axel mencoba menjelaskan dengan rinci. Karena, ia merasa tidak nyaman diperlakukan bagai penj4hat yang baru saja kedapatan dalam bertindak.
"Bohong! Lebih baik jelaskan di hadapan mereka!" Security menunjuk ke arah beberapa orang berpakaian serba hitam memasang wajah sangarnya.
"Cepat bawa dia!" ucap sang security memberi titah kepada orang-orang yang memakai pakaian serba hitam.
"Tuan Muda tenang saja! Kita akan memberi dia pelajaran karena telah berani membawamu dari sini."
Para pria berpakaian serba hitam tersebut, berjalan ke arah Axel dan mulai menariknya dengan kasar. Namun, Axel menepis tangan itu.
"Tunggu! Kalian harus mendengar penjelasan saya dulu! Saya ini bukan pencul1k! Dia masuk ke dalam kendaraan saya secara diam-diam, dan tidak sengaja terbawa hingga ke rumah saya!" terang Akel kembali.
__ADS_1
"Mamaaa ... Maaamaaaa!" Aziel menangis dan terus memanggil Mila.
Kebetulan sekali Mila sedang menuju parkiran hendak mencari Aziel pada bagian luar rumah sakit ini. Dari kejauhan, ia mendengar suara yang begitu familiar di telinganya dan melihat segerombolan pria yang berada tidak jauh dari gerbang rumah sakit.
"Maaamaaaaa!" tangisan Aziel sudah jelas terdengar olehnya.
"Aziel?" ucapnya memastikan dan tangisan dan teriakan antara laki-laki terus saling bersahutan.
Mila mulai berjalan mendekat menuju sumber suara. Ia melangkahkan kaki menuju kerumunan tersebut dan semakin lama langkah itu bergerak semakin cepat. Tangisan Aziel terdengar semakin jelas.
"Mamaaa ...." Aziel masih menangis dalam gendongan salah satu security.
"Aziieel?" Mila segera mendekat dan memeluk Aziel dan menarik dan berpindah ke dalam gendongannya. Ternyata, bobot Aziel terlalu berat untuknya sehingga Aziel diturunkan dan Mila menundukkan tubuhnya kembali memeluk pria kecil nan tampan itu.
"Tenang lah! Mama sudah ada di sini." Mila mengusap punggung Aziel dan netranya berpindah pada pria yang sedang melawan saat dibawa paksa oleh sekelompok orang-orang berwajah beringas.
__ADS_1
Mata Mila membesar saat melihat siapa yang sedang ditarik oleh orang tersebut. "Ada apa ini? Kenapa kalian menariknya dengan tidak sopan begitu? Saya bisa melaporkan kalian kepada Tuan Arsen!"