Jangan Lupakan Aku

Jangan Lupakan Aku
105. Mengikatmu dengan Benang Merah


__ADS_3

Axel kembali bangkit memperbaiki posisinya. Takut orang yang di seberang melihat apa yang sedang ia lakukan. Sesaat dia terdiam dan tertawa sendiri menutup wajah dengan satu tangan merasa konyol.


'Dia kan gak bisa lihat gue?'


"Ekheeemm ...." Axel memastikan vocalnya tidak bermasalah.


Ponselnya masih bergetar, tetapi dibiarkan. Karena ia tahu, orang yang di sana akan marah jika panggilannya diangkat. Setelah getaran ponselnya berhenti, Axel segera mengulang melakukan panggilan.


Melakukan panggilan ini sudah beberapa kali mereka lakukan. Tak lama kemudian panggilan dijawab oleh yang di seberang.


"Halo," jawab yang di sana.


"Halo, kenapa tidak tidur?"


"Oh, kamu lupa ya? Aku kan mau ujian kelulusan. Jadinya mau tahajud dulu. Banyak-banyak berdoa moga bisa lulus meskipun aku orangnya gak pinter."


"Ooow, gadis soleha yah? Mau nilai bagus ya usaha juga. Rajin belajar dong? Jangan main games mulu! Lalu, udah beres tahajudnya?"


"Udah ... hmmm ... aku main games itu gara-gara suntuk. Mikirin mau ngapain lagi setelah tamat. Makanya aku suka brutal kalau main kan? Aku tu suka kesel pada diri sendiri."


"Kenapa kesal? Kan katanya mau jadi istri aku?" ucap Axel begitu saja.


"Aaa ... mmm ...." Suara dari seberang sana menghilang beberapa waktu.


"Weei, kenapa diam? Aku tu iket kamu gara-gara ngajak aku nikah tau nggak?" Axel menahan tawa menunggu reaksi orang yang di seberang.

__ADS_1


"Aaah, maaf ...." bisiknya.


"Kenapa minta maaf?"


"Aku bercanda, sebenernya mau kuliah. Tapi orang tuaku gak punya uang." Suara di seberang terdengar hilang timbul dan gugup.


"Kamu tau, candaanmu tidak bisa kuterima? Pokoknya kamu harus nikah sama aku." Axel yang sadar, semakin menggodanya.


"Aaa, iihh malu iiihh ... jangan ngomongin nikah mulu iiih."


"Kan kamu sendiri yang membuatku kayak gini. Ya udah, kita nikah. Tapi, setelah kamu lulus jadi sarjana juga."


"Aaah, kuliah? Kamu ini gak dengar ya? Aku itu gak punya biaya buat kuliah. Aku malah mikir mau cari uang aja kayak tetanggaku. Rumah orang tua mereka bagus-bagus seperti istana karena jadi TKW ke Singapur, Taiwan, Hongkong, dan Arab Saudi."


"... ??? ..."


"Kenapa diam?"


"Masa sih? Kamu bercanda ya?" desis yang seberang.


"Enggak dong, aku serius. Saat ini, aku sedang menyusun skripsi. Jadi, aku bisa sekalian kerja paruh waktu. Nanti, gaji kerja paruh waktuku itu, aku kasih ke kamu buat biaya kuliah."


"Laaa? Itu kan artinya kamu membiayai aku. Yang membiayai aku selain orang tua itu, artinya suami aku."


"Iya, nanti kamu aku ikat dengan benang merah. Bagaimana pun juga, kamu harus menikah denganku."

__ADS_1


"Harus? Kok maksa?" tanya Yuvi kembali.


"Iya dong, kamu sudah membuatku tak mau lepas darimu. Jadi, kamu gak boleh lari dariku setelah ini. Terutama lagi, kamu tidak  boleh selingkuh!"


"Selingkuh? Dari siapa dan dengan siapa?" tanya yang di seberang semakin kebingungan.


"Dariku lah ... sekarang konteksnya kan kita berdua?"


"Emangnya sejak kapan kita pacaran?"


"Aah ..." Axel terdiam. Dia tersadar bahwa dirinya terlalu bersemangat membahas rencana masa depan ini. Sampai-sampai ia melupakan bahwa mereka bukan siapa-siapa yang saling terikat.


"Kamu larang-larang aku selingkuh darimu? Emangnya hubungan kita ini apa?" Yang di seberang kembali mendesak.


"Kita kan calon suami istri. Kamu calon istriku, dan aku calon suamimu."


...****************...


Nah, pagi ini Author membawakan karya temen Author yang baru lagi ni kakak readers semua. Pastinya seru abis ...


Judul: Obsesi Oleander


Author: Sheninna Shen


__ADS_1


__ADS_2