Jangan Lupakan Aku

Jangan Lupakan Aku
93. Data Orang Tua Kandung


__ADS_3

"Sarang kecoak menerima laporan. Jangan lupa untuk tetap memantaunya!"


"Siap!"


"Kami akan mengirim beberapa kecoak lain untuk mengamani lokasi jika ada pergerakan yang semakin mencurigakan."


"Oke! Siap!"


Arsen yang mendengar info tersebut langsung meminta hacker yang duduk di depan layar mengerahkan semua monitor dari CCTV yang mereka pasang secara diam-diam di sekeliling rumah yang ditempati Aziel.


Beberapa gambar pun memperlihat kan orang-orang mencurigakan memantau dari rumah ke rumah.


Lalu tampak sebuah kendaraan sedang terparkir dan Arsen meminta untuk zoom gambar yang terekam agar mengetahui pemilik kendaraan tersebut.


"Boss, nomor polisi yang mereka gunakan, sepertinya palsu. Nomor polisi yang ia gunakan pada kendaraannya saat ini telah digunakam oleh kendaraan lain. Ini pemiliknya, jenis kendaraan pun berbeda."


Arsen tersenyum tipis. "Sepertinya, mereka telah menyiapkan ini semua dengan sangat matang. Ini sungguh aneh. Apa yang mereka cari di sana?" Arsen bangkit dan bergerak sendiri masuk ke dalam mobilnya.


"Saya tak ingin menunggu semakin lama. Saya ingin menuntaskannya dengan segera. Lumayan, organ mereka bisa memenuhi amunisi kebutuhan kita beberapa waktu ke depan." Arsen kembali menyeringai dengan senyuman lebar, tetapi mengerikan.

__ADS_1


Di sekolah Aziel, ia telah bergabung bermain dengan teman-temannya yang lain. Sementara itu, Yuvi sedang berbicara dengan gurunya.


"Oh, Mama Aziel mau mengajak Aziel keluar kota?"


"Iya, Miss. Kami mau mengajak Aziel sejenak keluar kota. Selama lebih kurang satu mingguan, Miss." terang Yuvi.


"Oh, begitu ... boleh kok Ma. Namun, kami ingin bertanya sesuatu kepada Mama Aziel." Guru Aziel mengambil lembar kertas berisi informasi tentang data Aziel.


"Jadi, begini Ma. Dari keterangan data yang kami dapatkan, Aziel itu kan anak angkat ya, Ma? Apakah tak ada informasi tentang orang tua kandung Aziel?" tanya sang guru.


"Apakah ini penting, Miss? Bukan kah sudah cukup informasi mengenai kami berdua tentang orang tua angkatnya pada data yang sudah saya tuliskan?" Yuvi mengelak dan merasa keberatan. Ia merasa takut, jika menuliskan nama 'dia' ke dalam data Aziel. Apalagi nama tersebut, sengaja tidak ditulisnya. Karena hingga saat ini ia masih menjadi orang dalam pencarian pihak kepolisian.


"Iya, memang benar, Ma. Data Papa dan Mama Aziel sebagai orang tua angkat sudah lengkap di sini. Namun, kami tetap membutuhkan keterangan pasti mengenai ayah dan ibu kandung Aziel." Gurunya masih kekeuh dengan apa yang dicarinya.


Guru pun akhirnya manggut-manggut. "Hmm, susah juga ya? Padahal di data ini meminta keterangan nama orang tua kandung. Jika tidak diisi, maka data induk Aziel tidak kunjung valid, Ma. Karena, status anak angkat, tetap harus dituliskan nama orang tua kandungnya."


Yuvi menghela napas. "Jadi memang harus ada?"


"Benar sekali, Ma."

__ADS_1


"Apakah Anda bisa menjaga rahasia jika saya tuliskan nama orang tua kandungnya?" Kali ini Yuvi memasang wajah serius.


"Tentu saja, Ma. Percaya lah. Saya janji data yang diberikan tidak akan bocor meski sesama guru di sekolah ini sekali pun."


Setelah menyelesaikan urusan dengan guru Aziel, Yuvi duduk di bagian khusus untuk menunggu bagi orang tua siswa.


Sementara itu, guru yang membaca nama orang tua kandung Aziel, tangannya bergetar. "Jadi, anak dalam berita yang sempat menghilang itu adalah Aziel?"


...****************...


Yuhuuu, kali ini karya teman Author yang lain lagi niih. Tentunya seru dooong. Hayuuu, meriahkan juga yaaah ...


Judul: Menantu untuk Mertua


Author: MinNami



Jangan lupa di-subscribe + like + beri komentar yaaah ...

__ADS_1


Komentar itu layaknya penyejuk yang bisa menambah ide Author dengan mudah.


Terima kasih buat semua kakak readers yang masih setia yaaah...


__ADS_2