
Kebahagiaan tengah menyelimuti pasangan Rangga dan Maima. Kini mereka telah bergelar menjadi papa dan mama muda yang baru saja di karuniai baby boy.
Maima telah di pindahkan ke ruang perawatan sedangkan bayi mereka masih berada di ruangan bayi. Rangga terus mendampingi sang istri dan tak meninggalkannya barang semenit pun.
"Sayang, terima kasih ya telah berjuang melahirkan anak kita. Akhirnya kita telah menjadi orang tua juga, seperti Varell dan Rani." Menggenggam tangan Maima dan menatap penuh cinta.
"Iya, mas.Itu sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang ibu yang harus menjaga anak kita sejak di dalam kandungan hingga lahir ke dunia." Maima tersenyum hangat pada sang suami.
"Maaf ya sayang, tadi mas sudah memberikan nama untuk jagoan kita.Tadi kamu masih lemas, karena perawat menanyakan nama anak kita jadi, ya mas yang memberinya nama.Kamu ngak marah, kan?"
Maima tersenyum lalu mengelus pipi Rangga lembut. "Kenapa mesti marah, mas? itu kan memang sudah hak mas Rangga sebagai papa nya memberikan nama. siapa nama anak kita,mas?"
"Rama Verdianto Pratama."
"Bagaimana,sayang.Apakah kamu suka?"
"Namanya bagus sekali,mas.Iya, aku suka!"
tok tok tok
"Masuk!"
Kriett
"Mbak Maima,selamat ya!" Ayu langsung berhambur memeluk Maima.
"Iya, terima kasih ya Ayu!" Dan keduanya mulai mengobrol khas perempuan.Sedangkan para suami duduk di sebuah sofa masih diruang perawatan Maima juga.
"Gimana rasanya jadi papa baru,Ngga?" Zack duduk santai sambil bersandar di sofa.Sepertinya ia begitu lelah?.
"Tak bisa di gambarkan dengan kata-kata deh,Zack. Loe juga bakal ngerasain hal yang sama,nanti kalau Ayu juga sudah hamil." Mereka melihat sekilas ke arah Ayu dan Maima yang masih asik mengobrol.
Zack pun tersenyum menanggapi apa yang di ucapkan Rangga. "Iya, do'akan ya Ngga semoga Ayu cepat isi!"
"Iya, pasti itu Zack. Biar anak-anak kita nantinya juga bisa meneruskan tali persahabatan papa-papa mereka." Zack pun mengangguk dan mereka saling ber-tos ria. Bahkan Ayu dan Maima sampai menoleh ke arah para suami mereka.
__ADS_1
Tak berapa lama terdengar pintu yang di buka, dan ternyata yang datang adalah Papa Jatmiko dan Mama Herlina.
"Maima sayang, selamat ya! terima kasih telah memberikan cucu untuk kami.Mama dan papa bahagia sekali. Loh, mana cucu Mama?" Mama Herlina memandang ke sekitar ruangan, namun tak melihat keberadaan sang cucu?di box bayi pun tampak kosong.
"Mungkin sebebtar lagi ma, Rama akan di bawa oleh perawat ke sini.saat waktunya menyusu?"
"Rama?emm...jadi,cucu mama laki-laki ya? namanya Rama?" Ya, mama Herlina begitu senang karena akhirnya mereka memiliki cucu laki-laki juga.
"Iya, Ma. Namanya Rama Verdianto Pratama. Bagus kan, ma?" Mama Herlina mengacungkan jari jempolnya.
tok tok tok
"Permisi, bapak, ibu. Ini waktunya dedek Rama mimik asi!" Seorang perawat masuk sambil mennggendong Rama.Ia menghampiri Maima lalu menyerahkan Rama ke dalam dekapan sang bunda.
Saat Maima baru akan memberikan Asi nya, namun ia merasa malu karena ada tiga pria yang masih berada di ruangannya. Mama Herlina mengerti akan rasa malu yang kini dialami Maima.
"Ayo–ayo para pria silahkan keluar dulu,ya! dedek Rama-nya mau mimik dulu!" Mama Herlina mengusir para pria keluar agar Maima lebih leluasa menyusui bayi nya.
"Iya, ma kami mengerti!" Namun, berbeda dengan papa dari sang bayi. Ya, Rangga menolak untuk keluar. Ia sangat ingin melihat anaknya menyusu.
"Ma, masa' Rangga di usir keluar juga sih? kan Rangga adalah papa dari dedek Rama dan juga suami dari Maima. Memangnya tidak boleh melihat jagoanku menyusu dengan ibunya?"
"Tidak boleh, nanti kamu malah juga kepingin menyusu sama Maima? dasar macan bucin.ya, macan bucin adalah julukan Rangga yang di berikan oleh kedua sahabatnya yang lain.
Mama Herlina tetap mengusir sang putra yang tetap ngeyel karena ingin selalu menempel pada istrinya.
"Ma–Maima jadi merasa tidak enak sama tante Sandra dan tante Katty, gara-gara kehebohan kemarin pasti membuat acara pernikahan kak Doni dan Angela jadi terganggu." Maima ternyata masih memikirkan kejadian pagi tadi.
"Tidak apa-apa, sayang. Tadi bahkan tante Sandra dan tante Katty menanyakan keadaanmu dan dedek Rama.Tadi, acaranya tetap berjalan dengan lancar dan sekarang kamu sudah bisa tenang,kan? tidak usah memikirkannya! sekarang yang terpenting adalah jagoan Uti yang ganteng ini. Wah...lihatlah? dia sangat pintar!" Maima akhirnya merasa lega mengetahui hal itu.
"Aduhh...!?"
Maima meringis karena merasakan perih yang sangat pada pu**** *********** ketika Rama menghisapnya.
"Kenapa? apa masih terasa perih?" Mama Herlina menatap cucu-nya yang masih menyusu dengan lahhapnya.
__ADS_1
"Iya, perih sekali Ma!shh..."
"Tidak apa-apa Mai, itu karena masih baru dan lidah dedek Rama juga kan masih terasa kasar. Lama-kelamaan juga tidak akan terasa perih lagi.Itulah nikmatnya menjadi seorang ibu. Maka, jalanilah dengan penuh keikhlasan!" Mama Herlina mengelus pipi Rama yang terasa lembut.
"Memang sakit sekali ya mbak?" Ayu ikut meringis melihat Maima yang tengah menyusui Rama.
"Enggak terlalu kok,Yu! kamu jangan takut ya kalau nanti hamil dan melahirkan! semua itu sungguh terasa nikmat tiada tara. Jadi, Mbak do'akan kamu dan kak Zack akan segera mendapatkannya dan menjadi orang tua seperti mbak dan mas Rangga."
"Aamiin...aamiin Yra.Terima kasih ya mbak, atas do'a nya." Ayu mencolek pipi gembil Rama.
---‐--------------
Semantara itu di kediaman keluarga Darmanto. Seluruh tangkaian acara akad nikah Doni dan Angela telah selesai terlaksana dengan baik dan lancar. Kini kedua keluarga tengah bercengkerama di ruang tengah.
"Setelah ini kami harap Angela jangan sampai hamil dulu ya, Don! karena dia belum ujian sekolah. Setelah Angela tamat sekolah, itu sih terserah kalian saja.Bagaimana menurut jeng Katty?" Mama Sandra menasehati sang menantu.
"Iya, benar jeng.Kami juga berharap demikian. Kasihan,kan kalau nanti pas menjelang ujian sekolah Angela hamil dan mengidam.itu pasti akan sangat mengganggu dan sebisa mungkin pihak sekolah jangan sampai mengetahui kalau Angela telah menikah!" Para pria hanya mengangguk dan menyimak perkataan para nyonya besar.
"Lalu, bagaimana kalau kebablasan?"
"Ish...kamu itu ya,Don. Kalau di nasehati tuh di simak dengan benar!ya, pintar-pintar kalian saja bagaimana caranya jangan sampai Angela hamil! yang penting Angela jangan memakai kb ! kamu yang harus mikir,Don bagaimana caranya!Tuh, tanya Varell atau cari tahu di berbagai artikel-artikel tentang hal itu!" Mama Katty gemas dengan kebodohan putra nya.
"Rell, gimana caranya? loe kan sudah berpengalaman dalam hal itu?"
Varell ingin tertawa tapi takut kena semprot kedua mama-mama bawel. Kebodohan Doni ternyata terpampang nyata.
"Masa' begitu aja pake diajarin sih,Don? Ya pokonya jangan di keluarin di dalam lah!atau ngak loe pake k***** aja, lebih aman!"
"O...begitu ya!" Doni manggut-manggut tanda mengerti.
"Kalau begitu nanti malam kita bisa langsung praktekkan ya, sayang!" Doni mengerling nakal pada Angela dan seketika membuat wajah gadis itu merona.
Semuanya hanya menghelangkan kepala melihat kelakuan absurd Doni yang sepertinya sudah ngebet berat ingin segera merealisasikan apa yang telah di katakan Varell.
Tbc
__ADS_1