Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
84. Tugas membuat anak


__ADS_3

Wajah merona Ayu sudah tak bisa di sembunyikan lagi. Sungguh ia sangat malu akan ucapan frontal dari suami mesumnya itu.


Ayu memelototi Zack dengan wajah gemasnya.Ia tidak menyangka bahwa sang suami akan membuka hal yang sangat tabu jika di bicaran secara terang-terangan. Apa lagi Zack mengucapkannya langsung di.depan kedua orang tuanya.


"Abang!ish...malu tahu?"


Zack malah terkekeh geli melihat ekspresi menggemaskan Ayu.


"Iya–iya, maaf kan abang ya my baby sweety!" Mencubit gemas pipi Ayu yang sedikit chubby.


Mommy Sinta dan daddy Edward bagaikan nyamuk yang tengah menyaksikan adegan romantis pasangan yang sedang kasmaran. Mereka pun kaget dengan panggilan diantara mereka.


"Abang? my baby sweety?" Mommy Sintah terkekeh geli membuat daddy Edward mengernyitkan dahinya.


"Ada apa mommy tertawa? apa ada yang lucu?"


"Daddy apa tidak menyimak perbincangan pasangan baru bucin itu? abang dan my baby sweety, katanya?" Kali ini mommy Sinta menahan tawa dan hanya mengulum senyumnya.


"Iya, kok putramu itu bisa berubah 180 ° ya?" Daddy Edward pun menggeleng heran dengan kelakuan putranya.


Sementara itu, Zack dan Ayu masih tetap fokus pada diri mereka sendiri. Zack yang semakin gencar menggoda istrinya dan Ayu tersipu malu.


"Ekhem..."


Suara deheman daddy Edward menghentikkan ke uwu-an mereka. Zack menoleh pada kedua orang tuanya sedangkan Ayu hanya melihat sekilas dan langsung menunduk tak berani menatap kedua mertuanya.


"Iya dad, jadi apa yang akan daddy dan mommy bicarakan kepada kami?" Zack kini tampak serius ingin tahu apa yang di inginkan oleh kedua orang tuanya.


"Hmm, dengar ya kalian berdua! kami memang masih sanksi dengan keseriusan kalian dalam menjalankan pernikahan ini? Secara pernikahan kalian berawal dari sebuah kebohongan.Dan jujur, kami sangat kecewa dengan kalian terutama kamu Zack! Seenaknya saja kau memanfaatkan seorang gadis hanya demi kepentinganmu dan tanpa meminta persetujuan darinya."


"Jika ingin menebus semua kesalahan yang telah kalian perbuat.Maka, kalian harus menunjukkan pada kami tentang keseriusan kalian dalam menjalani mahligai perkawinan yang pastinya telah kalian mulai dan rasakan,bukan?" Daddy Edward mencoba untuk tidak teraenyum. ia berpura-pura memasang wajah seriusnya.


"Telah kami mulai dan rasakan?maksud daddy apa?" Zack masih belum nyambung dari perkataan daddy-nya.


"Zack...Zack, ck–Kami tahu apa yang kalian lakukan tadi malam?Semalam kalian telah melewati malam yang indah,kan? Lihat saja wajahmu itu son? dan juga istrimu? kelihatannya kamu benar-benar telah menuntaskannya ya?" Sindir daddy Edward.


"O–kalau itu sih, tak usah di bahas dad! daddy seperti tidak pernah muda saja. Namanya juga pengantin baru, soal itu ya wajib di segerakan,bukan? ya kan, my baby sweety?" mengerlingkan matanya genit pada sang istri.

__ADS_1


"Bahkan kalau bisa di lakukan secara berulang-ulang agar hasilnya malsimal?"


"Aww, sakit sayang!" Ayu mencubit pinggang Zack yang tak bisa menyaring omongannya dan membuat malu saja.


"Abang ih, sudah diamlah!"


Mommy Sinta pun sudah gatal ingin berbicara pada putranya yang semakin tengil itu.


"Sudah-sudah, sekarang dengarkan dulu mommy mau bicara!"


"Iya mom, monggo kanjeng mommy!"


"Dasar bocah nakal!"


"Baiklah, kami sudah memutuskan akan merestui dan menerima pernikahan kalian dan juga Ayu sebagai menantu di rumah ini.Asalkan kalian secepatnya bisa memberikan kami cucu!"


Sontak saja Zack dan Ayu begitu terkejut dan tak menyangka jika syarat yang di ajukan oleh kedua orang tua nya semudah itu. Apakah ini bagian dari permainan baru yang harus mereka lakoni kembali? itulah yang ada di benak Zack dan Ayu.


"Abang, bagaimana ini?" Ayu berbicara pelan bahkan seperti berbisik. Tapi masih bis di dengar oleh mommy Sinta dan daddy Edward.


"Jangan khawatir sayang! kita akan lebih bekerja keras lagi untuk itu!"


Mereka kemudian masuk ke dalam rumah kembali, untuk bersiap-siap untuk menghadiri suatu acara.


Kini tinggalah sepasang pengantin baru yang sedang di landa cinta yang membara. Ya, namanya juga maaih baru?kata orang sih, lagi anget-angetnya.


"Bang, kok daddy hanya menyemangati abang saja sih? apa Ayu memang masih belum di terima sama mereka?" Ayu sedih karena mengira bahwa kedua mertuanya pastinya tak akan bisa menerimanya sebagai menantu.


"Euh...my baby sweety, jangan negative thinking dulu dong!daddy bicara seperti itu memang benar adanya.Yang bekerja keras dalam bercocok tanam ya Abang, kan? sedangkan sayangku hanya pasrah dan menikmatinya? benar kan apa yang abang bilang?" Mencolek lalu mengecup pipi Ayu.


"Abang mesum, ih? Siapa bilang Ayu cuma enak-enakan saja? abang ngak tahu saja gimana sakitnya di terobos teru-menerus sama si otong?" Ayu mencebikkan bibirnya.


"Gitu ya! kalau begitu abang Zack minta maaf ya, janji deh abang akan pelan dan membuat kamu senyaman mungkin." Mendekap erat sang istri.


"Janji ya?" Mengacungkan jari kelingkingnya lalu Zack pun membalasnya dengan mengaitkannya.


"Begini ya ternyata punya istri yang masih ranum dan polos nya ngak nahan pingin langsung menerkamnya!" Zack tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Kenapa bang?"


"Ah, ngak pa-pa sayang! ayo, mending kita ke kamar saja. Lumayan bisa pemanasan dulu?" Menaik turunkan alis matanya.


"Ish, abang mesum!"


 


Kini kita beralih sejenak pada pasangan bucin lainnya.Yaitu Rangga dan Maima.


Hari-hari belakangan ini Rangga selalu bekerja di rumah. Hanya sang asistennya saja yang mondar mandir dari kantor ke rumah mengantarkan berkas-berkas dan dokumen yang harus di tanda tangai oleh Rangga. Sedangkan urusan di kantor seluruhnya di pasrahkan kepada sang asisten.


Mungkin karena pengaruh hormon kehamilannya. Maima sama sekali tak ingin di tinggal Rangga.Bahkan hanya untuk pergi ke kantor pun tak boleh.


"Maima sayang, mas mau keluar sebentar boleh ya?" Rangga tengah merayu Maima yang sedang bermanja ria di atas tempat tidur. menyenderkan kepalanya dengan nyaman di dada bidang sang suami.


"Tidak boleh, pokoknya mas harus tetap di sini menemaniku dan dedek!" Memasang wajah cemberut dan mengerucutkan bibirnya apalagi dengan pipi chubbynya yang mengembung lucu. Membuat Rangga semakin gemas pada istrinya.


"Anak papa manja sekali ya? sampai papa tidak boleh kemana-mana!" Mengusap-usap lembut perut buncit Maima dan sang debay pun ternyata merespon dengan menggeliat-geliat di dalam rahim sang bunda.


"Wah, sayang dedek nya mau ngajak bermain nih kayaknya?Atau dedek nya lagi kangen pingin di tengok sama papa ya?" Tersenyum penuh arti.


Maima mengerti apa yang di maksud Rangga. Tentu saja itu hanya sebagai alsannya saja ketika ingin meminta jatahnya.Maima sudah sangat hapal dengan siasat Rangga.


"Ngak mau ah, mama lagi capek!" Maima mengulum senyumnya dan menahan tawa.


"Tapi, papa kangen berat sama dedek apalagi sama mama?" Tetap berusaha membujuk istrinya.


"Enggak ya enggak,mas! nanti saja ya, ini kan masih siang?"


"Sayang, kamu dengar sendiri kan apa kata dokter kemarin bahwa harus sering berhubungan ketika kandunganmu sudah memasuki bulan terakhir."


"modus mas,ih? sudah ah, nanti malam saja ya mas ku sayang!" Memiringkan badannya.membelakangi Rangga.


"Ngak mau, pinginnya sekarang! iya kan dek?" Mengajak bicara debay nya. Memeluk dari belakang sambil mendusel-dusel kepalanga.di tengkuk Maima. Membuat Maima menggeliat geli. Apa lagi tangan nakal itu sudah mulai berkelana ke sana kemari mencari titik-titik tersensitif di tubuh s*** sang istri.


"Ma—ass, akhirnya suara indahnya keluar juga dan dalam hatinya Rangga bersorak gembira.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2