Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
25.Maaf


__ADS_3

"Akhh....!"


semua orang yang berada disekitarnya langsung terfokus pada Maima dan laki-laki itu. begitu juga dengan Varell dan Rangga. mereka langsung menoleh kebelakang dan terbelalak kaget.


"Maima...."


Maima tersenyum canggung, pria tampan itu masih merengkuh pinggangnya agar tidak terjatuh. menatap intens wajah manis gadis dihadapannya, seketika ia jatuh dalam pesona kecantikkan gadis sederhana itu.


"Maaf...." melepaskan tangannya. sampai ia juga mendengar seruan dari varell yang sepertinya memanggil gadis yang tengah berada didekatnya.


"Maima, kamu sudah ditunggu Rani. sana masuklah!" Gadis itupun melangkah masuk dan berhenti sejenak untuk menyapa Varell si tuan rumah.


"I....iya kak, aku langsung ke dalam dan menemuinya. Permisi kak." mengangguk dan hanya melirik sekilas pada Rangga dan juga wanita yang ada disebelah laki-laki itu.


Sentara itu Varell tengah menatap tajam pada Rangga. " kita akan bicara nanti." lalu menyapa tamu-tamu yang lainnya.


Acara tujuh bulanan segera dimulai, para wanita dan pria duduk berkelompok secara terpisah. Rani duduk diapit oleh mama Sandra dan Maima.


Angela disamping sang mama. Maima agak risih ketika wanita yang bersama Rangga tadi ternyata duduk tepat disebelahnya.


Apalagi menyadari kalau Rangga selalu menatap ke arahnya Maima berpikir bahwa Rangga tentunya tengah memandang wanita cantik itu dan bukan dirinya , maka dari itu Maima berpura-pura memandang ke arah lain.


Setelah acara selesai, para tamu telah pulang. Kini yang masih tinggal adalah keluarga inti dan para sahabat. Papa Tyo,Varell dan ketiga sahabatnya masih asik bercengkerama di ruang tamu. Sedangkan para wanita berkumpul di ruang keluarga.


Varell menghampiri Rangga dan berbisik padanya. " Ngga, gue mau bicara. ayo kita keteras depan!."


Rangga pun bangkit dari duduknya lalu mengikuti langkah Varell. Gerak gerik mereka tak luput dari perhatian Doni dan Zack . yang masih asik mengobrol.


"Don, itu si Varell sama Rangga mau kemana ya? jangan-jangan mereka mau adu jotos lagi."


"Ah masa' iya sih? apa perlu kita hampiri mereka?" Zack khawatir dengan kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


Namun Doni tidak mau. ia malah mengatakan bahwa Rangga dan Varell tak akan berani membuat keributan si rumah papa Tyo.


"Sudah tenang aja, ngak akan terjadi apapun pada mereka." ucap Doni menenangkan Zack.


" Bukankah itu gadis yang didepan tadi? mau kemana dia ya? manis sih, apa aku ikuti aja ya?" Zack melihat Maima yang berjalan menuju pintu depan, sepertinya gadis itu hendak pulang.


"Eh, Don gue ke depan sebentar ya.gebetan gue nelpon nih." Doni hanya berdecak pada Zack yang tak pernah bisa lepas dengan yang namanya kaum hawa.


sebelumnya.


Maima tampak gelisah sambil terus melihat ponselnya.Rani yang menyadari hal itu langsung bertanya.


"Mai, kamu kenapa. kok kayaknya gelisah banget?" memegang tangan Maima.


"Itu Ran, aku pamit pulang ya. ini sudah larut malam. besok pagi aku harus bekerja. Gadis itupun hendak beranjak pergi namun lengannya ditahan oleh Rani.


"Kamu pulang diantar kak Rangga kan? sudah bilang padanya, kau sudah wa dia belum?"


Maima melangkah perlahan ketika hendak melewati ruang tamu dimana ada sosok yang ingin dihindarinya.


Sebenarnya sejak kemarin ia ragu untuk datang karena tak ingin bertemu Rangga, tapi karena merasa tidak enak pada Rani. Akhirnya ia memutuskan untuk menghadiri acara yang begitu bersejarah bagi sang sahabat.


Sorot matanya memindai mencari dimana laki-laki itu duduk.akan tetapi ia tak melihatnya. Hatinya sedikit lega.


 


Maima tak menyadari kalau ada seseorang yang mengikutinya dari belakang.Langkahnya terhenti ketika mendengar suara dua orang pria yang begitu dikenalnya.


" Maksud loe apaan sih ngga, datang malah sama cewek lain? loe jangan main-main ya sama Maima.loe kan tahu kalo dia itu sahabat Rani. sekarang loe jawab yang sebenar-benarnya. Kalian ini sebenarnya ngak pacaran kan?" Rangga hanya terdiam.


"Ayo jawab brengsek!" Varell mulai terbawa emosi. ia sampai manarik kerah baju Rangga. " Terus cewek yang loe bawa itu siapa? tega banget loe ya, ngak mikir apa perasaan Maima gimana ngeliat cowoknya jalan sama cewek lain?"

__ADS_1


"Dia anak temen nyokap, baru pulang dari London. mama nyuruh gue ngajak dia jalan. ya sekalian aja gue ajak kesini. gue ngak tahu kalau Maima juga datang."


"Dan maaf Rell, setelah gue pikir-pikir ternyata tidak ada kecocokan diantara kami. jadi ya kami memutuskan untuk tidak berhubungan lagi. Dia yakin dia bakal menemukan cowok yang lebih sepadan dengannya." Varell mengernyitkan dahinya mendengar kata-kata terakhir yang diucapkan Rangga.


"Sepadan? maksud loe?"


"Loe kan tahu, keluarga gue gimana? mereka ngak akan membiarkan gue berhubungan dengan gadis yang..." Rangga tak meneruskan perkataannya. hingga sebuah suara gaduh sebuah benda yang terjatuh. mengagetkan mereka.


Srekk...brakk


Muncullah Maima dari balik pepohonan. Gadis itu tersenyum kecut dan menunduk hendak membereskan pot yang jatuh terbalik.


"Ma....maaf kak Varell, aku ngak sengaja. ini biar aku bereskan." Namun dihentikan oleh Varell.


"Ngak usah Mai, sejak kapan kamu ada disitu. apa kamu mendengar percakapan kami?" Maima terus mengalihkan pandangannya tak berani menatap kedua laki-laki dihadapannya.


"Kak Varell ngak usah menekan kak Rangga lagi, itu memang benar. Lagi pula aku juga ngak begitu tertarik padanya. cuma rasa simpati saja karena kak Rangga baik padaku."


"Eh, lupa....maaf kak, aku mau pamit pulang. permisi." Maima melangkah pergi meninggalkan keduanya dengan tubuh yang gemetar.


"Maima, kamu pulang naik apa? " gadis itu tak menjawab pertanyaan Varell dan langsung melenggang pergi.


"Maaf ya Mai, aku ngak bisa melihat Rani tersakiti lagi ." Rangga terdiam menatap kepergian Maima dengan perasaàn bersalah.


Maima terus berjalan cepat menuju ke jalan utama, ia melihat kekanan dan kekiri mencari taksi atau tukang ojek yang lewat. akan tetapi sepertinya jalanan sudah terlihat sepi. ya karena memang waktu sudah menunjukkan hampir jam setengah sepuluh malam. Tak terasa air mata mulai menetes di pelupuk matanya. ia merutuki akan kebodohannya yang tak menyadari kalau telah dimanfaatkan oleh Rangga dan kebaikan dan kelembutan dari laki-laki itu telah menyentuh hatinya. Rangga adalah laki-laki pertama yang dekat dengannya dan juga yang membuat hatinya bergetar. ya, gadis itu telah jatuh cinta dan patah hati secara bersamaan.


"Sepi sekali, bagaimana ini? apa aku jalan saja ya, tapi aku takut." Maima terus berjalan meneluauri jalan.Tiba-tiba sebuah tangan menyentuh pundaknya. Gadis itupun terlonjak kaget.


"Akhh..... !" menengok dan membalikkan badannya.


"Tu....tuan?

__ADS_1


Tbc


__ADS_2