Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
58. Wajah Zombie bikin ngakak


__ADS_3

"Kak Doni....Mas Rangga mana kak?"


"Masih di dalam Mai, tenang ya! Rangga ngak kenapa-napa kok. cuma luka di kepalanya saja terkena pecahan botol."


"APAA....?"


BRUKK


"MAIMAA!?"


Sedetik kemudian Maima langsung jatuh pingsan. Ia begitu syok mendengar apa yang terjadi pada suaminya.


"Haduh.....Mai, kok pingsan sih?" Doni dengan sigap membopong tubuh Maima dan membawanya masuk ke ruang IGD.


Pak Jatmiko dan bu Herlina pun tak kalah terkejut, mereka menyusul Doni dan Maima ke dalam ruang IGD.


"dokter tolong, suster tolong!"


Doni meletakkan Maima di salah satu ranjang brankar dan tanpa mereka sadari, ternyata diisebelahnya adalah brankar yang ditempati oleh Rangga.


"Istrinya kenapa ini Pak?"


"Oh ini dok, tadi tiba-tiba jatuh pingsan? eum...maaf dok, dia bukan istri saya. dia adalah...."


"Kalau begitu, tolong keluar ya pak kalau memang ibu ini bukan istri anda. Dan tolong hubungi suaminya ya pak!"


"dokter.... itu....." Doni belum melanjutkan perkataannya, perawat sudah menutup kordennya.


SRetttt (ini bunyi korden yg di tutup ya guys" 🤭


"Ish....dokter ini ngak sabaran banget sih, baru juga mau dikasih tahu."


Doni terus menggerutu dan pada saat ia membalikkan badannya ia melihat Rangga yang tergeletak diatas brankar tepat disebelah Maima yang sedang diperiksa.


"Loh Ngga, elo disini toh? menghampiri Rangga.


Rangga tiba-tiba langsung siuman ketika mendengar suara Doni. Matanya pun mulai terbuka.


"Don..."


"Iya Ngga ini gue, Alhamdulillah loe masih ngenalin gue. apa yang loe rasain sekarang?"


"Kepala gue masih terasa sakit dan pusing banget Don." meringis sambil memegang kepalanya.


Di saat itu juga muncul kedua orang tua Rangga. bu Herlina langsung memeluk sang putra, hingga Rangga meringis kesakitan.


"Rangga....kamu ngak pa-pa kan sayang? mana yang luka? sakit?"


Bu Herlina menyentuh wajah putranya yang penuh lebam dan kepalanya yang di balut perban.


"Ma, aku baik-baik saja. Istriku mana ma?"


"Ah iya, Maima. Don, Maima mana?"


"Lah itu tante, di sebelah! baru di periksa dokter." Doni menunjuk ruang sebelah yang tertutup korden pembatas.


Srreettt

__ADS_1


"Maaf pak, apa suami ibu Maima sudah datang?"


"Lah, ini dok suaminya!" Doni menunjuk ke arah Rangga. Semua orang yang berada di tempat ikut menoleh dan melihat Rangga.


"Woalah pak pak, kenapa ndak ngomong dari tadi sih?" dokter menggelengkan kepalanya.


"Ya dokter juga ngak sabar, main potong omongan orang saja, tadi baru juga saya mau beritahu dok."


Akhirnya bu Herlina dan pak Jatmiko beralih menghampiri sang menantu di sebelahnya.


"Keadaan menantu dan cucu saya gimana dok? mereka baik-baik saja kan?"


"Syukurlah, semua baik. Ibu dan janinnya sehat, cuma tadi bu Maima agak kelelahan. mungkin ada yang sedang dipikirkannya?"


"Iya dok, menantu saya sangat syok mendengar keadaan suaminya."


"Jadi begitu. baiklah bu, pak. berhubung sudah tidak ada masalah lagi dengan bu Maima. kalau begitu saya undur diri. semoga lekas sembuh ya pak Rangga!"


"Mari...!"


"Iya, silahkan dokter. terima kasih." Jawab bu Herlina.


"Mama, mas Rangga dimana?" Maima sudah sadar dari pingsannya.


"Itu mas Ranggamu!"


Senyum tersungging di wajah Maima ketika melihat keberadaan sang suami.


"Mas Rangga...."


"Maima...."


Doni, Pak Jatmiko dan bu Herlina hanya bisa terperangah melihat adegan dramatis pasangan pengantin baru itu.


Terutama Doni, ia jadi ikutan baper melihat ke romantisan keduanya.


"Ckk...Rangga, lebay amat sih? mentang-mentang manten anyar."


Tak berapa lama datang 2 orang perawat yang akan memindahkan Rangga ke ruang perawatan.


"Permisi bapak, ibu. Pak Rangga akan kami pindahkan ke ruang perawatan!"


"Oh iya suster,silahkan! ruang VVIP ya suster!" bu Herlina memang sudah mendaftarkan dan meminta agar Rangga di tempatkan di ruangan tersebut.


"Iya ibu, baik sesuai permintaan."


"Don, tolong kamu temani Rangga dulu ya! tante mau mengurus Maima."


"Oke tante!"


 


Di kamar tempat Rangga dirawat tengah terjadi perdebatan antar dua sahabat. Yaitu Rangga sendiri dengan Doni.


"Sana Don, bilang sama mama kalau Maima di rawat satu kamar saja denganku!"


"Memang nya loe siapa mau ngatur-ngatur pasien di sini? bisa-bisaan loe aja Ngga, bilang aja loe mau nempel terus sama Maima kan?"

__ADS_1


"Nah, itu loe udah tahu maksud gue kan? ah, Doni....loe emang sahabat yang paling pengertian sejagat raya." Cengengngesan.


"Aduhh...bibirku!?"


"Rasain, makannya dah gue bilang jangan macam-macam! eh ini malah mancing amarahnya si Zack? Rasain deh akibatnya!"


Pak Jatmiko yang dari tadi hanya menyimak perdebatan keduanya pun jadi tergelitik ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi diantara putranya dengan Zack.


"Memangnya, ada masalah apa sih Ngga kamu sama Zack? Apa ini masih berkaitan dengan Maima, sampai kalian baku hantam seperti itu?"


"Iya om, benar. Ini semua salah Rangga, kalau dia tidak terpancing emosi juga tentu tidak akan terjadi sampai seperti ini kan?"


"Memangnya Zack masih belum bisa menerima kalau Rangga dan Maima sudah menikah?"


"Nah itu masalahnya om, si Zack sama sekali ngak terima karena Rangga udah ngerebut Maima darinya. apa lagi Rangga sampai membuat Maima hamil."


"Ngga....ngga, kenapa sih loe waktu itu bisa sampe kebablasan.saking enaknya ya ngga? hajar terus...nanggung gitu?"


Pak Jatmiko tersenyum mendengar ucapan Doni yang blak-blakkan tanpa di saring itu.


"Mulut loe Don?"


tok tok tok


Kriettt


"Mas Rangga...."


Grepp


Maima langsung mendekap Rangga yang sedang dalam posisi duduk bersandar di kepala ranjang.


"Maima....kamu ngak kenapa-napa kan sayang? baby kita baik-baik saja kan?"


Cup cup cup


"Ehemmm....Kamar ini serasa hanya ada mereka berdua, kayaknya kita ngak kelihatan ya om, tante?"


"hahaha!" Pak Jatmiko sudah tak bisa lagi menahan tawanya sejak tadi. akhirnya pecah juga.


"Eh....ternyata ada Doni, mama dan papa ya?" Rangga malah nyengir kuda.


Sedangkan Maima juga baru menyadarinya. Jangan di tanya lagi, betapa malunya ia saat ini? Saking rindunya sampai tak menyadari situasi di sekitarnya.


"Maklum pengantin baru Don, lagi lengket-lengketnya kayak perangko." Pak Jatmiko jadi ketularan gesrek dan terus menggoda putra dan menantunya.


"Papa, apa-apaan sih? kok malah ikut-ikutan menggoda mereka. tuh liat wajah Maima sudah seperti tomat yang baru mateng!" Tanpa sadar bu Herlina malah ikut menggoda juga.


"hahaha....!!"


Kali ini mereka bertiga yang kompak tertawa terbahak-bahak. Apalagi ketika melihat rupa Rangga bak seperti Zombie. lebam dan bengkak pada wajah dan sekitarnya?


Rangga memasang tampang memelasnya yang malah semakin terlihat mengenaskan.


Sedangkan Maima wajahnya semakin memerah menahan tawanya, ketika melihat wajah sang suami yang memang terlihat mengenaskan dan membengekkan.


Tbc

__ADS_1


 


__ADS_2