Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
60.Si super bucin


__ADS_3

Suara-suara aneh pun mulai terdengar semakin intens, Rangga begitu bersemangat memainkan 2 buah suquisy kenyal favoritnya. Maima hanya pasrah menerima dan merasakan perbuatan suami mesumnya itu.


tok tok tok


"Permisi tu...an?"


"Ups, maaf. silahkan di lanjutkan!"


Brakkk


Seorang suster hendak melakukan cek pagi untuk para pasien. Dan tibalah girilannya untuk mengecek keadaan Rangga.


Betapa terkejutnya, suster itu malah melihat hal yang iya iya pada sang pasien dengan istrinya. Dengan wajah yang sudah memerah ia pun refleks berbalik badan dan ambil langkah seribu karena merasa risih dan malu tentunya.


Sedangkan sejoli yang tengah menikmati pagi indahnya juga terlonjak kaget menyadari ada seseorang yang membuka pintu secara tiba-tiba.


"Mas....itu tadi ada suster. tuh kan, benar kataku. mas Rangga sih ngak percaya, aku bilang juga apa kan? malu kan?" Maima mengerucutkan bibirnya sambil mengancingkan kembali dress tidurnya.


"Itu salah dia sendiri datang di waktu yang tidak tepat? coba dia datangnya agak siangan dikit, pasti tidak akan menganggu acara kita juga kan sayang?" Merengkuh kembali tubuh sang istri kedalam dekapannya.


Plakk


"Ish....mana ada mas? Itu kan sudah menjadi tugas rutinnya." megeplak gemas paha sang suami.


"Aduh sayang, kurang keatas sedikit? untung saja adikku tidak terbangun?" Tersenyum mesum.


"Adik? mas Rangga mesum ih." kali ini perutnya yang menjadi sasaran cubitan sang istri.


"Aww.....kalau yang ini benaran sakit sayang, sialan si Zack pukulannya benar-benar kuat dan bertenaga."


Melihat suaminya meringis kesakitan membuat Maima jadi merasa bersalah. wajahnya berubah sendu.


"Maaf mas, ini semua salahku. Andai saja waktu bisa diputar ulang kembali dan keadaan tidak seperti saat ini, tentu hal ini tak akan pernah terjadi pada mas Rangga." menunduk menahan air matanya yang sudah hampir terjun bebas.


"Tidak, aku tidak ingin seperti itu Mai. Jangan selalu menyalahkan dirimu sendiri.Akulah yang harus disalahkan.Jika aku tak pernah menyentuhmu, tapi kenyataannya saat ini aku bahagia bersamamu Mai. Kamu adalah milikku sekarang dan selamanya. Tak akan kubiarkan laki-laki manapun merebutmu dariku."


"Aku sangat mencintaimu Mai dan Baby kita." Mengecup kening dan perut istrinya.


"Aku juga mencintai mas Rangga."


Saling menatap dalam diam dan di penuhi aura cinta di sekeliling mereka. Hingga Rangga mulai mendekat dan bibir mereka pun saling bertaut lembut. Rangga semakin mempererat pelukannya dan pergulatan pada bibir mereka semakin panas dan menggelora. bahkan kini bibir Rangga sudah berpindah turun ke leher jenjang Maima, menyesapnya kuat. sampai Maima melengguh keras.


"eughh....mass Rangga!"


Kriett


"Maima sayang....?"

__ADS_1


"Astaqfirullah!" Kali ini yang menjadi korban adalah bu Herlina. Pagi-pagi ia sudah disuguhi adegan live ke uwu an anak dan menantunya.


"Mama, Mas lepas.....itu, ada mama!" Maima mendorong kepala Rangga yang masih stay di lehernya.


"Ishh....mama nih, mengganggu saja! kenapa sih pagi-pagi mama sudah datang? tadi suster sekarang malah mama? menyebalkan!" wajah Rangga sudah di tekuk sedemikian rupa.


Bu Herlina yang mendengarnya pun menjadi kesal karena di persalahkan oleh putranya.


"Ck, dasar anak kurang ajar. kamu itu yang salah, tidak tahu tempat.bikin malu saja."


Maima tertunduk malu merasa tak enak karena telah melakukan sesuatu yang tak pantas.ia pun sebenarnya sadar dan tak ingin terjadi hal yang demikian, namun ia tak berdaya untuk menolak keinginan dari sang suami.


"Maaf ya ma, Maima pasti dah bikin malu mama."


"Eh, bukan seperti itu sayang, Rangga yang salah bukan kamu kok." tersenyum lembut pada sang menantu, namun memelototi putranya.


tok tok tok


"Permisi!"


Tak lama terdengar ketukkan pintu dan suara seseorang, namun entah mengapa sang tamu hanya terdiam tidak membuka pintu itu.


"Ehemm.....iya, silahkan masuk!" bu Herlina berinisiatif menyahuti panggilan tersebut.


setelah itu, pintupun di buka oleh orang tersebut.


"Maaf, bapak, ibu saya kembali lagi untuk mengecek keadaan pak Rangga." Suster itu masih terlihat canggung, karena tadi ia baru saja melihat adegan 18+ dari pasangan suami istri tersebut.


Bu Herlina mengernyitkan dahinya, kemudian ia mengerti maksud dari perkataan perawat itu.


"O....jadi perawat ini adalah korban pertama? dasar bocah mesum.tapi, kok sekarang putraku jadi aktif banget ya?"


"Baik pak, semua normal ya. tinggal pemulihan luka di kepala saja. sudah ya pak, bu. permisi!" suster itu pun beranjak pergi.


"Terima kasih ya suster!"


"Iya, sama-sama bu."


Baru saja suster itu melangkah keluar, ternyata berbarengan dengan seseorang yang langsung menyelonong masuk.


"Assalamuallaikum. Eh, ada tante juga ya?" mengambil posìsi duduk di sofa.


" Gimana bro, udah baikkan belum? Hai, bumil makin cantik aja?" Langsung mendapat plototan dari Rangga.


"Peace ah, cuma bercanda bro. gitu aja dah kayak singa mau nerkam?" terkekeh geli melihat tingkah posesif Rangga pada sang istri.


Rangga terus saja bermanja ria pada Maima. Ia tak perduli walaupun ada bu Herlina dan Doni.

__ADS_1


"Mas, mau mandi sekarang atau nanti?"


"Sekarang saja Ngga, mumpung ada nak Doni. kan bisa membantu memapahmu ke kamar mandi." Saran dari bu Herlina, akan tetapi sepertinya Rangga tidak akan mau.


"Siap tante, mau minta di mandiin sekalian juga Doni ngak keberatan kok Tante?" Menaik turunkan alis matanya.


"Eits, tunggu dulu? enak saja, siapa yang mau juga dimandiin sama loe. mending sama bini gue aja. Sudah sana Don, keluar dulu gue sama Maima mau mandi pagi bareng. nanti loe ngintip kita lagi?"


"Anjirr....ini rumah sakit woy, bukan kamar pengantin? aje gile loe Ngga, masa' mau iya" di sini?"


"Memangnya kenapa? ada masalah gitu? suka-suka kita dong. bilang aja loe iri kan?" hahaha makannya cepetan cari partner biar bisa...."


"Mas, sudah ah. malu tahu?" Maima berbisik pelan di telinga Rangga.


"Ngak usah malu sayang, harusnya mereka yang malu karena sudah mengganggu kesenangan kita."


Bu Herlina hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat tingkah absurd putra bungsunya itu.


"Ayo, Don lebih baik ikut tante jalan-jalan ke kantin. kita cari apa kek gitu? Kalau disini nanti bisa bikin kepala pusing!"Bu Herlina berinisiatif mengajak Doni untuk keluar dari kamar perawatan Rangga. Menghadapi laki-laki bucin itu lama-lama bikin senewen saja.


"Siap tante, ayo.....have fun ya Ngga, Mai! Jangan lupa di kunci! jangan sampai ada yang nyelonong masuk."


"Maima, hati-hati ya nanti bisa di terkam macan kumbang bucin!?" Mengerlingkan matanya dan melirik Rangga yang sudah dalam mode garang.


"Apa loe? awas jangan macam-macam ya sama bini gue!"


"Hahaha......dasar super bucin?" tertawa terbahak-bahak sambil melangkah keluar kamar perawatan Rangga bersama dengan bu Herlina.


Kini tinggalah sepasang suami istri yang sedang hangat-hangatnya. Maima mulai membantu sang suami untuk melepas pakaiannya. Setelah itu ia memapah sang suami memasuki kamar mandi.


"Sayang, bantu mas buka ini juga dong!" menunjuk celanya.


"Loh mas, memangnya mas mau mandi basah-basahan gitu? nggak di basuh pakai wash lap saja mas?"


"Ya tentu saja itu yang mas inginkan sayang, kita mandi basah berdua tentunya setelah....kamu ngerti kan maksud mas?" Tangan nakalnya mulai menggerayang masuk kedalam dress Maima dan meremas b****g sintal milik istrinya.


"Jangan mas, malu. nanti kalah ada yang memergoki kita lagi gimana? ngak mau ah, mas aja ya yang mandi duluan! setelah itu baru aku."


Rangga mengerucutkan bibirnya sambil memasang pupie eyes.


"Ayo sayang, cepetan aku sudah tidak tahan! tu lihat! adikku sudah bangun?" Mengarahkan pandangannya kebawah.


Brushh


"Aduh mas,itu kapan bangunnya?"


Tbc

__ADS_1


__ADS_2