
Esok hari Zack dan Ayu masih tidur dengan bekas pergulatan mereka semalam. Ayu saat itu terbangun lebih dulu. Ia ingin beranjak turun dari atas ranjang akan tetapi tubuhnya merasa sakit terutama pada area sensitifnya. Rasa nyeri yang mendera membuat Ayu mengeluarkan suaranya.
"Aduh...shh,sakit!" ucap Ayu
Suara ringisan Ayu terdengar oleh Zack. saat itu Zack langsung terbangun kemudian menanyakan keadaan sang istri.
"Sayang, kamu baik-baik saja?" Tanya Zack menyentuh lengan Ayu.
Ayu hanya mendesis kesakitan tak menjawab. Zack saat itu melihat noda darah di area tempat Ayu tidur. Zack tersenyum akan hal itu. Namun, disisi lain Zack merasa kasihan pada sang istri.
"Sayang, apa kamu sakit?"
Ayu hanya mengangguk. Sedetik kemudian wajahnya merona merah,malu mengingat malam panas yang telah mereka lalui bersama.
"Apanya yang sakit? sini biar aku lihat!" Zack baru akan menyingkap selimut yang masih menutupi tubuh polos mereka. Dan refleks Ayu langsung menahan dengan tangannya.
"Akh, jangan Tu— eh, kak! saya malu?" Ayu menarik selimut menutupi tubuhnya sampai sebatas leher.
"Hayo, kamu barusan mau memanggil suamimu apa? apa mau di tambah hukumannya hmm...?" Bergeser mendekati sang istri. Sedangkan Ayu tak berani bergerak karena rasa nyeri jika ia bergerak sedaikit saja.
"Tidak, kak. Maaf kan! saya tidak akan mengulanginya lagi."
"Tapi, sepertinya aku masih kurang sreg di panggil dengan sebutan kakak? secara aku kan telah menjadi suami dan rasanya kalau memanggilku kakak serasa kita seperti kakak dan adik saja."
"Lalu, saya haris memanggil apa?"
"Hmm...apa ya? ha, bagaimana kalau abang? bagus bukan, sepertinya sungguh romantis? oke, mulai saat ini kamu harus memanggilku dengan sebutan abang sayang!" Zack meraih tubuh sang istri dan mendekapnya. Karena gerakan Zack yang begitu tiba-tiba membuatnya seketika merasakan nyeri yang sangat pada area sensitifnya.
"Aww...!"
Zack melepaskan dekapannya lalu menatap penuh penyesalan karena telah membuat istrinya begitu kesakitan akibat perbuatannya tadi malam.
"Maafkan abang ya sayang! Sini, mana biar abang obati!" Zack berusaha kembali menyingkap selimut yang menutupi tubuh polos Ayu.
"Akh...abang, jangan!"
tok tok tok
"Zack, bangun dan lekaslah turun kebawah untuk sarapan. Ajak Ayu! daddy dan mommy mau bicara pada kalian!"
"Iya mom, sebentar lagi kami akan turun." Zack memberi kode pada Ayu agar tidak bersuara.
Ketika Zack lengah, Ayu segera turun dan berjalan terseok-seok dengan melilitkan selimut pada tubuhnya. Dan ia melupakan keadaan sang suami yang tak beda dengan dirinya yang belum mengenakan apa pun.Dan saat ia meboleh tak ayal tentu saja matanya menangkap sesuatu yang belum pernah di lihatnya akan tetapi semalam sudah merasakannya?
"Akhh, Abang I—itu?" Ayu menunjuk sesuatu sambil memejamkan matanya dan refleks Zack pun menatap arah telunjuk sang istri. Bukannya malu tapi Zack malah tersenyum smirk lalu turun dari atas ranjang mendekat pada sang istri yang masih menutup matanya.
Grepp
__ADS_1
"Akhh...! abang sayang mau apa?" Tanpa sadar Ayu memanggil Zack dengan suara yang terdengar manja dan menggoda si otong?
Tubuh Ayu langsung di bopongnya masuk ke dalam kamar mandi. Dan akhirnya mereka pun mandi bersama dengan melakukan berbagai adegan 21+ seperti yang di inginkan oleh Zack tentunya.
Hampir 1 jam lebih daddy Edward dan mommy Sinta menunggu kemunculan sang putra dan menantunya. Mereka sudah sangat kelaparan namun pasangan pengantin baru itu sama sekali belum terlihat batang hidungnya.
"Dad, apa telah terjadi sesuatu?kenapa mereka lama sekali? aku akan melihat dan memanggil mereka lagi untuk segera turun!" Mommy Sinta bangkit dan beranjak menuju ke lantai atas. Tapi, langkahnya langsung di cegah oleh daddy Edward.
"Jangan mom, nanti kamu malah mengganggu mereka? kamu seperti tidak mengerti saja?"
"Maksud daddy...mereka sudah?" Mommy Sinta membelalakkan mata dan menutup mulutnya dengan telapak tangan.
"Sudahlah mom, biarkan saja! Palingan kita bakal cepat punya cucu?" Daddy Edward terkekeh.
"Ya sudah. Tapi, kan kasihan Ayu. Lihatlah ini sudah jam berapa? apa anakmu itu ingin membuat istrinya kelaparan?"
Dan akhirnya mereka pun memutuskan untuk sarapan terlebih dulu tanpa menunggu lagi pasangan pengantin baru tersebut.
Di dalam kamar, Zack tengah membantu mengeringkan rambut Ayu dengan menggunakan hair dryer. Ayu begitu menikmati sentuhan lembut pada kepalanya. Ia bahkan sampai memejamkan matanya.
Zack mengulum senyum melihat Ayu yang tampak nyaman dengan apa yang di lakukannya.
Cup
Mengecup lembut kening istrinya dan otomatis Ayu membuka matanya dan tersenyum.
"Sama-sama my baby sweety! l love you!" Mengecup bibir ranum yang terlihat masih agak membengkak akibat perbuatan suaminya.
"Hah—abang, kita sudah sangat kesiangan! pasti nyonya dan tuan akan sangat marah pada kita?"
Zack menhernyit dan merasa aneh ketika istrinya memanggil daddy dan mommy nya seperti majikannya saja?
"Sayang, mengapa kamu masih memanggil mereka seperti itu? mereka itu juga adalah orang tuamu juga. Panggil seperti biasa daddy dan mommy! pokoknya abang tidak mau mendengarnya lagi, nanti abang akan menghukummu jika tak menurut!oke?"
"Iya abang sayang, maaf kan baby sweety ya!"
Cup
Mengecup pipi sebelah kanan suaminya. Membuat Zack meleleh dan tak tahan untuk menjahili sang istri.
"Kok, cuma yang sebelah kanan saja sih sayang? yang sebelah kiri nanti cemburu loh?" Abang Zack modus.
Dengan malu-malu Ayu pun mendekat dan langsung mengecup pipi sebelah kiri suaminya. Dan Zack menyunggingkan senyumnya. Lalu, tanpa ba bi bu langsung m*****t bibir pink merekah Ayu.
"Abang nakal ah! Ayo kita turun, nanti tu...eh, daddy dan mommy akan marah?" Ayu hampir saja keseleo lidah dan pastinya akan mendapatkan hukuman dari abang sayang nya.
"Iya, my baby sweety sudah kelaparan ya? ayo kita isi amunisi dulu biar nanti lebih strong lagi!?"
__ADS_1
Ayu tahu apa yang di maksud oleh suaminya dan ia hanya berdecak menggelengkan kepalanya.
Sesampainya di bawah dan ternyata meja makan sudah tak tampak daddy Edward dan mommy Sinta.
"Loh, mommy dan daddy di mana? katanya mau mengajak sarapan bareng? gimana sih?" Zack menarik kursi untuk di duduki Ayu. Kemudian ia pun duduk di sebelah Istrinya lalu memulai sarapan menjelang siang.
Setelah itu Zack mencari keberadaan mommy dan daddy-nya. ia pun bertanya pada salah seorang pelayan dan di beritahu bahwa mereka sedang berada Gajebo di taman belakang.
"Sayang, ayo kita ke taman belakang! mommy dan daddy ternyata ada di sana!" Menggenggam dan menggandeng mesra tangan mungil Ayu yang terasa sangat halus dan lembut.
Daddy Edward dan mommy Sinta berpura-pura tidak melihat kedatangan mereka. Namun, mereka saling berbisik pelan.
"Dad, itu si Ayu kok wajahnya pucat sekali ya?pasti itu perbuatan si bocah nakal itu? awas ya?"
Mommy Sinta gemas dan kesal melihat keadaan Ayu yang sepertinya tidak sedang baik-baik saja. Raut wajahnya terlihat meringis seperti sedang menahan rasa sakit.
"Good Morning mom, dad! maaf ya kami telat, tapi jangan khawatir tadi kami sudah sarapan!" Tersenyum ceria.
Mommy Sinta menatap keduanya penuh selidik terutama pada sang putra.
"Ada apa sih mom, lihatnya jangan seperti itu nanti istriku ketakutan?"
"Mommy tidak marah pada istrimu. Tapi, mommy kesal padamu? Kamu apa kan Ayu? lihatlah sampai kuyu begitu?" Zack lalu beralih menatap wajah sang istri.
"Oh, bukan apa-apa mom!itu–mungkin karena semalam kita tidak bisa tidur semalaman?namanya juga kan pengantin baru, bahkan semalam baru bisa buka segel itu semua kan gara-gara mommy juga?"
"Kenapa kamu jadi menyalahkan mommy? apa hubungannya coba?" Mengernyit tak mengerti.
"Ya, karena mommy yang menghalangi malam pertama kami. Akibatnya kan aku tidak bisa me gontrol diri lagi, al hasil ya langsung terjang, serang dan hajar sampai habis-habisan, mom." Mengatakan dengan raut wajah biasa tanpa rasa bersalah sedikit pun.
Mommy Santi yang gemas langsung beranjak dan menghampiri putranya yang tengil itu, lalu...
Plak plak plak
"Rasakan ini anak nakal! bisa-bisanya kamu malah menyalahkan mommy?"
Mengeplak bahu Zack berkali-kali dengan begitu gemasnya.
"Iya—iya mom, maaf.sudah...stop, sakit mom. lukanya masih terasa perih ini? malah di keplak-keplak?"
"Luka? Abang terluka? dimana?kok bisa, kenapa?" Ayu begitu khawatir
"Masa' kamu lupa sih sayang? ini kan akibat perbuatanmu semalam, saat si otong beraksi dan..."
"STOPPP...!!"
__ADS_1
Tbc