
Ketika mama Sandra dan Angela datang, maka sikap Varell pun akan berubah manis pada istrinya dan akan kembali dingin jika mereka hanya berdua saja.
Varell meninggalkan Rani yang masih duduk disofa sambil menonton tv, sepeninggal mama Sandra. mereka saling terdiam.
Rani sungguh kecewa dan merasa di permainkan oleh suaminya itu. ia hanya menatap sendu punggung Varell yang semakin menghilang dibalik pintu kamarnya.
"Ayuk nak kita kekamar, bunda sudah mengantuk.besok pagi kan kita harus berangkat kerja cari uang buat kita makan." Ranipun beranjak naik kelantai atas menuju kamarnya.
‐------------
Paginya Rani sudah sampai disepan Restauran tempat ia diterima kerja dua hari yang lalu. ia melangkah ragu karena harusnya kemarin hari pertamanya bekerja, namun karena suatu insiden akhirnya ia tidak datang.
Rani masih berdiri terpaku, mengedarkan pandangannya mencari keberadaan seseorang. hingga sapaan suara orang yang dikenalnya lalu ia memutar tubuhnya kearah belakang.
"Rani....kamu kemarin kemana, kenapa tidak datang.aku juga tidak bisa menghubungimu. kamu baik-baik saja kan? apa terjadi sesuatu kemarin. kamu bikin aku senewen tau ngak aih Ran!" Ya dia adalah Maima sang sahabat yang langaung memberikan rentetan pertanyaan tanpa henti. Rani hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal itu mendengar ocehan Maima yang tanpa rem.
"Satu-satu dong Mai, trus Rani harus jawab yang mana dulu nih?"
"Semuanya, kamu harus mengatakan semuanya dan sebenar-benarnya, awas kalau bohong!" menarik tangan Rani masuk kedalam Restauran dan langsung membawa sahabatnya itu ke belakang.
"Ayo, cerita sekarang!" mendudukkan Rani disalah satu kursi yang ada dipantry. ia juga duduk tepat ddihadapan Rani.
"Maaf ya Mai, kemarin Rani masuk rumah sakit. tidak sengaja terpeleset ketika menuruni anak tangga.terus sedikit pendarahan, tapi alhamdullah semua baik-baik saja dan esok paginya sudah diizinkan pulang. sekali lagi maaf ya Mai, ponsel Rani juga tertinggal di Apartemen jadi ngak bisa kasih kabar ke kamu."Rani tertunduk tak ingin sahabatnya tahu akan kebohongannya itu.
__ADS_1
"Benar begitu kejadiannya Ran? kamu ngak lagi berbohong sama aku kan?" memperhatilan gelagat sahabatnya itu yang terlihat agak kikuk apalagi tak berani menatapnya langsung.timbul rasa curiga.
"Trus yang bawa kamu ke Rumah sakit siapa, suamimu yang jahat itu?" ekspresi wajah Maima mulai tak suka ketika menyebut tentang suami sahabatnya itu.
" Iya Mai, mas Varell yang menolong danembawa Rani ke Rumah sakit. untung mas Varell masih berada dirumah." meremas ujung dress nya. Dan Maima hanya menggut-manggut saja.
"Mai, jadi gimana. Apa Rani masih diterima bekerja disini?" Rani takut kalau ia batal bekerja di tempat itu.
"Sudah jangan khawatir, ayo kita menghadap bu Zakiya dulu!" Maima menggandeng Rani menuju keruangan sang pemilik restauran.
"Tok tok tok.... permisi bu saya Maima."
"Masuk aja Mai!" terdengar sahutan dari dalam
"Assalamuallaikum Bu, selamat pagi. ini bu Rani sudah datang." Maima sedikit membungkuk hormat, diikuti pula oleh Rani yang berada tepat disampingnya.
"Oh iya, Rani...gimana-gimana, kemarin kenapa tidak datang?" bu Zakiya menatap Rani yang terlihat tegang.
"Ayo, kalian duduk dulu!" Rani dan Maima pun menarik kursi maaing-masing trpat didepan meja kerja bu Zakiya.
"Maaf bu, kemarin saya agak tidak enak badan. apa saya masih diterima bekerja disini bu, sekali lagi saya mohon maaf bu!"
Rani menangkupkan telapak tangannya memohon maaf atas ketidak profesionalnya ia dalam bekerja..
__ADS_1
Sedangkan Maima mencolek-colek lengan Rani karena sahabatnya itu tidak mengatakan alasan yang sebenarnya.
"Begitu, Ya sudah tidak apa-apa kok Ran. kamu masih diterima kok. nah sekarang silahkan mulai bekerja dan jaga kesehatnmu ya, terutama kandunganmu itu.jangan terlalu letih. kalau Capek istirahat ya!" bu Zakiya tersenyum lembut.
"Baik bu, terima kasih ataa perhatiannya. saya akan bekerja dengan giat bu.Permisi bu." Rani dan Maima segera menuju ke dapur Restauran yang sudah terlihat beberapa karyawan yang mulai beraktifitas.
Pekerjaan pertama Rani adalah membersihkan ruang utama restauran, dengan telaten ia mengelap kaca-kaca hingga terlihat mengkilap.setelah itu ia kembali lagi kedapur.
‐-----------
Langkah kaki seorang pemuda gagah nan tampan mengalihkan pandangan setiap orang yang berada di Restauran. Laki-laki itu langsung melangkah menuju kesuatu ruangan.
"Tok tok tok"
Permisi bu Zakiya, boleh saya masuk?"
"Ya silahkan masuk!"
"Ceklek....
"Kamu, tante kira siapa? Kapan kamu pulang?"
Tbc
__ADS_1