
"Loe tenang aja Ngga, kalau Zack sampai nekat dan berbuat macam-macam pada kalian. kami akan turun tangan membantu kalian." Varell mendekat dan menepuk pundak Rangga.
"Thanks ya Rell dan juga elo Don."
"Iya, santai aja bro. kayak sama siapa aja?" Doni terkekeh mencairkan suasana.
tok tok tok
Kriettt
......??
"Hallo semuanya! loh kok pada bengong?"
Si centil Angela masuk dengan santainya, di saat semua yang ada di ruangan itu sedang dalam keadaan tegang.
"Angela, kamu bikin kami kaget saja? kamu kesini sama siapa?"
Gadis belia itupun melenggang dan mendudukkan bokongnya di atas sofa tepat di sebelah sang mama.
"Sama om Jatmiko tante, tadi kami bertemu di depan. itu om Jatmiko masih di luar. kayaknya baru terima telpon."
"Kamu tadi kenapa ngak bilang kalau mau ke sini juga, kan bisa bareng kami?"
"Iya kak, maaf. tadi memang belum ada rencana mau kesini, tapi....?" Angela tak melanjutkan perkataannya, gadis itu malah melirik Doni.
"Tapi apa?"
"Eh, ngak apa-apa kok kak." terkikik
"O, begitu. trus kamu bawa apa itu?"
Bu Herlina menunjuk 2 buah paper bag besar yang tadi di bawanya dan telah di letakkan di atas meja.
"Oh iya, ini makan siang untuk kita semua. tadi om yang bawa, om bilang tadi beli ketika dalam perjalanan kesini tante."
"Wah, pasti enak sekali nih. terima kasih ya honey, kamu memang the best lah!"
.......?"
.......?"
Semua terhenyak dan terdiam mendengar ucapan Doni yang memanggil Angela dengan begitu mesra
"Honey....?
"upss, sorry. salah ngomong guys. bercanda-bercanda. hehehe. ayo ayo cuss kita makan sama-sama!" Doni tampak salah tingkah karena sadar telah salah ucap.
"Salah ngomong apa keceplosan loe Don? pake ngeles segala?" kali ini Varell yang menyentil Doni.
"Ih, kak Varell apaan sih? orang kita ngak ada hubungan apa-apa kok, ya kan kak Doni?"
"Betul betul itu, udah ah. Jangan ngeliatin kita kayak gitu? Mending kita langsung eksekusi aja ni makanan!"
Varell dan yang lainnya minus Angela, hanya bisa menggelengkan kepala dan tersenyum melihat kecanggungan kedua insan berbeda jenis kelamin itu. (maksudnya Doni &Angela)
"Loh, Papa beli makanan ngak beli minumannya sekalian? gimana sih?"
"Iya, mungkin om lupa tante? ya udah, biar Angela yang belikan ya?" Angela menawarkan diri untuk membelikan air mineral.
"Eh, aku temani ya Ngel?" Doni bergegas menyusul Angela yang telah melangkah keluar dari kamar perawatan. membuat semuanya melongo dan saling pandang dengan berbagai pikiran masing-masing.
"Ehem, ya udah. kita makan duluan saja sambil menunggu mereka kembali!"
kriett
"Assalamuallaikum. wah, semua sudah ngumpul ya. ayo ayo, silahkan di lanjut! papa juga dah laper banget nih?" Pak Jatmiko pun duduk di samping istrinya.
__ADS_1
"Itu tadi Angela sama Doni mau kemana?" Pak Jatmiko bertanya pada istrinya.
"Katanya mau membeli minum pa, masa' bawa makanan tapi ngak bawa minumannya? gimana sih Papa?"
"Ya, maklumlah ma. namanya juga sudah tua. sebentar lagi kan kita bakal jadi kakek dan nenek."
"Iya ya pa, ngak nyangka kita akan mendapat cucu secepat ini." Bu Herlina mengelus lembut perut Maima.
"Selamat ya om, tante. akhirnya Rangga sukses juga." Varell mengucapkannya sambil melihat kearah Rangga yang sedang memasang wajah cemberut karena merasa di abaikan oleh Maima.
"Iya dong, sudah terbukti kan akan keperkasaan gue.Sekali nyiram langsung jadi, tokcer banget kan benih gue?" tersenyum menyeringai.
"Mas, ngomong apa sih? malu tahu?" Maima sangat malu dengan ucapan frontal suaminya.
"Maima, sini! ngapain kamu di sana? masmu butuh kamu sayang?" memasang wajah memelas.
"Ck, dasar macan kumbang bucin?"
"Kayak loe enggak aja Rell, bilang aja loe iri. secara kami kan masih pengantin baru? jadi ya wajar kalau bucin mood on."
Mereka semua menatap jengah Rangga yang selalu menebar kesombongan dan kebucinannya.
"Ini anak dua kok beli minuman aja lama sekali? belinya di mana sih?"
kriett
"Di Korea tante....?! hehehe"
Angela muncul menenteng tas kresek yang berisi beberapa botol minuman air mineral. dengan Doni yang mengekori di belakangnya.
"Kalian ini beli minuman atau pacaran sih? lamanyaaa?" Kali ini si bucin Rangga yang menyindir sahabatnya itu.
"Maksudmu apa bro? kami tidak ada hubungan apa-apa, kau kan tahu kalau Angela itu adalah adik Varell, yang telah kuanggap seperti adik sendiri.
Rangga tersenyum menyeringai menatap Doni, jelas sekali terlihat kebohongan di mata laki-laki itu.
Dan ruang perawatan itu akhirnya riuh ramai oleh canda dan tawa diantara mereka.
----‐----------------
Sementara itu, di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda. Seorang pria muda tampan melangkah dengan gagahnya, memasuki gedung perkantoran miliknya sendiri. Dia adalah Zack Brown Ceo muda dari PT. ZB prima Coal. Perusahaan di bidang pertambangan batu bara yang ia rintis sendiri.
Zack kembali setelah meeting dan lunch dengan klien nya. Ia memasuki ruangannya di dampingi oleh asistennya yang bernama Romi.
"Bagaimana Rom perkembangan di Kalbar? apakah ada kendala?" Zack duduk di kursi kebesarannya sambil memeriksa beberapa dokumen yang harus segera di tanda tanganinya.
"Semua berjalan dengan lancar tanpa terkendala satu apapun."
"Hmm....baguslah kalau begitu."
"Apa ada lagi yang harus saya kerjakan Pak? Jika tidak, saya akan kembali keruangan saya pak."
"Oke, oh ya tunggu sebentar Rom!' Asisten Romi pun berbalik kembali dan menunggu perintah dari sang boss.
"Pesankan parcel buah dan buket bunga mawar merah!" zack menuliskan seauatubke secarik kertas lalu memberilannya pada Romi.
"Kirim ke alamat ini!"
"Baik Pak, kalau begitu saya permisi." Romi bergegas menuju ke toko buah dan Florist shop.
Zack kembali termenung. Pikirannya melayang pada sosok seorang gadis yang begitu di puja nya. Ya, tak lain dan tak bukan dia adalah Maima.
"Maima....maaf, aku takkan bisa melepasmu begitu saja. kau adalah gadis manisku. sumber kebahagiaanku."
"Arrghhh....mengapa ini harus terjadi? kenapa harus elo Ngga.....kenapa loe setega itu sama gue?" Tatapannya masih tersirat penuh amarah.
----------------------
__ADS_1
Setelah seminggu berada dalam perawatan, akhirnya Rangga telah di perbolehkan untuk pulang.
Mereka sekarang telah berada di dalam kamar pribadi mereka. masih di kediaman pak Jatmiko.
Ya, Rangga memutuskan tinggal bersama kedua orang tuanya. Hal itu telah menjadi pertimbangan untuknya, karena kondisi Maima yang sedang hamil. Dan tengah memasuki trimester ke 2.
Melihat raut wajah Maima yang tampak gusar membuat Rangga merasa tak tenang juga.
"Sayang, kamu kenapa?" Rangga pun menghampiri dan duduk didekat sang istri.
"Aku takut mas?"
"Apa ini soal Zack?" Maima pun mengangguk mengiyakan.
"Paket bunga itu mas? aku sangat takut?"
"Cuma bunga saja kan sayang, lalu apa yang membuatmu begitu resah seperti ini, hemm?"
"Bukan masalah buanganya yang aku takutkan mas, akan tetapi pesan yang tertulis di bunga itu?"
Flash back on
Maima baru saja tiba di rumah setelah pulang dari rumah sakit. Baru saja ia melangkah masuk, tiba-tiba pak satpam yang berjaga menghampirinya.
"Mbak Maima, maaf ini ada kiriman bunga lagi untuk anda?" Maima pun mengernyitkan keningnya bingung.
"Dari siapa pak?"
"Saya kurang tahu Mbak?"
"Baiklah, terima kasih ya pak."
Maima menerima buket bunga mawar merah itu ke kamarnya. itu merupakan kiriman ke 3 kalinya dan dari orang yang sama.
Perlahan Maima mengambil kartu yang terselip diantara rangkaian bungan, lalu ia membuka dan mulai membacanya.
(" Maima, kau akan tetap selalu menjadi gadis manisku." Zack)
Kemudian Maima membuka laci di meja nakas dekat tempat tidur. Mengeluarkan beberapa kartu ucapan yang juga dikirim oleh Zack yang isinya tak jauh berbeda.
(" Aku akan selalu mencintaimu manis. l miss u" Zack )
(" Walau raga kita tak bersama, tapi hati kita akan tetap menyatu manisku." Zack)
"Bagaimana ini? apakah aku harus memberitahu mas Rangga? nanti kalau terjadi sesuatu lagi bagaimana?"
Flash back off
"Bagaimana mas?" Maima memutuskan memberitahukan pada sang suami perihal teror yang dilakukan oleh Zack.
"Ya biarkan saja Mai, tidak usah di hiraukan!"
"Tapi mas,aku sangat takut. kak Zack orangnya sangat nekat.Apa aku perlu bertemu dan berbicara dengannya secara langsung?"
"Jangan pernah lakukan itu sayang! biarkanlah, seiring berjalannya waktu Zack pasti akan bisa melupakanmu dan semoga ia segera mendapatkan seorang gadis yang tulus mencintainya."
"Baiklah, kalau itu yang mas inginkan. aku akan menurut saja."
Ting
"Maima, aku ingin bertemu denganmu. kita harus bicara dari hati ke hati. hanya kita berdua manis!"
"Apa-apaan sih ni anak?"
Tbc
__ADS_1