
Begitulah kehebohan aktivitas di pagi hari pasangan Varell dan Rani. Di sela waktu sempitnya mereka masih bisa memanfaatkannya. Rani tak pernah menolak karena baginya membuat suaminya bahagia merupakan kebahagiaannya juga. Dan Varell, tentu saja hal itu bisa menambah semangatnya bekerja karena mendapatkan asupan Vitamin dari sang istri.
"Sayang, bagaimana kalau kita juga pergi berbulan madu. Seperti Zack dan Ayu. Mas juga kan ingin menghabiskan waktu romantis berdua saja dengan istri tercinta mas yang sangat cantik ini."
cup
"Mas,ih...malu, dilihat Rava!" Rani sedang menyusui baby Rava dan Varell selalu mengganggunya.Bahkan bayi itu selalu menatap wajah papa nya. Seakan ingin mengatakan kalau jangan mengganggu mama ku!.
"Rava belum mengerti, sayang! iya kan anak papa yang ganteng tapi masih gantengan papa. Ya,mama bahkan sangat tergila-gila sama papa!ini juga milik papa ya, jangan di habiskan!" Varell mendekatkan wajahnya pada wajah baby Rava lalu mencium d*** Rani, dan...
Plakk
"Aduhh..."
"pftt...Rani ingin tertawa tapi takut dosa? melihat apa yang telah di lakukan oleh Baby Rava pada sang papa. Baby Rava mengeplak telak di pipi Varell.
"Hey, jagoan papa kok gitu sih? kita kan friend boy, harus saling berbagi dong! papa yang lebih dulu memilikinya."
Plakk
"Aduhh..."
"Sayang, mengapa kamu malah ikutan menganiaya mas sih?" Cemberut
"Lagian mas ada-ada saja.Bicara sembarangan untung Baby Rava belum mengerti. Sudah, mas berangkat ke kantor saja sana! dari pada selalu mengganggu anaknya."
"Huhuhu, papa di usir sama mama, boy! mama kok gitu ya? padahal tadi mama berteriak-teriak meminta papa jangan berhenti..."
"Maass!" Rani memelototkan matanya dan Varell pun segera beranjak pergi.
Cup
Cup
"Papa pergi kerja dulu ya, sayang-sayangnya papa! jangan nakal! nanti kalau tidak nakal papa sama mama kasih adik buat kamu, boy!"
"Dasar mesum kamu mas. Semangat kerjanya ya papa, jangan nakal juga kalau di kantor nanti Rava hukum ya papa!" Rani terkikik melihat Varell yang mengerucutkan bibirnya lucu.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama 18 jam-an. Kini Pasangan pengantin baru Zack dan Ayu telah berada di sebuah hotel mewah dengan pemandangan yang begitu indah.
"Wah, Bang indah sekali pemandangannya?" Ayu berdiri di balkon kamar mereka, merentangkan tangannya dan menghirup udara malam yang bahkan begitu menusuk hingga kepermukaan kulit.
Grepp
Memeluk Ayu dari belakang, kini mereka sudah seperti adegan di dalam film titanic, bedanya mereka melakukannya di atas balkon kamar.
"Sayang, masuk yuk! abang sudah mengantuk, kamu juga pasti sangat lelah bukan?" Menggiring kembali sang istri masuk ke dalam kamar.
"Loh, kamu mau apa sayang?"
Ayu membuka kopernya dan mengambil baju ganti lalu, ia masuk ke kamar mandi. Zack yang melihatnya pun heran dan langsung bertanya pada sang istri.
"Mau mandi lah Bang, ngak enak kalau mau tidur ngak bersih-bersih dulu. Kenapa bang? memangnya abang ngak mandi?"
"Tidak baik mandi jam segini. Lagi pula cuaca disini sangat dingin, sudah jangan mandi! besok pagi saja sekalian mandinya!"
Ayu kemudian menyetujui usul suaminya karena memang sebenarnya ia pun merasa kedinginan.
"hmm, iya bang Ayu mau cuci muka saja.Loh, abang kok malah tiduran? ngak bersih-bersih juga? biar agak segar bang."
Ayu mengangguk lalu bergegas masuk ke dalam kamar mandi. 10 menit kemudian Ayu sudah meneyelesaikan ritual bersih-bersihnya sebelum beranjak tidur.
"Bang...Abang Zack, bangun! ayo, katanya mau bersih-bersih juga malah ketiduran.
Dengan rasa kantuknya yang sangat, dengan malas Zack pun beranjak dari atas tempat tidur lalu masuk ke kamar mandi. Ayu hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya yang seperti seorang anak ketika di bangunkan tidur oleh ibunya.
Hampir 30 menit Zack belum keluar juga dari dalam kamar mandi. Ayu khawatir kalau Zack ketiduran di dalam sana.
"Bang Zack kok lama sekali di dalam? apa jangan-jangan dia ketiduran lagi?sebaiknya aku cek saja deh!"
tok tok tok
"Abang...abang kok lama banget sih? abang ketiduran ya?" Ayu memutar handle pintu dan ternyata tak di kunci dan benar saja ternyata Zack memang tertidur di atas toilet.
"Ya ampun, beneran dia tidur? pantes ngak keluar-keluar?bang, bangun ayo jangan tidur di sini! pindah ke tempat tidur." Ayu menepuk-nepuk pelan bahu Zack. Namun tak ada reaksi apapun. Ayu akhirnya menggunakan cara yang pastinya akan berhasil 100 %.
Cup
__ADS_1
Cup
Cup
Ayu menciumi pipi kanan dan kiri lalu kening sang suami lalu ketika hendak mencium bibir, tiba-tiba Zack membuka matanya dan dengan gerak cepat ia langsung menarik tengkuk Ayu lalu mel**** bibir ranum sang istri. Ayu sampai gelagapan karena tak menyangka akan mendapatkan serangan balasan di saat ia tak siap.
"mmpfm...Abang, hh...bikin kaget aja ih?" Memukul dada Zack.
"Lagian kamu sudah mulai nakal ya, curi-curi kesempatan? Karena sudah di pancing maka, ayo kita lanjutkan ke tahap berikutnya, sayangku!"
Zack dengan sigap langsung menggendong Ayu ala koala dan kembali menikmati bibir yang sudah menjadi candunya itu. Hingga Zack merebahkan tubuh mungil Ayu dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Abang...kita mau ngapain?" Pertanyaan polos Ayu membuat Zack terkekeh geli dan tak menjawab pertanyaan yang tak penting baginya itu. Saat ini yang lebih urgent adalah menservice dan menuntaskan apa yang telah bangkit di bawah sana.
"Eh, stop bang!kita mau buat baby sekarang?memangnya apa ngak capek? besok saja ya bang, ini kan sudah jam berapa juga?" Ayi menunjuk Jam yang menempel di dinding.
"Jangan mencari alasan sayang, ayo ah cuss!" Zack pun segera memulai pergulatan mereka pada tengah malam hingga menjelang subuh. Ayu sudah lemas tak bisa berkutik lagi, tubuhnya di gempur habis-habisan oleh suami bucinnya. Hanya suara er****n Zack dan d*****n Ayu yang saling bersahutan.
"Abang Zack...ah...umh!"
"My baby sweety...arghh...l love you, cup!"
Pasangan pengantin baru itu pun akhirnya tumbang bersama. Berpelukkan erat dengan keringat yang masih melekat ditubuh mereka.
"Terima kasih ya sayang, abang sangat sayang dan cinta sama adek!" Mengecup dalam kening Ayu.
"Adek?" Ayu mengernyit penuh tanya.
"Iya, mulai malam ini abang akan memanggilmu Adek, gimana? suka?"
"Loh, katanya my baby sweety? kok berubah lagi sih? Jangan-jangan suatu saat nanti cinta abang juga bakal berubah?" Ayu mengerucutkan bibirnya.
"Ya enggak lah sayang, cuma adek yang bikin abang klepek-klepek! dan memuaskan si otong?" Menarik tangan Ayu lalu membimbingnya menuju pada si otong alhasil Ayu membelalakkan matanya.
"Abanggg...Mesumm!"
"Tapi, adek suka kan?" Tertawa terbahak-bahak.
Tbc
__ADS_1