Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
19. Ingin menengok dedek bayi


__ADS_3

Saat masuk kekamarnya Rani terkejut melihat keberadaan sang suami yang sedang memasukkan pakaian-pakaiannya kedalam koper.sejenak Rani berpikir apa ia akan diusir?matanya terasa panas dan hatinya tiba-tiba berdegup tak kencang.


"Kenapa malah berdiri saja, ayo duduklah. ada yang ingin aku bicarakan!"


Ranipun menuruti perintah sang suami dan duduk ditepi ranjang. Varell pun ikut duduk di sebelahnya.


"Biar Rani aja yang mengepak semua pakainnya mas. maaf ya mas kalau Rani udah buat salah. Semalam Rani ngak ada maksud apa-apa kok mas." meremas dressnya dengan mata yang sudah mengembun.


"Kamu kenapa Ran, kok tanganmu dingin sekali dan badanmu gemetaran?" Varell mengernyitkan dahinya mendengar apa yang diucapkan oleh sang istri. apa lagi merasakan gesture tubuh Rani yang seperti gugup dan ketakutan.


"Mas Varell mau mengusir Rani kan? iya,


mas, Rani mau istirahat dulu. nanti pasti akan Rani bereskan semuanya dan segera pergi dari sini. " tertunduk sambil menahan air matanya yang akan segera tumpah.


"Kamu ini ngomong apa sih Ran? siapa yang mau mengusir kamu? aku cuma mau mengepak semua pakaianmu untuk dipindahkan kekamar bawah. aku ngak tega lihat kamu naik turun tangga, sangat beresiko jika kamu masih tetap tidur dikamar atas."


"Begitu ya." masih tertunduk tak berani menatap sang suami. ternyata ia yang salah paham.


"Ran, Maafkan aku ya. selama ini aku selalu menyakitimu dan calon anak kita." Varell turun dan bersimpuh lalu menggenggam tangan sang istri memohon agar segala kesalahannya bisa dimaafkan.


"Iya mas, Rani sejak dulu sudah memaafkan mas Varell Karena mas adalah ayah dari anak yang Rani kandung ini. mengusap perutnya dan Varellpun ikut menyentuhnya juga.


"Kalau begitu mau kan pindah kekamar bawah ?" Rani mengangguk tanda setuju dan Varell merasa lega tersenyum penuh kelembutan.


--‐--------------


"Ting tong ting tong...

__ADS_1


Mendengar suara bell pintu membuat Rani menghentikan makannya, ia hendak membukakan pintunya. akan tetapi langsung ditahan oleh Varell.


"Sudah, biar aku saja. lanjutkanlah makanmu!" Varellpun beranjak menuju pintu dan membukakannya.


"Ceklekk...


"Hallo calon ayah!" ternyata tamu yang datang itu adalah Doni dan Zack. mereka langsung menyelonong masuk tanpa dipersilahkan oleh sang tuan rumah. Varell mengekori keduanya dibelakang sambil memasang wajah kesal.


"Hi , Rani apa kabar? wow...lagi dinner romantis ya? kita boleh ikutan ngak nih Ran?" Langsung mengambil posisi masing-masing dan duduk manis.-


"I....iya kak silahkan!" tersenyum canggung.


Varell berkacak pinggang melihat kedua sahabatnya itu yang sedang menyantap hidangan tanpa sungkan. Dan melihat Rani yang hanya bisa terbengong-bengong.


"Ayo duduk Rell, lanjutkan makannya. wah, masakkan istri loe ini benar-benar maknyuss. beruntung sekali loe Rell."


"Ayo sayang, lanjutkan makannya! aaa...." Varell menyuapi Rani.


"SAYANG...." Doni dan Zack berkata serempak.


"Waw... amazing, seorang Varell yang arogan bisa jadi so sweet begini. bravo bravo....selamat ya buat kalian berdua, semoga langgeng sampe kakek nenek."


"Pantesan aja ya Varell cepet banget sembuhnya, wong eneng seng ngancani toh. sang bidadari yang bernama Maharani Putri. cie...pipi nya Rani merah tuh!" Ranipun semakin tersipu malu digoda oleh Doni.


Varell, Doni dan Zack berbincang santai sambil menikmati secangkir kopi dan cemilan. Rani masuk kekamar karena ia tidak ingin mengganggu perbincangan antar laki-laki itu.


"Ehem.... apa kalian mau menginap juga? audah sana pada pulang! mengganggu saja."

__ADS_1


"Hahaha, ide yang bagus tuh Rell. gimana Don? tawaran Varell kayaknya cukup menarik nih. nanti kita bisa dapat suguhan live streaming pertandingan gulat antara Varell vs Rani. Doni dan Zack tertawa terbahak-bahak, apalagi melihat mimik wajah Varell yang senewen itu.


"Ngak usah liat Visual nya cukup audio volume besar juga udah jadi hiburan yang bikin merinding disko, ya ngak....panas....panas.... malam ini akan panas....panas!" hahaha si Doni malah semakin bersemangat menggoda Varell.


"Iya, kalian memang akan menganggu malam panas kami. sudah pulang sana! hus....hus!" menarik dan mendorong keduanya menuju pintu.


 


Setelah membereskan cangkir-cangkir bekaa mereka minum kopi tadi, Varell masuk ke kamar.


"Ceklekk


"Belum tidur Ran?" mendekat dan merebahkan diri dipaha Rani yang memang sedang duduk bersandar pada kepala ranjang. hal itu tentu saja membuat Rani terjingkat kaget. apalagi ketika Varell memiringkan kepalanya menghadap tepat pada perutnya.


"Dedek sedang apa sayang? apa ayah boleh menengok kamu nak? ayah kangen sekali sama kamu dan bunda." Varell mengecup ngecup anaknya yang masih didalamnya.


"Mas ini apa-apaan sih, babynya kan masih 5 bulan lagi baru lahir. oh ya senin nanti jadwal kontrol kandungan. kita bisa melihatnya bersama-sama." Tanpa sadar Rani membelai rambut Varell, senyumpun tersungging diwajahnya.


"Tapi aku mau menengoknya sekarang saja sayang, boleh ya?" Rani berpikir sejenak akan apa yang dimaksud dan diinginkan oleh sang suami.


"Maksud mas, mas mau....itu?" mengerjapkan bola mata indahnya dan menatap bibir pink yang seperti sedang memanggil-manggil untuk disentuh. membuat Varell semakin tak tahan dan.....


"Akhh.... ma...mas!"


"Diamlah sayang dan nikmati saja, oke!"


" cup cup cup..."

__ADS_1


Tbc


__ADS_2