
Sejak kedatangan Grandma Catherine suasana rumah tak seperti hari-hari biasanya.Apa pun tak bisa lepas dari pengawasannya. Bahkan para pelayan ikut di buat tegang apabila hasil pekerjaan mereka tidak sesuai dengan keinginannya.
Begitu pun dengan Ayu, walaupun di bibirnya selalu tersenyum namun, Zack dapat melihat gurat kesedihan di wajah manisnya.
Kriett
"Sayang...?"
Zack melangkah masuk ke dalam kamar dan Ayu sama sekali tak menyadarinya.Ia tengah bersiri di dekat jendela menatap ke arah luar sambil melamun.
Grepp
"akh... Abang, bikin kaget saja. Kok, abang masuk diam-diam saja sih?" memeluk dari belakang dan mencium pipi kanan Ayu.
"Kamu yang ngak sadar kalau abang masuk? ada apa hmm? Apa yang membuat my baby sweety jadi sering melamun? Ayo, cerita sama abang!" Zack membalikkan tubuh sang istri agar menghadapnya.
"Maaf ya bang, Ayu tadi memang beneran ngak dengar. Abang ngak marah kan?" Menatap sendu wajah suaminya.
"Abang ngak akan pernah bisa marah sama istri tercinta abang yang menggemaskan ini! Coba, sekarang cerita sama abang! ayo, sini!" Zack menggiring Ayu untuk duduk di tepi ranjang.
"Abang, mau mandi dulu? Ayu siapkan air hangatnya ya?" Ayu mencoba mengalihkan perhatian Zack.
"Adek sudah mandi belum?"
"Abang ih, kok di tanya malah balik nanya?"
Zack pun terkekeh geli melihat wajah kesal yang membuat Ayu semakin menggemaskan.
"Ya,barangkali kan kalau adek belum mandi kita bisa mandi bareng gitu? biar tambah samangat mandinya?" Mengerlingkan matanya nakal.
"Kok malah bengong? di jawab dong, sayang! Adek sudah mandi belum?lihat abang!" Ayu pun mendongakkan wajahnya dan menatap langsung mata sang suami.
"Maaf bang, Ayu be–belum mandi?" Tertunduk malu.
Zack mengulum senyumnya lalu meggandeng tangan istrinya menuju ke kamar mandi.
"Bang, Ayu siapkan air hangatnya ya?" Setelah sampai di dalam Ayu segera bergegas menyiapkan air di bath up.Sedangkan Zack mulai membuka pakaiannya satu persatu.
"Sudah siap bang air... abang, kok langsung telanjang sih?tunggu Ayu keluar dulu!" Ketika menoleh Ayu begitu kaget melihat suaminya sudah polos. Ia pun ingin beranjak keluar namun lengannya langsung di cekal Zack.
"Mau kemana?tadi katanya mau mandi?"
"Iya bang, tapi janji ya bang cuma mandi saja!" Ayu berbicara dengan mengalihkan penglihatannya ke arah lain.
Zack tersenyum menyeringai lalu mulai membuka kancing dress Ayu satu persatu lalu meloloskannya dari tubuh mungilnya. Ayu pun tak menolak semua sentuhan lembut dari sang suami pada tubuhnya.Namun, ketika hampir melewati batas Ayu tak segan memperingatinya.
__ADS_1
"Abang...tadi janjinya cuma mandi,loh?" Ayu menahan tangan suaminya yang mulai me******** sesuatu di bawah sana.
"hahaha—iya iya, sayang!" Zack akhirnya menuruti keinginan dari sang istri yaitu sesuai perjanjian semula hanya mandi tanpa plus plus.
Setelah meyelesaikan ritual acara mandi barengnya, kini mereka telah tampil rapi dan terlihat begitu segar. Zack menghampiri Ayu yang tengah menyisir rambutnya.
"Sini sayang, abang bantu sisirkan ya?"
"He'em...bang, apa Ayu boleh main ke rumah mbak Rani? Ayu kangen sekali sama baby Rava." Ayu menatap Zack melalui pantulan cermin di depannya.
"Oh iya, hampir saja abang lupa. Kemarin sore Varell menelpon abang dan bilang akan mengajak kita untuk berkumpul di rumahnya. Katanya sih ya temu kangen sama acara makan bersama. Sudah lama juga kan kita ngak kumpul bareng?"
"Apa mbak Maima juga akan datang bang?"
"Hmm–kalau itu sih abang ngak tahu? memangnya kenapa? jangan bilang adek masih cemburu ya sama Maima?"
"Eh, bukan begitu bang?masalahnya kan mbak Maima sedang hamil tua apa masih di perbolehkan untuk keluar rumah?"
"O–begitu. Abang kira adek cemburu? percaya sama abang ya dek, cinta abang hanya untukmu seorang." Mengecup bibir ranum Ayu.
"Kapan bang acaranya?"
"Nanti siang.Adek senang kan? sudah jangan sedih terus dong, ayo senyum buat abang mana?ih, gemes deh abang!" Menoel pipi chubby Sang istri. Dan Ayu mengetucutkan bibirnya manja.
"Ah, abang genit deh?" Mencubit perut Zack
Ayu membelalakkan matanya mendengar ucapan ambigu Zack.
"Ish, abang sayang mesum!"
"Mesum sama istri sendiri ini ngak pa-pa kan? tapi, adek suka kan kalau abang mesumin?" Terkekeh.
Saat mereka melewati ruang tengah dimana Grandma Catherine tengah bersantai sambil menikmati secangkir teh.
"Mau pergi kemana kalian?" Menatap keduanya tak suka terutama pada Ayu.
"Kami mau kerumah Varell, ada acara!"
"Setelah itu langsung pulang Zack! karena malam nanti keluarga tuan Wiratama akan datang untuk makan malam bersama.Ingat,jangan sampai telat ya! pukul 19.00 kamu harus sudah di rumah!"
Zack mengernyit lalu bertanya pada sang Grandma apa maksud dari kunjungan keluarga tersebut? ia sangat malas bertemu dengan Tamara dan tak ingin membuat sang istri bersedih dan salah paham.
"Memangnya untuk apa mereka tiba-tiba datang? apa ada sesuatu yang Grandma sedang rencanakan?"
"Kamu ini ya Zack, kenapa sekarang suka sekali membangkang semua yang Grandma katakan, hah? apa karena pengaruh dari istrimu itu?"
__ADS_1
Zack sudah mulai jengah atas perlakuan sang Grandma pada Ayu yang selalu menghinanya secara terang-terangan.
"Sudahlah Grandma, Zack tidak mau berdebat. Kami berangkat dulu! Assalamuallaikum."
"Hmm...Waalaikumsalam."
--------------------
Sepanjang perjalanan Ayu hanya terdiam. Hatinya begitu sakit mendengar semua perkataan Grandma Catherine. Ia jadi merasa rendah diri dan sama sekali tak di harapkan di rumah mewah itu.
"Apa yang harus aku lakukan nanti malam? Grandma pasti akan lebih menghinaku di depan keluarga Wiratama. Apa lagi nona Tamara yang sangat cantik dan berkelas tidak seperti diriku yang hanya seorang baby sitter."
"Sayang, kenapa diam saja? apa adek memikirkan perkataan Grandma tadi?maaf kan Grandma ya dek! beliau memang orangnya keras tapi sebenarnya sangat baik. Jika Grandma sudah mengenalmu dengan baik, dia pasti akan menerima dan menyayangi adek."
Ayu tak tak menjawab, ia hanya menyunggingkan senyum datarnya.
"Wajahnya jangan sedih gitu dong,sayang! nanti yang lain akan berpikir kalau adek ngak bahagia menikah sama abang." Zack menepikan mobilnya di pinggir jalan.
Zack menghadap sang istri lalu membalikkan tubuh Ayu agar mereka bisa saling menatap langsung. Zack dapat melihat mata indah Ayu yang sudah berkaca-kaca dan sedetik kemudian jatuh menetes membasahi pipinya yang telah memerah.Ayu memalingkan wajahnya tak ingin Zack melihatnya menangis. Ia sudah menahannya sedari tadi dan akhirnya pecah juga di saat menatap langsung mata Zack.
"Bang..."
"Hey–jangan menangis sayang! abang ngak kuat bila melihat adek seperti ini. Sini sayang!" Zack memeluk erat tubuh Ayu yang bergetar karena masih trrisak. Zack membiarkannya hingga Ayu merasa tenang.
Setelah merasa Ayu mulai agak tenang Zack mengurai pelukannya dan mengusap airmata yang membasahi pipi merona itu.
"Tadi adek mau bilang apa,hmm?"
"Bang–jika Grandma tidak mengharapkan Ayu untuk menjadi istri abang, Ayu tidak apa-apa kok bang. Dan kalau daddy dan mommy juga menginginkan hal yang sama seperti Grandma,Ayu akan menerimanya dan Ayu akan pergi dari hidup abang. Sejak awal pernikahan kita mungkin memang sudah salah.Ayu, sungguh ngak pa-pa kok, bang.Ayu ikhlas akan mundur." Mencoba untuk tetap tegar.
"Kamu ini bicara apa sih dek? abang ngak mau kamu berpikiran macam-macam dan abang tak akan pernah membiarkan adek pergi dari hidup abang.Tolong jangan pernah berpikir seperti itu lagi! jangan pernah berpikir untuk meninggalkan abang!" Zack kembali mendekap tubuh mungil Ayu bahkan pelukannya sampai membuat Ayu sesak.
"Abang...Ayu ngak bisa nafas?"
"Maaf ya sayang. Apa kita batalkan saja ke rumah Varell?lebih baik kita pergi ke suatu tempat agar adek lebih tenang."
Ayu menggeleng dan bersikeras tetap datang karena ia juga begitu rindu dengan baby Rava.
"Enggak bang, kita akan tetap datang ke sana! Ayu kangen sama baby Rava." Tersenyum manis dan Zack pun akhirnya luluh juga karena melihat senyum yang menenangkan itu.
"Baiklah. Tapi, adek janji ya ngak akan menangis lagi!"
"Iya, abang sayang!"
Cup
__ADS_1
Tbc